Naura memilih menikah muda, tetapi pernikahannya tidak bertahan lebih dari 2 tahun, ketika suaminya mengalami koma dirumah sakit, keluarga suaminya memaksa Naura untuk menanda tangani surat perceraian mereka. Setelah bercerai Naura baru mengetahui jika di sedang hamil.
Bagaimana Naura membesarkan anaknya?
Apakah mantan suaminya akan mencari anak dan istrinya?
Atau Naura akan menerima pria baru dalam hidupnya dan menjadikan pria itu papa baru dari anaknya!
Mari baca cerita ku ya teman-teman.
Terima Kasih
🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lie_lili, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Naura Telah Sehat
Matahari pagi telah datang menjemput, seperti itu lah setiap pagi matahari dengan tugasnya, memberikan sinar untuk dunia ini.
Waktu sudah menunjukan jam 5.30 pagi, entah mengapa pagi ini matahari sangat cepat sekali timbulnya.
Naura terbangun, merasakan badannya telah merasa lebih baik, bahkan jauh lebih baik. Evano masih saja memeluk Naura, walau dia sudah berganti-ganti posisi.
Naura melihat Evano yang masih tertidur, ingin rasanya dia masih menimang-nimang Evano yang masih bayi.
Naura pun teringat ketika dia menimang-nimang Evano yang masih berusia 8 bulan sambil menyanyikan lagu.
'Timang timang anakku sayang
Jangan menangis bapak disini
Timang timang anakku sayang
Jangan menangis bunda bernyanyi
Bila kelak engkau dewasa
Sayangi saudara sayangi sesama
Dengan cinta
Jujur lakumu jujur ucapmu
Menjalani hidup
Cantik jiwamu cantik parasmu
Kala engkau tersenyum
Timang timang anakku sayang
Cepatlah tidur janganlah nakal
Timang timang anakku sayang
Mimpi yang indah nyenyakkan tidurmu
Doa kami sertakan
Temani dirimu menjalani hidup
Oh anakku'.
Itu nyanyi waktu Naura menidurkan Evano dalam dekapannya, walau saat itu badan Evano sudah sangat gemuk, tentunya beratnya juga membuat tangan yang mengendongnya lelah, tetapi tidak dengan Naura, seberat apa pun Evano, bagi Naura itu sangat ringan dan mudah saja mengendong Evano.
*****
Naura perlahan melepaskan diri dari dekapan. evano, membiarkan Evano tidur 1 jam lagi, karena Evano semalam sudah sangat menjaga Naura.
Kemudian dia berjalan menuju arah dapur, untuk melihat apa bisa memasak makanan instan atau membeli lebih cepat, ternyata disana sudah ada mama Ayu yang baru selesai memasak.
"Ma" sapa Naura.
"Sudah sehat kamu, dek?" Tanya mama Ayu.
"Sudah ma, ini mau kerja" jawab Naura.
"Aku kira, aku bangun lalu mau keluar untuk pergi beli makanan ma, ternyata mama ku yang cantik ini sudah masak!" Goda Naura.
"Mama tau kamu enggak enak badan, pasti bangun siang, ya mama masak!"
"Terima kasih ma" peluk Naura ke mama Ayu dari belakang karena mama Ayu sedang mencuci piring saat ini.
"Sudah sana mandi siap-siap saja!" Usir mama Ayu.
"Kalau mama nanti saja mandinya" ucap Mama Ayu.
"Agh mama bau lah" ejek Naura.
"Biarin bau, ini juga sudah nenek-nenek!" Jawab mama Ayu.
"Nenek-nenek cantik kan ma" goda Naura.
"Terserah kamu!"
"Cepat mandi kalau tidak mama yang mandikan kamu!" Ucap mama Ayu
"Mau ma, kangen mama mandikan aku kayak waktu kecil, mandi sama mama!" Ucap Naura yang tiba-tiba terkenang masa kecilnya.
"Naura Aulia Azura" seru mama Ayu.
"Agh, iya ma, iya Naura mandi!" Naura tau jika mamanya sudah memanggil nama lengkapnya, tanda bahwa mamanya sudah mulai serius.
Dengan cepat Naura pergi mandi, Naura mandi menggunakan air hangat yang telah direbusnya tadi, karena bila terkena air dingin, rasanya menusuk sampai ke tulang. Dia tadi merasakan hal begitu, sewaktu dia mencuci mukanya.
Plak-plak suara pukulan dengan tangan kecil milik Evano yang sedang mengedor kamar mandi, karena Naura masih berada disana.
"Maaaaaa" panggil Evano.
"Ma, aku mau pipis cepat aghhhhh" teriak Evano.
"Aduh, tunggu nak bentar lagi, mama lagi gosok gigi" teriak Naura sambil mengambil air dengan gayung untuk berkumur.
"Engggg" Evano terlihat menahan pipisnya.
"Ma, cepat!" Teriak Evano lagi.
"Dek, cepat lah anak mu mau pipis kasihan, menahan terus itu" teriak Mama Ayu membantu Evano, agar Naura segera keluar dari kamar mandi.
"Iya ma, ini sudah selesai lagi pakai handuk" ucap Naura yang sedang melilitkan handuk di badannya.
Naura pun segera membuka kunci kamar mandinya, dengan segera Evano pun masuk ke dalam kamar mandi sambil membawa handuknya sendiri.
"Kasihan anak mama" goda Naura kepada anaknya.
"Iiihhh mama!" Lalu Evano pun menutup pintu kamar mandi.
Tidak lama bagi Evano untuk mandi, karena dia hanya sekedar menyiram tubuhnya dengan air dan memakai sabun, dengan cepat dia membersihkan tubuhnya jika lebih lama lagi berada dikamar mandi, maka Evano akan kedinginan, itu akibat dia mandi dengan air dingin di bak air.
****
Naura dan mama Ayu telah menunggu Evano untuk ke meja makan, mereka pun sarapan pagi, setelah itu Naura akan berangkat kerja sekaligus mengantar Evano ke sekolah.
"Dha nenek, i love u" teriak Evano kepada neneknya sebelum menaiki motor mamanya.
"Jangan berkelahi lagi ya" teriak ucap mama Ayu kepada Evano.
"Iya nek!" Jawab Evano.
"Ma, berangkat dulu ya!" Pamit Naura.
"Iya hati-hati" jawb mama Ayu.
Ya seperti ini lah keluarga Naura setiap pagi.
Keceriaan yang diberikan oleh Evano, menjadi warna dalam kehidupan mereka.
"Jangan kelahi lagi ya, ingat apa tadi nenek bilang" pesan Naura sebelum anaknya turun dari motor.
"Iya ma, aku ngerti kog!" Jawab Evano.
"Good! Anak mama!" Bangga Naura pada Evano.
*****
Sesampainya Naura di kantor, dia segera menemui pak Yuno.
"Pagi pak!" Sapa Naura yang berada didepan pintu ruangan managernya ini.
"Pagi" jawab pak Yuno formal karena berada posisi di depan ada beberapa karyawan lain.
"Masuk lah!" Ucap pak Yuno.
"Baik pak!"
"Pak, maaf saya kemarin tidak masuk kembali!" Terang Naura lagi.
"Sudah tidak apa-apa!"
"Kamu, saya arahkan untuk menemui direktur baru kita dan meminta maaf atas ketidak hadiran mu, walau saya sudah memberitahunya jika kamu sakit!" Terang pak Yuno.
Yuno juga tidak ingin jika Naura harus sampai terkena masalah hanya karena ketidak hadirannya.
"Apa pak direktur barunya sudah datang pak?" Tanya Naura yang sedikit merasa ragu ingin menghadapinnya sendirian.
Naura saja sudah merasa gugup, seperti pertama kali masuk kerja saja baginya, untuk menemui bos besarnya, bos sesungguhnya, pemilik perusahaan tempat dia bekerja.
"Iya, temui dia di lantai 2"
"Baik, saya mengerti" jawab Naura formal.
Naura pun pergi dari ruangan pak Yuno menuju ke lantai dua dimana ruangan direktur berada, tetapi karena dia ingat sesuatu hal yang berada dalam ruangannya, dia berbalik ke arah ruangannya.
"Sudah ketemu direktur kah?" Tanya Serli.
"Belum Ser, aku mau rapiin baju dulu lah" ucap Naura dan dia juga mengambil data yang ketinggalan diruangan.
"Direktur kita tampan sekali loh" puji Serli.
"Masak iya sih?" Naura tidak begitu percaya.
"Tampan mana, pak Yuno atau direktur kita?" Tanya Naura lagi.
"Pak Yuno lah" Serli terkekeh.
"Pujaan hati sih" goda Naura.
"Bukan siapa-siapa Naura, dekat saja enggak pernah" jawab Serli.
"Oh iya, direktur kita juga sudah punya istri cantik juga!" Serli seperti memberikan informasi tambahan.
"Kemarin apa istri ya ada ikut?" Tanya Naura.
"Ada"
"Ok, aku ke ruangannya direktur dulu, doain aku enggak kena marah ya"
"Sip" Serli mengangkat jempolnya.
Naura pun keluar, kali ini benar menuju ruangan sang direktur.
🤔🤔
👍❤
sambil marathon