NovelToon NovelToon
Papaku Tabib Dari Gunung Merapi

Papaku Tabib Dari Gunung Merapi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:31k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Mahardika yang harus menanggung penyakit kusta selama 3 tahun, setelah berobat di berbagai macam caranya, dari obat alternatif, hingga rumah sakit besar, tapi penyakitnya tak kunjung sembuh.

Hingga akhirnya, uang tabungan habis untuk berobat dan hanya tinggal sebidang tanah dan sebuah rumah yang tersisa. Dan itu tidak mungkin ia jual karena hanya itu satu-satunya peninggalan untuk anak dan istrinya.

Hingga akhirnya ia bermimpi ada seorang kakek datang dan memintanya untuk datang ke gunung Merapi jika ia mau sembuh.

Mahardika pun meminta izin dengan istrinya, dan berharap bisa sembuh jika ia berobat dengan kakek tersebut.

Hari berganti bulan, hingga akhirnya dia tahun berlalu. Kini Mahardika sudah sembuh total dan sehat kembali dan mendapatkan wasiat menjadi tabib.

Tapi saat ia pulang, alangkah terkejutnya dia. Karena rumah dan tanah itu sudah terjual, dan lebih sakitnya, anaknya ternyata di titipkan ke panti, sementara istrinya sudah menikah lagi.

Akhirnya ia membangun keh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

Setibanya di rumah, Mahardika langsung mendudukan Amel di atas kursi kayu di teras rumah mereka.

"Amel disini dulu ya nak, Papa mau bersih-bersih kadang di sebelah, Papa mau menanam tanaman herbal, biar bisa untuk mengobati orang sakit," kata Mahardika mengusap kepala Amel dengan penuh kasih sayang.

"Baik Papa, Amel lihat-lihat papa dari sini," kata Amel tersenyum.

Ia pun berdiri berjalan menuju di tengah sepetak tanah yang baru saja ia rapikan.

Mahardika menarik napas dalam-dalam, menyerap energi murni alam di sekitarnya.

Saat Mahardika sedang merencanakan langkah selanjutnya untuk memperkuat perlindungan di rumahnya,

Terdengar  suara langkah kaki tergesa-gesa kembali terdengar dari arah gerbang.

Pak RT berlari kecil mendekatinya dengan napas terengah-engah dan raut wajah yang jauh lebih cemas dari sebelumnya.

"Dik! Dik Dika!" panggil Pak RT setengah berbisik.

"Ada apa lagi, Pak RT?" tanya Mahardika sambil mengangkat alisnya.

"Itu... di balai desa! Siska baru saja datang membawa beberapa orang berseragam hitam dan seorang pria memakai berdasi! Mereka membawa berkas dokumen tanah dan memanggil kepala desa! Siska bilang, dia mau melaporkanmu ke polisi atas tuduhan penguasaan lahan secara ilegal dan penganiayaan terhadap orang-orangnya Haryo tadi pagi!" kata Pak RT menyapu keringat di dahinya.

"Dia mau main hukum?" gumam Mahardika datar.

"Iya, Dik! Kepala desa minta kamu datang ke balai desa sekarang juga untuk klarifikasi. Kamu harus hati-hati, pria berdasi yang dibawa Siska itu sepertinya pengacara ternama dari kota!" lanjut Pak RT khawatir.

Mahardika melangkah ke arah Amel dan menggendong Amel, sedikit pun ia tak bisa jauh dari Amel.

"Mari kita ke balai desa, Pak RT. Sudah waktunya saya menyelesaikan masalah surat tanah ini langsung di depan kepala desa," ucap Mahardika mantap.

...*****...

Di Balai Desa, Kepala Desa duduk di kursi utamanya dengan raut wajah serba salah.

Di hadapannya, Siska berdiri, didampingi oleh seorang pria paruh baya berkacamata yang memegang dokumen tebal, dia adalah Pengacara Herdian.

"Pak Kades harus tegas! Mahardika itu sudah menghilang dua tahun! Dia menyerobot tanah yang sudah sah dibeli oleh klien pengacara saya! Bahkan tadi pagi dia memukuli orang-orang utusan Pembeli!" seru Siska dengan nada tegas.

"Sabar dulu, Mbak Siska... kita tunggu Mahardika datang untuk dengar penjelasannya," ujar Pak Kades mencoba menenangkan.

"Penjelasan apa lagi?! Secara hukum, klien kami memegang akta jual beli resmi dari Mbak Siska sebagai perwakilan keluarga. Jika saudara Mahardika tidak mau angkat kaki hari ini, kami akan langsung melayangkan gugatan pidana dan membawa aparat!" potong Pengacara Herdian dengan suara sedikit tinggi.

Brak!

Pintu balai desa terbuka pelan. Mahardika melangkah masuk dengan santai.

"Siapa yang mau membawa aparat?" tanya Mahardika dengan suara rendah.

Siska tersentak kaget, namun cepat-cepat menutupi rasa takutnya dengan senyum ejekan. "Nah! Ini dia si penjahatnya! Pak Pengacara, dialah orangnya!"

Pengacara Herdian berdiri, merapikan jasnya dan menatap Mahardika dengan pandangan merendahkan.

"Saudara Mahardika, saya saran Anda tidak usah berbelit-belit. Tanah itu sudah dijual oleh Mbak Siska. Surat-suratnya lengkap dan sah secara hukum!" ucapnya Herdian sambil mendongakkan kepalanya dengan sombong.

Mahardika menurunkan Amel dan mendudukkan di kursi. "Sayang, kamu duduk di sini dulu ya."

Amel hanya mengangguk ketakutan, karena trauma melihat Siska.

Lalu Mahardika berjalan mendekati meja, lalu berdiri tepat di hadapan pengacara tersebut.

1
Was pray
hukum di negeri Konoha udah biasa terjadi kasus seperti Darmawan. hukum berpihak pada yg bayar, jadi udah tidak kaget lagi. othor dapat ide ini dari pengalaman atau keinginan ?
Was pray
seperti kamu? ini maksudnya gimana Thor?
Was pray
kemunculan pak Hendra dengan menderita pendarahan otak kebetulan yg disengaja..... 🤣🤣
Was pray
typo (salahkan)
Was pray
dialog yg terlalu umum digunakan jika seorang tabib ingin menolong mengobati orang dan di situ ada dokter modern ,,,, 🤣
Was pray
susunan kalimatnya membingungkan!? ruwet
Yuliana Tunru
manusia bodoh diotak cm.fitnah jd x ngulang trs 😡😡
Icha Arlita
makan tuh kesombongan Darmawan 🤣
Vinski Ambar01
bagus menarik alurnya
less22: terima kasih❤❤❤
total 1 replies
Luna
syukurin🤣🤣🤣🤣🤣
Luna
ayo pak duda ,,,,, semangat
Yuliana Tunru
jgn harap ya darmawan yg licik tak sesuai nama x 😡
DISTYA ANGGRA MELANI
Smngt kak 🆙doble donk biar tmbh seru uuu
Yuliana Tunru
s3lamatkan kakek mu di dika dr orang2 serakah 💪💪😡
Yuliana Tunru
kirqin klan naga x hebat2 ternyata cuma bacot x yg kuat basmi hbs dika biar tak ada lg yg berani ganggu kehidupan mu dgn amel😡😡
less22: betul itu kak
total 1 replies
Icha Arlita
semakin seru cerita nya 👍
less22: hahaha terima kasih
total 1 replies
Luna
hanya seorang pecundang lah yang berani kroyokan
less22: betul itu🤣
total 1 replies
Luna
wah,,,,,mas duda ternyata seorang pewaris,, jangan sampai mantan istri tahu,,,,kalo bisa itu mantan dibuat nyesel seumur hidup🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
less22: KeKWKW beer tuh🤣
total 1 replies
DISTYA ANGGRA MELANI
🆙 Doble donk kak
less22: ya ini sudah up
total 1 replies
Luna
asyik kak less punya novel baru 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!