NovelToon NovelToon
Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:634
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

Luna meninggal tepat di usianya yang masih tergolong muda, percintaan juga kehidupan yang tak pernah memihaknya membuatnya jatuh terperangkap semakin dalam pada dusta.

Tidak ada yang berjalan baik dalam kehidupannya, namun sebuah keajaiban membuatnya memiliki satu kesempatan untuk mengulang segala hal dan merubahnya menjadi lebih baik.

"Aku.... aku masih hidup?" ucap Luna dengan raut wajah yang tak percaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Sementara itu disaat Arkan dan juga Rachel tengah sibuk mencari solusinya, tanpa mereka sadari sebenarnya Luna tengah memantau setiap gerak-gerik mereka tepat di sudut sebelah pintu unit Apartment tersebut.

Luna begitu penasaran dengan langkah apa yang akan di ambil oleh Arkan kali ini. Luna tertawa pelan tepat setelah menerima panggilan telpon dari Arkan. Jika di nilai dari suaranya, Pria itu kini tengah kebingungan mencari solusi untuk masalah ini. Lagi pula keduanya terkenal parasit di keluarga Amera dan hanya bisa memanfaatkan kebaikan hati Luna, membuat keduanya lupa cara untuk menyelamatkan diri sebelum tujuan mereka tercapai.

"Baiklah...aku ingin lihat bagaimana kamu kali ini menangani masalah. 1,2 Milyar kemaren saja masih di cicil sampai sekarang dan kali ini beban mu kembali bertambah, mari kita lihat. Enak aja kamu mau peres uang ku setiap bulan, mending aku buat sewa model Pria di club daripada pelihara kamu yang seperti ikan teri itu hahahaha...." ucap Luna sambil tertawa kecil begitu membayangkan usaha Arkan dalam menyelesaikan masalah.

Sepertinya Luna begitu bahagia mendapati kesengsaraan yang di alami oleh Arkan kali ini, sambil terus menatap ke arah unit Apartment tersebut Luna tetap bersembunyi di tempatnya.

***

Krietttt

Suara pintu Apartement yang terbuka dengan lebar menampilkan raut wajah Arkan yang nampak lesu. Sedangkan Radit dan beberapa temannya yang menunggu di luar dari tadi, lantas tersenyum dan bersikap ramah menyambut Arkan.

"Bagaimana Pak? Apakah Bapak sudah bertanya kepada si penyewa atau memang Bapak punya solusi sendiri?" tanya Radit kemudian yang lantas terdengar helaan napas dari Arkan.

"Sebelumnya saya mau bertanya, apakah benar uang sewa per bulan di unit Apartment ini mencapai 246 juta?" ucap Arkan dengan raut wajah penasaran.

"Benar sekali Pak." jawab Radit singkat.

"Lalu apakah denda keterlambatan pembayaran sewa senilai 50 juta perbulan?" tanya Arkan kembali.

"Benar" jawab Radit lagi.

"Jadi total semua pembayaran sewa dan keterlambatan selama 3 bulan benar-benar 888 juta?" ucap Arkan kembali lagi bertanya yang lantas membuat Radit tersenyum tipis.

"Benar sekali Pak, lalu sekarang Bapak mau bayar sendiri atau pergi dari unit Apartment ini. Tapi asal Bapak tahu, meskipun Bapak tidak membayar sewa selama 3 bulan kemaren dan memutuskan untuk tidak melanjutkannya. Untuk denda keterlambatan sebesar 150 juta sayangnya tetap harus di bayar Bapak." ucap Radit kembali menjelaskan.

"Jadi saya tetap harus bayar 150 juta meski saya tidak melanjutkan menyewanya?" ucap Arkan lagi-lagi kembali bertanya.

"Tentu saja..." ucap Radit tersenyum kembali.

"Kalian benar-benar mau memeras saya ya? Saya bisa laporkan perihal ini ke polisi..." ucap Arkan dengan nada yang mengancam.

"Silahkan saja jika Bapak ingin melaporkan pihak kami ke kepolisian, kita berdua antara penyewa dan pemilik sudah melakukan tanda tangan kontrak sebelumnya. Di situ tertera dengan jelas biaya sewa perbulan, serta denda keterlambatan apabila biaya sewa tidak dibayarkan. Jika Bapak tetap ingin melaporkannya ke kepolisian kami bisa membawa bukti kontrak kepada pihak kepolisian, agar kita sama-sama tahu siapa di sini yang menipu dan siapa di sini yang memeras." ucap Radit dengan tenang.

"Kau...." ucap Arkan yang tidak tahu lagi harus bagaimana.

"Sekarang, apa yang akan Bapak lakukan? Hanya ada dua pilihan di sini, Bapak membayar biaya sewa dan denda keterlambatan atau Bapak berhenti menyewa namun tetap membayar biaya denda keterlambatan sebesar 150 juta?" ucap Radit kembali memberikan pilihan.

Arkan terdiam sejenak pikirannya benar-benar kosong saat ini. Uang di rekening bank miliknya hanya tersisa saldo 200 juta, jika dibayarkan biaya denda, uang di saldo rekeningnya hanya tersisa 50 juta dan akan sulit jika uang itu di putar untuk mencari tempat tinggal dengan fasilitas yang sama lengkapnya seperti ini.

"Bagaimana Pak?" ucap Radit kembali menanyakan kelanjutannya.

"Baiklah-baiklah aku akan membayar dendanya." ucap Arkan pada akhirnya kemudian masuk ke dalam dan mengambil kartu kredit miliknya.

"Baiklah.... Silahkan di gesek." ucap Radit sambil menyodorkan alat gesek kartu bank.

Arkan mendengus dengan kesal begitu pembayaran berhasil dilakukan. Sepertinya ia kembali kehilangan uang setelah sebelumnya mau tidak mau harus membayar biaya ruang VVIP di club beberapa waktu lalu.

"Jangan lupa untuk mengosongkan unitnya sore ini juga karena akan ada pembeli yang datang. Saya harap ketika pembeli tiba unit ini sudah kosong dan anda sudah pergi dari tempat ini." ucap Radit mengingat.

"Ya ya ya ya sudah pergi sana... jangan cerewet!" ucap Arkan sebelum pada akhirnya menutup pintu dengan keras.

Bruak ..

***

Di sebuah cafe yang terletak tepat di bawah gedung Apartment, terlihat Luna tengah menikmati coffe latte dengan raut wajah yang gembira. Luna yakin kali ini Arkan benar-benar sangat marah kepadanya, apalagi ia kembali harus merogoh kocek untuk biaya hidupnya sendiri yang memang seharusnya bukan Luna yang menanggungnya.

Sebuah notifikasi pesan masuk lantas terdengar membuat Luna kemudian mulai melihat pesan singkat tersebut.

"Yes, 150 juta masuk ke rekening... Hahaha dasar bodoh!" ucap Luna pada diri sendiri sambil tersenyum simpul.

"Semuanya sudah berjalan sesuai rencana nona, sore ini pak Arkan sudah harus meninggalkan unit Apartment sesuai dengan arahan anda."

Isi pesan singkat dari Radit benar-benar membuat senyuman di bibir Luna tak hilang. Baru kali ini ia berhasil mengerjai Arkan dan sekarang ia harus pura-pura marah dan menghilang, agar Arkan tak curiga jika semua ini adalah rencananya.

****

Aditama group

Malam itu Sagara tengah disibukkan dengan beberapa file yang harus ia cross cek, ada beberapa hal yang harus ia selesaikan malam ini juga.

Sagara menghela napasnya kasar ketika lagi dan lagi ia harus bekerja lembur tanpa ada waktu luang untuk ia bisa berkencan dengan Luna.

Ditatapnya jam yang melingkar di tangannya yang saat ini menunjukkan pukul 7 malam.

"Semoga saja Luna tidak marah karena beberapa hari ini aku tidak ada waktu untuknya." ucap Sagara pada diri sendiri sambil menatap foto Luna yang terletak di meja kantornya.

Disaat manik matanya fokus menatapi foto Luna yang terletak di mejanya. Sebuah notifikasi pesan terdengar masuk di ponsel miliknya. Mendengar hal tersebut perlahan Sagara mulai mengambil ponselnya dan melihat pesan singkat tersebut.

Sebuah foto seseorang yang tak asing baginya terlihat jelas tengah berada di suatu tempat yang dimana itu Sagara sendiri tidak tahu keberadaannya. Manik mata Sagara nampak berkaca-kaca begitu mendapat pesan singkat tersebut.

"Mama.... ini benar-benar Mama..." ucap Sagara yang lantas terkejut begitu mendapati pesan singkat tersebut.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!