(PENERUS WARISAN DEWA SEASON 2)
Tiga Tahun Kemudian.
Dunia Tianyun, Alam Fana. Kerajaan Zhao.
Ini adalah sebuah dunia yang tidak memiliki konsep Qi, tidak ada kultivator yang membelah gunung, dan tidak ada dewa yang menginjak-injak langit. Ini adalah alam yang murni fana, di mana baja dan kuda adalah senjata tertinggi, dan umur seratus tahun adalah sebuah mukjizat.
Di halaman belakang Istana Kerajaan Zhao, bunga persik sedang bermekaran dengan indahnya. Angin musim semi berhembus sejuk.
Di atas hamparan tikar bambu yang mewah, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun sedang duduk diam menatap kelopak bunga yang jatuh. Wajahnya sangat tampan namun memancarkan ketenangan yang tidak wajar untuk anak seusianya. Matanya hitam pekat, sedalam lautan malam.
Ia adalah Zhao Xuan, Pangeran Ketiga dari Kerajaan Zhao.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 130: Tubuh Kaca Yin Primordial
Di sudut paling tersembunyi dari Istana Kerajaan Zhao, terdapat Paviliun Bambu Hijau. Tempat ini dikelilingi oleh formasi kedap suara tingkat tinggi, menjadikannya lokasi kultivasi yang sangat ideal.
Siang itu, Zhao Xuan sedang duduk bersila di atas tikar jerami. Di hadapannya, Putri Su Yue duduk dengan gugup. Gadis yang sebelumnya tampak seperti mayat hidup itu kini terlihat memukau; rona merah menghiasi pipinya, dan napasnya sudah mulai teratur.
Namun, suasana di dalam paviliun itu sama sekali tidak terasa damai. Suhu udara anjlok secara tidak wajar.
Di sudut ruangan, bersandar pada sebuah pilar bambu, berdirilah Xiao Mei. Sang dewi es berpakaian merah darah itu sedang mengupas sebuah apel menggunakan pisau belati kecil. Wajahnya tersenyum sangat manis, namun setiap kali belati itu mengiris kulit apel, terdengar suara srekkk tajam yang memancarkan Niat Membunuh tingkat Soul Transformation.
Srekkk... sreeekkk...
Zhao Xuan menelan ludah dengan susah payah. Keringat dingin sebesar biji jagung mengalir di pelipisnya.
"Ehem," Zhao Xuan berdehem, berusaha menjaga wibawanya sebagai Tuan Asura. Ia menatap Su Yue. "Tuan Putri, penyakit yang menyiksamu selama ini bukanlah penyakit fana. Kau memiliki Tubuh Kaca Yin Primordial. Bagi manusia fana, energi Yin murni yang terus meluap tanpa wadah ini akan membekukan organ dalammu hingga mati. Namun, di dunia kultivasi, ini adalah konstitusi surgawi yang bisa membuatmu menjadi penguasa elemen es dalam waktu singkat."
Su Yue membelalakkan mata indahnya, menatap Zhao Xuan dengan penuh kekaguman. "Pangeran Ketiga... apakah itu berarti saya bisa berlatih seperti para dewa yang terbang di langit?"
"Benar," Zhao Xuan mengangguk. "Namun, energi Yin-mu saat ini bocor dan memancarkan aroma manis yang menarik perhatian monster dari Alam Iblis. Aku harus mengajarimu Seni Teratai Bulan Beku untuk mengunci meridianmu. Untuk itu, aku harus memandu aliran Qi-mu."
Mendengar itu, Su Yue mengangguk patuh. Wajahnya memerah malu saat ia membalikkan badannya, memunggungi Zhao Xuan.
"P-Pangeran Ketiga boleh menyentuh punggung saya untuk memandu Qi-nya. Saya sudah siap," cicit Su Yue dengan suara pelan. Di dunia kultivasi, seorang guru memang harus menempelkan telapak tangannya ke punggung murid untuk menyalurkan energi secara langsung.
Zhao Xuan perlahan mengangkat tangan kanannya.
TUK.
Pisau belati Xiao Mei tiba-tiba menancap dalam di pilar bambu, membelah kayu keras itu menjadi dua.
Xiao Mei menoleh. Matanya yang berwarna zamrud memancarkan kilatan es neraka. Senyumnya melebar hingga terlihat sangat indah namun mengerikan.
"Tuan Asura..." suara Xiao Mei mengalun merdu seperti nyanyian malaikat maut. "Apakah Tuan merasa tangan kanan Tuan terlalu berat? Jika Tuan merasa lelah, Mei'er bisa memotongnya sekarang juga agar Tuan lebih leluasa. Tuan tahu kan... Mei'er sangat ahli dalam memotong benda yang berani menyentuh apa yang bukan miliknya?"
WUSSS!
Lapisan es instan membekukan seluruh lantai bambu, berhenti tepat satu milimeter dari ujung sepatu Zhao Xuan.
Di dalam lautan kesadaran Zhao Xuan, Iblis Tua Gu Tianxue tertawa terbahak-bahak hingga guling-guling. "BWAHAHAHA! Ya ampun, Tuan! Bahkan saat Anda menghadapi Leluhur Yao, Anda tidak pernah sepucat ini! Nona Xiao Mei benar-benar pawang mutlak Anda!"
"Tutup mulutmu, Iblis Tua!" maki Zhao Xuan dalam hati, otaknya yang jenius berputar dengan kecepatan cahaya mencari jalan keluar. Ia sangat menyayangi nyawanya, dan lebih spesifik lagi, ia sangat menyayangi anggota tubuhnya.
"Ah, Tuan Putri Su Yue, kau salah paham," ucap Zhao Xuan tiba-tiba, menarik tangannya kembali dengan kecepatan yang jauh melampaui batas Core Formation. Ia menyembunyikan tangannya di dalam lengan jubah dengan rapi.
Su Yue menoleh dengan bingung. "Eh? Bukankah Pangeran harus menyentuh punggung saya?"
"Itu adalah metode dari Benua Tengah," jawab Zhao Xuan dengan wajah datar penuh wibawa, meski matanya diam-diam melirik Xiao Mei. "Guru sejati tidak perlu menyentuh muridnya untuk memandu Qi. Sentuhan fisik itu terlalu... primitif. Aku memiliki metode yang lebih elegan."
Seketika, Niat Membunuh di ruangan itu menguap. Xiao Mei kembali tersenyum cerah dan penuh kelembutan, mencabut belatinya dari pilar bambu dan mulai memakan apelnya dengan anggun. "Tuan memang pria yang paling terhormat di seluruh dunia. Lanjutkanlah, Sayang."
Zhao Xuan menghela napas lega yang sangat panjang.
"Tutup matamu, Su Yue," perintah Zhao Xuan.
Gadis itu memejamkan mata. Zhao Xuan memusatkan pikirannya. Alih-alih menyentuh gadis itu, mata hitam Zhao Xuan memancarkan kilatan biru kehampaan.
Roda Bintang Kedua: Retakan Dimensi Ruang.
Sihir manipulasi ruang tingkat kosmik sebuah kemampuan luar biasa langka yang biasanya digunakan untuk merobek dimensi dan menghancurkan jantung musuh dari jarak jauh kini digunakan Zhao Xuan hanya untuk... memijat meridian seorang gadis dari jarak jauh agar "istrinya" tidak mengamuk.
Zhao Xuan memanipulasi koordinat ruang di udara kosong. Di dalam tubuh Su Yue, tanpa ada sentuhan fisik apa pun di kulitnya, energi spasial Zhao Xuan secara presisi menekan titik-titik meridian Yin di Dantian gadis itu.
"Ugh..." Su Yue mengerang pelan, merasakan aliran hangat (yang sebenarnya adalah gesekan dimensi) membuka blokade di jalur energi darahnya.
"Bernapaslah sesuai ritme yang kuajarkan. Hisap energi dingin dari sekitarmu, putar di bawah pusarmu, lalu kunci," pandu Zhao Xuan.
Dalam waktu kurang dari setengah jam, sebuah keajaiban terjadi. Tubuh Su Yue yang tadinya memancarkan hawa dingin tak terkendali perlahan menyerap kembali seluruh energi es di ruangan itu. Di dalam Dantian fana-nya, sebuah Inti Qi berwarna biru pucat mulai terbentuk. Ia telah melompat dari manusia biasa fana langsung ke tahap Foundation Establishment (Pembentukan Fondasi) awal berkat dorongan Yin Primordial-nya yang terbuka!
Aroma manis yang mengundang iblis itu akhirnya tertutup rapat di dalam inti tersebut.
Su Yue membuka matanya. Ia mengepalkan tangannya dan merasakan kekuatan spiritual mengalir di nadinya. Ia tidak merasa kedinginan lagi; sebaliknya, elemen es itu kini tunduk padanya.
"Pangeran Ketiga... Anda... Anda benar-benar dewa penyelamat saya!" Su Yue berbalik dan langsung bersujud di depan Zhao Xuan, air mata haru menetes dari wajahnya. "Su Yue bersedia menjadi pelayan Anda, melayani Anda seumur hidup sebagai balas budi!"
Gadis itu dengan polosnya bergerak maju, berniat memeluk kaki Zhao Xuan sebagai tanda pengabdian.
BAM!
Tiba-tiba, sebuah dinding es setebal satu meter terbentuk tepat di antara Su Yue dan Zhao Xuan.
Xiao Mei melangkah maju, senyumnya kini benar-benar tertutup oleh aura dewi kematian. Ia menunduk menatap Su Yue.
"Tuan Putri Kerajaan Su," suara Xiao Mei sangat merdu namun sangat mematikan. "Tuan Asura tidak membutuhkan pelayan tambahan untuk hal-hal yang 'sifatnya melayani'. Aku adalah pelindungnya, pelayannya, dan calon pendampingnya. Kau boleh memanggilnya Guru, kau boleh berterima kasih padanya. Tapi jika kau berani menyentuh sehelai rambutnya..."
Xiao Mei menyentuh dinding es itu, dan dinding itu seketika hancur menjadi serpihan debu salju.
"...aku akan memastikan Dantian barumu itu membeku bersama jiwamu."
Su Yue menelan ludah, seluruh tubuhnya gemetar ketakutan melihat wanita berpakaian merah yang jauh lebih menakutkan dari monster mana pun yang pernah ia bayangkan. Ia langsung mengangguk dengan cepat. "S-Saya mengerti, Kakak Senior! Saya hanya akan memanggilnya Guru! Tidak lebih!"
Melihat gadis itu tahu batasan, Xiao Mei kembali tersenyum hangat. Ia berjalan ke arah Zhao Xuan, merapikan kerah jubah pemuda itu dengan penuh kasih sayang, lalu mengecup pipi Zhao Xuan dengan lembut.
"Mei'er hanya membantu mendidik murid baru Tuan agar tahu tata krama. Tuan tidak marah kan?" bisik Xiao Mei manja.
Zhao Xuan, hanya bisa mengangguk kaku layaknya patung batu. "T-Tentu saja tidak. Kerjamu bagus, Mei'er."
Aroma Yin Primordial milik Su Yue memang telah ditutup dan dikunci oleh Zhao Xuan. Namun, aroma itu sempat bocor selama beberapa jam saat ia tiba di pesta ulang tahun semalam.
Di kedalaman Alam Iblis (Demon Realm), di mana langit berwarna ungu memar dan sungai-sungai mengalirkan darah mendidih.
Di atas singgasana yang terbuat dari ribuan tulang punggung Naga Sejati, sesosok entitas raksasa perlahan membuka matanya. Keenam sayap hitamnya yang compang-camping terbentang, menciptakan badai yang meruntuhkan gunung-gunung di sekitarnya.
Ia adalah Raja Iblis Xue Sha (Raja Iblis Pembantai Darah), salah satu dari Tujuh Raja Iblis Primordial, dengan kultivasi di Nirvana Puncak.
Xue Sha mendengus, mencium sisa residu ruang angkasa.
"Bau ini... Tubuh Kaca Yin Primordial," suara Xue Sha menggema, memecahkan gendang telinga jutaan iblis yang berlutut di bawah singgasananya. "Itu bukan berada di Alam Dewa. Itu berada di... dunia fana? Di kordinat yang sama tempat Jenderal Ba-Ghul dan ratusan elitku musnah lima tahun lalu."
Mata Xue Sha memancarkan kegilaan yang haus darah. Tumbal Yin Primordial adalah kunci tercepat untuk membangkitkan Leluhur Darah. Jika ia bisa mempersembahkan gadis fana itu, ia akan menjadi tangan kanan sang Leluhur.
"Kirimkan Tiga Utusan Bencana," perintah Xue Sha. "Buka paksa retakan dimensi menuju dunia fana itu. Aku tidak peduli jika hukum alam Tianyun menolak kita. Jika ada 'monster tak kasat mata' yang bersembunyi di sana..."
Xue Sha mencengkeram lengan singgasananya hingga tulang naga itu retak.
"...maka robek langit dunia itu dan seret monster itu ke hadapanku. Aku akan turun tangan sendiri ke dunia fana."