NovelToon NovelToon
Stuck Between Two Choices

Stuck Between Two Choices

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:489.7k
Nilai: 5
Nama Author: DHEVIS JUWITA

Bagaimana jika dirimu dihadapkan diantara dua pilihan yang sulit?

Itulah yang dialami wanita cantik bernama Maya, terjebak cinta diantara dua bersaudara.

Aiden yang berjuang dan membantunya kembali bangkit pada trauma masa lalunya
Alden cinta pertama Maya dan ayah dari anaknya

Siapakah kira kira yang mendapatkan hatinya?

*Lanjutan cerita dari Story of Maya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Positif

🌷🌷🌷

David mengintip dari celah pintunya setelah pintu apartemennya di ketok seseorang. Pasalnya sekarang jam tiga dini hari, David mulai curiga dan enggan membuka pintu. Dia segera menjauh dan membangunkan Aiden yang tertidur di sofa karena kelelahan dengan perjalanan yang begitu jauh.

"Aiden.. Aiden.. " panggil David dengan menggoyangkan badan pria itu.

Belum sempat Aiden bangun pintu apartemen David sudah di dobrak dari luar.

Brak!

Suaranya begitu nyaring sampai Aiden terperanjat kaget dan langsung mendudukkan dirinya setengah sadar.

"Ada apa David?" tanya Aiden dengan suara khas bangun tidur.

David belum menjawab tiba-tiba suara tepuk tangan terdengar di telinga mereka.

Seorang pria bertato mendatangi keduanya dengan beberapa anak buah di belakangnya.

Aiden yang sudah mengumpulkan nyawanya kembali menatap pria itu dengan tatapan elangnya.

"Aiden Muller! Akhirnya kau kembali ke asalmu," ucap pria itu santai sambil mendudukkan badannya di samping Aiden.

"Kau salah paham padaku Alex! Aku tidak ada sangkut pautnya atas kematian adikmu!" bentak Aiden dengan menjauhkan dirinya.

Alex terkekeh.

"Aiden.. Aiden.. buktikan kalau kau bukan penyebab Angel mati!"

Aiden terdiam karena dia memang tidak memiliki bukti apapun.

"Aku kesini untuk memberimu penawaran, ternyata kau begitu bodoh bisa terpancing dan kembali kesini," ucap Alex santai.

Aiden mulai geram," Apa rencanamu kali ini?"

Alex melemparkan beberapa foto ke hadapan Aiden.

Aiden mengambil foto itu seketika matanya membulat melihat foto kekasihnya yang ada disitu.

"Kau pikir aku begitu saja melepas Marcus, tanpa dia sadari tubuhnya sudah ku beri alat pelacak. Kau tahu aku menanamkan sebuah bom kecil diginjalnya. Jika kau berani macam-macam dan menolak perintahku, aku akan meledakkan bom itu. Otomatis kekasihmu itu akan celaka!"

Aiden menghampiri Marcus dan menarik kerah baju pria itu," Jangan pernah kau berani sentuh wanitaku!"

"Hahahahaha.. aku tahu kelemahanmu ada pada wanita itu! Aku sudah menempatkan beberapa anak buahku di Indonesia jadi jangan berani kau kabur dariku!"

"Apa maumu katakan!" bentak Aiden karena sudah dipastikan Alex mengancam dirinya pasti dia meminta sesuatu.

"Kembali ke pekerjaanmu yang dulu dan kau harus jadi salah satu anak buahku! kau harus menghasilkan uang yang banyak untukku! Kau harus menebus setiap transaksi yang kau gagalkan dulu!"

"Jika kau menolak tebus nyawa Angel dengan nyawa wanitamu maka kita impas," sambung Alex.

"Aku akan melakukannya tapi jangan pernah sentuh dia!"

David yang mendengar itu langsung mendekati Aiden.

"Aiden, itu sangat berbahaya. Pikirkan baik-baik! Nyawamu taruhannya," David berusaha mengingatkan.

"Lebih baik nyawaku yang melayang daripada nyawa orang yang ku cintai," sahut Aiden.

🌷🌷🌷

Hampir satu bulan ponsel Aiden tidak bisa dihubungi yang mana membuat Maya begitu gelisah. Setelah percakapan terakhirnya saat Aiden masih di pesawat kala itu, ponselnya langsung mati.

"Nona, apa mau saya buatkan air jahe hangat lagi?" tanya salah satu pelayan.

Maya mengangguk pelan.

Kini wanita itu duduk di tepi ranjang karena merasa kurang enak badan. Bahkan beberapa hari dia tidak bisa mengurus tokonya. Jadi, dia minta bantuan Marcus untuk mengurus toko sementara waktu ini.

Ponsel Maya akhirnya berdering panggilan itu panggilan luar negeri, Maya dengan cepat menerimanya.

"Halo," ucap Maya lirih.

"Sayang, ini aku."

Mendengar suara itu seketika tangisan Maya langsung pecah, suara yang ditunggunya akhirnya datang juga. Selama beberapa hari ini Maya memang begitu cengeng selalu menangis tanpa sebab apalagi saat mengingat Aiden.

"Hei, jangan menangis," ucap Aiden lagi.

"Kau jahat Aiden, katanya pergi dua hari saja tapi sudah hampir sebulan lamanya kau tidak pulang bahkan nomor ponselmu tidak aktif. Kau membuatku khawatir," sahut Maya dengan isak tangisnya.

Aiden terkekeh di seberang telpon.

"Aku ada beberapa pekerjaan disini sayang, kenapa beberapa hari ini di rumah saja? apa kau begitu merindukanku?"

"Bagaimana kau bisa tahu jika aku ada di rumah saja?" tanya Maya heran.

"Aku tahu semuanya tentangmu," sahut Aiden padahal Aiden memantau dari alat pelacak dari kalung Maya.

"Aiden, apa kau masih marah padaku? Aku mencintaimu Aiden, aku merindukanmu jadi pulanglah.. hiks.. hiks.. " Maya mulai menangis lagi. Untuk pertama kalinya Maya mengungkapkan perasaannya.

Aiden yang mendengar pernyataan cinta dari Maya hatinya langsung menghangat. Rasanya bebannya ada yang mengangkat saat ini.

"Tunggu aku, aku pasti pulang," ucap Aiden.

Setelah itu sambungan telpon dia matikan menyisakan Maya dengan tangisannya.

Tak lama pelayan datang ke kamar Maya dengan membawa air jahe hangat.

"Non, ini air jahenya," ucap pelayan itu sembari mendekatkan gelas pada Maya.

Maya meraih dan meminumnya sedikit.

"Nona, tidak makan lagi? wajah Nona sangat pucat, saya bisa dimarahi tuan Aiden jika Nona tidak mau makan terus," ucap pelayan itu khawatir.

Maya menggeleng," Mencium bau makanan perutku langsung mual, Bik."

Pelayan wanita itu langsung tersenyum mendengarnya sepertinya dia tahu apa yang dialami majikannya itu.

"Kapan Nona terakhir menstruasi?"

Maya mengernyit dan mengingat-ngingat kapan terakhir dia datang bulan seketika matanya membulat teringat bulan ini sudah telat cukup lama.

"Bik, bisa minta tolong belikan alat tes kehamilan?"

Pelayan itu mengangguk dan berpamitan untuk keluar kamar meninggalkan Maya sendirian dengan pertanyaan besar di kepalanya. Refleks tangannya memeluk perut ratanya.

Setelah satu jam pelayan itu kembali dengan membawa pesanan Maya sebelumnya. Dengan tidak sabar Maya ingin memastikan jika dirinya itu hamil atau tidak.

"Positif!" Maya berteriak di kamar mandi saat mengetahui hasilnya.

Maya langsung terduduk di lantai sekarang perasaannya sungguh campur aduk, tangisannya pecah kembali.

Seharusnya dia mengingat Aiden untuk saat ini karena ayah anak itu adalah Aiden tapi entah setan apa yang merasuki Maya justru dia malah memikirkan Alden.

"Kak Al.. Aku hamil," ucapnya lirih.

🌷🌷🌷

1
retno❤️
Bagus ceritanya Kak Othor... suka semua karya2mu... the best pokoknya... next mau lanjut ceritamu yg lainnya... tetap semangat berkarya ya... sukses selalu 🙏🏻👍🏻🥰
Arie
Luar biasa
Memyr 67
tamat ni? terima kasih untuk ceritanya yg menghibur. dan terima kasih memilih komen aq sebagai komen populer. /Angry/
Memyr 67
bagaimanapun ceritanya, aq udah terlanjur suka ma karya karya othor. jadi kuhajar terus sampai tuntas.
Memyr 67
aq tau kenapa hapus hapus. adegan 21+nya terlalu hot sepertinya, hihihi
Memyr 67
ahhhh maya. dah tau, sinta iblis, kok masih aja iblis dipercaya, kalau dia, maya, yg menyebabkan papa mertuanya meninggal.
Memyr 67
aq nggak kecewa kok alden mati. biar saja, cowok yg membiarkan iblis seperti sinta terus di sampingnya itu mati. yg aq kecewa, nasibnya sinta, si iblis betina itu, bagaimana?
Memyr 67
sinta harus dihukum mati itu. pembunuh. eeeh jangan ding. dipenjara seumur hidup aja tu prempuan iblis.
Memyr 67
haduuuh, aq tegang
Memyr 67
memang semua tidak ada yg salah. karena semua keluarga alden terjebak kelicikan sinta.
Memyr 67
guoblooog sinta. dah tau dulu dia jahat ma maya, trus kehilangan cinta alden. sekarang tutup mata, nggak mau tau cinta aiden yg sangat besar ke maya. seenaknya mencelakakan maya, trus ketakutan sendiri. alden memang salah pilih istri. cuma cantik doang, tapi goblog.
Memyr 67
ihhh othor, kasian lo maya. dulu ditindas sinta, sekarang alex. walau maya mencoba kuat, tapi melawan kekuatan ketua mafia, bisa apa?
Memyr 67
memang mampu gitu sinta, membuat anak kandung membenci ibu kandungnya? apalagi maya seorang wanita yg baik. anak tau mana yg tulus mana yg cuma akal bulus.
Memyr 67
wanita seegois sinta, yg cuma memikirkan kebahagiaannya sendiri, walaupun itu melukai orang orang terdekatnya, mana bisa membuat seorang pria mencintainya dengan tulus?
Memyr 67
jelas selin gagal. nggak tau aiden cowok seperti apa, maen gampangin aja, harus jadi miliknya.
Memyr 67
cocok, janda tanpa talak, ma cowok bekas pakai
Memyr 67
aq mampir
Khayla Salwa
Luar biasa
Bahari Sandra Puspita
jujur bingung mau komen gimana untuk cerita ini..
awalnya ngira Maya bakalan balikan lg ma Alden, secara ada pesan Aiden yg nyuruh buat jagain Maya dan anaknya ke Alden..
mungkin kakak author bingung jg nentuin mau ngilangin tokoh yg mana..
secara Aiden dari dulu selalu merasa dianaktirikan ma keluarganya, sedangkan Alden dah puas ngerasain cinta ortu dan Sinta pada awalnya..
jadinya kakak author mau ngasih keadilan jg buat Aiden biar sama2 bahagia..
jadi ceritanya turun ranjang ini mah ya..
tetep keren ceritanya walopun di puncak konflik bikin nyesek bacanya..
dan pada akhirnya jati diri author keluar di akhir2 cerita 😁😁😁🤭🤭🤭
g usah season 3 ya kak, kasian Aiden ma Maya biar happily ever after..

sehat2 terus kakak..
tetap semangat berkarya.. 😘🥰😍🤩
lizulfa anjani
berarti maya udh di sentuh dua laki laki dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!