NovelToon NovelToon
Terikat Dengan Cinta Atau Takdir

Terikat Dengan Cinta Atau Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:983
Nilai: 5
Nama Author: Ulfa Zahra

Ardian dan kebahagiaan nya.
Kembali berkumpul dengan putrinya serta menikah dengan wanita yang merubah dirinya menjadi pria dengan pribadi yang baik, membuatnya sangat bahagia walaupun cerita masalalu yang sedikit demi sedikit terbuka.
Jidan dan kisah cintanya.
Tidak sama seperti tuannya yang memilih berlabuh ke hati lain dan berdamai dengan masalalu nya. Jidan malah terjebak dengan perasaan nya yang belum benar-benar mencintai wanita lain. Seakan takdir berputar-putar ditempat nya, membuat Jidan selalu terjebak dengan perasaan sendiri, walaupun ada hati lain yang menariknya untuk beralih.
Bagaimana kisah selanjutnya? Simak yuk, biar nggak penasaran bagaimana kisah mereka selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Yaya memasuki ruangan keluarga. Di sana dia bisa melihat Enzo sedang mengobrol bersama papi nya. Tidak hanya sang ayah, tapi ada mami nya juga.

"Itu dia sudah turun, Enzo." ucap nyonya Xia menatap kearah Yaya.

Tidak ada tatapan bersalah di sana karena nyonya Xia terlihat biasa-biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa setelah perdebatan mereka tadi di kamarnya. Senyuman nyonya Xia mengembang terlihat sangat tulus. Andaikan saja Enzo tau seperti apa sifat aslinya nyonya Xia. Apakah pria itu masih bisa menghargai nya.

"Lihatlah dia baru turun, padahal sejak tadi dia bersiap-siap." ucap nyonya Xia menatap Yaya dengan lembut seperti seorang ibu lainnya.

Berbeda dengan nyonya Xia tuan Dirga tidak berkata apa-apa. Dia hanya menatap putri nya lekat-lekat mencari sesuatu dari tatapan itu. Tidak ada binar kebahagiaan di sana selain tatapan sendu yang tidak terlihat atau dirasakan oleh siapapun.

"Setiap gadis seperti itu. Mereka akan sangat lama jika sudah berhadapan dengan kaca. Bukan seperti itu Pi." Sahut Enzo menatap Yaya dengan bibir mengukir senyuman.

Tuan Dirga mengangguk kecil."Kamu benar Enzo, mereka sangat lama jika berada didepan kaca. Kamu tau, mami nya juga sama seperti nya dan papi harus menunggu beberapa menit untuk menunggunya." Jawab nya melirik kearah sang putri yang hanya diam. Tapi tatapan Yaya tertuju ke arah nyonya Xia.

"Tapi saya akui kalau putri mami dan papi sangat cantik secantik mami." Puji nya lagi semakin menarik senyum di bibir nyonya Xia.

"Kamu bisa saja Enzo." Jawab nyonya Xia terlihat malu-malu."Ah mami sampai lupa. Kalau malam ini kalian akan pergi berkencan. Cepat pergi sebelum waktu kalian habis."

"Okey mi." Enzo berdiri dari duduknya dan melangkah mendekati Yaya yang masih berdiri di tempatnya."Sudah siap sayang, ayo kita pergi." Enzo mengulurkan tangannya.

Yaya yang melihat itu ragu, dia melirik sang ibu yang memberikan nya isyarat untuk meraih tangan itu. Dengan pasrah dia mengikuti isyarat nyonya Xia. Yaya tidak berani membantah keinginan ibunya walaupun di kamar tadi mereka sempat memperdebatkan ini tapi melihat pelototan sang ibu gadis itu tetap tidak bisa menahan ketakutannya.

Enzo mengembangkan senyumnya saat tangan itu berhasil dia genggam. Perlahan-lahan mungkin Enzo bisa meluluhkan gadis itu yang masih saja kaku di depannya, padahal mereka sudah bertunangan.

Enzo berpamitan ke tuan Dirga dan juga nyonya Xia sementara Yaya hanya pasrah saat tangannya digenggam penuh kelembutan oleh pria itu dan menarik nya keluar.

"Kita mau kemana?" Tanya Enzo saat mereka berada dalam mobil.

"Terserah."

"Lah kenapa terserah? Kamu tidak ingin jalan ke mana gitu? kesuatu tempat?" Tanya Enzo bingung.

Yaya yang memang tidak ingin kemana-mana apalagi dia menentang mengenai hubungan ini, hanya bisa menahan nafasnya. Gadis itu menoleh ke arah Enzo yang sedang menyetir. Yaya kira Enzo sudah memiliki tempat khusus untuk mereka singgahi tapi nyatanya nya pria itu malah menanyakan nya pada nya.

"Aku tidak tau kita mau ke mana, jadi terserah kamu." Putus Yaya karena dia sama-sama tidak tau ingin kemana.

"Ini pertama kalinya kita kencan, kenapa kamu tidak memilih nya saja?"Yaya terdiam sebentar. Enzo masih saja bertanya. Tidak ingin banyak berbicara, Yaya berpikir sebentar untuk menentukan tempat yang pas.

"Kenapa diam Yana?"

"Bagaimana kalau kita nonton saja." Putus Yaya.

"Nonton? Ide yang bagus! Aku akan menyuruh anak buah ku untuk membooking bioskop."

"Jangan." Enzo menarik alis nya tidak mengerti.

"Kenapa jangan? Bukankah kamu ingin nonton. Kita bisa membooking nya agar kita bisa nonton berdua."

"Kamu tau Enzo, nonton berdua saja itu tidak asyik. Sebaiknya kita bergabung dengan yang lain tanpa harus membooking nya. Kau mau?"

Enzo tersenyum."Tentu seperti permintaanmu tuan putri." Jawab Enzo mengangkat tangannya dan mengusap kepala Yaya dengan lembut. Perlakuan Enzo barusan berhasil membuat Yaya terdiam. Ingatannya tentu kembali ke mana Jidan memperlakukan nya, sama seperti Enzo sekarang.

Merasa tidak nyaman Yaya menjauhkan kepalanya dari tangan pria itu."Ah, maaf." ucap Enzo merasa tidak enak. Bagaimana tidak perlakuannya tadi itu reflek dari dirinya karena senang Yaya mau berkencan dengan nya dan itu di mata umum.

"Tidak apa." Jawab Yaya tersenyum canggung sementara Enzo kembali menyetir. Bibir pria itu benar-benar tersenyum dan tidak hilang sama sekali, hal itu tentu membuat Yaya tidak jadi mengatakan apa yang menjadi perdebatannya dengan sang ibu tadi.

"Bagaimana caranya aku berbicara dengan nya. Enzo terlihat bahagia saat ini. Jika aku berbicara sekarang, aku takut dia akan kecewa. Tapi kalau nanti dia akan jauh lebih kecewa karena ekspektasi nya tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan. Tapi jika aku diam aku akan semakin tertekan karena paksaan mami." Batin Yaya yang terus-menerus berperan dengan perasaannya. Keinginan nya hanya satu dia inginkan, yaitu terbebas dari hubungan ini karena dia menginginkan jalan nya tanpa paksaan siapapun.

"Kenapa diam?" Tanya Enzo saat melirik gadis di sampingnya yang hanya diam menatap ke depan. Yaya yang tersadar langsung menoleh ke samping"Apa yang kamu pikirkan?"

"Tidak ada."

"Ummm, apakah kamu sedang memikirkan hubungan ini Yana?" Pertanyaan Enzo berhasil menarik tatapan gadis itu ke arah Enzo yang juga menatap nya karena kebetulan mobil Enzo berhenti di lampu merah."Kamu tau Yaya, aku sangat senang sekali saat kita akhirnya bertunangan. Aku masih tidak menyangka gadis yang diam-diam aku kagumi kini telah menjadi tunangan ku dan akan menjadi istriku. Kamu tau Yana, aku masih menganggap ini mimpi untuk ku." Ungkap Enzo dengan wajah berseri-seri seperti seseorang yang sedang jatuh cinta.

Yaya yang melihat itu semakin terpaku. Dia semakin takut mengungkapkan keinginannya melihat betapa bahagia nya pria itu. Rasa enggan mengungkapkan keinginannya seperti menekannya.

"Bagaimana kalau harapanmu tidak seperti yang kamu inginkan? Maksud ku bagaimana kalau kita tidak jadi menikah?"

"Aku mempercayai takdir Yana. Jika takdir berkata seperti itu maka kita tidak bisa menentang nya. Hanya saja aku selalu berdoa pada Tuhan untuk menjodohkan kita." Jawaban Enzo terdengar seperti sindiran untuk Yana.

"Kenapa kau mempercayai takdir? Bukanlah takdir yang kita jalani kedepannya adalah langkah yang kita ambil sekarang?"

"Takdir itu seperti jalan yang kita ambil Yana. Walaupun jalan yang kita ambil rusak tapi kita melewati nya dengan usaha maka kita akan sampai di tempat yang kita tujuh. tapi jika kita hanya berdiam diri dan memilih mundur sama saja kita hanya bermimpi. Ya sebenarnya sama saja tapi kamu harus tahu, kalau keduanya akan tetap menjadi takdir kita kedepannya. Usaha dan tidak nya, tergantung kita nya seperti apa." Jelas Enzo panjang lebar. Hingga tidak terasa lampu merah menjadi hijau membuat pria itu kembali menyetir."Selama kita belum menikah, aku akan berusaha membuat mu jatuh cinta padaku."

Mendengar penuturan Enzo, Yaya hanya terdiam. Rasa tertekan tadi seakan sedang mencoba mencari kebohongan di sana tapi Yaya tidak menemukan nya. Enzo terlalu tulus.

Bersambung….

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!