NovelToon NovelToon
Istri Tomboy Tuan Muda

Istri Tomboy Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Azra ziya

Arabella Elisa Jodie, gadis tomboy dengan segudang keahlian, pandai beladiri dan menyukai kebebasan. Memiliki beberapa sahabat pria yang sudah akrab dengannya sejak bertahun lamanya.

Bagaimana bila tiba-tiba Ara harus terpaksa menjadi seorang istri?
Istri dari tuan muda tampan yang sejak kecil sudah memiliki kehidupan berkelas.


"Apa dia wanita?" (Dilano Danuarta)

"Dia terlalu mulus untuk ukuran seorang pria matang." (Ara)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azra ziya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Calon Menantu

"Satu, dua, tiga. Waktu kerja sudah habis." Ara menarik napas lalu menoleh pria yang masih sibuk memasukan potongan stik daging ke mulutnya.

"Apa enak, Kak Lano?" tanya Ara sembari tersenyum.

"Lumayan, apa Arabella berubah jadi Jodie sekarang?" Lano menoleh sang asisten yang memasang wajah horor ke arahnya.

Setelah kepergian Renata, Lano dan Ara masih berada di dalam restoran. Menghabiskan makanan yang sudah dipesan. Renata pergi tanpa menyentuh makanan apapun di atas meja. Wanita itu hilang rasa seketika karena merasa diabaikan.

"Bukan hanya Jodie, tapi berubah menjadi Monster." Ara meneguk jus stroberi tanpa sedotan. Ia mulai tidak sabar menghadapi bosnya.

"Jangan membuat keributan di sini, Ara."

"Siapa juga yang mau membuat keributan? Aku memang akan pulang setelah mengantar si tuan muda pulang ke rumah."

"Waktu kerjamu sudah habis, aku bisa pulang sendiri."

"Bisakah kak Lano membuka hati pada seorang wanita?"

Lano membersihkan mulutnya dengan saputangan. Menoleh sang asisten yang sekarang sudah berganti peran menjadi Arabella anak paman Boy nya.

"Bagaimana kalau pertanyaan itu aku tujukan padamu, Ara?"

Ara mengerjap mata. Pertanyaan yang seharusnya ia tanyakan kini berbalik padanya.

"Tentu saja jika itu demi kebaikan orangtua. Ya ... aku akan menurut saja bila memang harus."

"Benarkah?" Lano menatap dalam manik mata Ara.

Ara mengangguk mantap. "Tidak ada salahnya jika kita mencoba. Lagipula memang seharusnya manusia hidup berpasang-pasangan."

Lano mengerutkan kedua alisnya.

Perempuan ini memang pandai bicara.

"Besok adalah hari libur, tapi hari kerja untukmu. Bawa satu perempuan yang menurutmu baik ke rumah besar, aku ingin lihat bagaimana dia bisa mengambil hati keluargaku. Bila dia lulus aku akan menikah dengannya." Lano berdiri, laki-laki itu menyelipkan beberapa lembar uang ke dalam buku menu.

Ara setengah tak percaya. "Serius, Kak?"

"Jangan sampai aku berubah pikiran."

"Akan aku lakukan, Tuan muda."

Yes ... akhirnya dia mengambil keputusan.

.

.

.

.

Kali ini Ara tidak ingin gagal. Dia harus benar-benar mencari wanita baik dan memenuhi kriteria calon menantu tuan Dilan.

Pria yang sebenarnya sudah ia anggap sebagai ayahnya sendiri. Karena sejak kecil Dilan selalu membelikannya hadiah saat dia berulang tahun.

Kali ini ia tidak akan mengecewakan pria yang ia panggil daddy itu. Dilan sudah menaruh kepercayaan padanya untuk membuat putranya menerima kehadiran wanita di hidupnya.

Mana mungkin Ara menyerah begitu saja? Bukan Arabella namanya bila ia tidak berhasil menyelesaikan tugas yang memang tidak mudah menurutnya.

Mencari seorang istri bagi tuan muda yang bahkan enggan melirik seorang perempuan untuk memulai tahap pendekatan.

Ara turun dari tangga menuju lantai dasar rumahnya. Sesekali menguap lebar karena semalam kurang tidur akibat memikirkan tugas yang membebaninya.

"Kamu mau kemana pagi sekali sudah rapi?" Meneliti sang putri yang mengenakan pakaian kerja di hari libur.

"Lembur."

"Apa tuan muda yang menyuruh?" Boy meletakkan ponsel ke atas meja.

"Iya, dan sebaiknya Mama sama Papa ikut ke rumah besar hari ini. Ara akan membawa calon menantu keluarga Danuarta." Ara mengoles roti Dengan selai coklat.

Boy dan Bella saling melirik lalu kompak menoleh putrinya.

"Apa Lano sudah setuju untuk menikah?" tanya Boy menyelidik.

"Ya, kak Lano ingin mencobanya kali ini." Ara menggigit roti di tangannya.

"Baiklah, karena ini berita bagus, jadi papa dan mama akan ikut berbahagia dan menanti kedatangan tamu istimewa hari ini." Ada keraguan dari cara Boy berbicara.

\*\*\*

Setengah jam sudah Ara menunggu di depan sebuah gedung apartemen.

Ara sudah janji untuk menjemput wanita terpilih untuk ia kenalkan pada keluarga Danuarta.

Seorang Selebgram cantik yang selalu memamerkan keindahan pariwisata Indonesia di laman media sosialnya.

Pandai bergaul dengan banyak orang dan semua kalangan. Berpendidikan dan dari latar belakang keluarga baik-baik.

Pilihan yang tepat menurut Arabella.

Wanita seperti ini sangat Ara yakini bisa mengambil hati bos dan keluarga bosnya.

Senyum Ara mengembang saat melihat gadis berlesung pipi setengah berlari menghampiri ke arah mobilnya.

Ara membuka kaca mobil.

"Arabella?" Gadis itu menyapa.

"Gisela?" Selebgram itu mengangguk. Masuk ke dalam mobil yang dikemudikan Ara. "Apa penampilanku sudah sempurna?" Membenarkan gaun yang ia pakai.

"Ya, kamu cantik sekali Gisela."

Tak memakan waktu lama, mereka sudah sampai di kediaman Lano. Gisela sempat tercengang saat melihat rumah besar untuk pertama kalinya. Ia tidak menyangka akan diperkenalkan dengan keluarga sekaya ini.

Arabella memang baru mengenal Gisela di dunia nyata. Selama ini ia hanya mengikuti media sosial gadis cantik itu, karena Ara dan Gisela memiliki hobi yang sama.

Berpetualang menikmati keindahan alam, itu alasan yang membuat Ara mengagumi Gisela. Mencari tau lebih dalam tentang Gisela dan membuat wanita yang hanya dua tahun lebih tua darinya itu untuk menyetujui maksud baiknya.

Semua berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Tentu saja, siapa yang akan menolak untuk dikenalkan dengan pria seperti Dilano Danuarta.

"Ayo Gisel, kita masuk!" Ara jalan lebih dulu.

Semua orang sudah tampak menunggu kedatangannya. Menanti penasaran seperti apa perempuan pilihan Arabella yang akan ia perkenalkan pada keluarga bosnya.

"Selamat pagi menjelang siang semuanya." Ara menyapa keluarganya dan keluarga majikannya yang sedang bersantai di halaman belakang rumah besar.

Duduk bersantai di bawah pohon rindang sembari menikmati secangkir teh hijau dan kue bolu yang sepertinya baru keluar dari open. Wangi dan membuat Arabella tergiur untuk mencicipinya.

"Apa Ara boleh ambil satu?" Menatap bolu dengan wajah berbinar.

"Tentu saja, Sayang. Mommy sengaja bikin ini buat kamu, kamu selalu suka kue buatan Mommy sejak kecil." Sofia mengangkat piring berisi kue ke hadapan Ara.

"Makasih Tante Sofia," jawab Ara.

"Panggil Mommy saja, Ara. Sudah sering Mommy bilang jangan panggil Tante."

"Iya, iya makasih Mommy Sofia yang cantik. Oh ya, ini Gisela perempuan yang ingin Ara kenalkan." Ara menyuruh Gisela memperkenalkan diri.

"Cantik sekali, ayo cantik duduk!" Suruh Bella sopan.

Gisela duduk bersama para orangtua. Gadis itu tersenyum lalu memperkenalkan diri.

"Saya Gisela. Om, Tante."

"Sudah lama, kenal Ara?" Seingat Bella putrinya tidak pernah mengenalkan teman perempuan.

"Belum, sebenarnya kalau di dunia maya sudah lama, Tan. Ara dan Gisel berteman di media sosial, tapi baru hari ini kami bertemu." Jujur Gisela.

"Ouw, berapa usia kamu?" tanya Sofia.

"Saya 23 tahun, Tan."

"Kak Lano di mana, Mom?" Ara tak melihat Lano sejak tadi.

"Sebentar lagi mungkin dia akan turun, tadi masih mandi," kata Sofia.

"Ya sudah, Kak Lano bilang dia tidak akan keberatan dikenalkan dengan seorang wanita, asal keluarganya setuju." Ara duduk di sebelah papanya. Meminta dukungan sang papa.

Sofia dan Dilan tampak sedikit terkejut dengan perkataan Ara yang menurut mereka terlalu cepat untuk mengambil keputusan.

"Apa Lano bilang begitu?" Sofia masih tidak mengerti kenapa Ara sangat bersemangat menjodohkan Lano.

"Iya, Mom, Dad. Dan menurut Ara, Gisela gadis yang sangat cocok untuk mendampingi kak Lano." Menoleh satu persatu orang dewasa di dekatnya dan semua orang kompak menelan salivanya.

Lano berdiri sembari bersandar di dinding dapur. Tatapannya lurus ke arah keluarganya yang sedang bercengkrama. Ia juga menatap Gisela dari jauh. Mendengar percakapan dari orang-orang yang belum sadar dengan kehadirannya.

Lano berjalan santai ke halaman belakang. Aroma khas pria itu membuat semua orang kompak menoleh sumber wangi parfum yang terkesan segar.

"Bagaimana, Dad, Mom? Apa kalian suka dengan pilihan Ara? Lano akan setuju jika kalian suka." Lano berdiri dengan wajah sangat tenang.

Gisela sampai tak berkedip melihat sosok lelaki yang sepertinya jauh lebih tampan dari foto yang diperlihatkan Ara padanya semalam.

*Dia benar-benar sempurna. Tidak sia-sia aku setuju untuk menemui pria ini*.

~Bersambung~

~Drama Author~

Othor : Siapa Gisela ini, Ara?"

Arabella : Calon Istri Untuk Calon Suamiku.

Readers : (Tak mampu berkata-kata)

Hanya mampu kasih like n vote untuk Author ^ ~ ^

1
Angelica James
namanya temankuu 😄
Ran Aulia
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Harusnya dr awal kamu jujur, Kalo seandainya dr awal udah jujur mungkin gak ada adegan surat cerai dan pengajuan cerai waktu itu..
Qaisaa Nazarudin
Bara aja..
Qaisaa Nazarudin
Kalo aku jadi Ara mending milih Lano yg sudah Sah2 suaminya dan juga masih suci,Dari harus kamu yg sudah jadi barang bekas,banyak Jalang..
Qaisaa Nazarudin
Mmg harusnya begitu,Harusnya Lano bisa mengalah membujuk Ara saat Ara marah,Bukannya dia juga ikutan emosi,Dua2 nya egois..
Qaisaa Nazarudin
Bagus Lano,Biar Ara bisa berpikir jgn mau ikuta dgn keras kepala nya,Sekali2 kadih dia pelajaran..
Qaisaa Nazarudin
Cih dasar Egois..Dia aja seenak jidatnya berdekatan dgn pria lain,Tanpa memikirkan perasaan suaminya,Terus kenapa sekarang kamu marah Lano berdekatan dgn wanita lain..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Walau pun Ara juga memiliki rasa ke Bara tapi Ara harus ingat kalo sekarang Lano lah SUAMINYA,Apapun alesan mereka menikah,Ara tdk seharusnya seperti itu bersikap ke Lano,,,Lano juga gak ada manis2 nya Ke Ara..
Qaisaa Nazarudin
Iler…Ternyata hanya mimpi,omg aku pikir beneran Ara kek gitu agresifnya 😂😂
Qaisaa Nazarudin
Gak usah ngajak Lano duel, yg ada ntar belum apa2 dia yg trrkencing duluan dicelana,,udah kayak opa2 korea aja ngandalin tampang doang,😂
Qaisaa Nazarudin
Astaga Lano langsung tdk mencermin kan sikap seorg cowok keren. Udah kayak cewek aja maunya hanya naik mobil, karena takut penampilan nya berantakan..
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Bara mencintai Ara dlm diam..😔
Qaisaa Nazarudin
Nah kan ku bilang juga apa,Ini semua sudah di rencakan👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻😂
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Feeling ku mengatakan kalo ini rencana para ortu, Kan Dilan maunya Ara yg jadi mantu bukannya Gisela..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwk mampus kau Lano akhirnya ditolak dan di permalukan oleh cewek pilihan mu 👏🏻👏🏻👏🏻👎🏻👎🏻
Qaisaa Nazarudin
wkwkwwk yg ada saat ketemu ntar malah bagai tom and Jerry..😂😂😜😜
Qaisaa Nazarudin
Calon ibu dari anak2 kamu tuh 🤣🤣😜😜
Qaisaa Nazarudin
Waahh pertemuan yg paling mengesankan, kenangan yg paling hak bisa di lupakan 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Dan sekarang doa kamu di kabulkan dapat calon istri yg gak suka pake rok minim 😀😀😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!