NovelToon NovelToon
Manual Book: Obsesi Tersembunyi Sang CEO Dingin

Manual Book: Obsesi Tersembunyi Sang CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Mantan / Nikah Kontrak
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Zel, kita cuma nikah kontrak! Berhenti kirim kurir obat ke sekolah, aku malu sama guru-guru lain!"
Dazello Zelbarra, CEO dingin itu justru menarik Runa ke pelukannya. "Di catatanku, jam segini lambungmu mulai perih karena kamu lupa sarapan. Aku tidak peduli kamu malu, Runa. Aku hanya peduli kamu tetap hidup untuk melunasi kontrakmu padaku."
Runa Elainzica, guru honorer yang ceroboh dan pelupa, terpaksa menikahi mantan pacarnya, Dazello ‘Azel’ Zelbarra, demi menyelamatkan sekolahnya dari kebangkrutan.
Runa mengira Azel membencinya. Namun, ia tak pernah tahu bahwa di ponsel Azel terdapat aplikasi rahasia berjudul "Runa’s Manual Book". Sebuah catatan obsesif berisi ribuan detail tentang kebiasaan kecil Runa, pantangan makannya, hingga cara melindunginya saat badai datang.
Dunia mereka berbeda, tapi di buku catatan Azel, nama Runa sudah tertulis sebagai milik sahnya... selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Runa menyuap sendok terakhir buburnya dengan gerakan pelan, seolah sedang menunda eksekusi mati. Namun, begitu mangkuk itu kosong, Azel langsung menutup laptopnya dengan suara klik yang tegas. Ia tidak memberikan ruang bagi Runa untuk bernapas, apalagi bernegosiasi ulang.

"Habis. Sekarang tanda tangan," ucap Azel sambil menyodorkan selembar map kulit berisi dokumen kontrak dan sebuah pulpen perak yang terasa berat di tangan Runa.

Dengan tangan sedikit gemetar dan pikiran yang masih berkecamuk antara rasa tanggung jawab pada sekolah dan rasa takut pada masa depannya sendiri, Runa menorehkan tanda tangannya. Ia belum sempat meletakkan pulpen itu saat Azel sudah menyambar map tersebut.

"Ayo," ajak Azel sambil berdiri dan menyambar kunci mobilnya.

"Ke mana? Kita belum bahas soal teknis sponsor sekolah—"

"Itu urusan asistenku. Urusan kita sekarang adalah ke kantor catatan sipil. Aku tidak mau menunggu sampai besok hanya untuk mendengar kamu bilang 'aku berubah pikiran' karena overthinking semalaman," potong Azel dingin. Ia berjalan mendahului, meninggalkan Runa yang terpaksa setengah berlari mengikutinya dengan sepatu yang tidak nyaman itu.

Proses itu berlangsung cepat, sunyi, dan sangat formal. Dalam waktu singkat, Runa resmi menyandang status sebagai istri dari Dazello Zelbarra di mata hukum. Runa menatap buku nikah di tangannya dengan tatapan kosong. Rasanya seperti mimpi buruk yang sangat mewah.

"Sekarang, kita ke rumah ayahmu," ujar Azel saat mereka kembali ke mobil.

"Zel, tunggu! Ini terlalu mendadak. Ayahku... dia pasti kaget," cegah Runa panik.

"Lebih baik dia kaget karena kita sudah sah, daripada dia tidak tahu sama sekali." Azel tidak membantah lagi. Ia sudah mengarahkan mobilnya menuju alamat yang sudah ia simpan di otaknya sejak tadi pagi.

Mobil mewah Azel berhenti di sebuah gang yang tidak terlalu sempit, tapi jelas terlihat kontras dengan kendaraan yang ia bawa. Azel mengernyit melihat lingkungan sekitar. Ia melirik Runa yang tampak gelisah, terus-menerus meremas ujung kemejanya.

Saat masuk ke dalam rumah yang sederhana namun asri itu, Azel disambut oleh seorang pria paruh baya yang tampak lelah namun ramah. Itulah Ayah Runa. Di sampingnya, seorang wanita paruh baya dengan wajah teduh menggendong seorang balita laki-laki yang sedang mengucek mata karena baru bangun tidur.

"Runa? Siapa ini, Nak?" tanya Ayahnya bingung.

Azel maju selangkah, membungkuk sopan—sikap yang jarang ia tunjukkan pada rekan bisnisnya. "Saya Dazello, Om. Teman lama Runa... dan sekarang, suami Runa."

Suasana mendadak hening. Runa hanya bisa menunduk dalam-dalam.

Azel mulai menjelaskan semuanya dengan bahasa yang sangat tertata, tentang bagaimana mereka bertemu kembali dan memutuskan untuk menikah cepat (tentu saja tanpa menyebutkan soal kontrak). Sambil berbicara, mata Azel berkeliling. Ia mencari satu sosok yang biasanya akan langsung memeluk Runa saat pulang.

"Ibunya Runa... sedang keluar, Om?" tanya Azel pelan saat ada jeda dalam pembicaraan.

Keheningan yang berbeda menyergap. Ayah Runa menghela napas panjang, sementara ibu tiri Runa mengelus punggung Runa dengan sayang.

"Ibunya Runa sudah tidak ada, Nak Dazello. Empat tahun lalu..." jawab Ayah Runa dengan suara rendah.

Azel tertegun. Jantungnya seperti berhenti berdetak sesaat. Ia menoleh ke arah Runa yang masih menunduk, melihat bahu wanita itu sedikit bergetar. Azel merasa seperti dipukul benda tumpul. Selama lima tahun ini, ia mengira Runa hidup baik-baik saja dengan keluarganya yang lengkap, ternyata Runa kehilangan pegangan hidupnya sendirian, tepat di saat mereka sedang tidak bersama.

"Runa sekarang tinggal di kosan, Nak Dazello. Karena rumah ini sudah penuh sejak adik kecilnya lahir. Dia bilang ingin mandiri," tambah sang Ibu tiri dengan nada tidak enak hati.

Azel mengepalkan tangannya di bawah meja. Kosan? Mandiri? Pikirannya langsung membayangkan kamar kos sempit, mungkin tanpa ventilasi yang baik, di mana Runa sering melewatkan makan malam karena terlalu lelah dan menangisi ibunya sendirian. Alasan Runa menjadi sekurus ini mulai terlihat jelas di mata Azel. Bukan karena dia sengaja diet, tapi karena dia terlalu sibuk mengurus orang lain sampai tidak punya tempat untuk dirinya sendiri.

"Saya mengerti," suara Azel berubah, tidak sedingin tadi. Ada getaran protektif yang muncul. "Mulai hari ini, Runa akan tinggal bersama saya. Saya yang akan menjaganya."

Azel melirik ke arah adik tiri Runa yang mulai merangkak mendekati kakinya. Ia melihat Runa mencoba tersenyum pada adiknya, meski matanya masih berkaca-kaca.

"Runa, kemasi barangmu di kosan sekarang. Kita tidak akan kembali ke sana lagi," ucap Azel tegas, namun kali ini ia meraih tangan Runa dan menggenggamnya erat—sebuah act of service pertama yang ia tunjukkan di depan keluarga Runa. Ia tidak akan membiarkan Runa merasa "tidak punya tempat" lagi. Karena sekarang, tempat Runa adalah bersamanya.

1
Ayusha
ya ampun kirain aku yg kelewat baca beneran ke IGD. 😄
Ayusha
nyatet nya tar aja kenapa si jel, lg panik masih sempet2nya nulis /Facepalm/
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣
kelakuan ajel emang...
total 1 replies
Ayusha
ya ampyuun sampe segitunya jel /Facepalm/
Ayusha: kalo aku di posisi Runa mungkin udh gila. gila karena ke absurdan Ajel, dan Ter gila2 Karena kebucinan nya 🤣🤣
total 2 replies
Ariska Kamisa
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Ayusha
/Joyful//Joyful/
Ayusha
katanya kayak meluk kayu kering, emang masih naf su juga 🤣
Ariska Kamisa: emang dasar ajel mah bilangnya apa tapi kelakuannya apa 🤭🤭🤭
total 1 replies
Ayusha
balon kali terbang /Sob/
Ayusha
mantap jel, aku padamu 😍
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Nesya
dapat suami yang mencintai, mertua yang baik dan pengertian beruntung ny kamu runa, nikmati harimu runa waktunya bahagia
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Nesya
👍🏻👍🏻
Ariska Kamisa: terimakasih jempolnya kak♥️♥️♥️
total 1 replies
Ayusha
sa ae lu jel. melting kan gue 🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Ayusha
tinggal bilang "menikahlah denganku"
apa susahnya sih, pake alesan dijodohin segala 🤣
Ariska Kamisa: tsundere banget ya kak ...🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Ayusha
oke, tim cowok posesif dengan segala obsesi nya🤭
Ariska Kamisa: oke satu tim kita kak.. terimakasih banyak ♥️♥️♥️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!