NovelToon NovelToon
Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.

Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.

Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18

Raungan terompet perang dari jutaan pasukan Aliansi Pemusnah Iblis menggetarkan bumi hingga ke fondasi terdalam Ibu Kota Naga Hitam. Suara derap langkah kaki, putaran roda mesin pengepungan raksasa, dan teriakan haus darah menggema melintasi cakrawala.

Di dalam Paviliun Penyembuhan, getaran itu membangunkan insting primitif yang tertidur.

Long Chen yang terbaring di atas ranjang giok tiba-tiba membuka matanya. Pupil merahnya menyipit tajam. Otot-otot perunggunya yang masih dipenuhi perban dan luka retakan langsung menegang.

"Medan perang..." gumam Long Chen, darah liarnya mendidih.

Ia memaksakan diri untuk duduk. Tulang-tulangnya berderit keras memprotes pergerakan paksa itu. Raksasa itu mengulurkan tangan, meraih pilar logam hitamnya yang diletakkan di sudut ruangan, dan bersiap untuk melangkah keluar. Bahkan dalam kondisi setengah mati, Long Chen tidak akan pernah membiarkan sebuah pertempuran terlewatkan.

Namun, tepat saat kakinya menyentuh lantai...

WUUUSSSSH!

Suhu di dalam paviliun anjlok secara drastis hingga ke titik beku. Lapisan es tebal seketika merambat menutupi pintu keluar, mengunci Long Chen di dalam ruangan.

Xin'er melangkah masuk dari balik tirai ruangan. Jubah putihnya berkibar, dan matanya yang indah memancarkan badai salju yang mematikan. Wajah dewi es itu tidak lagi lembut, melainkan dipenuhi oleh kemarahan yang bisa membuat iblis pun merinding.

"Mau ke mana kau, Raksasa Bodoh?!" bentak Xin'er, suaranya tajam layaknya pedang es yang ditusukkan tepat ke ulu hati.

Long Chen, sang petarung yang bahkan tertawa saat menghadapi telapak tangan God King, tiba-tiba menelan ludah. Ia mematung di tempat. Entah kenapa, aura kemarahan gadis kecil di depannya ini terasa jauh lebih mengintimidasi daripada tekanan Kaisar Siluman.

"A-Aku... di luar sana ada pasukan yang menyerang," jawab Long Chen terbata-bata, menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. "Aku hanya ingin membantu sedikit..."

"Duduk!" potong Xin'er mutlak, jarinya menunjuk lurus ke arah ranjang giok. "Dantian-mu nyaris retak dan tulangmu masih remuk! Kau pikir kami, murid-murid Guru, adalah anak kecil yang butuh perlindungan dari orang cacat sepertimu?!"

Long Chen membuka mulutnya untuk membantah, tapi melihat kilatan murka di mata Xin'er, nyali raksasa perunggu itu seketika menciut layaknya anak anjing yang tertangkap basah mencuri daging.

Sang Naga Surgawi yang ditakuti di Alam Dewa lansung menciut, lalu buru-buru mundur dan duduk kembali di atas ranjang dengan postur tegak yang sangat patuh.

"B-Baiklah. Aku duduk," gumam Long Chen pasrah, sama sekali tidak berani menatap mata Xin'er.

Melihat Long Chen yang menuruti perintahnya, ekspresi Xin'er sedikit melembut. Ia mendengus pelan, lalu berbalik menuju jendela paviliun yang mengarah langsung ke gerbang kota.

"Lihat saja dari jendela ini, Naga Bodoh," ucap Xin'er dingin, memanggil pedang esnya ke dalam genggaman. "Perhatikan baik-baik bagaimana Sekte Asura membersihkan halaman rumah kami. Aku harus bergabung dengan kakak-kakak seperguruanku."

Dalam sekejap, sosok Xin'er melesat ke udara, meninggalkan Long Chen yang hanya bisa bersandar di bingkai jendela, menyeringai pasrah sambil bergumam, "Wanita yang mengerikan... tapi aku menyukainya."

Di Luar Gerbang Ibu Kota Naga Hitam.

Lautan manusia membentang sejauh mata memandang. Jutaan kultivator dari Aliansi Pemusnah Iblis telah mengepung tembok kota. Di garis depan, belasan monster tua tingkat Nascent Soul Puncak yang merupakan Leluhur dari sekte-sekte fana berdiri dengan sombong di atas kereta perang terbang mereka.

"Serahkan Istana ini dan serahkan kepala kalian!" teriak Leluhur Sekte Harimau Api, suaranya diperkuat dengan Qi. "Pangeran Zhao kalian sudah mati! Tidak ada lagi yang melindungi kalian!"

Di atas tembok kota yang menjulang tinggi, Jian Yi berdiri dengan tangan bertumpu di gagang pedangnya. Angin menerbangkan jubahnya yang berwarna abu-abu. Di sampingnya, Jue Ying, Tie Ba, Mu Bai, dan Xin'er yang baru saja tiba, berdiri berjejer menatap jutaan pasukan itu dengan pandangan sedingin lautan es.

Di belakang kelima Asura itu, puluhan ribu Prajurit elit Kekaisaran Zhao berdiri dalam barisan yang sangat rapi. Mereka bukanlah prajurit fana biasa. Bertahun-tahun yang lalu, Zhao Xuan telah mewariskan teknik kultivasi dasar tingkat dewa kepada militer kekaisaran. Kini, bahkan prajurit terendah pun berada di ranah Foundation Establishment, dan para jenderalnya telah mencapai ranah Core Formation!

Mata para prajurit itu tidak memancarkan ketakutan sedikit pun, melainkan Niat Membunuh yang fanatik demi melindungi kekaisaran yang telah mengangkat derajat mereka.

"Mereka berani mengutuk Pangeran," ucap Jian Yi pelan, namun suaranya bergema di telinga keempat saudara seperguruannya.

"Kalau begitu, cabut lidah mereka," jawab Jue Ying, sosoknya seketika melebur ke dalam bayangan tembok kota.

Jian Yi menarik pedangnya. Mata pedang itu memancarkan dengungan yang merobek langit.

"Buka Gerbang Kota!" Perintah Jian Yi.

KREEEEAAAK!

Gerbang baja raksasa setinggi lima puluh tombak itu perlahan terbuka. Bukannya berlindung di balik tembok pertahanan, Prajurit Kekaisaran justru menderu keluar, membentuk formasi tombak dan perisai yang siap menerjang jutaan pasukan musuh.

"Hahaha! Mereka keluar untuk bunuh diri!" tawa Leluhur Sekte Harimau Api. "Pasukan, giling mereka menjadi pasta daging!"

Jutaan kultivator aliansi menerjang maju layaknya air bah.

Namun, air bah itu harus membentur sebuah gunung besi terlebih dahulu.

BOOOOOOOOOOOM!

Sebuah meteor raksasa jatuh dari atas tembok kota, menghantam tepat di tengah-tengah barisan depan pasukan aliansi. Tanah terbelah, menciptakan kawah sedalam puluhan meter. Ribuan kultivator fana meledak menjadi kabut darah hanya dari gelombang kejut pendaratan tersebut.

Dari dalam kawah itu, Tie Ba berdiri tegak. Otot-ototnya memancarkan cahaya perunggu gelap. Aura Soul Transformation Awal meledak dari tubuhnya tanpa ditahan lagi!

"MAJULAH, SEMUT-SEMUT KOTOR!"

Tie Ba meraung, mengayunkan tinjunya ke arah kereta perang terbang milik salah satu Leluhur Sekte. Angin dari pukulan itu memadat menjadi pusaran energi fisik yang meremukkan udara.

"A-Apa?! Soul Transformation?!" Leluhur itu membelalakkan matanya ngeri. Sebelum ia sempat memanggil perisai pusakanya, tinju angin Tie Ba telah menghantam kereta perangnya, meledakkannya berkeping-keping beserta tubuh sang Leluhur di dalamnya!

"T-Tunggu! Bukankah mereka hanya Nascent Soul?!" jerit komandan aliansi yang lain dengan panik.

Kepanikan mereka baru saja dimulai.

ZRAAAAAAAAASH!

Sebuah Niat Pedang berwarna perak melesat membelah langit. Jian Yi berjalan dengan langkah santai melintasi udara. Setiap kali ia mengayunkan pedangnya, sebuah sayatan bulan sabit raksasa sepanjang seratus tombak menyapu daratan, memotong ribuan pasukan aliansi beserta formasi pertahanan mereka layaknya memotong ilalang. Tidak ada pusaka fana yang bisa menahan tebasan pedang seorang Soul Transformation!

Di saat yang bersamaan, hawa dingin yang luar biasa absolut membekukan medan perang di sayap kanan.

Xin'er melayang di udara, rambut hitamnya memutih sejenak saat ia melepaskan kekuatan intinya.

"Seni Asura Es Sembilan Lapis!"

Ratusan ribu pasukan aliansi di bawahnya tiba-tiba berhenti bergerak. Kaki mereka membeku, merambat dengan cepat hingga ke kepala mereka, mengubah mereka menjadi patung-patung es yang memancarkan ekspresi teror abadi. Dengan satu jentikan jari dari Xin'er, ratusan ribu patung es itu hancur berkeping-keping menjadi debu salju merah.

Di sayap kiri, tidak ada ledakan besar, namun kengeriannya jauh melebihi apa pun.

Para tetua dan jenderal dari Aliansi Pemusnah Iblis yang berada di barisan belakang tiba-tiba berjatuhan satu per satu. Kepala mereka terpisah dari leher tanpa ada peringatan apa pun. Bayangan mereka sendiri bangkit dan menusuk mereka dari belakang!

Jue Ying telah mengubah medan perang menjadi zona kematian absolut. Tidak ada yang tahu di mana ia berada, namun maut terus mencabut nyawa para pemimpin musuh setiap detik.

Di atas tembok kota, Mu Bai berdiri mengibaskan kipasnya dengan elegan. Matanya menatap keseluruhan medan perang.

"Jenderal Pasukan Kekaisaran, serang dari kedua sisi! Formasi Sayap Pemotong!" titah Mu Bai.

Melalui komunikasi mental, Mu Bai memandu puluhan ribu prajurit kekaisaran untuk bergerak dengan formasi yang sempurna. Prajurit-prajurit yang telah dikultivasi itu menerjang barisan aliansi yang telah kacau balau. Tombak-tombak panjang mereka yang dialiri Qi menembus pertahanan musuh yang mentalnya telah runtuh melihat pemimpin mereka dibantai layaknya anjing.

Hanya butuh waktu setengah batang dupa.

Jutaan pasukan aliansi yang datang dengan keangkuhan untuk membagi-bagikan harta Kekaisaran Zhao, kini berubah menjadi domba-domba yang sedang digiring ke pembantaian.

"LARI! MEREKA SEMUA MONSTER!"

"PANGERAN ZHAO MELATIH IBLIS-IBLIS DARI NERAKA!"

Sisa-sisa pasukan aliansi membuang senjata mereka dan berbalik melarikan diri, saling injak satu sama lain dalam teror yang membabi buta. Sisa-sisa Leluhur Sekte yang masih hidup mencoba menggunakan jimat teleportasi untuk kabur.

Namun, Jian Yi mengangkat pedangnya, menunjuk lurus ke langit. Niat Pedangnya menyatu dengan udara, mengunci ruang dalam radius ratusan mil.

"Guru berkata: Jangan sisakan rumput liar, atau mereka akan kembali tumbuh di musim semi," ucap Jian Yi dingin. "Hari ini, tidak akan ada satu pun dari kalian yang kembali ke sekte kalian."

Kelima Asura itu melepaskan serangan pamungkas mereka secara serentak.

Langit diwarnai oleh pedang perak, godam energi raksasa, badai es, dan pusaran bayangan mematikan. Pembantaian itu berlangsung secara sepihak dan absolut. Darah mengalir membentuk sungai-sungai baru di luar gerbang Ibu Kota Naga Hitam.

Dari jendela Paviliun Penyembuhan, Long Chen menatap pertunjukan itu dengan mulut sedikit terbuka. Ia bersiul pelan, matanya memancarkan rasa hormat yang sangat dalam.

"Zhao Xuan... kau benar-benar tahu cara mendidik monster," kekeh Long Chen, matanya tak lepas dari sosok Xin'er yang sedang membekukan musuh dengan keanggunan seorang dewi maut. "Dan gadis es itu... auranya benar-benar membuatku merinding. Aku harus cepat sembuh, atau aku akan benar-benar didominasi olehnya."

Pembantaian itu segera berakhir. Aliansi Pemusnah Iblis telah dihapus sepenuhnya dari peta Benua Fana Tianyun. Kelima murid Zhao Xuan telah membuktikan bahwa mereka bukan lagi pion yang harus dilindungi, melainkan penguasa mutlak yang layak mewarisi takhta sang Tiran.

1
Andi Heryadi
akhir mati juga MCnya,sombong arogan lupa klo diatas langit msh ada langit
saniscara patriawuha.
semoga lekas sembuh mang otor sehat selalu...
Ghotam
kenapa Gu Tianxue jadi begitu ya. dan semoga Tuan mudanya menepati janjinya untuk menemukan tubuh yang tepat untuk Gu
saniscara patriawuha.
sayang inti monster nirwana puncak cuma naikin sampe ascendan menengah,, minimal ya nirwana awal lah mang otor....
Solihin Syamsuddin
Semoga lekas sembuh….
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣😍😍😍😍😄👍👍👍
Markinyo
kenapa tidak menguraa harta sekte & kerajaan yg telah menyerang? itu kn rampasan perang?
Ahmad Nasir
katanya dah jadi dewa... dikit-dikit kalah, dikit-dikit mau mati...🙄😏😏😏
saniscara patriawuha.
sikattttt....
saniscara patriawuha.
sikattttt.,
saniscara patriawuha.
serappppp sampeeee keringggg...
saniscara patriawuha.
sikatttty manggg guuuu,, tunjukann kejantananmuuu...
saniscara patriawuha.
sikattttt dannn serapppppppp....
saniscara patriawuha.
mangapppp manggg otorrrr,,, gasssss
eka suci
syafakillah Thor, semoga cepat sembuh 🤲🏻 biar bisa beraktifitas normal n crazy up lagi💪
eka suci
semakin naik ranah yg dibutuhkan pun semakin sulit tapi bukan berarti tidak bisa💪
saniscara patriawuha.
zrasssdsssss....
saniscara patriawuha.
gasssddd deuiiii...
saniscara patriawuha.
jarahhhh harta sektenya...
saniscara patriawuha.
hancurrrkannnn sudahhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!