Bagiku pulang adalah kembali bersamamu, tanpa peduli harus berapa banyak kehilangan yang harus kulalui.
Gadis miskin sepertiku memang tidak memiliki kekuatan apapun untuk mengejar mu, ongkos menuju kediamanmu saja aku tidak punya, konon lagi skill untuk memenangkan hatimu.
But, Appa i miss you. Aku hanya ingin menemui mu dan tetap bersamamu.
Love,
-Joelin-
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diwelin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebenarnya Cinta Itu
"Sudah ah. Tidur sana, jangan berisik dan jangan sentuh-sentuh aku." omel Mickey
"Ok. Jangan sentuh-sentuh aku juga." pinta Min Ho.
Lalu keduanya membisu. Dan beberapa menit kemudian, kedua pria itu tenggelam dalam mimpi masing-masing.
\*\*\*
"Eun Son, bangun. Apakah kau berencana menghabiskan liburanmu tidur sendirian?" suara wanita paruh baya itu terdengar samar-samar.
"Omma, bagaimana kau bisa masuk ke kamarku?" tanya Mickey bingung sambil mengucek kedua matanya malas.
"Omo, apa salahnya aku berada dikamar putraku?" tanya wanita itu dengan tampang serius.
"Ayolah omma, aku bukan anak kecil lagi. Jangan perlakukan aku begitu." mohon Mickey dengan manja.
"Lalu, haruskah aku mengingatkan mu mengunci kamarmu setiap malam?" ibu paruh baya itu semakin tertarik menggoda putra sulungnya.
"Omma..." protes Mickey.
"Ya?" tanya wanita itu.
"Keluarlah, aku akan menemui mu dimeja makan untuk sarapan." ujar Mickey sambil masuk ke kamar mandi.
"Yaaa... Eum Son-a... aku ibumu, apa kau lupa?" protes wanita itu.
"Aku tidak habis pikir, kenapa mengatur anak jaman sekarang bisa begitu sulit." gumam wanita itu sambil berlalu meninggalkan kamar putranya.
Beberapa menit kemudian Mickey sudah berkumpul di meja makan bersama kedua orang tua dan adiknya.
"Eum Son, sudah dua minggu kamu hanya berdiam diri di rumah. Apakah kamu tidak bosan?" Tanya tuan Lee, ayah Mickey.
"Aku sangat menikmatinya Appa. Jarang-jarang aku bisa tinggal di rumah ini dan bersantai." Jawabnya tenang.
"Dasar kau lelaki tidak laku." Celetuk adiknya.
"O Sol, jaga bicaramu." pinta Mickey pada gadis tomboy yang duduk di hadapannya.
"Apa kau lupa berapa usiamu oppa? Dan pada kenyataannya kau masih jomblo kan? bukankah itu cukup membuktikan bahwa kau tidak laku?" serang Lee O Sol.
"Sudah-sudah, kalian berdua ini tidak pernah akur." jawab Nyonya Lee mencegah perang dunia ketiga diantara kedua anaknya.
"Eum Son, ikutlah dengan ayah hari ini." Pinta tuan Lee.
"ya appa." jawab Mickey.
Mereka berempat kembali fokus menikmati makanannya. Tidak lagi terdengar perdebataan antara kakak beradik itu. Selesai sarapan Mickey kembali kekamarnya, bersiap-siap untuk pergi bersama sang ayah. Sementara nyonya Lee dan putrinya sibuk di dapur.
"Eum Son, apa kau sudah siap?" panggil tuan Lee dari ruang keluarga.
"Ya Appa." jawab Mickey sambil berlari kecil menyusul ayahnya.
"Sayang, kami pergi dulu." pamit tuan Lee kepada istri dan putrinya.
"Hati-hati" Jawab nyonya Lee.
Kedua pria itu melangkah meninggalkan rumah kediaman mereka. Mickey yang penurut begitu menyimak setiap nasihat ayahnya selama diperjalanan. Akhirnya mereka tiba disebuah pusat perbelanjaan. Tuan Lee memutuskan untuk memarkirkan mobilnya.
"Appa, apakah kita akan berbelanja?" Tanya Mickey bingung.
"Bukan. Kita akan berkencan." jawab ayahnya.
"What? Date?" gumam Mickey semakin bingung.
"Sudahlah, jangan banyak bertanya. Ayok." ajak Tuan Lee sambil keluar dari mobilnya.
"Ya Tuhan, apa ayahku sedang sakit?" batin Mickey prihatin. Dia khawatir ayahnya kini mengidap gangguan psikologis, karena khawatir sepanjang hari Mickey mencoba mengekor kemanapun ayahnya pergi. Mereka keluar masuk toko pakaian, menonton di bioskop, lalu membeli ice cream dan makan malam berdua.
"Ya Tuhan. Kenapa ayahku?" tanya Mickey dalam hati. Kini dia benar-benar cemas.
"Aku berharap lewat kejadian hari ini, putraku dapat belajar bagaimana cara mendekati perempuan." batin Ayah Mickey saat mereka dalam perjalanan pulang.
\*\*\*
Sementara itu di China, seorang pria kelihatan sangat bersemangat.
"Yes, visa sudah selesai, tiket sudah dibayar, hotel sudah dibooking, tinggal packing dan berangkat." Lelaki itu berbicara sendiri sambil tersenyum bahagia.
Dia mulai packing di kamarnya, memilah beberapa pakaian yang menurutnya cocok untuk dibawa.
"Akankah Joelin suka dengan kejutan ini?" gumam Goedan sambil terus bergerak lincah membereskan barang-barangnya.
"Aku tidak sabar menunggu dua hari lagi. Bisakah tiketnya diganti? Bisakah keberangkatanku dipercepat?" tanyanya lagi.
Ah, andai saja ada orang yang melihat pria itu, pasti mereka akan berpikir bahwa dia sudah gila. Bagaimana tidak gila, sekarang dia sibuk berbicara seorang diri.
"Apa aku terlalu gila karena jatuh cinta?" gumamnya lagi.
Ya sudahlah. Biarkan saja Goedan sibuk sendiri, ayok kita kunjungi Joelin.
\*\*\*
"Joe, besok anak-anak ngajak jalan nih." seru Amel.
"Ha? kemana?" tanya Joelin.
"Yaelah loe mah, check obrolan di grup chat gih." pinta Amel.
"Bentar ah, nanggung nih." jawab Joelin.
"Loe mah, nonton tidur makan. Begitu aja terus sampai lebaran kuda. Nggak bosen apa loe, gitu-gitu aja selama dua minggu ini?"
"Ya enggaklah, gua lagi nge-charge emosi dan energi buat berperang semester depan Mel." jawab Joelin santai.
"Gua gak habis pikir sama loe." keluh Amel.
"Ya kan gua limited edition Mel." canda Joelin.
"Jadi gimana? besok loe ikutan nggak?" tanya Amel serius. "biar gua jawab di grup, noh anak-anak pada nanyain."
"Kemana sih?"
"ituloh, tempat buat syuting-syuting drama kerajaan. Aduh gua lupa namanya."
"Gua ikutan." jawab Joe tertarik dengan klue yang diberikan oleh Amel.
"Ok. udah nonton lagi gih. jangan berisik loe." Ledek Amel.
"Ya ampun, Mael..Mael.. yang nanyain elo, yang berisik gua. tau ah, gelap punya teman kayak Loe." keluh Joelin.
"Kalau gue Mael, loe jadi Ojol ya." protes Amel.
"serah lu dah." jawab Joelin cuek sambil kembali fokus pada layar laptopnya.
Sangkin asiknya menonton, Joelin tidak sadar Amel meninggalkannya sendiriam di kamar.
"Mel, loe kudu nonton nih movie. Keren banget tau Mel." tawar Joelin.
"Mel.. Mel, yaelah Mel. Udah tidur loe?" tanya Joelin sambil melirik kearah kasur Amel.
"Lho?!" Joelin terkejut begitu menyadari bahwa Amel tidak ada di kamar.
"Kebiasaan banget sih Mel. Jahat banget sih loe, jajan malam nggak ngajak-ngajak gua." curhat Joelin sedih.
"Ah, gua telepon Amel nitip cemilan buat lanjut nonton." ucap Joelin bahagia sambil meraih ponselnya.
"Hallo Mel, gua nitip cemilan yak." Pinta Joelin begitu sambungan teleponnya terhubung.
"masih bisa ngemil juga loe?" ledek Amel.
"Hehehe.. kan gua masih hidup kali Mel, ya wajar dong gua bisa ngemil." kilah Joelin.
"yo wes.. yo wes.. What do you want?" tanya Amel.
"Chitato rasa chess dan BBQ ya Mel." pinta Joelin.
"Micin.. micin.. heran gua, anak sains kayak loe hidupnya gak sehat-sehat." ledek Amel.
"Yaelah Mel, sekata loe gak makan micin aja." protes Joelin.
"Minumnya apa ndok?" tanya Amel kemudian.
"cola aja Mel." pint Joelin.
"Buset dah, Joe Joe. Ingat badan. Lama-lama diabetes loe." ujar Amel.
"Iya sih Mel, gua ada baca di jurnal noh. katanya di negara A banyak penderita diabetes karena tingkat konsumsi cola yang tinggi. Pintar juga loe Mel." puji Joelin.
"Gua asal nebak doang Ojol. hahahaha." jawab Amel. "Udah ah, loe ganggu aja sih. Gua baliknya bentar lagi, loe tungguin aja tuh sambil nonton dengan damai." pinta Amel.
"Siap bos." jawab Joelin.
Kedua teman sekamar itu akhirnya memutuskan jaringan telepon.
"Siapa Mel?" suara bariton milik pria tampan khas Indo itu mengejutkan Amel.
"Biasa nih kak, si Ojol." jawab Amel.
"Ojol?" tanya Vino bingung.
"Joelin kak. Joelin." jawab Amel buru-buru.
"ah, i see. Kok dia jarang banget ya ngumpul sama kita-kita?" tanya pria itu penuh selidik.
"Biasalah kak, cewek." jawab Amel santai.
"Loh bukannya Amel juga cewek? Mereka juga cewek." protes Vino sambil menunjuk dua gadis lain yang sedang bergabung dengan mereka.
"Ngomongin apa sih?" tanya pria lain yang duduk di dekat Vino.
"Enggak ada apa-apa kok bro." jawab Vino singkat.
"Joelin, loe makin misterius aja." gumam Vino sambil tersenyum tipis.
**Pengumuman.
Hai readers ku tersayang. Terimakasih buat kunjungan kalian ya. oh iya, di part ini karakter Goedan kembali muncul, selain itu muncul juga beberapa karakter baru seperti keluarga Lee, Vino dan beberapa mahasiswa lain yang berasal dari Indonesia.
Menurut kalian karakter utama pria dalam kisah ini siapa sih?
a. Mickey
b. Goedan
c. Vino
d. Si An yang suka mengganggu Joelin.
berikan jawabanmu di kolom komentar ya. terimakasih.
-best**-
sukes iya kak untuk karyanya
jangan lupa mampir di karya pertamaku yang menceritakan lelaki letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
terimakasih 🙏
SEMANGAT Anna Divya Lin