NovelToon NovelToon
Warisan Gaib

Warisan Gaib

Status: tamat
Genre:Horor / Mata Batin / Hantu / Tamat
Popularitas:19.6k
Nilai: 5
Nama Author: Its Zahra CHAN Gacha

Menjadi seorang dukun bukanlah sebuah pilihan atau cita-cita, tapi sebuah panggilan jiwa...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ritual bersama

Malam itu Rizki membawa Joko ke tempat Noni Belanda berada. Mereka akan memulai ritual setelah magrib. Karena dalam ilmu kejawen Joko selalu melakukan ritual setelah matahari terbenam, dan Rizki mengikuti aturan sahabatnya itu.

Keduanya kemudian berdua duduk bersila di tempat yang sama. Tidak berjauhan namun masih ada batas. Joko menggunakan metode kejawen, dengan sesaji dan membakar dupa. Sedangkan Rizki melakukan ritual sesuai dengan agamanya, yaitu islam.

Keduanya fokus dengan ritual mereka masing-masing.

Alunan doa mulai terdengar merdu dari mulut Rizki. Joko tidak tahu sama sekali apa yang diamalkan sahabat nya itu. Wajar saja, waktu itu Joko masih menganut kejawen, jadi dia tidak tahu apapun tentang ajaran Islam.

Asap dupa mulai melayang tipis berpilin-pilin di udara. Seperti kabut yang malas bergerak. Aroma harum yang tajam mulai memenuhi udara. Nyala api kecil di ujung dupa berubah redup seolah menjadi satu-satunya cahaya yang menerangi tempat yang mulai gelap.

Semakin lama asapnya semakin tebal. Asap itu tidak lagi naik lurus ke atas tetapi berputar perlahan seperti mengikuti alunan sesuatu yang tak terlihat.

Asap dupa itu awalnya hanya melayang tipis, namun lama kelamaan berubah menjadi sosok wanita cantik.

Udara menjadi dingin secara tiba-tiba membuat bulu kuduk meremang tanpa sebab.

Tak ada suara, yang terdengar jelas hanyalah hening.

Kembali asap dupa yang mengepul membentuk sesuatu. Awalan bentuk seperti sosok manusia yang sama seperti manusia yang digambar dengan kabut.

Garis bahu kepala berbentuk manusia dan sangat cantik. Lalu tubuhnya perlahan terlihat jelas diantara kumpulan asap yang berputar. Bentuknya itu seperti jelas setiap detik seakan-akan suatu cahaya merambat keluar dari dunia yang berbeda dipanggil oleh aroma dupa yang terbakar.

Namun makhluk itu bukan Noni Belanda tapi mahluk lain meskipun wujud mereka sekilas mirip. Dewi Poncowati memberitahunya. Joko kemudian mengusir makhluk itu pergi.

Kini makhluk lain mulai menampakkan dirinya dengan jelas. Awalnya hanya bayangan samar tapi kemudian berubah seperti siluet manusia yang digambar dengan kabut.

Garis bahu kepala lalu tubuhnya perlahan terlihat diantara kumpulan asap yang berputar bentuk itu semakin jelas di setiap detik seakan-akan sesuatu sedang merangkak keluar dari dunia yang berbeda dipanggil oleh aroma dupa yang terbakar.

Joko yang mengetahui ada makhluk lain yang mengganggu ritualnya segera mengusir makhluk itu.

Angin tipis berhembus tanpa sumber, membuat api dupa bergetar kecil.

Lalu terdengar suara lirih, seperti bisikan yang tidak sepenuhnya berasal dari dunia manusia.

Sosok itu akhirnya berdiri tak jauh dari tempat Joko bersila.

Tubuhnya pucat samar, setengah tembus pandang, seakan dibuat dari kabut yang hidup. Matanya kosong namun menyala redup di balik wajah yang tak sepenuhnya jelas. Rambutnya tergerai panjang, berwarna pirang khas wanita eropa.

Rambutnya bergerak perlahan meski tidak ada angin yang benar-benar meniupnya. Wanita itu kemudian membentangkan payung merahnya dan mulai memakainya. Ia memutar-mutar payung itu seolah sengaja mencari perhatian kedua pria di hadapannya.

Asap dupa terus mengalir dari tubuhnya, seolah menjadi pintu yang menghubungkan dua alam.

Saat sosok itu mengangkat kepalanya perlahan, hawa di sekitar menjadi jauh lebih dingin. Suasana terasa berat, seperti tanah kuburan setelah hujan. Ia menatap lurus, tanpa berkedip.

Kemudian, bibirnya yang pucat bergerak perlahan.

"Kalian yang memanggilku,"

Dan seketika itu juga, api dupa berkedip keras, seakan hampir padam, menandakan bahwa sesuatu dari alam lain benar-benar telah datang.

Dewi Poncowati langsung membisikkan sesuatu kepada Joko untuk segera membaca sebuah mantera.

Mantera untuk menarik payung merah milik Noni Belanda. Tiba-tiba saja Noni Belanda itu bergetar kearah Joko.

Namun Rizki tak mau kalah saat doa-doa mengalir dari bibirnya seperti magnet Noni Belanda itu langsung tertarik kearahnya.

Kini Energi keduanya saling beradu memperebutkan Sang Noni Belanda. Wanita itu seperti magnet yang di tarik oleh kedua medan magnet yang berbeda. Kadang ia lebih dekat kepada Joko, namun bisa lebih dekat lagi dengan Rizki.

Wanita itu tersenyum tipis saat merasa dirinya di perebutkan oleh dua orang pria. Namun sayangnya kali ini Joko harus mengakui kedigdayaan Rizki.

Rizki berhasil menaklukkan Noni Belanda dan membuat wanita itu memberikan payungnya kepadanya. Dari kejadian itu Joko mulai sadar jika Rizki adalah orang yang memiliki keilmuan yang tinggi. Bagaimana tidak, ia berhasil mengalahkannya tanpa bantuan makhluk gaib manapun atau dengan tangan kosong.

Rizki menghampiri Joko kemudian memperlihatkan Payung merah yang di bawanya. Ia menjelaskan tentang keistimewaan benda pusaka itu jika di miliki oleh manusia. Ia bahkan menyuruh Joko untuk memegangnya.

"Baiklah, karena kamu sudah tahu semuanya tentang benda ini, bagaimana kalau aku kembalikan lagi payung ini kepada yang punya,"

Joko membelalakkan matanya mendengar ucapan Rizki.

"Loh kok gitu, bukannya setiap orang yang berburu benda pusaka itu akan menjadikan benda itu sebagai koleksinya, terus kamu...."

Rizki tersenyum tipis kemudian menepuk bahu Joko.

"Mungkin karena mereka membutuhkannya, tapi aku gak butuh benda-benda seperti itu. Aku hanyalah orang yang suka berpetualang dengan hal-hal gaib tapi tidak tertarik untuk memiliki pusaka gaib untuk menambah kekuatan spiritual. Bagiku cukup Gusti Allah yang akan membantuku," jawab Rizki membuat Joko seketika kagum padanya.

Sebagai seorang yang memiliki kekuatan supranatural yang cukup mumpuni Rizki terlihat begitu sederhana bahkan tidak terlihat seperti seorang yang memiliki kekuatan gaib.

Ia tetap tampil seperti remaja seumurannya. Ia tak pernah memamerkan keilmuannya bahkan melarang Joko memanggilnya dengan sebutan khusus khas untuk seseorang yang memiliki kekuatan supranatural tinggi.

Setelah mengembalikan payung itu kepada Sang Noni, Rizki mengajak Joko berjalan-jalan di daerah Sasana Budaya Ganesha.

Selama perjalanan ia banyak bertanya kepada Joko tentang ritualnya di Alas Roban.

"Jadi sebenarnya aku tuh gak bisa apa-apa loh Ki, semua yang aku lakukan selama ini atas bantuan makhluk gaib. Seperti aku bisa masuk kampus elit itu, semuanya mereka yang mengerjakannya,"

"Jangan merendah Jok, tetap saja kamu memiliki kekuatan yang mumpuni," ucap Rizki

Karena merasa lapar, Rizki mengajak Joko untuk membeli camilan. Saat mereka tiba di sebuah warung Serabi Joko terkesiap.

Ia begitu kaget saat melihat penampakan yang ada di kedai itu hingga nyaris terjungkal ke lantai. Beruntung Rizki langsung menangkapnya.

"Ngopo Jok, kok kaya lihat set*n gitu!" celetuk Rizki

"Memang aku lihat S*tan, memangnya kamu gak lihat!" seru Joko

"Lihat, terus??"

"Kenapa kamu gak kaget?" tanya Joko

"Karena udah biasa,"

"Aku juga tapi entah kenapa aku selalu kaget saat melihat makhluk gaib dengan bentuk yang aneh dan mengerikan," jawab Joko

"Katakan padaku apa yang kamu lihat??" tanya Rizki

1
༄ ᗰᗩᖇ ˢᴵᗰEᒪOᗯ ❀
joko patah hati
Dana Kristina
kok beberapa bab bngt kalimat yg dulang'sampai 3x Thor,👍👍👍💪💪💪🙏
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ada yg baru kk
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
tamat ya kk bunga
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
bhuahahahahaha Slamet....Slamet...
bisa aja kamu itu klo mengalihkan pembicaraan supaya ga sedih saat Joko berangkat ke Jakarta
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
keputusan yang tepat tuuuh Joko...
karena untuk melupakan seseorang biasanya untuk pertemuan kalinya itu harus pindah dari tempat dimana kita sering menghabiskan waktu bersama dengan orang tersebut
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
saat mengetahui pengganti kuncen adalah Joko --> bukannya pengganti kuncennya itu Slamet ya kak 👉👈
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
naah denger tuuh Met...Slamet....
tak semua orang bisa jadi kuncen di goa tersebut
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
udah deeh Slamet....
kamu gak usah masang wajah melankolis gitu deeeh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
nasibmu itu udah di haruskan oleh Allah jadi gak ada hubungannya dengan Dewi Poncowati laaah
yakin aja ama kebesaran Allah
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
waah Dewi Poncowati muncul sebagai tanda perpisahan untuk yang terakhir kalinya 🥺🥺
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
diiiih kok bisa itu lhooo Joko bilang "semudah itu" apa Joko mendadak kena amnesia gitu kali yaak..
apa Joko lupa bagaimana perjuangannya untuk bisa "lepas" dari pernikahan ghoibnya dengan Dewi Poncowati 👉👈
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
ciiiiieeee ciiiieeee yang statusnya duren🤣🤣🏃🏃
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
berendam di dalam sendang tam lama muncul --> berendam di dalam sendang tak lama muncul
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
janga pasti --> dengan pasti
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
wooooow Joko harus melakukan ritual perpisahan dengan Dewi Poncowati
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
Slamet begitu terharu meli6 Wardi --> Slamet begitu terharu melihat Wak Wardi
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
eeeh bener lhoooo apa yang tadi di bisikin di telinga Joko
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
wooooow mau kemana semua itu kelelawar yang ada di goa yaak
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
apa yang sedang dilakukan Joko saat ini udah bener kah ???
yakni mengubur Slamet di tengah sendang dengan tujuan, Slamet akan jadi kuncen goa selanjutnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!