Setelah kepergian Ayahnya, hidup Keysa begitu menyedihkan. Di mana perlakuan Ibu dan Adiknya yang semakin menjadi-jadi, bahkan mereka sampai menjual Keysa ke salah satu klub untuk dilelang.
Saat pelelangan, seorang pria menawar Keysa dengan harga dua miliar dan membuat Keysa menjadi milik pria itu. Keysa pikir hidupnya akan hancur setelah dibeli pria asing itu, namun justru sebaliknya. Keysa diperlakukan dengan penuh kasih sayang dan pria itu tidak membiarkan siapapun menyakiti Keysa, pria itu memanjakan Keysa hingga membuat banyak orang merasa iri dengan hidup Keysa.
Bagaimana kelanjutannya? Siapa pria yang membeli Keysa? Apa alasan pria itu membeli Keysa?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sudah Selesai Dramanya?
Lucas mendongak, sedikit terkejut dengan perubahan sikap istrinya. Sebelum Lucas sempat merespons, Keysa melangkah memutari meja dan langsung duduk di pangkuan pria itu. Ia melingkarkan lengannya di leher Lucas, membuat wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter.
"Aku mengantuk, bisa kita pulang sekarang? Aku tidak suka suasana di sini, terlalu... berisik," ucap Keysa sembari melirik Mawar dengan tatapan tajam yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya.
Lucas sempat tertegun selama beberapa detik, tubuh Keysa yang kini bersandar di dadanya terasa begitu hangat dan aroma sabun mandinya yang lembut seakan menampar habis parfum menyengat milik Mawar yang sejak tadi mencoba merasuki indranya, ada kilat kejutan sekaligus kepuasan yang dalam di mata gelap Lucas saat melihat singa betinanya mulai bangun untuk menjaga wilayahnya.
Mawar mematung di tempatnya, senyumnya luntur dan menyisakan gurat penghinaan yang tak tertutupi, "Maaf, anda siapa? Saya sedang membicarakan urusan bisnis yang menyangkut kerugian miliaran dengan Tuan Lucas," ucap Mawar dengan nada meremehkan dan matanya memindai gaun sederhana Keysa dari atas ke bawah.
Keysa merasakan jemari Lucas merayap di pinggangnya dan mencengkeramnya dengan posesif untuk memastikan ia tidak beranjak dari pangkuan itu, Lucas menatap Mawar. Namun, suaranya ditujukan pada Keysa.
"Kau dengar itu, sayang? Wanita ini bertanya siapa dirimu," ucap Lucas rendah, suaranya mengandung nada bahaya yang sangat kental.
Keysa menarik napas panjang dan mengumpulkan sisa keberaniannya, ia menoleh sedikit ke arah Mawar, dagunya terangkat. "Aku istrinya... dan dalam hidup suamiku, tidak ada bisnis yang lebih penting daripada kenyamananku. Jadi, jika dia bilang tidak tertarik, itu artinya pembicaraan selesai," ucap Keysa tegas.
Lucas memberikan seringai tipis, ia menatap Mawar dengan tatapan sedingin es. "Kau sudah dengar jawaban istriku, bukan? Johan, pastikan wanita ini keluar dari restoran ini sekarang juga. Dan sampaikan pada Bara, jika ada satu lagi karyawannya yang mengganggu waktu pribadiku, aku sendiri yang akan meratakan kantor Sein Group dengan tanah," perintah Lucas.
"Baik, Tuan," balas Johan yang muncul dari kegelapan seperti bayangan.
Dengan gerakan tegas namun sopan, Johan menghalangi jalan Mawar. "Silakan, Nona Mawar. Sebelum saya harus memanggil pihak keamanan gedung," ucap Johan.
Mawar menggeram rendah, ia berbalik dengan hentakan kaki yang keras dan menyisakan aroma parfumnya yang memuakkan sebelum akhirnya menghilang.
Suasana kembali sunyi, hanya suara denting musik klasik yang mengalun lembut di penjuru restoran. Keysa baru tersadar akan apa yang baru saja ia lakukan, ia masih duduk di pangkuan Lucas, tangannya masih melingkar di leher pria itu dan jantungnya berdegup begitu kencang hingga ia takut Lucas bisa mendengarnya.
"Sudah selesai dramanya?" bisik Lucas tepat di telinga Keysa, napasnya yang hangat membuat bulu kuduk Keysa meremang.
Keysa mencoba bangkit dengan wajah yang sudah semerah kepiting rebus, "Ma-maaf, aku tadi cuma... bantu biar wanita itu pergi," gumam Keysa gugup.
Namun, lengan Lucas yang kekar justru mengunci pinggang Keysa dan tidak membiarkan Keysa pergi. "Siapa yang menyuruhmu turun?" tanya Lucas dengan suara serak yang menggoda.
"Aku suka sisi dirimu yang ini, Keysa. Sangat... liar," lanjut Lucas tepat disamping telinga Keysa bahkan tanpa ragu ia mengecupnya.
"Lucas! Ini tempat umum!" bisik Keysa sembari mencoba melepaskan tangan pria itu.
"Ini restoran privat dan aku sudah memesan seluruh lantai ini untuk malam ini," balas Lucas tenang dan menarik wajah Keysa hingga dahi mereka bersentuhan.
"Katakan padaku, apa kamu baru saja cemburu?" tanya Lucas.
Keysa membuang muka dan mencoba menghindari tatapan elang sang suami, "A-aku cuma nggak suka dia meremehkanku, dia pikir dia siapa bisa mengabaikan orang lain seperti itu," jawab Keysa.
Lucas tertawa rendah, sebuah tawa yang jarang sekali terdengar namun terasa begitu tulus, ia mengecup sudut bibir Keysa dengan lembut dan semakin menarik tubuh Keysa.
Detik berikutnya, dengan satu gerakan yang sangat cepat dan bertenaga, Lucas berdiri sembari tetap mendekap Keysa dalam gendongan bridal style.
Keysa memekik kecil dan refleks ia mengalungkan lengannya ke leher Lucas agar tidak jatuh. "Lucas! Turunkan aku, banyak pelayan di sini!" bisik Keysa panik dan wajahnya disembunyikan di ceruk leher suaminya.
"Biarkan mereka melihatnya, mereka perlu tahu siapa yang punya kuasa atas diriku," jawab Lucas tanpa menghentikan langkahnya.
Lucas berjalan melewati deretan meja mewah dan lampu gantung kristal menuju lift. Johan yang selalu sigap, sudah berdiri di depan lift dan membukakan pintu.
Di dalam lift yang berdinding cermin, Keysa bisa melihat pantulan mereka. Lucas tampak begitu tampan dengan tubuh tegapnya dan Keysa terlihat sangat mungil dalam dekapan pria itu. Lucas tidak menatap cermin, ia hanya menatap Keysa dengan pandangan yang seolah ingin menelan wanita itu bulat-bulat. Begitu sampai di lobi bawah, mobil sudah terparkir tepat di depan pintu dan Lucas masuk ke kursi belakang tanpa sekalipun menurunkan Keysa dari pangkuannya.
Sepanjang perjalanan menuju mansion, suasana di dalam mobil terasa sangat panas meski AC menyala maksimal. Lucas tidak melepaskan pelukannya, tangannya yang besar bergerak perlahan dan mengusap punggung Keysa hingga ke pinggangnya, menciptakan sensasi elektrik yang membuat Keysa sulit bernapas normal.
"Kenapa diam? Tadi di restoran kamu sangat berani," goda Lucas, suaranya serak dan rendah, bergetar tepat di telinga Keysa.
"Aku... aku hanya refleks," gumam Keysa pelan dan jarinya memainkan kancing kemeja Lucas karena tidak tahu harus melihat ke mana.
Beberapa saat kemudian, mobil pun berhenti di halaman mansion mewah Lucas. Setelah itu, Lucas turun dari mobil dan ia kembali menggendong Keysa seolah berat badan istrinya itu tidak lebih dari sehelai bulu, ia melangkah lebar menaiki tangga menuju kamar utama di lantai dua. Bi Lita yang sempat melihat mereka dari kejauhan hanya bisa tersenyum simpul dan segera membalikkan badan, tahu bahwa malam ini majikannya tidak ingin diganggu.
Lucas menutup pintu kamar dengan tendangan kakinya dan menguncinya, ia tidak meletakkan Keysa di tempat tidur, melainkan di atas meja rias yang besar dan membuat beberapa botol parfum Keysa berdenting pelan. Lucas mengunci tubuh Keysa dengan kedua tangannya yang bertumpu pada meja dan mengunci sang istri di antara dirinya dan cermin besar.
Lucas menatap Keysa dengan intensitas yang seolah mampu membakar seluruh keraguan di hati wanita itu. Di bawah temaram lampu kamar, bayangan mereka terpantul di cermin besar di belakang Keysa dan menciptakan siluet yang begitu intim, napas Lucas terasa memburu saat menerpa permukaan kulit wajah Keysa yang kini sudah panas membara.
"Lucas...," panggil Keysa pelan dan suaranya kini mulai bergetar.
Tangan Keysa yang tertahan di dada bidang Lucas dapat merasakan detak jantung pria itu yang berdegup liar, sama kencangnya dengan detak jantungnya sendiri.
.
.
.
Bersambung.....
jadi pengen 🤣🤣🤣🤣
Masak ya nunggu sampe Berjam jam gak konfirmasi ke asisten Lucas...