Karya terbaru Gurania Zee yang menceritakan tentang gadis tidak peka dan cinta segitiga antara Aluna, Arsen dan Prasha Arzelio.
memiliki kisah yang sedikit rumit perihal rahasia misteri kematian ayahnya dan adanya permainan bisnis yang menjadikannya sebuah kunci utama dari misteri tersebut. dan Cinta yang mulai tumbuh perlahan. Aluna seorang gadis yang polos tanpa sadar menjadi pusat permainan dalam dunia bisnis mendiang ayahnya. yang jauh lebih besar dari semua intriks itu bahkan paling tidak menyadari akan hal yang paling sederhana yaitu, perasaannya sendiri. karena terkadang misteri dalam hidup, bukanlah rahasia dari kisah masa lalu melainkan hati yang terlambat menyadari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
"MAS PRASHAAA, MBA LUNA, MBA LOLA,.. MAS ARSEN DAN MAS ARDEN GELUT MASE!." Teriak Darto memanggil semua orang yang berada dirumah tersebut.
Mendengar hal itu tentu saja semua jadi pada panik satu panik semua. Semua langsung pada bangkit dari tempat ternyaman masing masing. Dan berkumpul satu persatu di area baki hantam antara Arden vs Arsen.
"Ini kenapa sih pada ribut ribut?." Tanya Aluna.
"Kamera gue dirusak si Arden."
"Gue ga sengaja dodol, gue kan tadi udah minta maaf."
"oh gitu toh kirain masalahnya apa?."
"Maksud kamu!." kedua langsung menjawab bersamaan menoleh ke arah Aluna.
"iya kan masih bisa diservis mas."
"Astaga, gue lupa,"
"Jadi kita dari tadi berantem gegara begini doang haish."
"tapi gue masih kesel sama lu den, itu kamera favorit gue."
"iya iya gue tau, gue mintaa maaf, tapi kalo elo masih kesel sama gue yaudah gausah deket gue dulu."
Sehari dua hari sampai tiga hari baik Arsen maupun Arden keduanya tidak saling tegur sapa satu sama lain.
Namunsaat hari ketiga, Arden tidak tahan akhirnya mendekat juga ke arah Arsen yang sedang main biliard.
"Sen elo masih kesel marah sama gue soal kamera itu?."
"Enggak biasa aja."
"Alhamdulillah, berati kita akur lagi ya?."
"Tapi gantiin gue sama kamera model terbaru ya."
"Gue tarik kata kata gue kalo gitu." ucap Arden dan Arsen langsung tertawa terbahak. Dan menyenggol Arden beberapa kali sampai terkena bahunya.
"Aw sakit PeA."
"Masih suka sakit bro kan udah lama."
"Yah gue yang ngrasain." begitulah. Arden saking ingin diperhatikan meskipun sudah sembuh tetap saja sesekali ia meringis demi diperhatikan semua orang.
Hari berganti, sore itu di salah satu kamar area rumah catur tepatnya. Dikamar Prasha. Terpampang Papan yang Bertuliskan "PLAN MENYATAKAN CINTA" berikut poin poin pentingnya :
SUASANA HARUS ROMANTIS
JANGAN GUGUP
JANGAN GAGAL, DAN JANGAN ADA PERUSUH YA G MEMBUAT HANCUR RENCANA.
Arsen yang baru masuk langsung dibuat shock melihat ke randoman sahabatnya itu. Tak lama disusul Arden yang tak kalah kaget juga.
"Ini seriusan bro?."
"Iyap, kali ini dukung gue ya kalian pada pokoknya harus berhasil.jangan sama si cunguk Rendra ngeduluin."
"Siap."
Suasana berubah serius, mereka langsung berpindah tempat di area ruang bawah tanah untuk mengatur strateginya.
"Bro berasa kayak briefing mau perang tau." celetuk Arden Sanjaya.
"Jadi gimana nih, untuk poin pertama kira kira apa yang harus gue lakuin?".
"Hmm apa yak, ajak ngemall."
"Haish itu mah ntar endingnya ketemu si cunguk lagi."
"Gagal yang lain berarti."
"Hm ajak mancing." celetuk Arsen.
"Tapi gue enggak bisa mancing bro."
"Ah iya, ajak nonton konser yang dia suka."
"Romantisnya dimana dodol." Prasha mencebik kesal hingga melemparkan pulpen pada Arden.
"Yaudah apa ya, kok mendadak bego gue ya."
"Iya sama gue juga hahaha."
"Ah lu men gimana sih dukung gue Napa buat kali ini aja."
"iya iya bentar sha sabar gue lagi mikir ini."
"Ah iya, ajak makan aja."
"Hilih letak romantisnya dimana itu."
"Hilih siapa bilang ajak makan enggak romantis kan bisa ajak dinner dimana gitu kasih bunga kek atau apalah itu."
"Dinner di taman."
"That's tight i agree with you, oke besok kalian siapin itu semua buat dekorasi secantik dan seromantis mungkin ditaman oke."
"Oke siap laksanakan."
"Jangan lupa, pastikan si cunguk kagak datang."
"itu mah enggak janji bro, mana bisa kita prediksi kedatangannya."
"Iya juga sih, yoweis pokoknya siapin semua seperfect mungkin, karena bakal jadi hari spesial gue sama Aluna."
"iya iya siap."
Esok pun tiba, Arsen Arden Sanjaya Darto dan Lola semua sedang sibuk diam diam mempersiapkan semuanya tanpa sepengetahuan Aluna. Sementara Aluna sedang keluar ke studio desain katanya dijemput oh Rendra.
Mau mencegahoun seolah percuma, Aluna sudah siap pergi dengan begitu semangat. Rasanya tidak tega jika melarangnya.
Pada akhirnya Prasha dan Arden Maharana membiarkannya pergi. Saat semua selesai pintu gerbang pun terbuka lebar, dan tak lama Aluna merasa takjub akan dekorasi yang begitu indah sudah disulap dengan begitu cantiknya.
Beberapa jam kemudian, dekorasi di taman sudah selesai ditata dengan cantiknya. Tak lama mobil yang membawa Aluna pun sudah kembali. Aluna pun sudah penasaran sejak dirinya melihat dari dalam mobil. Dan ia langsung cepat turun saat mobil tersebut sudah mulai melambat dan berhenti.
Melihat ada Prasha yang sudah berpakaian rapi malam itu, ia langsung bertanya spontan.
"Mas, cantik banget dekorasinya?."
"Hmm,.spesial.kejutan buat kamu."
"seriusan mas."
"Dinner, romantis." ucap Prasha lagi, namun Aluna malah berpikir keras dan tak menemukan jawabannya.
"Emang ada cara apa mas?."
"Duduk dulu lun."
Namun tak lama Rendra berjalan menghampiri kearah keduanya. Di atas lantai dua nampak semua pada antusias menonton acara live streaming adegan kisah Prasha dan Aluna.
"Bro kira kira mereka bakal berakhir happy ending atau sad ending nih?."
"Hmm kalo menurut Lola, kocak ending."
"Hah kocak ending kok bisa?."
"Ya kita liat ntar aja."
Semua menaruh uangnya masing masing diatas meja.
"200ribu pertama happy ending."
"300 ribu ko ak ending."
"Satu juta, sad ending."
"Wih sejuta mantab tuh."
Nb :Jangan di tiru ya buat para pembaca ini hanya hiburan semata. Hehe
"Eh kak Rendra sudah makan belum?."
"Lun ini acara makan malam kita."
"tenang bro gue cuma mampir bentar santai." Rendra hanya tersenyum. Namun tak lama seekor kucing malah melompat membuat suasana semakin kacau dan heboh. Membuat meja yang sudah ditata dengan berbagai menu yang tersaji pun menjadi oleng. Meje itu pun menjadi goyang, kursi satunya pun juga ikut goyang .
"Astaga kok malah ada kucing." tak lama
BYurrr!."
"Mas PRASHAAA!."
Sontak semua yang menonton pada tertawa berjamaah melihat Prasha malah tercebur ke dalam kolam ikan koinya Aluna.
Namun menyadari Prasha yang tidak bisa renang pun pada akhirnya Aluna langsung reflek menyelamatkannya.
Padahal saat itu sebenarnya Prasha sudah banyak berlatih renang, tapi ia sengaja mengetes kepekaan Aluna saat itu karena sudah mentok tidak ada cara lain lagi, begitulah pikirnya saat itu
tak muncul muncul membuat semua pun pada khawatir pada Prasha.
"Mas PRASHAAA, jangan dulu mati mas."
BYurrr, Aluna pun langsung masuk ke area kolam ikan tersebut.
Menarik Prasha dan menyelamatkannya. Prasha sedikit pingsan dan mengeluarkan sesuatu pada mulutnya saat terbangun ada salah satu ikan yang keluar dari mulutnya.
Ukhuk ukhuk.
"Mas akhirnya sadar juga, jangan tinggalin Luna mas, Luna sayang sama mas." ucap Aluna reflek dan langsung memeluk Prasha dengan diiringi Isak tangis kekhawatirannya.
"Kamu serius sayang sama saya?."
"Iya mas."
"Berarti mau dong jadi pacarnya mas?."