NovelToon NovelToon
Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Pelakor jahat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Jihan Fahira memergoki suaminya selingkuh dengan sahabatnya. saat dia kembali dari rumah sakit. Saat itu suami dan sahabatnya sedang melakukan hubungan yang tidak pantas di dalam sebuah villa.

Saat itu Jihan tewas di tangan suami dan sahabatnya sendiri. Namun keajaiban muncul dalam hidupnya. Dia di beri kesempatan kedua. Jihan kembali hidup ke enam tahun yang lalu.

Kesempatan kedua untuk membalas dendam dan mengubah kembali takdir tragis yang akan terjadi di masa depan.

Mampukah Jihan membalas dendam dan mengubah takdir tragis yang akan menimpanya ?

Follow Ig: Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Keesokan harinya Jihan kembali berkerja

Sebelum masuk perusahaan dia mampir ke sebuah cafe untuk membeli secangkir kopi

Jihan masuk ke cafe.

Dia sekali lagi mencoba tahu perubahan apa yang terjadi pada masa depan. Dia ingin melihat apakah tindakan kecil yang dia lakukan bisa mengubah jalannya sesuatu.

Jihan melihat secangkir kopi di atas meja

Kopi itu adalah pesanan orang lain. Jika dia mengambilnya pemiliknya tidak akan bisa mendapatkannya. Dia berpikir bahwa ini bisa jadi uji coba kecil untuk melihat bagaimana takdir bisa berubah.

Jihan kemudian mengambil kopi itu

Dia duduk di kursi yang ada di sudut cafe untuk melihat perubahan apa yang terjadi setelahnya.

Dia ingin tahu apakah tindakan nya akan menyebabkan sesuatu yang berbeda dari yang dia ingat

"Coba aku lihat perubahan apa yang terjadi setelah aku mengambil kopi ini" ujar Jihan sambil menikmati kopinya.

Dia mengambil tegukan pertama dan merasa rasanya cukup enak. Wajahnya tetap memperhatikan orang-orang yang ada di sekitar cafe. Untuk tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dia tetap menunggu dengan sabar.

Benar saja pemilik kopi itu datang ke kasir

Dia mencari-cari tempat duduk dan melihat meja yang seharusnya tempat kopinya berada

Kemudian dia menanyakan kopi yang dia pesan kepada penjaga kasir.

Jihan memperhatikan perubahan tersebut dari tempat duduknya.

Pemilik kopi itu mulai marah dan berteriak marah-marah kepada penjaga kasir. Dia merasa tidak puas karena pesanannya tidak ada padahal sudah membayarnya.

Penjaga kasir merasa mencoba menjelaskan dengan sopan dan ramah. Setelah melihat itu Jihan kemudian membayar kopinya dan pergi ke perusahaan

Sesampainya Jihan di depan pintu perusahaan dia tidak langsung masuk

Dia berdiri melihat pantulan dirinya di depan pintu kaca perusahaan.

Jihan tersenyum tipis memperbaiki rambutnya dan masuk ke dalam

Dia berjalan menuju ruangannya. Jihan menunggu Regina dan Hendrick menghampirinya.

Jihan sudah tahu bahwa Hendrick akan datang menghibur dirinya dengan kata-kata manis. Sedangkan Regina akan berpura-pura sedih seolah sangat peduli padanya padahal tidak sama sekali.

"Jihan aku senang kamu sudah masuk kerja lagi" ucap Regina dengan senyum lebar lalu memeluk Jihan.

Regina menyembuhkan wajahnya dengan ekspresi yang dibuat-buat seolah sangat khawatir

"Kamu harus ikhlas Jihan aku akan selalu ada untuk mu" tambah Regina sambil mengelus pundak Jihan

Jihan melepaskan pelukan Regina. "Ia, terima kasih Regina" jawab Jihan.

Kemudian mereka berjalan bersama masuk ke dalam ruangan kerja. Saat itu Hendrick sudah menunggu Jihan di ruangan

Dia berdiri dengan wajah yang tampak prihatin. Hendrick menanyakan hal yang sama seperti yang dilakukan Regina sebelumnya.

...•••☘☘☘•••...

Flash Back

"Bu Jihan!" ucap direktur Hans, melihat Jihan terbaring tidak sadarkan diri di lantai rumahnya.

Direktur Hans datang ke rumah Jihan karena ada keperluan penting yang harus dibicarakan. Saat dia membuka pintu dia langsung melihat Jihan yang terbaring dengan wajah yang pucat.

"Bu Jihan Bangun Bu Jihan" ucap direktur Hans lagi, dengan suara yang lebih keras.

Dia segera mendekati Jihan dan memeriksa kondisi nya. Setelah melihat bahwa Jihan masih bernapas dia langsung menggendongnya.

Direktur Hans kemudian membawa Jihan masuk ke dalam mobilnya dan membawanya pergi ke rumah sakit terdekat.

Perjalanan terasa cukup lama karena ada beberapa tempat yang macet

Dia terus melihat kondisi Jihan yang masih tidak sadarkan diri dengan sangat khawatir.

Setelah sampai di rumah sakit direktur Hans segera membawa Jihan masuk ke dalam

Dia berteriak mencari bantuan dokter. "Dokter tolong dia tidak sadarkan diri" ucapnya dengan tergesa-gesa.

Jihan kemudian segera di bawa ke ruangan perawatan darurat untuk diperiksa. Direktur Hans tampak sangat cemas dan khawatir dia mondar-mandir di depan pintu kamar rumah sakit. Dia tidak bisa diam di satu tempat dan terus melihat jam.

Setelah beberapa menit dokter kemudian keluar dari dalam kamar rumah sakit

Direktur Hans langsung mendekatinya.

"Dok bagaimana kondisi Jihan Dok?" tanya Direktur Hans.

"Bapak tidak usah khawatir istri bapak hanya pingsan karena kelelahan sekarang beliau sudah sadar" jawab sang dokter.

Dokter mengira bahwa mereka adalah sepasang suami istri karena kedekatannya saat membawa Jihan

"Bukan Dok! Saya bukan suaminya kami hanya rekan kerja" ucap direktur Hans.

"Maaf pak! Saya kira kalian berdua suami istri kalau begitu bapak boleh masuk!" ucap sang dokter kemudian pergi untuk melihat pasien yang lain.

Direktur Hans kemudian masuk ke dalam kamar rumah sakit. Dia melihat Jihan yang terbaring di ranjang dengan mata yang bengkak karena menangis. Wajahnya tampak pucat dan masih berkaca-kaca dengan air mata yang belum kering.

"Bu Jihan kamu sudah sadar?!" tanya direktur Hans, mendekati ranjang.

Jihan perlahan membuka mata dan melihat wajah sang direktur. "Pak Hans!" ucap Jihan sedikit terkejut melihatnya ada di sana.

Jihan mengira bahwa pria yang datang membantunya adalah Hendrick tunangannya sendiri. Namun ternyata pria yang ada di sisinya adalah direktur Hans.

"Kamu baik-baik saja Bu Jihan, kenapa kamu pingsan di lantai?" tanya direktur Hans. Dia menarik sebuah kursi dan duduk di dekat ranjang Jihan

"Terima kasih pak" Jihan berterima kasih, kemudian mulai menangis lagi

"Hiks! Hiks!" suara tangisan Jihan.

Dirinya tidak sanggup mengatakan bahwa ayahnya telah meninggal dunia. Direktur Hans yang melihat tubuh Jihan yang gemetar dan menangis tersedu-sedu membuatnya semakin cemas

"Bu Jihan katakan mengapa kamu menangis?" tanya direktur Hans. Dia ingin membantu Jihan melepaskan beban yang ada di dalam hatinya.

"Hiks Ayah Ayah ku dia sud-... Hiks!" ucap Jihan tidak sanggup melanjutkan perkataannya.

Direktur Hans kemudian mendekati Jihan dan mengelus-elus rambutnya dengan lembut.

"Ada apa coba katakan?".

"Hiks Ayah ku! Ayah ku meninggal..." ucap Jihan, sembari menangis di pelukan direktur Hans.

Yang seharusnya berada di sisinya saat itu adalah Hendrick tunangannya sendiri untuk menemani dan menghiburnya. Namun terbalik saat itu yang ada dan memberikan dukungan adalah direktur Hans.

Flash Back Off

...•••☘☘☘•••...

Setelah berkerja malam itu setelah pulang dari kantor Jihan langsung masuk ke kamarnya. Dia menyusun proyek pembuatan program MBG (Makanan Berbasis Gizi).

Dia sudah merencanakan ini sejak lama dan ingin memastikan semua semuanya sudah lengkap. Jihan tahu bahwa program itu akan sukses besar di tahun 2026. Namun saat itu program itu ditangani oleh Regina dan mendapatkan semua pujian.

"MBG... dengan program ini Regina berhasil menjadi karyawan tetap di perusahaan" ucap Jihan menatap layar komputer.

Saat itu di kehidupan sebelumnya Jihan memberikan proposal program MBG kepada pak Toni. Namun atasannya itu menolak proposal yang dia berikan dengan alasan yang tidak jelas.

Setelah proposalnya ditolak mentah-mentah oleh atasannya Regina datang menghampirinya. Regina meminta agar Jihan mau menyerahkan proposal itu kepada dirinya untuk diperbaiki.

Jihan yang merasa tidak punya pilihan akhirnya memberikan proposal tersebut dengan harapan bisa bermanfaat.

Namun Regina tidak memperbaiki proposal itu sama sekali. Regina menyerahkan proposal itu kepada pak Toni tanpa mengubah satu kata apapun di dalamnya.

Proposal itu langsung diterima oleh atasannya dan mendapatkan apresiasi tinggi atas nama Regina.

"Regina kamu mendapatkan semua yang kamu inginkan di tahun 2026, dan anehnya semuanya itu kamu dapatkan dengan mudah melalui diriku, namun sayang kali ini aku tidak akan mengalah lagi untuk mu!" ucap Jihan.

Dia menutup komputer dan berdiri menghadap jendela kamar. Jihan sudah siap untuk mengubah takdirnya, agar tidak terulang lagi dan mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan.

𝐵ℯ𝓇𝓈𝒶𝓂𝒷𝓊𝓃ℊ...ღ

1
Sandrina
cocok, emang munafik banget, sahabat macam apa itu 🤬🤬🤬
Sandrina
greget banget sama sahabat nya ini, playing fictim
Sandrina
astaghfirullah, baru baca udah di suguhin yg kayak gini 😭
Nana✨
Tabiat sahabatmu yang sangat kau percaya, Jihan🥺
Rahma
ini lagi
Rahma
astaga 😭 baru baru baca, udah di kasih yg becekbecek😭
Tina
Kopi untukmu Thor 🤗
Tina
Bisa²nya pembukaan aku langsung reflek istighfar 😭
Sishrye
ohhhhh......
Nana✨
Belahan jiwa maksudnya belahan suami apa gimana, jir!
한스Hans: , emm, makasih udah mampir kak🙏, pantai terus ya ceritanya, nanti ada
total 1 replies
Nana✨
Astaghfirullah😭😭
pojok_kulon
Jangan sampai Regina yang menjadi madunya 🤭🤭
한스Hans: 🤣 Kaka bisa aja🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!