Jia Li adalah seorang dokter genius dari modern. Meski begitu, keluarganya sendiri tidak pernah menghargainya dan lebih menyayangi kakak laki-laki nya yang menjadi pengangguran.
Tepat setelah Jia Li selesai melakukan operasi. Sebuah tamparan menantinya di pintu keluar. Awal dari segalanya.
Jiwa Jia Li terseret ke zaman kuno, lebih tepat nya memasuki raga Lin Jia. Lin Jia adalah putri dari Kaisar Lin Dong dan selir kedua. Diam - diam di belakang Kaisar. Lin Jia di remehkan karena tidak memiliki Elemen apapun dalam tubuhnya.
Namun semua berubah saat jiwa Jia Li menempati raga Lin Jia. Berkat bantuan sistem dan ruang ajaib. Jia Li akan mengubah takdir Lin Jia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Ammoera(_), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sistem Bantuan
Rong Hui dan Zhang Hana saling pandang sejenak. Tubuh mereka mendadak kaku, dihantui keraguan yang teramat sangat untuk melangkah lebih jauh lagi. Angin yang berhembus membawa aroma mistis sekaligus ancaman kematian yang begitu pekat.
Zhang Hana mencengkeram hanfu sutranya yang kotor, lalu berbisik dengan suara yang teramat lirih, hampir tenggelam oleh desau angin, "Lebih baik kita pergi dari sini sekarang juga. Aku tidak mau mati konyol di tangan Serigala Roh yang mengerikan itu. Nyawaku jauh lebih berharga."
Rong Hui perlahan mengangguk setuju, menyembunyikan rasa takutnya di balik tatapan matanya yang dingin. "Kau benar, lebih baik kita mencari hewan Roh lain yang bisa kita taklukkan," ujarnya.
Namun, sesaat kemudian, sudut bibir Rong Hui terangkat, membentuk seulas senyuman tipis yang sarat akan kelicikan. Tatapannya beralih pada sosok yang berdiri tegap di depan sana. "Mungkin... kita harus berikan kesempatan untuk Putri Mahkota Lin Jia melawan Serigala Roh itu."
Mendengar kalimat itu, kedua gadis bangsawan tersebut saling pandang sekali lagi. Senyum penuh arti yang penuh dengan kebencian mengembangkan di wajah mereka, membayangkan akhir tragis dari sang Putri Kaisar.
Tanpa mengucap sepatah kata pun, mereka berbalik arah dan berlari sekencang mungkin, meninggalkan medan pertempuran.
Lin Jia hanya tersenyum tipis, menatap dingin ke arah kepergian kedua gadis bangsawan yang sombong itu.
Di sampingnya, Mei Mei berdiri dengan tubuh yang gemetar, matanya menatap sang putri dengan pancaran kekhawatiran yang mendalam. "Nona, saya mohon pelajari situasinya. Lebih baik kita segera pergi dari sini sebelum terlambat!" seru Mei Mei panik.
"GGGRRRRRRR!"
Belum sempat Lin Jia membalas ucapan pelayannya, Serigala Roh itu menggeram dahsyat hingga menggetarkan pepohonan di sekitar mereka. Makhluk itu melompat menerjang dengan kecepatan kilat. Beruntung, kewaspadaan mereka berdua sangat tinggi.
Lin Jia dan Mei Mei langsung melompat menghindar ke sisi yang saling berlawanan. Detik berikutnya, hantaman keras cakar Serigala Roh itu mengenai tanah kosong hingga memicu retakan yang cukup dalam.
Lin Jia melayang ringan ke udara. Hanfu nya berkibar indah saat dia menebaskan tangannya dengan gerakan anggun namun mematikan. Seketika itu juga, partikel-partikel air di udara memadat dan membentuk sebilah pedang yang memancarkan pendaran biru jernih dari elemen air murni.
Mei Mei pun tidak tinggal diam membiarkan majikannya bertarung sendiri. Dengan keberanian yang dipaksakan, dia bergerak membantu sang Nona. Dia menghunus senjata layaknya prajurit berpengalaman, di mana pedang di tangannya langsung diselimuti oleh pusaran angin puyuh yang tajam, mengandung kekuatan Elemen Angin yang menderu-deru.
Serigala Roh itu kembali menggeram menyadari mangsanya memberikan perlawanan. Matanya yang merah menyala berkilat murka. Dengan ketangkasan luar biasa, makhluk mistis itu melompati batang pohon raksasa demi mendapatkan sudut serang yang lebih mematikan, lalu kembali menerjang ke arah mereka berdua.
Lin Jia merentangkan kedua tangannya lebar-lebar untuk menjaga keseimbangan, memundurkan posisinya dengan gerakan seringan kapas, dan meliuk-liuk di udara demi menghindari setiap hantaman cakar tajam yang bisa merobek kulitnya dalam sekejap.
Sementara Lin Jia memancing perhatian dari depan, Mei Mei mengambil kesempatan untuk menyerang dari arah belakang. Dia melepaskan tebasan kombinasi yang menyatukan Elemen Air milik Lin Jia dan Elemen Angin miliknya, menciptakan badai tajam yang mengunci pergerakan kaki sang Serigala Roh hingga makhluk itu sempat terkesiap.
Namun, kedamaian itu hanya bertahan beberapa detik. Mata Serigala Roh itu tiba-tiba berkilat memancarkan warna emas yang murni dan pekat. Sebuah lingkaran mendadak tercipta di atas kepala mereka. Cahaya yang sangat menyilaukan muncul secara instan, yang dalam hitungan detik berubah menjadi ledakan pilar cahaya besar yang menghujani bumi tempat mereka berpijak.
"Mei Mei, menghindar!" teriak Lin Jia.
Lin Jia dan Mei Mei melompat tinggi memutar tubuh mereka di udara demi menghindari gelombang panas ledakan tersebut. Mereka terpaksa berlari di atas udara, memanfaatkan pijakan tak kasat mata demi menjauh dari jangkauan ledakan susulan.
Sementara tubuhnya terus bergerak menghindar, otak Lin Jia berputar keras, memeras memori dan strateginya untuk menemukan cara paling efektif demi bisa mengalahkan kekuatan elemen cahaya dari Serigala Roh ini.
Di tengah dentuman energi, sebuah suara mekanis yang dingin dan monoton mendadak bergaung di dalam kesadaran Lin Jia, memecah ketegangannya.
Ting!
[ Notifikasi Sistem Bantuan diaktifkan. Mendeteksi bahaya tingkat tinggi. Kekuatan lawan terpantau meningkat pesat saat merasa dirinya terancam. Nona, Apakah Anda ingin menggunakan fitur darurat: Pedang Elemen Sementara? ] tanya Sistem di dalam kepalanya.
"Pedang elemen sementara?" ulang Lin Jia sambil terus bergerak di udara menghindari serangan Serigala Roh.
Ting!
[ Menjawab pertanyaan pengguna: Pedang Elemen Sementara adalah bentuk bantuan kekuatan berskala besar yang disediakan oleh sistem untuk membalikkan keadaan. Namun, Anda harus berhati-hati karena fungsi dan pasokan energinya hanya mampu bertahan selama 10 menit saja. Setelah batas waktu habis, senjata akan hilang secara otomatis. Namun, tentu saja Koin Anda akan berkurang]
Tiba-tiba, lolongan mengerikan memecah keheningan hutan. Serigala Roh itu melesat cepat ke udara, menerjang dengan cakar yang dilapisi energi elemen cahaya.
Lin Jia dengan reflek tingkat dewa mencondongkan tubuhnya ke belakang hingga setengah badannya sejajar dengan tanah. Terjangan maut itu hanya berjarak beberapa inci dari wajahnya, menciptakan embusan angin yang mematahkan ranting-ranting di belakangnya.
"Gunakan!" teriak Lin Jia cepat, bangkit dan melompat mundur untuk menjaga jarak.
Ting! Layar transparan berpendar kebiruan muncul mengambang tepat di depan matanya. (Sistem Toko aktif. Pilihlah senjata Elemen yang sekiranya bermanfaat untuk situasi ini) kata Sistem.
"Apa elemen yang bisa mengalahkan Elemen Cahaya?" tanya Lin Jia mendesak, matanya menatap layar transparan sembari terus melancarkan serangan.
Duar! Energi pedangnya beradu dengan serangan dari Mei Mei, menciptakan getaran hebat yang mengguncang tanah pijakan mereka.
(Berdasarkan analisis musuh, Sistem sangat merekomendasikan Elemen Magnet. Namun, biaya pembeliannya sangat besar dan akan menghabiskan seluruh Koin yang Anda miliki saat ini, mengingat Elemen Magnet termasuk dalam Elemen tingkat tertinggi) jelas Sistem memberikan peringatan serius.
Lin Jia sama sekali tidak ragu. Tanpa memedulikan koinnya yang akan terkuras habis, ia segera menekan ikon pedang yang tertera pada layar. "Lakukan sekarang juga!" tegas Lin Jia.
(Pembelian selesai! Pedang Elemen Magnet tingkat tinggi berhasil diaktifkan. Hitung mundur waktu: 10 menit dimulai dari sekarang!) lapor Sistem.
Seketika itu juga, transformasi magis terjadi. Pedang di tangan Lin Jia memudar, lalu melebur dan berubah bentuk menjadi bilah pedang hitam pekat yang dikelilingi medan energi kebiruan.
Aura yang luar biasa kuat terpancar dari senjatanya, membuat tubuh Lin Jia seolah menyatu sempurna dengan alam semesta, merasakan setiap aliran energi di sekitarnya.
"Mei Mei, mundur ke belakang!" titah Lin Jia dengan suara tegas.
Mei Mei yang sedang bertempur menoleh sekilas dengan raut wajah cemas. "Tapi Nona---"
"Mundur, ini perintah!" potong Lin Jia mutlak, menolak segala bentuk bantahan.
Mendengar perintah mutlak tersebut, Mei Mei melompat dan memberikan satu tendangan keras ke dada Serigala Roh untuk memberikan jarak.
Namun, serangan itu justru membuat Serigala Roh semakin murka. Aura panas yang menyengat keluar dari tubuh makhluk itu, membuatnya membesar empat kali lipat dari bentuk aslinya.
Suhu di sekitar melonjak drastis, menyebabkan pepohonan dan semak belukar yang berada di dekatnya mengering, menghitam, hingga mati terbakar oleh energinya.
GRRRRRRRRR!
Serigala Roh kembali menggeram nyaring, menampakkan taringnya yang meneteskan cairan magis layaknya lahar. Menghadapi monster yang telah berubah menjadi bencana alam berjalan itu.
Lin Jia mengepalkan gagang pedangnya lebih erat, mengangkat tinggi-tinggi bilah senjatanya yang kini berdengung memancarkan gelombang magnetik.