Dunia fantasy dengan sistem yang digolongkan dari g hingga ssssr(tingkat tertinggi yang jarang ada). Guild SSAWF adalah salah satu aktivitas petualang tebesar di wilayah barat, sementara altar jiwa muda adalah tempat kelahiran Pattisiwiana Klobahrgeevinik sebuah lokasi yang dipercaya memiliki hubungan dengan sumber energi dunia namun belum pernah terungkap secara jelas.
Pattisiwiana (sering dipanggil Patti) adalah pemuda yang sejak kecil mendambakan menjadi petualang. Karna tidak memiliki bakat tempur atau sihir yang terlihat, ia hanya bisa bergabung ke regu scarlet Blades sebagai pembantu penghasil hasil buruan monster. Anggota regunya selalu merendahkannya, menyebutnya "bodoh dan tidak berguna" karena tidak mengerti taktik atau kesulitan mengikuti instruksi pada misi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MALAM SEBELUM TES PRAKTIK
Setelah makan malam yang penuh dengan rasa syukur dan percakapan hangat, Patti mengikuti Elenarianna ke kamar mandi khusus yang disiapkan untuknya. Air mandinya berasal dari mata air panas bawah tanah yang dicampur dengan ramuan herbal khusus kombinasi dari bunga Starbloom, akar Lumina, dan ekstrak pohon Moonwhisper yang dikenal memiliki efek menenangkan dan menyembuhkan. Saat air hangat menyentuh kulitnya, Patti merasakan semua ketegangan yang masih tersisa di tubuhnya perlahan menghilang, digantikan oleh rasa kedamaian yang mendalam.
Elenarianna berdiri di dekatnya, tangan yang bersinar dengan cahaya keperakan samar mulai melakukan gerakan lembut di atas permukaan air. “Ramuan ini tidak hanya membersihkan tubuhmu dari kotoran dan kelelahan,” ucapnya dengan suara yang lembut dan merdu seperti bisikan angin. “Ia juga akan membantu membersihkan pikiranmu dari kekhawatiran dan keraguan yang mungkin mengganggumu sebelum tes besok pagi.”
Setelah selesai mandi dan mengenakan pakaian tidur yang lembut, Patti kembali ke kamarnya yang sudah disiapkan dengan rapi. Lampu lilin beraroma lavender menyala dengan lembut di sudut kamar, menciptakan suasana yang hangat dan nyaman. Di atas meja sisi tempat tidur terdapat segelas jus buah Sunberry yang masih segar, sebuah buku kecil tentang sejarah Guild SSAWF, dan bunga segar dari taman kristal penginapan yang ditempatkan dalam vas keramik yang indah.
Dia duduk di tepi tempat tidur, mengambil buku kecil itu dan mulai membacanya dengan perlahan. Buku itu menceritakan tentang bagaimana guild didirikan lebih dari seratus tahun yang lalu oleh sekelompok petualang yang merasa bahwa kekuatan seharusnya digunakan untuk melindungi orang lemah dan menjaga kedamaian di dunia. Pendiri guild yang utama adalah seorang wanita bernama Seraphina Argentumvale nenek dari Seraphiniana Xanthe Argentumvale yang menjadi penguji kekuatannya hari ini. Kisahnya menginspirasi wanita yang berasal dari keluarga miskin namun memiliki potensi luar biasa, yang akhirnya menjadi salah satu petualang terbesar dalam sejarah benua.
Setelah membaca beberapa halaman, Patti menutup buku dan mengambil amplop kecil yang berisi hasil tes pengukuran kekuatan serta jadwal tes praktik besok pagi. Dia membukanya dengan hati-hati, melihat lembaran kertas khusus yang dicetak dengan huruf emas yang bersinar samar. Di sana tercantum hasil lengkap pengukurannya, beserta catatan khusus dari Seraphiniana:
“Pattiwisiana Klobahrgeevinik potensi yang kamu miliki adalah anugerah yang jarang diberikan. Ingatlah bahwa kekuatan sejati tidak hanya tentang apa yang kamu bisa lakukan sendirian, tapi bagaimana kamu bisa membantu orang lain untuk mencapai potensi terbaik mereka. Tes praktik besok akan menguji kemampuanmu untuk bekerja dalam situasi yang menantang, namun saya yakin kamu akan mampu menghadapinya dengan kebijaksanaan dan kebaikan hati yang menjadi ciri khas dirimu.”
Patti menyimpan lembaran itu dengan hati-hati ke dalam amplop lagi, kemudian menyimpannya di tempat yang aman di dalam tasnya. Dia kemudian mengambil tas kecil yang diberikan oleh Lyranthiann Faelenathyr Windwhisper tadi sore, membukanya dengan cermat. Di dalamnya terdapat tiga lembaran kertas khusus yang dicat dengan ramuan herbal berwarna ungu muda, dan lima senar kecil yang terbuat dari serat pohon Phoenix yang dikenal kuat namun fleksibel. Dia mengambil salah satu senar dan memegangnya di antara jari-jarinya, merasakan getaran lembut dari energi magis yang terkandung di dalamnya.
Saat itu, pintu kamar diketuk lembut. “Pattiwisiana, bolehkah saya masuk?” suara Tharvonnian terdengar dari luar dengan lembut.
“Tentu saja, Tuan Tharvonnian,” jawab Patti dengan segera, berdiri untuk menyambutnya.
Tharvonnian masuk dengan membawa sebuah kotak kayu kecil yang dihiasi dengan ukiran bintang-bintang berkilau. Dia berdiri di tengah kamar dengan sikap yang penuh dengan kebijaksanaan, melihat sekeliling ruangan dengan tatapan yang penuh dengan kenangan. “Saya ingin memberikan sesuatu padamu sebelum kamu tidur malam ini,” ucapnya dengan suara yang dalam namun hangat. “Ini adalah barang yang saya dapatkan ketika saya pertama kali lulus tes seleksi guild, dan saya merasa sekarang adalah waktunya untuk menyerahkannya kepada orang yang layak meneruskannya.”
Dia membuka kotak kayu itu dengan hati-hati, mengungkapkan sebuah cincin besi perak dengan ukiran runik kecil yang bersinar dengan cahaya kebiruan samar. Di tengah cincin terdapat sebuah kristal kecil berbentuk hati yang berwarna merah muda. “Ini adalah Cincin Pelindung Persahabatan dibuat oleh pendiri guild untuk diberikan kepada anggota baru yang menunjukkan potensi luar biasa dan hati yang baik. Cincin ini tidak hanya memberikan perlindungan magis dasar dari serangan jahat, tapi juga akan menjadi lambang bahwa kamu tidak sendirian dalam perjalanan ini kamu memiliki keluarga besar di Guild SSAWF yang akan selalu siap membantumu.”
Patti menerima cincin itu dengan tangan yang sedikit gemetar karena emosi. “Tuan Tharvonnian, saya tidak pantas menerima barang yang begitu berharga dari Anda.”
“Kamu sangat layak, anak muda,” jawab Tharvonnian dengan senyum hangat, membantu Patti memasangkan cincin di jari tengah tangannya yang kiri. “Cincin ini hanya akan aktif jika kamu menggunakannya dengan niat yang baik dan hati yang tulus. Ia akan menjadi teman setiamu dalam setiap petualangan yang kamu lakukan, dan akan selalu mengingatkanmu tentang nilai-nilai yang menjadi dasar Guild SSAWF seperti kebaikan, persahabatan, dan tanggung jawab terhadap orang lain.”
Setelah memasangkan cincin, Tharvonnian mengambil sebuah amplop lain dari kantong bajunya. “Ini adalah surat dari saya untuk Marthandelion Quixotian Blackthorn pemimpin guild. Saya telah menceritakan tentangmu dan potensi yang kamu miliki, serta tentang tekadmu untuk menemukan Bunga Pembebas Jiwa dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Saya tidak bisa memastikan apa yang akan dia katakan atau lakukan, tapi saya merasa penting bagi dia untuk mengetahui tentang latar belakang dan tujuanmu sebelum kamu bertemu dengannya di tahap terakhir tes seleksi.”
“Terima kasih banyak, Tuan Tharvonnian,” ucap Patti dengan suara yang jelas namun penuh emosi. “Saya tidak tahu bagaimana cara membayar semua kebaikan yang telah Anda berikan padaku dan orang-orang di sini.”
“Kamu sudah membayarnya dengan menjadi diri kamu sendiri, Pattiwisiana,” jawabnya dengan tap lembut di bahu Patti. “Setiap kali kamu menggunakan kekuatanmu untuk membantu orang lain, setiap kali kamu memberikan dukungan kepada temanmu, dan setiap kali kamu tidak menyerah meskipun menghadapi kesulitan itu adalah cara terbaik untuk membayar semua yang telah kami berikan padamu. Sekarang kamu harus istirahat besok akan menjadi hari yang panjang dan penuh dengan tantangan, dan kamu membutuhkan energi yang cukup untuk menghadapinya.”
Setelah Tharvonnian pergi, Patti duduk kembali di tepi tempat tidur, memandang cincin yang bersinar dengan lembut di tangannya. Dia merasakan getaran hangat yang menyebar dari cincin ke seluruh tubuhnya, memberikan rasa tenang dan percaya diri yang dalam. Dia kemudian mengambil jus buah Sunberry yang ada di meja dan menyegukannya dengan perlahan rasanya segar dan menyegarkan, dengan sedikit rasa manis yang membuat hatinya menjadi lebih ringan.
Dia berjalan ke jendela kamar, membukanya sedikit untuk membiarkan udara malam yang segar masuk ke dalam ruangan. Di luar, bulan purnama bersinar dengan terang di langit yang penuh dengan bintang-bintang, memberikan cahaya yang cukup untuk melihat taman kristal penginapan yang indah di bawahnya. Dia melihat beberapa kristal yang bersinar dengan warna yang berbeda biru untuk kedamaian, hijau untuk kesuburan, merah untuk kekuatan, dan ungu untuk intuisi. Setiap kristal memantulkan cahaya bulan dengan cara yang memukau, seolah sedang menari dalam irama yang hanya bisa dilihat oleh mata hati.
Patti kemudian mulai berpikir tentang tes praktik yang akan dia jalani besok pagi. Meskipun dia tidak tahu secara pasti apa yang akan dia hadapi, dia merasa yakin bahwa dia mampu menghadapinya dengan baik. Dia mengingat semua pelajaran yang dia dapatkan dari orang tuanya tentang pentingnya kerja keras, kesabaran, dan kebaikan hati. Dia mengingat nasihat dari Seraphiniana tentang menjadi diri sendiri dan menggunakan kekuatan dengan bijak. Dan dia mengingat dukungan dari semua orang di Penglapan Kristal Morthwainn yang telah menunjukkan padanya bahwa dia bukanlah seorang yang sendirian.
Dia mulai merencanakan secara perlahan bagaimana dia akan menghadapi tes praktik menggunakan keahliannya dalam sihir penyembuhan untuk membantu orang lain yang mungkin terluka, menggunakan keterampilannya dalam sihir konstruksi untuk membuat struktur yang berguna, dan menggunakan ketahanannya yang tinggi untuk bertahan dalam situasi yang sulit. Dia tahu bahwa dia mungkin tidak akan menjadi yang tercepat atau yang terkuat di tes itu, tapi dia yakin bahwa dia bisa memberikan kontribusi yang berharga dengan cara yang khas dirinya sendiri.
Setelah merasa cukup puas dengan persiapan mentalnya, Patti mematikan lilin di kamar dan masuk ke dalam selimut yang hangat dan empuk. Dia berbaring dengan nyaman, menatap langit malam yang penuh dengan bintang-bintang melalui jendela yang terbuka sedikit. Dia menyentuh cincin di tangannya dengan lembut, kemudian mengambil salah satu senar kecil dari tas Lyranthiann, memainkannya dengan lembut seperti seruling. Suara yang keluar lembut dan merdu, dengan nada yang menenangkan yang membantu pikirannya menjadi lebih jernih dan tenang.
Dalam beberapa menit, rasa kantuk mulai menyerangnya dengan lembut. Dia meletakkan senar kecil di meja sisi tempat tidur, menutup matanya dengan perlahan, dan membiarkan dirinya terbawa ke dalam dunia mimpi yang damai dan penuh dengan harapan. Dalam tidurnya, dia bermimpi tentang dunia yang indah tempat di mana orang-orang hidup damai bersama dengan makhluk magis, di mana kekuatan digunakan untuk membantu orang lain, dan di mana setiap orang memiliki kesempatan untuk mencapai potensi terbaik mereka. Dia melihat dirinya sedang berdiri di tengah medan perang yang telah berubah menjadi taman yang indah, dengan Bunga Pembebas Jiwa yang mekar dengan subur di sekelilingnya. Orang-orang yang dia bantu datang dan mengucapkan terima kasih padanya, dan dia melihat wajah-wajah orang tuanya yang tersenyum dengan bangga dari kejauhan.
Mimpi itu bukan hanya mimpi biasa itu adalah gambaran tentang masa depan yang bisa dia capai jika dia tetap pada jalan yang benar dan tidak pernah menyerah pada impiannya. Itu adalah janji yang dia buat untuk dirinya sendiri, bahwa dia akan menggunakan potensi yang dia miliki untuk menjadi orang yang lebih baik dan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi semua orang.
Saat malam semakin larut dan bulan mulai bergeser ke arah barat, Patti tidur dengan nyenyak, tubuhnya sedang beristirahat dan memulihkan energi untuk menghadapi hari yang menentukan. Cahaya bulan yang lembut menyinari wajahnya yang damai dan penuh dengan tekad, seolah sedang memberinya berkah dan perlindungan untuk perjalanan yang akan dia tempuh besok pagi.