NovelToon NovelToon
Ascending The Goddess Peak

Ascending The Goddess Peak

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Kultivasi / Fantasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: nona cacha

[ Karya pertama di NovelToon ]
[ Semua visual di dalam didapat dari apk pinterest ]

----------

Yu Lingxi adalah Nona Muda Sekte Naga Giok. Ia dipuja-puja sebagai dewi karena memiliki kemampuan diatas rata-rata para kultivator wanita luar. Namun, ada suatu masa Sekte Naga Giok runtuh, disebabkan oleh Sekte Iblis Guntur yang secara terang-terangan mendeklarasikan peperangan dadakan. Dan diakhir hanya menyisakan nyawa Yu Lingxi dan Kakek Naga—Yu Tianlong. Peristiwa itu mengakibatkan mereka terpaksa meninggalkan sekte demi keberlangsungan hidup.

Tapi, tanpa Sekte Iblis Guntur ketahui, akan ada masanya Yu Lingxi membalaskan ketidakadilan dan dosa besar yang sudah mereka lakukan terhadap Sekte Naga Giok. Yu Lingxi, akan segera datang. Tunggu saja ...

----------

[ Hasil ketik tangan sendiri ]
[ Segi dunia, kultivasi, profesi, tingkatan, kekuatan, dan lain sebagainya adalah sebuah rekayasa dari ide author sendiri. Jika ada kesalahan kalimat/typo, mohon beritahu author ]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona cacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pahit Berujung Manis #03

Cahaya rembulan yang keperakan tumpah dari cakrawala. Siluet pria paruh baya tersebut membelakangi bulan, menciptakan bayangan yang merayap panjang di atas tanah yang semakin lama semakin menjalar mendekati ujung kaki Lingxi.

Lingxi mencoba tetap waspada. Namun, semilir angin yang sedari tadi membelai kulitnya kini terasa berbeda. Bukan lagi angin malam yang menyejukkan, melainkan hawa dingin yang menjalar ekstrem, menusuk hingga ke sumsum tulang. Bulu kuduknya meremang luar biasa.

Lingxi segera memicingkan kedua mata, berusaha menembus pendaran cahaya yang menyilaukan di belakang siluet tersebut. Fokusnya mulai terbentuk, dan jantungnya berdegup kencap saat fitur wajah pria itu menjadi jelas.

"Kau ... Kakek Shen Zhengtian?" tanyanya dengan alis saling bertautan.

Pria paruh baya itu adalah Shen Weijie, kakek dari Shen Zhengtian. Shen Weijie melangkah selangkah lebih maju, membuat bayangannya yang panjang sedikit bergeser. "Kau telah melakukan pekerjaan yang luar biasa, Gadis Kecil," ujar Shen Weijie, matanya melirik ke arah Cincin Ruang milik Lingxi, seakan-akan sudah mengetahui keberadaan cucunya yang sudah tersegel di dalam.

"Melindungi cucuku sendirian, menghadapi Monster Roh Liar, bahkan melawan Monster Roh Raja hingga titik darah penghabisan ... Keberanianmu adalah sesuatu yang jarang kutemui di masa sekarang," pujinya sarat kepuasaan.

Lingxi merasakan gelombang kelegaan dan kebahagiaan yang membuncah di dadanya. Pujian dari seorang Shen Weijie adalah kehormatan tertinggi. Ia ingin tersenyum, ingin membalas ucapan itu dengan penuh rasa hormat.

"Kakek Shen ... saya hanya ... hanya melakukan apa yang harus dilakukan ...," jawab Lingxi terbata.

Pujian itu seolah menjadikan tubuh Lingxi semakin melemah. Begitu beban mentalnya terangkat karena kehadiran sang kakek, seluruh rasa sakit yang tadi ia tekan kini meledak secara bersamaan.

Pandangannya mulai bergoyang. Lingkaran cahaya bulan di belakang Shen Weijie perlahan memudar, berubah menjadi bintik-bintik hitam yang mengabur. Kaki Lingxi gemetar hebat, otot-ototnya terasa seperti jeli yang tak lagi mampu menopang berat tulang.

"Gadis Kecil ...?!" suara Shen Weijie terdengar menjauh, seolah pria itu berada di ujung terowongan panjang.

Dunia berputar. Dalam satu kedipan napas yang pendek, cahaya benar-benar padam. Kesadarannya terjatuh ke dalam jurang kegelapan yang sunyi. Tubuh kecil itu jatuh berdebam di atas tanah dan kedua mata itu tidak lama kemudian tertutup dengan sendirinya.

BUKKK!

...✦•┈๑⋅⋯ ࿔‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ֢ ‧࿔ ⋯⋅๑┈•✦...

^^^Puncak Shuangfeng, Shen Zhengtian's Residence of Tranquility. In the morning^^^

Secercah sinar matahari masuk malu-malu dari celah tirai berwarna hijau bambu yang sudah kusam, menciptakan garis-garis emas yang melintas di atas lantai kayu pinus. Desiran angin mengalun halus, menyelinap masuk dan menerpa kulit sehalus porselen milik sosok yang terbaring diam—begitu indah, hingga menyerupai boneka yang telah dipoles dengan sempurna oleh para Dewa.

Di dalam kamar yang didominasi aroma kayu cendana dan pahitnya tanaman obat, suasana begitu sunyi. Hanya deru napas teratur dari sosok mungil yang terbaring di atas ranjang berkelambu sutra. Sepasang mata masih tertutup rapat, dipayungi oleh bulu mata lentik nan tebal yang sesekali bergetar halus dalam mimpi yang dalam. Di luar jendela, kicauan burung camar mengalun lirih, suaranya menyatu dengan panggilan alam semesta yang terbentang luas di balik dinding kayu Kediaman Ketenangan saat itu.

Sesekali, angin yang lebih kencang membuat helai bulu halus dari bantal atau jubahnya tercabut, lalu mendarat mulus di samping ranjang kayu pinus yang kokoh. Ranjang itu bukan sekadar peraduan biasa—permukaannya telah terpoles halus dan dihiasi ukiran aksara kuno yang meliuk-liuk puitis, sebuah kutipan dari kitab cinta dan pengorbanan yang melegenda dalam sejarah. Jika di artikan, bacaan aksara kuno itu menyatakan:

Langit mungkin runtuh dan bintang akan memudar, namun biarlah jiwaku menjadi jembatan yang membentang di atas penderitaanmu. Seribu tahun penantian hanyalah sekejap mata, demi melihat senyummu kembali di bawah rembulan yang sama.

Krieeet ...

Suara derit pintu kayu pinus yang terbuka perlahan memecah keheningan. Langkah kaki yang dibalut boots kulit terdengar berat, namun sang pemilik kaki berusaha melangkah sepelan mungkin agar tidak mengusik ketenangan di ruangan itu.

Yu Tianlong—sang Kakek Naga yang biasanya terlihat kokoh, kini tampak jauh lebih rapuh. Guratan di dahinya semakin dalam, mencerminkan kekhawatiran yang ia pendam. Di tangannya, ia membawa sebuah nampan besi yang sudah terpoles. Di atasnya, bertengger sebuah gelas porselen putih murni dengan ukiran timbul Teratai Suci yang tampak elegan. Uap tipis mengepul dari gelas tersebut, membawa aroma herbal Huang Qi yang pekat dan menyengat.

"Bagaimana keadaannya?" tanya Yu Tianlong dengan suara parau. Sorot matanya yang nelangsa tidak pernah lepas dari wajah cucunya.

Di sisi ranjang, Shen Weijie berdiri dengan tenang. Ia baru saja selesai memeriksa denyut nadi Lingxi. Tangan kanannya bergerak perlahan, mengelus jenggot pendek hitamnya yang tertata rapi—sebuah kebiasaan yang ia lakukan saat sedang berpikir mendalam.

"Hmm, gadis kecilmu ini hanya kelelahan saja," jelas Shen Weijie tanpa menoleh. "Tubuhnya melampaui batas yang seharusnya bisa ditanggung oleh kultivator seusianya." Shen Weijie mengambil gelas porselen dari nampan Yu Tianlong, lalu meletakkannya di meja kecil samping ranjang.

"Penerobosan ranah di tengah pertempuran maut itu seperti menempuh jalan setapak di atas jurang," suaranya terdengar seperti air yang mengalir tenang.

"Dengan adanya herbal Huang Qi kualitas tinggi, maka dapat dipastikan beberapa hari ke depan ia akan mengalami penyembuhan yang cepat," ujarnya seraya meraih kain tipis di dalam mangkuk, lalu meremasnya hingga hanya menyisikan sedikit air yang terserap di kain.

"Esensi tanaman ini akan menambal retakan-retakan kecil pada pembuluh jiwanya," tambahnya lagi sambil meletakkan kain itu di atas dahi Lingxi.

Huang Qi atau bisa disebut Astralagus Membranaceus sendiri adalah obat herbal yang sangat disarankan dari para tabib senior untuk menghilangkan rasa lelah dan meningkatkan aliran Qi ke Dantian secara bertahap. Apalagi dengan campuran Akar Codonopsis—efek dari obat yang pahit dan liar dapat melembut dalam satu tegukan pertama.

Mendengar penjelasan itu, beban berat yang seolah menghimpit dada Yu Tianlong luruh seketika. Ia menarik napas panjang, lalu mengembuskannya dengan perlahan, membiarkan rasa lega menjalar ke seluruh sarafnya.

"Terima kasih, Saudara Shen. Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan jika terjadi sesuatu pada jiwanya," ucap Yu Tianlong tulus.

Ia melangkah mendekat, lalu duduk di kursi kayu di samping tempat tidur. Jemarinya yang kasar karena terbiasa memegang senjata, kini bergerak sangat lembut saat menyisihkan sehelai rambut yang menutupi dahi Lingxi. Ia menatap lekat kelopak mata cucunya yang masih tertutup rapat, seolah menunggu keajaiban bahwa saat itu juga Lingxi akan terbangun dan memanggil namanya.

"Cepatlah bangun, Naga Kecil," bisiknya dengan berat hati. "Dunia ini terasa sangat sepi tanpa suara lantangmu yang keras kepala."

...✦•┈๑⋅⋯ ࿔‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ֢ ‧࿔ ⋯⋅๑┈•✦...

INFORMATION:

DELAPAN TINGKATAN MONSTER ROH:

1. Monster Roh Biasa

Umur: 1- 100 tahun

• Binatang spiritual tingkat paling dasar. Baru lahir dari Qi langit dan bumi. Mereka berukuran kecil dengan cahaya roh samar. Kekuatannya Setara dengan kultivator Pemadatan Qi. Ciri khas, menimbulkan aura suci nan berbau harum karena baru saja terlahir di dunia.

...✦•┈๑⋅⋯ ࿔‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ֢ ‧࿔ ⋯⋅๑┈•✦...

2. Monster Roh Liar

Umur: 100 — 1.000 tahun

• Berukuran tubuh besar, sisik atau bulunya memancarkan cahaya roh sedikit terlihat, namun terbilang masih transparan. Belum punya kecerdasan, hanya bergerak pakai insting buas untuk berburu dan bertahan hidup. Kekuatannya setara kultivator Pembangunan Fondasi. Serangannya masih fisik + semburan elemen kasar. Memiliki ciri khas yaitu auman menggetarkan hutan. Kalau dibunuh, intinya cuma jadi material tempa tingkat rendah. Biasanya jadi mangsa kultivator murid luar buat latihan.

...✦•┈๑⋅⋯ ࿔‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ֢ ‧࿔ ⋯⋅๑┈•✦...

3. Monster Roh Agung

Umur: 1.000 — 10.000 tahun

• Sudah hidup ribuan tahun dan mulai membuka Kecerdasan Spiritual. Bisa mengerti bahasa manusia meski belum bisa bicara lancar. Tubuhnya ditempa energi langit, sisiknya sekeras baja roh, darahnya bisa jadi bahan pil. Kekuatannya setara Alam Inti Emas dan Alam Jiwa Baru Tahap Awal Level 2. Bisa pakai teknik elemen bawaan garis darah seperti Api Neraka, Cakar Guntur, atau Kabut Racun. Saat muncul, langit berubah warna dan tekanan rohnya bikin binatang biasa lari tunggang langgang. Punya wilayah kekuasaan sendiri di pegunungan. Inti Silumannya sudah terbentuk sempurna.

...✦•┈๑⋅⋯ ࿔‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ֢ ‧࿔ ⋯⋅๑┈•✦...

4. Monster Roh Raja

Umur: 10.000 — 100.000 tahun

• Raja dari satu ras siluman. Sudah bisa berubah jadi setengah manusia untuk menyembunyikan wujud asli. Kebijaksanaannya setara Tetua Sekte. Mereka memimpin ribuan Monster Roh Liar dan Agung sebagai pasukannya. Kekuatan: Setara Alam Jiwa Baru Tahap Puncak Level 1 dan Pemutusan Roh. Satu kibasan ekor bisa belah sungai, satu raungan bisa hancurkan puncak gunung. Ciri khas dari makhluk ini adalah muncul dengan fenomena langit—awan berputar, petir menyambar. Mereka menguasai “Domain Siluman” yang menekan kultivator lemah sampai berlutut. Sering jadi target rebutan klan besar karena Inti Rajanya bisa bantu kultivator menerobos kemacetan kultivasi.

...✦•┈๑⋅⋯ ࿔‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ֢ ‧࿔ ⋯⋅๑┈•✦...

5. Monster Roh Kaisar

Umur: 100.000 — 1.000.000 tahun

• Eksistensi kuno yang namanya tercatat di kitab terlarang. Wujud manusianya sempurna dan berwibawa, auranya seperti penguasa mutlak. Darah mereka mengandung “Hukum Langit” tingkat rendah. Kekuatannya Setara Alam Transformasi. Tidak perlu bergerak, cukup tatapan mata bisa membuat kultivator Jiwa Baru muntah darah. Ciri khasnya, setiap gerakannya memicu “Resonansi Dao Besar”. Tidurnya 10.000 tahun, bangunnya membuat sekte-sekte gempar. Mereka biasanya menjaga Alam Rahasia atau makam dewa kuno. Membunuhnya butuh kerja sama beberapa Patriark.

...✦•┈๑⋅⋯ ࿔‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ֢ ‧࿔ ⋯⋅๑┈•✦...

6. Monster Roh Legenda

Umur: 1.000.000 — 10.000.000 tahun

• Monster Roh Legenda bukanlah "hewan buas" lagi. Mereka bencana alam yang punya kesadaran. Umur sejuta sampai 10 juta tahun membuat mereka menyerap hukum langit dan bumi. Kekuatannya sudah bisa menghancurkan kota sekali kepak sayap atau sekali raungan—setara Ranah Pemurnian Kekosongan dan Penyatuan Tubuh. Ciri khas kemunculannya, gunung-gunung di radius 10.000 li tiba-tiba retak. Laut yang paling badai sekali pun akan membeku. Semua hewan laut kabur ke palung. Kultivator di bawah tahap Pemutusan Roh akan dengan mudah muntah darah dan pingsan hanya karena auranya. Rumput dan pohon radius 100 li langsung layu dalam sekejap.

...✦•┈๑⋅⋯ ࿔‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ֢ ‧࿔ ⋯⋅๑┈•✦...

7. Monster Roh Abadi

Umur: 10.000.000 — 100.000.000 tahun

• Hidup sejak zaman purba ketika dunia baru terbentuk. Tubuhnya abadi, tidak lapuk dimakan waktu. Mereka saksi sejarah kehancuran dan bangkitnya peradaban kultivasi. Kekuatannya setara Melewati Kesengsaraan. Bisa memanipulasi hukum satu wilayah. Napasnya jadi badai, tidurnya jadi musim dingin panjang. Ciri khas, saat terbang melintas, langit terbelah dan muncul retakan void. Mereka tidak ikut campur urusan dunia kecuali ada yang menyinggung “Harga Diri Darah Murni”. Satu tetes darahnya bisa menciptakan danau roh yang diperebutkan 10.000 tahun.

...✦•┈๑⋅⋯ ࿔‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ֢ ‧࿔ ⋯⋅๑┈•✦...

8. Monster Roh Dewa

Umur: 100.000.000+ tahun

• Mitos yang berjalan. Dianggap sebagai nenek moyang semua siluman. Keberadaannya diragukan, banyak yang mengira hanya legenda. Konon satu ekor dari mereka menciptakan satu ras siluman. Kekuatannya setara Keabadian. Melampaui Hukum Langit dunia ini. Kehendaknya adalah kehendak langit di wilayahnya. Ciri khas, konon tidak bisa dibunuh, hanya bisa disegel. Bangkitnya satu Monster Roh Dewa sama saja sebagai tanda kiamat untuk satu benua. Saat muncul, akan memicu 99 lapis Petir Surgawi Suci. Mereka berkomunikasi langsung dengan “Kehendak Dunia”. Tujuan hidupnya sudah bukan kultivasi, tapi mencari jalan ke dunia lain.

1
T28J
banyak kali monsternya kak, gak terlalu OP apa tuh
T28J
semangat kak ✍️
Noona
Semangat berkarya thor /Curse//Curse//Curse/
Manusia Ikan 🫪
kasiaaan
Elsa Sefia
semangat kak 😊
钙Chaa: thankyouu udh mampirrr kakaa~ /Smile//Smile/ kakaaa jg semangatt yyaaa /Kiss//Rose/
total 1 replies
Dinorawr
Sejauh ini ceritanya lumayan menarik dengan nyelipin bumbu romance + action. But harapan aku kedepannya adegan fight diperbanyak ya kak/bang
钙Chaa: thank you for ur 5 stars, maniss. aku usahain ceritanya bagus yya, nantikan aja chapter selanjutnya /Smirk//Coffee/
total 1 replies
Fitri Zee
/Sob/
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
hadir thor
钙Chaa: thankyou udh mampirrr /Smile/
total 1 replies
zoedrazit212
mantap banget ceritanya👍, suka banget ini
钙Chaa: thankyouuu udh mampirrr~ /Smile//Rose/
total 1 replies
Chen Wuji
kak mau nanya buat art novelnya dimana yak?😁😄
Manusia Ikan 🫪: kalau mau bagus coba pake APK "PixAI" tapi harus di pelajari dulu sih makenya
total 1 replies
cloudia
aw cantik banget 😍😍
钙Chaa: tentuu ajaa hruss tampil cntiii and mempesonaa sisss biar ditaksirr /Chuckle/
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
bro ingin, baru bab 1 udah tragis banget ya/Hammer/
钙Chaa: wajibbbb, biar kuattt /Tongue/
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
muka nya
Marie
Visualnya mantep banget!/Drool//Good/
Nggak sia-sia bacanya, harap-harap alurnya juga semantep visualnya/Kiss//Rose/
钙Chaa: hayyieee kakkk, thankyou udh mampirr and meninggalkan 5 bintang nya /Smile//Smile/
total 1 replies
Marie
Next dong kakak, minimal sehari up 5 chapter lah /Tongue/
钙Chaa: otakkk authorr nda mampuu kakaaa /Sweat/
total 1 replies
Marie
Wkwk yang sabar ya neng Lingxi /Sweat//Sweat/
Marie
MAKAN RIBUAN ORANG? ITU BANYAK LOH, JAHAD BANGET 😭
Manusia Ikan 🫪: 🧐lebih tepatnya dua ribu dua ratus empat puluh delapan
total 1 replies
Marie
Baru juga awal udah disuguhkan kematian dua karakter 😭
钙Chaa: derita jdi mc di tangankuu yya gni takdirnya /Sneer/
total 1 replies
Marie
Detail banget mendeskripsikan fisik karakternya, bakal betah banget sih bacanya 🤭🤭
钙Chaa: aww thankyouuu bebbb~ harap' ceritanya pas di kamu yyaaa /Smile/
total 1 replies
Anone
makin di panasin ma si Xingluo /Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!