Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seperti mau mati
Ketika sampai di kediaman jenderal, raut wajah Yu-nian masih terlihat kesal. Feng Shiyan tahu kalau isterinya itu sangat kesal dan marah padanya.
Dunia yang dipenuhi dengan pertumpahan darah, musuh yang tidak bisa dihancurkan begitu saja. hal itu membuat Feng Shiyan memaklumi kalau istrinya marah karena insiden yang tadi terjadi.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Feng Shiyan.
Terasa kedua lutut Yu-nian tidak bisa diajak berjalan sama sekali, terasa kaku, gemetar luar biasa. pikiran Yu-nian sudah bergerilya entah ke mana pikiran itu sudah sampai pada. iya takut jika tiba-tiba kehilangan nyawa.
"Ada apa?" Feng Shiyan menatap wajah kebingungan juga tak ada kata yang keluar dari mulut gadis super cerewet dan suka mengeluarkan kata-kata sial itu. Tiba-tiba saja Yu-nian terdiam tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya, hal itu membuat Feng Shiyan malah kebingungan.
Yu-nian mencoba keluar dari kereta kuda, ketika dia hendak berjalan terasa kakinya tidak bisa bergerak. Saat berjalan pun dia seperti bayi yang baru belajar berjalan, tertatih bahkan sedikit sempoyongan. ingatannya mengenai penyerangan yang tadi terjadi membuat kedua kakinya malah tidak bisa bergerak sama sekali.
"Ada apa?" tanya Feng Shiyan yang mendekat.
"Heeeeee.., kakiku tidak bisa diajak berjalan. Kakiku.. kakiku.. tidak bisa diajak berjalan." Yu-nian menangis saat kedua kakinya terasa benar-benar tidak bisa terkontrol.
Tanpa mengiyakan atau mengatakan apapun Feng Shiyan langsung menggendong Yu-nian dan membawanya masuk.
"Selamat datang, tuan!" seru beberapa pelayan.
Feng Shiyan menganggukkan kepalanya.
"Kalian persiapkan air hangat untuk nyonya, beri aroma terapi dan beberapa herbal untuknya." perintah Feng Shiyan.
Entah mimpi apa semalam hingga membuat Yu-nian harus merasakan hal seperti ini, baru beberapa hari bertemu sang jenderal, dia sekarang seolah terus ketiban sial, sekarang dia harus berpikir ulang mengenai sosoknya.
"Aku harus cepat-cepat kabur, kalau aku tetap di sini bisa-bisa aku mati mengenaskan." ucapnya. "Masih beberapa hari bersamanya, dua hari menikah sekarang malah aku hampir kehilangan nyawa, bagaimana jika menikah dengannya beberapa minggu, beberapa bulan, atau beberapa tahun? bisa-bisa aku kehilangan satu persatu anggota tubuhku."
Dalam kebisuannya Yu-nian terus memikirkan cara untuk kabur dari kediaman jenderal, rumah megah begitu besar, entah ada berapa kamar dan ruangan apa saja. Namun Yu-nian harus tahu benar rumah yang sekarang dia tempati. Jika dia ingin melarikan diri dia harus tahu situasi tempatnya.
Dengan lembut Feng Shiyan meletakkan Yu-nian di ranjang. "Pelayan akan membantumu untuk mandi." salah satu tangannya mengelus lembut kepala Yu-nian kemudian ia pergi.
"Dasar serigala berumur, Sebenarnya dia itu siapa sih? masa ada pria seperti dia, mempunyai banyak musuh, tidak segan-segan membunuh lagi.. Entah yang di serang itu masih hidup atau mati? waduh kalau para penjahat itu mencarinya berarti aku jadi janda dong?" tiba-tiba Yu-nian menyimpulkan pemikirannya sendiri.
"Nyonya." Panggil salah satu pelayan.
"Hemm..," jawabnya. Yu-nian begitu menikmati pijatan lembut dari beberapa pelayan yang membantunya.
"Nyonya benar-benar sangat beruntung, tidak banyak wanita yang mampu mendekati tuan besar. Sekarang Nyonya menjadi istrinya jenderal, beruntung sekali anda..," ucap salah satu pelayan. Entah itu sebuah pujian atau cemoohan namun Yu-nian tidak ingin menghiraukan hal itu.
"Pria seperti dia itu pasti mempunyai banyak wanita, entah wanita simpanan, wanita malam atau wanita-wanita yang lainnya." tiba-tiba Yu-nian mengatakan hal itu.
"Tapi.. jenderal itu tipe pria yang sangat dingin, dia tidak pernah sekalipun dekat dengan seorang wanita." jawab salah satu pelayan kembali.
"Kalau dia tidak dekat dengan wanita lain.. apa mungkin kalau Tuan kalian itu pria tidak benar?" Yu-nian langsung duduk menatap tiga pelayan wanita.
Tiga pelayan wanita itu nampak tersenyum, ternyata istri jenderal mereka itu benar-benar sangat lucu. perkataannya sangat berbeda dengan jenderal mereka, kalau majikan mereka kata-katanya begitu tajam, tidak pernah bergurau bahkan terkesan dia begitu dingin dan angkuh.
"Tidak, Nyonya. jenderal itu adalah pria normal yang tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Walaupun banyak wanita yang mencoba mendekatinya, tapi tidak ada satu wanita pun yang mampu meluluhkan nya. Namun sangat berbeda dengan nyonya." ucap salah satu pelayan kembali.
Kalau dilihat dari kata-kata yang dia ucapkan oleh salah satu pelayan.. kelihatan sekali kalau pelayan itu memiliki perasaan kepada Feng Shiyan.
"Oh ya, setelah mandi bawa aku jalan-jalan ke seluruh rumah ini ya, Aku mau melihat apa saja yang ada di rumah ini."
Dengan semangat menggebu Yu-nian akan mulai menjelajahi seluruh ruangan demi ruangan, dia harus mengetahui situasi tempat itu agar bisa melarikan diri. Kalau tidak mempunyai rencana mungkin kabur aja akan susah, apalagi dia tahu kalau Feng Shiyan dan anak buahnya itu tipe orang yang mungkin kejam.
*Ruang pribadi"
Di dalam ruang pribadi yang ada di rumah, Feng Shiyan, ia meminta Fu Tian dan Ren Fen untuk mencari tahu mengenai orang-orang yang sudah menyerangnya. "Berani sekali mereka melakukan hal itu padaku, sekarang Kalian cari tahu siapa dalang dibalik penyerangan ini. Tak ada kata tidak, kalian harus mendapatkan mereka semua. Berani sekali mereka menyerang ku di saat aku bersama istriku!!" dengan sangat murka Feng Shiyan meminta Fu Tian dan Ren Fen dua anak buah kepercayaannya untuk mencari dalang penyerangan tadi.
"Baik, jenderal." jawab Fu Tian.
Fu Tian." Panggil Feng Shiyan.
"Ya, jenderal." jawab Fu Tian yang hendak pergi.
"Kamu kerahkan anak buahmu untuk berjaga di rumah ini, minta kepada seluruh anak buahmu untuk memantau seluruh pergerakan istriku." pinta Feng Shiyan yang terlihat memikirkan sesuatu.
"Apakah ada yang terjadi, jenderal?" tanya Fu Tian.
"Heh..," Feng Shiyan nampak tersenyum. "Tidak apa ada apa-apa, kamu lakukan saja perintahku tanpa bertanya." jawabnya. dalam hati Feng Shiyan yakin kalau istrinya mencari cara untuk kabur dari rumah, karena itu dia lebih memilih memperketat penjagaan di kediamannya.
Karena hari sudah sedikit sore, Yu-nian yang dari tadi berjalan-jalan dengan beberapa pelayan, nampak dia sudah capek mengelilingi rumah itu. Belum sepenuhnya berkeliling kedua kakinya sudah sangat kesal.
"Aku menyerah deh, kalau kabur nggak usah lihat-lihat rumah ini. Belum setengah jalan aja kakiku sudah capek, mending langsung kabur daripada memikirkan rencana yang berbelit-belit." gumannya dalam hati sembari terus menatap rumah besar itu.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Feng Shiyan saat melihat Yu-nian ada di taman.
"Cuma lagi jalan-jalan aja, memangnya nggak boleh ya?"
"Ya boleh saja, siapa bilang tidak boleh. Sekarang ini adalah rumahmu, jadi kamu bebas melakukan apapun."
"jenderal." Panggil salah satu pelayan.
"Ya." jawab Feng Shiyan.
"Tuan, barang yang kemarin anda minta semuanya sudah tidak ada." dengan sedikit ketakutan pelayan itu mengatakan informasi yang dia dapatkan dari salah satu tokoh.
"Bagaimana bisa barang itu tiba-tiba tidak ada, aku sudah bilang kan barang itu sudah aku bayar. Aku pemiliknya jadi kenapa sampai tidak ada." suara Feng Shiyan tidak keras. namun dari perkataan yang dia ucapkan para pelayan tahu kalau pria itu sedang marah.
"Memangnya barang apa?" tanya Yu-nian Yang penasaran.
"Tidak ada apa-apa, hanya sebuah kejutan saja." jawabnya.
"Oh begitu ya." Yu-nian sedikit menganggukkan kepalanya.
Feng Shiyan menghembuskan nafasnya dengan kasar, sesaat kemudian dia mengambil surat. "Berani sekali dia macam-macam padaku, aku sudah memesan barang itu dan seharusnya hari ini sudah dikirim." guman Feng Shiyan dalam hati. "Suruh dia menemuiku." Feng Shiyan meminta salah satu pelayan untuk menyampaikan perintah kepada salah satu anak buahnya.
"Ada apa?" tanya Yu-nian.
"Aku pergi sebentar." jawab Feng Shiyan.
"Majikan Kalian mau ke mana?" tanya Yu-nian kepada beberapa pelayan yang ada di sana.
"Tuan..," ucapnya yang tidak dilanjutkan. pelayan itu langsung menutup mulutnya ketika temannya yang menyenggol salah satu lengannya.
"Pasti ada sesuatu yang disembunyikan, kelihatannya pria itu marah banget. walaupun kata-katanya tidak terdengar keras tapi nafasnya menunjukkan kalau dia sedang marah." gumam Yu-nian dalam hati.
**Bersambung**