NovelToon NovelToon
Cinta Gus Aqlan Ke Aisyah

Cinta Gus Aqlan Ke Aisyah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / CEO
Popularitas:847
Nilai: 5
Nama Author: 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖

Assalamualaikum wr.wb. cerita dari Hormoni ilmu dan amal di pesantren ini kelanjutan untuk cerita gus aqlan ke Aisyah.
Waktu Seketika wanita yang begitu elegan dan wibawa sangat dewasa bernama Aisyah Adeeba (anak dari papa arya dan mama laras), Kemudian kejadian yang begitu bahaya bagi mama laras karena pria tidak memberi tau kepadanya pada akhirnya Cinta mereka terhalang dengan mama laras kepada Aisyah. Pada bulan berbulan mereka ditemukan kembali Aisyah kuliah di terkenal di kalangan mahasiswa maupun mahasiswi lainnya, mereka berpapasan dengan mereka waktu ketemu getaran hati mereka bersatu kembali tapi mereka tidak tau kalau mereka pernah ketemu bahkan akrab.
"Apa kami pernah ketemu " batin Aisyah
"Apa wanita ini sangat familiar sekali wajah " batin pria berbaju putih dengan peci dan sorban yang rapih.Pria ini adalah anak dari suami-istri memiliki pesantren di jawa tengah nama pesantrennya Nurul ilmi,dengan pemilik Kiyai abdul dan nyai Maryam,pria tadi adalah gus aqlanArdhani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32.Hari Bahagia yang Dinanti

   ೄೄྀೄྀೄྀೄྀ A&Qೄྀೄྀೄྀೄྀೄྀ

Waktu terus berjalan, hari demi hari berlalu dengan sangat indah bagaikan aliran sungai yang tenang dan damai. Setelah badai besar yang sempat menerpa hubungan mereka, pelangi kebahagiaan benar-benar menghiasi kehidupan Aisyah dan Gus Aqlan dengan warna-warni yang paling indah.

Gus Aqlan sudah pulih sepenuhnya dari sakitnya. Fisiknya kembali kuat, wajahnya kembali segar dan berseri. Hubungan mereka kini berjalan sangat lancar, terbuka, dan penuh restu dari kedua belah pihak keluarga. Tidak ada lagi sembunyi-sembunyi, tidak ada lagi air mata kesedihan, dan tidak ada lagi tembok penghalang. Yang ada hanyalah senyuman manis setiap kali bertatap muka, dan rasa rindu yang terobati dengan sempurna setiap harinya.

Melihat keseriusan Gus Aqlan yang luar biasa, melihat bagaimana ia menjaga dan menyayangi Aisyah, serta melihat kecocokan yang begitu nyata di antara mereka, kedua keluarga besar akhirnya memutuskan untuk tidak menunda-nunda lagi. Mereka sepakat untuk mempercepat rencana indah yang sudah dinanti-nantikan sejak lama.

Hari Lamaran.

Hari yang ditunggu-tunggu oleh seluruh keluarga dan kerabat akhirnya tiba.

Rumah besar keluarga Aisyah dihias begitu indah dan megah melebihi perkiraan. Bunga-bunga segar berwarna putih bersih dan soft pink yang lembut memenuhi setiap sudut ruangan, menciptakan suasana yang romantis namun tetap sopan dan anggun. Aroma wangi bunga melati dan mawar menebar ke mana-mana, menenangkan hati siapa saja yang menghirupnya.

Suasana di dalam rumah terasa sangat hangat, sakral, dan penuh suka cita. Kerabat dan teman-teman dekat sudah hadir memenuhi ruangan, wajah mereka semua dipenuhi senyum kebahagiaan.

Di ruang tengah, di kursi utama yang telah disiapkan, duduklah sosok yang menjadi pusat perhatian hari itu.

Aisyah.

Hari ini Aisyah terlihat begitu cantik dan memukau, bahkan lebih cantik dari biasanya. Ia mengenakan gaun pesta berwarna putih bersih dengan aksen renda yang sangat halus dan anggun, dipadukan dengan hijab soft blue yang disusun rapi dan elegan menutupi auratnya dengan sempurna.

Wajahnya yang bulat berseri-seri bak purnama, pipinya merona merah muda alami, dan matanya yang teduh berbinar-binar penuh harapan dan cinta. Ia terlihat seperti putri raja yang sedang menuju kebahagiaannya, begitu suci, begitu lembut, dan begitu mempesona.

Di hadapannya, duduklah keluarga besar Gus Aqlan yang hadir lengkap.

Dan di sana, tepat di hadapan Aisyah, duduklah sosok pria yang selama ini ia cintai.

Gus Aqlan.

Ia tampil sangat gagah dan tampan dengan mengenakan baju koko putih bersih yang disulam indah, dipadukan dengan sarung dan peci hitam yang menambah kesan kharismatik dan wibawanya yang luar biasa. Tatapan matanya tidak pernah lepas dari wajah Aisyah, seakan-akan dunia ini hanya berisi mereka berdua. Tatapan itu penuh cinta, kekaguman, dan rasa syukur yang tak terhingga.

Suasana menjadi hening sejenak saat acara inti dimulai. Ayah Abdul, ayah dari Gus Aqlan, berdiri tegap dengan penuh wibawa.

"Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..." ucapnya lantang dan penuh hormat, memecah keheningan yang penuh haru itu.

"Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh..." jawab Papa Arya dan Mama Laras serentak dengan senyum lebar yang tak henti-henti.

"Alhamdulillahi rabbil 'alamin, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW."

"Pada hari yang berbahagia dan penuh berkah ini, kami sekeluarga datang dengan niat yang baik, tulus, dan ikhlas untuk meminang putri Bapak dan Ibu yang cantik jelita, Aisyah, untuk menjadi pendamping hidup anak kami, Aqlan."

Suasana kembali hening, kali ini penuh dengan keharuan yang mendalam. Semua mata tertuju pada Mama Laras dan Papa Arya.

Mama Laras menatap putrinya yang cantik itu, lalu menatap Gus Aqlan yang tampan dan tulus. Air mata haru mulai menggenang di pelupuk matanya. Ia mengangguk mantap, penuh keyakinan.

"Kami sekeluarga menerima lamaran ini dengan hati yang ikhlas dan bahagia. Kami serahkan Aisyah kepada kalian untuk dijaga, dibimbing, dan dibahagiakan dengan sebaik-baiknya. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah."

TEPOK TANGAN BERSAMAAN MENGUMPULKAN RUANGAN...

"ALHAMDULILLAH... BARAKALLAH..." seru semua orang serentak dengan penuh sukacita.

Senyum lebar dan paling tulus terukir di wajah Gus Aqlan. Wajahnya bersinar terang bagaikan matahari pagi. Dengan langkah perlahan namun pasti, ia maju selangkah mendekati Aisyah.

Di tangannya, tergenggam sebuah kotak beludru berwarna biru tua. Saat dibuka, terlihat sebuah cincin berlian yang berkilau indah, memancarkan cahaya yang mempesona.

Dengan tangan yang sedikit gemetar karena haru dan bahagia, Gus Aqlan mengambil tangan halus dan putih Aisyah. Perlahan, ia menyelipkan cincin itu ke jari manis kekasihnya.

Cincin itu pas dan indah, seakan memang diciptakan khusus untuk jari itu.

"Terima kasih ya Allah... Engkau telah mengembalikan milikku kepadaku... Setelah sekian lama kita terpisah, akhirnya kita bersatu kembali..." bisiknya lirih, suara itu hanya mampu didengar oleh mereka berdua, penuh makna dan cinta yang mendalam.

Aisyah tersipu malu, air mata bahagia menetes membasahi pipinya. Ia mengangguk pelan, berbisik pelan.

"Aamiin... Aamiin Ya Rabbal Alamin..."

Di tengah kebahagiaan yang meluap-luap itu, di tengah tepuk tangan dan doa restu yang mengalir deras, tidak ada satu pun orang yang menyadari...

Bahwa di balik jendela besar yang sedikit terbuka, atau mungkin bersembunyi di antara kerumunan tamu yang jauh...

Ada sepasang mata yang sedang memandang mereka dengan tatapan tajam, dingin, dan penuh api cemburu yang membara.

Mata itu memandang cincin di jari Aisyah, memandang senyum bahagia Gus Aqlan, dan setiap detiknya, rasa dendam di hati itu semakin besar, semakin gelap, dan siap meledak kapan saja.

 

BERSAMBUNG....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!