"Dad, biarkan aku melihat dunia luar. Aku sangat ingin menikmati masa remaja seperti gadis-gadis seusiaku" ucap Aurel.
"Enggak, Daddy tidak akan pernah mengizinkanmu keluar. Diluar sana banyak bahaya princess" ucap sang Daddy.
Aurellia Louisa Xavier, gadis manis berusia 16 tahun yang selalu di jaga dengan ketat oleh keluarganya.Sejak kecil, Aurel tidak pernah berada jauh dari keluarganya terutama kedua orang tuanya. Aurel selalu diperlakukan bak princess oleh keluarganya.Selain kedua orang tuanya, Aurel juga memiliki 4 kakak yang sangat sayang dan posesif padanya.
Bagaimana cara Aurel menghadapi sikap keluarganya yang sangat posesif padanya?.
ikuti terus kelanjutan cerita Aurel dan keluarga posesifnya ya 🤗 🙏 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bungabunga2929, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Sampai di rumah sakit Diego dan Dean bergegas menuju ruangan dimana Aurel berada.
"Brak!".
"Princess" panggil Diego dengan heboh saat sampai di ruangan Aurel.
"Shut.....".
"Jangan berisik" ucap semua orang menatap tajam Diego.
"Em maaf, maaf" ucap Diego sambil tersenyum.
"Mom, ada apa dengan princess?" tanya Dean tidak seheboh Diego.
"Kesehatan kurang baik, tadi dia tidak sadarkan diri saat Daren membawanya ke sini" ucap mommy Alisa.
"Apa?".
"Kok bisa mom?" tanya Dean.
Mommy Alisa langsung menceritakan apa yang sudah dialami oleh putrinya. Dean dan Diego langsung merasa marah setelah mendengar apa yang sudah dialami oleh adik kesayangan mereka.
"Sial, berani-beraninya orang itu menculik princess" ucap Dean.
"Iya benar, pokoknya kita harus memberi dia pelajaran" ucap Diego sambil mengepalkan tangannya.
Saat semua orang sedang membahas tentang orang yang sudah menculik Aurel, tiba-tiba mata Aurel mulai terbuka.
"Euh....".
"Mom, dad" gumam Aurel dengan lirih.
"Princess, kamu udah sadar sayang" ucap semua orang merasa sangat lega.
"Kalian semua ada disini" ucap Aurel saat melihat seluruh keluarganya berkumpul.
"Iya princess, kita semua ada disini. Oh iya, apa yang kamu rasakan. Bilang sama mommy, mana yang sakit" ucap Alisa.
"Mom....".
"Hiks....hiks...hiks...".
Aurel langsung menangis saat mengingat kejadian sebelumnya. Semua orang langsung panik saat melihat Aurel menangis.
"Sayang jangan nangis. Ada mommy disini. Bilang sama mommy, mana yang sakit. Kalau kamu menangis seperti ini mommy jadi ikut sedih" ucap Alisa yang langsung memeluk Aurel.
"Iya princess, kita semua ada disini. Jangan nangis ya" ucap Daddy Dion.
"Mom, aku takut" cicit Aurel.
"Tenang sayang jangan takut, ada mommy dan yang lainnya disini. Gak akan ada yang berani menyakiti kamu sayang" ucap mommy Alisa menenangkan putrinya.
Melihat Aurel menangis, para pria keluarga Xavier merasa sangat marah.
"Kak, dimana orang yang udah berani menculik princess. Aku ingin memberi pelajaran" bisik Diego.
"Iya, dimana dia sekarang. Aku gak terima dia sudah berani menyentuh kesayangan kita" bisik Dean.
"Pemuda itu sudah diamankan oleh anak buahku. Ayo, aku juga ingin memberinya pelajaran"
"Beraninya dia membuat princess sampai ketakutan seperti ini" bisik Daren.
"Daddy ikut" ucap Dion.
"Baiklah, sebaiknya kita pergi sekarang. Biarkan mommy dan Daniel yang menemani princess disini" ucap Daren.
"Iya ayo kak" ucap Diego.
Daniel yang melihat Daddy dan yang lainnya akan pergi langsung menghentikan mereka.
"Kalian mau kemana?" tanya Daniel.
"Menghukum orang yang udah berani membuat princess seperti ini. Kamu sama mommy disini aja, princess membutuhkanmu disini" ucap Daren.
"huft .. Baiklah. Kalian harus buat buat dia menyesal karena udah berani menyakiti kesayangan keluarga Xavier" ucap Daniel.
"Tenang saja, aku pastikan hidupnya akan hancur" ucap Daren.
Sebelum pergi, Daddy Dion berpamitan lebih dulu pada istrinya.
"Sayang aku ada urusan sebentar. Kamu disini saja menjaga princess. Kabari kalau ada apa-apa oke" ucap Daddy Dion.
"Iya mas, kamu harus hati-hati" ucap mommy Alisa yang tahu kemana suaminya akan pergi.
"Pasti sayang" ucap Daddy Dion.
Setelah pada pria keluarga Xavier pergi, Daniel langsung mendekati Aurel yang masih berada di pelukan sang mommy.
"Princess kakak periksa sebentar ya" ucap Daniel.
"Gak mau" ucap princess yang masih terus memeluk sang mommy.
"Sayang, kak Daniel periksa dulu ya. Cuma sebentar aja kok" bujuk mommy Alisa.
"Tapi mom...".
"Sayang tenang aja, mommy akan berada di samping kamu selama kak Daniel periksa kamu. Gimana?" tawar mommy Alisa.
"Em... Yaudah deh" ucap Aurel.
"Nah gitu dong, ini baru anak cantiknya mommy" ucap Alisa.
Aurel langsung melepaskan pelukan sang mommy.
"Gak mau berbaring, maunya duduk aja" ucap Aurel.
"Yaudah gak papa, kakak periksa kamu sambil duduk ya" ucap Daniel.
Aurel sendiri hanya mengangguk, tangannya terus menggenggam tangan sang mommy.
"Gimana Daniel?" tanya mommy Alisa.
"Em... cukup baik. Tapi princess harus banyak istirahat" ucap Daniel.
"Syukurlah" ucap mommy Alisa merasa lega.
"Mom" panggil Aurel.
"Iya sayang, kamu butuh sesuatu?" tanya mommy Alisa.
"Daddy dan yang lainnya kemana?".
"Bukankah tadi mereka ada disini?" tanya Aurel.
"Oh itu, mereka ada urusan sebentar sayang" ucap mommy Alisa.
"Oh gitu" ucap Aurel.
"Udah ya, lebih baik sekarang kamu istirahat. Kamu itu harus banyak istirahat biar cepat sembuh" ucap mommy Alisa.
Aurel hanya mengangguk. Tapi saat akan berbaring, Aurel tiba-tiba teringat pada Excel yang dipukul oleh kakak pertamanya.
"Astaga mom, aku lupa" ucap Aurel.
"Ada apa sayang?" tanya mommy Alisa.
"Kak Daren kemana, aku harus jelasin sesuatu sama dia" ucap Aurel.
"Kakak kamu kan pergi sama Daddy dan yang lainnya sayang. Memangnya ada apa si?" tanya mommy Alisa.
"Kak Daren salah paham mom. Tadi dia pukul orang yang udah menolong aku" ucap Aurel.
"Maksud kamu gimana princess?" tanya Daniel.
"Itu loh kak, tadi aku kan gak tahu arah jalan pulang ke sini. Dan saat di jalan aku bertemu dengan kak Excel. Dia yang udah tolongin aku buat balik ke rumah sakit".
"Tapi saat di jalan tiba-tiba ada yang mengikuti motor kak Excel. Karena itu kak Excel menambah kecepatan motornya. Saat kita ingin menghindar dari kejaran orang jahat tersebut tiba-tiba ada sebuah mobil yang hampir menabrak kita".
"Setelah itu, tiba-tiba juga kak Daren datang dan langsung memukul kak Excel" cerita Aurel.
"Siapa Excel princess?" tanya mommy Alisa.
"Dia teman aku mom. Kita pertama bertemu saat di taman rumah sakit" ucap Aurel.
"Mom, jangan-jangan yang dimaksud Daren itu orang yang sama dengan yang princess ceritakan" ucap Daniel.
"Oh iya kamu benar. Itu artinya kita udah salah paham" ucap mommy Alisa.
"Astaga, aku harus memberitahu Daddy dan yang lainnya. Jangan sampai mereka menyakiti orang yang tidak bersalah" ucap Daniel.
"Yaudah cepat kamu hubungi mereka" pinta mommy Alisa.
Daren langsung menghubungi Daren, tapi sudah beberapa kali mencoba Daren tidak mengangkat panggilannya.
"Gak di angkat mom" ucap Daniel.
"Aduh gimana ini, coba kamu hubungi Daddy kamu" ucap mommy Alisa.
"Oh iya, tunggu aku coba hubungi Daddy" ucap Daniel.
Aurel yang tidak mengerti dengan pembicaraan mommy dan kakaknya merasa bingung.
"Ada apa mom, kenapa kalian kelihatan panik gitu?" tanya Aurel.
"Itu sayang, Daddy dan yang lainnya salah paham. Mereka kira orang yang menolong kamu adalah orang yang udah menculik kamu" ucap mommy Alisa.
"Apa?".
"Cepat cegah mereka mom. Kak Excel itu orang baik" ucap Aurel dengan panik.
"Iya sayang, itu kakak kamu lagi coba hubungi Daddy dan yang lainnya" ucap mommy Alisa.
"Ya ampun, aku akan merasa sangat bersalah kalau sampai terjadi sesuatu sama kak Excel" ucap Aurel.
bagus sekali alurnya sama gak sabar nunggu bagaimana reaksinya saat pertama kali masuk kelas
akhirnya bisa sekolah umum ya😄