NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:848.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Sembuh

     Dua hari kemudian, Nayra sudah sembuh. Bu Karina senang bukan main. Wanita paruh baya itu merawat Nayra seperti anaknya sendiri. Bu Karina menginap di rumah Ardana selama Nayra sakit.

     Semua pengorbanan Bu Karina membuat Nayra terharu dan sempat tidak enak hati. Bahkan saat Nayra bermaksud menghubungi ibunya supaya datang, Bu Karina melarang.

     "Jangan beritahu Ibumu, Nay. Kan ada Mama yang jarak rumahnya lebih dekat. Usahakan jangan pernah kasih kabar tentang sakitmu, kasihan Ibu dan Ayahmu, nanti sedih dan kepikiran."

     Nayra mengangguk, akhirnya dia merelakan sang Mama mertua merawatnya, meskipun dalam hati merasa sangat malu.

     "Sekarang kamu sudah baikan. Demamnya sudah hilang. Mama senang lihatnya," ujar Bu Karina sembari meletakkan nasi tim dengan sayur bening sebagai makan siang Nayra hari ini.

     "Makasih, Ma. Biarkan Nay yang suap sendiri. Nay sudah bisa."

     "Tidak apa-apa. Kamu santai saja Nay. Mama tidak tiap hari rawat kamu. Lagipula besok Mama harus kembali. Kalau nggak sekarang, kapan lagi Mama bisa memberi perhatian sama kamu?" kilah Bu Karina sangat tulus. Kasih sayangnya kepada Nayra luar biasa, terlebih dia tidak dikarunia anak perempuan, untuk itu dia menganggap Nayra seperti putrinya sendiri.

     Bu Karina hanya dikarunia dua anak laki-laki. Yang pertama Ardana dan yang kedua masih seorang tentara, saat ini bertugas di pulau Kalimantan.

     Nayra tidak kuasa meneteskan air mata, dia sangat terharu dengan kasih sayang Ibu mertuanya yang begitu tulus dan besar.

     Tepat sore hari, Ardana pulang dari kantor. Tidak biasanya dia pulang tepat sejak Nayra sakit dan dirawat mamanya.

     Nayra menatap sekilas ke arah Ardana, dia tahu apa yang dilakukan Ardana adalah kepura-puraan. Dia pulang tepat waktu hanya karena di rumah ada mamanya.

     "Arda, besok Mama harus kembali. Mama titip Nayra, ya. Jangan biarkan dia masak dulu, atau mengurus keperluanmu di rumah ini. Panggil Bi Mimin, biarkan dia bekerja full time selama dua minggu, atau kalau perlu selamanya," ujar Bu Karina.

     "Iya, Ma," sahut Arda seraya meletakkan sepatu larsnya ke dalam rak sepatu.

     "Tidak usah, Ma. Bi Mimin juga sepertinya sedang repot. Dia saat ini nyambi ngurus cucunya yang baru dilahirkan. Jadi, tidak mungkin mempekerjakan Bi Mimin full time," cegah Nayra. Lagipula Nayra sudah merasa baikan dan mampu melakukan semua pekerjaan rumah ini.

     "Kamu baru sembuh, Nay. Tidak apa-apa seminggu saja. Supaya kamu cepat pulih."

     "Arda terserah Nayra saja, Ma. Bi Mimin mau full time juga nggak masalah." Ardana tiba-tiba nimbrung.

     "Baiklah. Besok panggil Bi Mimin. Dan selama ada Bi Mimin, kamu jangan lakukan tugas apa-apa. Mama nggak pengen dengar kamu tiba-tiba sakit lagi," peringat Bu Karina tegas.

     Nayra terpaksa setuju, dia tidak bisa menolak keinginan sang Mama mertua yang sangat perhatian terhadapnya.

     Besoknya, sekita jam sembilan pagi, setelah Bi Mimin datang, Bu Karina berpamitan pulang. Ardana sigap mengantar kepulangan sang Mama, sekalian pergi ke kantor.

     Suasana rumah kembali hening. Bi Mimin langsung menuju belakang. Dia segera melaksanakan tugasnya dengan baik.

     Nayra kembali ke kamar, kamar yang sama heningnya. Bayang sang mama mertua yang merawatnya dengan baik menjelma. Menyuap dan memberikan obat dengan telaten.

     Sementara bayangan Ardana, pria itu hanya berdiri gelisah. Terlihat wajahnya was-was, seperti tidak tenang. Hal itu Nayra yakini, kalau Ardana hanya was-was kepada Tiana, mantan kekasihnya yang kembali.

     "Kita lihat saja, apa setelah ini Mas Arda masih rela menungguinya dengan alasan demi kesembuhannya?" gumamnya.

     Malam sudah menjelang, Ardana belum kembali sejak tadi pagi berangkat kerja. Nayra sudah yakin, alasan Ardana telat pulang hanya demi menunggu Tiana di rumah sakit. Yang jelas mulai detik ini, Nayra sudah tidak peduli Ardana mau pulang atau tidak. Kalau dipikirkan, hanya akan menambah sakit hati.

     Di tempat berbeda, Ardana yang hendak pulang dari kesatuannya, tiba-tiba mendapat telpon darurat dari salah satu rekan terapis di RSAU.

     "Letnan Arda, dimohon segera ke RS sekarang!" Suara dari balik telpon itu terdengar was-was.

     Ardana yakin, ini pasti tentang Tiana. Kemarin saat Nayra sakit, Ardana meminta kepada tim terapis untuk tidak dibebani tugas malam dan meminta tim terapis untuk menangani Tiana sebisa mungkin. Ardana menyampaikan hal sebenarnya bahwa istrinya sakit.

     Tim terapis tidak memaksa lagi, kalau urusannya sudah dengan keluarga, mereka tidak mungkin memaksa anggotanya untuk melakukan tugas di luar dinas kesatuan. Sebab tugas jaga malam hanyalah akal-akalan Tiana yang meminta khusus agar selalu dijaga oleh Ardana.

     Tiba di RSAU, Ardana segera memasuki ruang perawatan Tiana. Kondisi Tiana terlihat lemah, selang infus masih menempel di lengan kanannya. Dia kini tertidur karena sudah diberikan obat penenang oleh Perawat.

     "Bagaimana dia?" tanya Ardana pada salah satu rekannya yang kebetulan berada di sana.

     "Sudah beberapa hari dia ngamuk dan tidak mau dijaga oleh orang lain selain Letnan. Bahkan dia tidak mau ditungguin saudari maupun orang tuanya. Tim terus membujuknya untuk sabar. Sepertinya dia sudah terikat betul dengan Anda Letnan, sampai dia tidak mau dijaga oleh yang lain," tutur rekan Ardana.

     Ardana mendesah berat, ada iba yang dalam terlihat jelas di wajahnya.

     "Kemarin tim kita juga sudah melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait penyakit fisik lain yang diderita Nyonya Tiana," cetus rekan Ardana memberitahu.

     "Lalu?"

     "Nyonya Tiana sudah mendapat penanganan serius. Jadi, sakit yang selama ini dideritanya adalah akibat...."

     "Letnan Amir, pasien bernama Nyonya Aning yang Anda terapi tadi, diminta laporannya oleh dokter Arka."

Obrolan itu terhenti saat salah satu perawat memanggil rekan Ardana yang bernama Letnan Amir untuk memberikan laporan salah satu pasien yang diterapinya kepada dokter Arka.

"Ok, siap."

"Letnan Arda, saya harus ke ruangan dokter Arka dulu untuk memberikan laporan pasien lain," pamit Letnan Amir pada Ardana.

Ardana mengangguk dan membiarkan rekannya pergi dari ruangan itu.

Malam sudah tiba, tepat jam tujuh malam Tiana terbangun dari tidurnya. Dia melenguh seperti masih merasakan sakit.

"Tia, kamu sudah sadar?" Ardana menoleh ke arah Tiana dengan wajah berbinar.

"Mas Arda, itu kamu Mas? Kenapa kamu baru datang? Kemana saja dua malam, kenapa tidak menunggui aku?" cecarnya kecewa diiringi lelehan air mata.

Ardana panik, dia tidak mau Tiana kembali stres dan ngamuk lagi seperti malam-malam sebelumnya.

"Maaf Letnan, kalau bisa jangan membuat Nyonya Tiana stres. Ini bisa berpengaruh pada hasil penanganan dokter Tifany kemarin di area reproduksinya," tegur salah satu Perawat yang kebetulan sedang menjalankan tugas mengecek tensi dan suhu tubuh Tiana.

"Ok, Suster." Ardana mengangguk. Dia merasa serba salah dengan situasi ini. Terpaksa malam ini ia kembali menjaga Tiana sampai Tiana bisa kembali tenang.

Mohon maaf, bab 18 sebetulnya belum selesai, keburu terkirim...🙏🙏🙏

1
vera tri
kesel liat nay ..terlalu lemah😢
vera tri
tinggali aj nay..ngapain menunggu orang yg tidak mencintai kita😢
Siti Saodah
pasti yng liatin itu si jalang Tiana
Siti Saodah
harusnya si Tama jangan menggangu rumah tangga nayra, meskipun dia dulu menemani nya dan cuma mau ketemu Nara,dia harusnya menghargai Arda
Siti Saodah
cukup Naira,kasian Arda dia sudah berusaha dan membuktikan kalau dia berubah
Siti Saodah
aku sampai nangis Thor di episode ini😭😭
Lina Zascia Amandia: Ya Allah, maafkan saya ya Kak, udah buat Kakak menangis... 😢😢😢🙏🙏
total 1 replies
Siti Saodah
tapi aku yakin kalau misalnya si Arda gak tau Tiana pernah hamil dia bakal tetep nikahi jalang nya itu
Siti Saodah
bodoh kalo kamu berfikir seperti itu nai,kamu rela di sakiti hanya karena punya mertua baik fikirkan kebahagiaan mu nai
Siti Saodah
dasar laki gak punya perasaan istri lagi demam bisa bisa nya di gagahi
Siti Saodah
ya lagian si nayra pengen banget di sentuh,udah tau kaki dingin gitu masih aja bertahan
Nok Denok
kirain cerita Bagus,,ga taunya cerita Oneng,,lebayy
Lina Zascia Amandia: Terimakasih Kakak. Maaf sudah lebay, karena si Onengnya udh ditinggal pergi oleh Bajuri...
total 1 replies
Zheevanya Putri
penulis ny lebay apa" d ksh note apa apa d note udah gitu pake curhat segala..
Lina Zascia Amandia: Hahhaa... maafkan saya yg lebay ya. Ini bentuk protes sy kepada pihak NT Kak. Masa iya nulis lelah2 tidak dpt reward. Maaf juga mental seseorang tdk sama satu sama lain. Mungkin saat kecewa sy bisanya lebay seperti apa yg kakak katakan. 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Sholawat Nariyah
AUTHOR MEMUAKKAN..
WANITA di jadikan objek perlakuan semena suami
Lina Zascia Amandia: Maaf ini hanya hiburan. Saya tidak bermaksud memberi kesan kalo wanita adalah objek semena2 suami. Kakak baca sampai tamat dong.
total 1 replies
Sholawat Nariyah
MEMUAKKAN, cerita ini cerminan dari diri Author yg menjadi Wanita lemah saat ada laki laki yg menginjak injak harga dirinya
Lina Zascia Amandia: Gak juga Kak, saya hanya memenuhi permintaan PF dengan tema Air Mata Pernikahan. Jangan terlalu menjudge dr tampilan isi tulisan ya Kakak cantik. Ini hanya hiburan, kalau gak sesuai jangan memojokkan penulisnya atau menuduh penulis seperti apa yang ditulisnya. Kalau tuduhan Kakak tdk sesuai, maka akan jadi dosa untuk kakak lho. Tapi berhubung saya gak mau menjadikan tulisan sy ini dosa bagi orang lain, saya maafkan Kakak saat ini juga agar saya gak menuntut Kakak kelak di akhirat. Alhamdulillah nama Kakak Sholawat Nariyah, banyak2 baca sholawat agar dpt syafaat dr Kanjeng Nabi Besar kita Muhammad SAW. Makasih kehadirannya ya Kakak cantik. Selamat dunia akhirat. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Nok Denok
mampir Thor,, kayaknya bagus nih, tp letak paragraf awalannya sedikit mengganggu
Lina Zascia Amandia: Wah, makasih byk Kak.... paragraf awal? Ok, saya cek? Ganggunya di mananya, biar sy perbaiki. 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
effan jayadi putraa
semangat kak semoga ad cinta nya😍
Lina Zascia Amandia: Aamiin... smgt juga buat Kakak...
total 1 replies
Surya Ningsih
semangat Thor, syakallah utk suaminya..
Lina Zascia Amandia: Mksh byk Kak...
total 1 replies
Deera__
ini warnanya gimana campuran hitam navy kah? 🤧🤣🤣🤣 lucu kakaknya. pasti kecapean nulis
Deera__: It's oke, tetap menghibur/Smile/☺️
total 2 replies
Deera__
aku nggak kecapean Thor... malah kurang banyak kalau bisa 5000an lebih kaya 😍😋🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__: gasss semangat kakak/Kiss/
total 2 replies
Deera__
aku yang baca ikut merasakan kagum, bahagia dan adem seakan masuk ke rumah barunya Arda dn Nayra. 😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!