NovelToon NovelToon
DINIKAHI MANTAN MERTUA

DINIKAHI MANTAN MERTUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

Dunia Andini Kharisma Sulistia (21 tahun) runtuh seketika saat kecelakaan maut merenggut nyawa suaminya, Keenan Adiwijaya. Di tengah duka yang masih basah, Andini harus menghadapi kenyataan pahit tanpa sosok pendamping. Namun, hadirnya Farhady Sastranegara (41 tahun) membawa kebimbangan baru.
​Farhady bukanlah orang asing; ia adalah mantan ayah mertua yang ternyata hanyalah ayah sambung Keenan. Meski tak ada ikatan darah, lamaran Farhady memicu badai emosi dan stigma sosial yang tajam. Terjebak antara kesetiaan pada mendiang suami dan kasih sayang tulus Farhady, Andini harus menentukan arah hatinya dalam balutan dilema cinta yang rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai Fitnah

​Udara Bandung yang biasanya menyejukkan, kini terasa gerah dan mencekik bagi Farhady. Di atas meja kerjanya yang luas, sebuah kartu undangan mewah dengan embossing emas dan aroma parfum mahal tergeletak angkuh. Magdalena akhirnya menikah. Wanita itu memilih seorang pengusaha asal Singapura dan melangsungkan pesta megah di sebuah hotel mewah di Jakarta akhir pekan ini. Sebuah langkah final yang menegaskan bahwa masa lalu benar-benar telah menutup pintunya bagi Farhady.

​Namun, alih-alih merasa lega, Farhady justru merasa kian terpojok. Sejak kabar rencana pernikahannya dengan Andini bocor ke telinga keluarga besar dan lingkungan bisnisnya, dunia seolah berubah menjadi tempat yang sangat kejam. Ia tidak lagi dipandang sebagai pengusaha berwibawa, melainkan sebagai objek cemoohan di balik punggungnya.

​Di kantor, bisik-bisik itu terdengar seperti desis ular. Staf-staf yang dulu menunduk hormat, kini sering tertangkap basah sedang berbisik-bisik di pantry sambil melirik ruangannya.

​"Bayangkan saja, sudah bau tanah masih saja 'mengincar' menantu sendiri," bisik seorang staf administrasi kepada rekannya.

​"Iya, kasihan almarhum Keenan. Istrinya 'diambil' ayahnya sendiri. Benar-benar tidak punya urat malu," sahut yang lain dengan nada sinis yang tajam.

​Komentar-komentar sadis itu sampai ke telinga Farhady melalui sekretarisnya yang masih setia. Setiap kata seperti siraman cuka pada luka yang masih terbuka. Ia merasa mentalnya perlahan terkikis. Ia yang biasanya tangguh menghadapi fluktuasi pasar, kini merasa tak berdaya menghadapi serangan moral dari orang-orang yang bahkan tidak tahu apa-apa tentang perjuangan batinnya.

​Sementara itu, di Lembang, keadaan Andini jauh lebih memprihatinkan. Ia tetap tinggal sendirian di rumah batunya, terpisah jarak puluhan kilometer dari Farhady untuk menjaga marwah yang tersisa. Namun, pemisahan fisik itu tidak menghentikan lidah-lidah tajam para tetangga dan rekan sejawat.

​Di sekolah tempatnya mengajar, suasananya berubah menjadi dingin. Rekan-rekan guru yang dulu sering mengajaknya makan siang, kini mendadak sibuk jika ia mendekat. Orang tua murid bahkan ada yang secara terang-terangan meminta agar anak mereka tidak diajar oleh "wanita yang tidak punya etika".

​"Bagaimana bisa dia mengajarkan moral pada anak-anak kita kalau dia sendiri mau dinikahi mertuanya?" komentar seorang ibu wali murid saat menjemput anaknya di gerbang sekolah.

​Andini mendengar itu. Ia hanya bisa menundukkan kepala, mempercepat langkahnya menuju mobil dengan air mata yang sudah menggenang. Mentalnya berada di titik nadir. Keinginannya untuk bertahan demi cinta pada Farhady kian goyah saat ia merasa dunia mengucilkannya seolah-olah ia telah melakukan dosa yang paling menjijikkan di muka bumi.

​Setiap malam, Andini hanya bisa meringkuk di bawah selimut, meratapi nasibnya yang menggantung. Hubungannya dengan Farhady tidak berlanjut ke pelaminan, namun juga tidak berakhir. Mereka terjebak dalam limbo emosional yang menyiksa.

​Di sisi lain kota, Tony sedang berada dalam kegelapan informasinya sendiri. Ia tidak tahu-menahu tentang pernikahan Magdalena. Fokusnya hanya satu: menghancurkan hubungan Farhady dan Andini. Namun, melihat betapa sadisnya komentar orang-orang terhadap mereka, Tony bukannya merasa kasihan, ia justru merasa menang.

​"Biarkan saja mereka hancur oleh omongan orang," gumam Tony saat duduk di sebuah bar remang-remang. "Itu hukuman bagi mereka yang tidak tahu diri."

​Tony tidak menyadari bahwa di balik kemenangannya, ia sendiri sedang kehilangan arah. Hidupnya kian berantakan, pekerjaannya terbengkalai, dan ia kian terasing dari kenyataan. Ia tidak tahu bahwa Magdalena, wanita yang dulu sempat menjadi bagian dari lingkaran sosial mereka, kini sudah menemukan pelabuhan baru. Tony tetap terjebak dalam obsesi dan kebenciannya yang tidak berujung.

​Cindy, yang masih setia memantau Tony dari jauh, merasa ngeri melihat perubahan karakter pria itu. Ia melihat bagaimana kebencian bisa mengubah seseorang menjadi sosok yang mengerikan. Cindy juga merasa trenyuh melihat Andini dari jauh. Ia sempat melihat Andini di pasar swalayan; wanita itu tampak seperti mayat hidup, pucat dan ketakutan setiap kali ada orang yang menatapnya.

​"Kenapa cinta harus serumit ini?" bisik Cindy dalam hati. Ia ingin membantu, namun ia tahu posisinya tidak memungkinkan. Ia pun menghadapi ujiannya sendiri: mencintai pria yang sedang kehilangan akal sehatnya karena dendam.

​Ujian bagi Farhady mencapai puncaknya saat ia menghadiri sebuah pertemuan asosiasi pengusaha. Di sana, ia secara terang-terangan diabaikan oleh beberapa kolega senior.

​"Farhady, kami menghormati pencapaian bisnismu," ujar seorang pengusaha sepuh dengan nada dingin. "Tapi etika keluarga adalah cermin dari integritas seorang pemimpin. Jika di rumah tangga saja kamu melanggar batas, bagaimana kami bisa percaya padamu dalam urusan jangka panjang?"

​Farhady pulang dengan perasaan hancur. Ia tidak langsung menuju rumahnya di Setiabudi, melainkan memarkir mobilnya di pinggir jalan yang sepi. Ia menangis dalam kesunyian. Ia merasa seolah-olah seluruh dunia sedang mengeroyoknya. Ia teringat undangan Magdalena di tasnya. Magdalena sudah bahagia, sudah bebas dari semua kekacauan ini. Kenapa ia dan Andini harus terjebak dalam neraka sosial ini?

​Dilema melanda luar biasa. Farhady mulai berpikir bahwa mungkin mereka memang tidak seharusnya bersama. Mungkin benar kata orang, cinta mereka adalah sebuah kesalahan besar. Namun, setiap kali ia berniat melepaskan Andini, ia merasa jiwanya akan ikut mati.

​Andini pun merasakan hal yang sama. Gunjingan tetangga yang kian liar—bahkan ada yang menuduh mereka sudah tinggal serumah secara diam-diam—membuatnya ingin lari sejauh mungkin. Ia merasa tidak sanggup lagi mengajar. Ia merasa tidak sanggup lagi keluar rumah.

​Ujian ini begitu berat, begitu merata, dan begitu melemahkan. Pembaca akan dibuat merasakan kepedihan yang sangat dalam melihat dua manusia ini disiksa oleh opini publik yang tidak kenal ampun. Tidak ada rivalitas berdarah, tidak ada perebutan harta, hanya ada gempuran mental yang sanggup meruntuhkan gunung sekalipun.

​Malam itu, Farhady menatap langit-langit kamarnya, sementara di Lembang, Andini menatap jendela yang tertutup rapat. Mereka berdua sama-sama sedang diuji dalam kesunyian. Antara mempertahankan cinta yang dicerca atau menyerah pada kehormatan yang hampa. Kabut di Lembang malam itu seolah membawa bisikan-bisikan jahat yang kian kencang, menanti siapa yang akan menyerah terlebih dahulu di tengah badai fitnah ini.

1
ayu cantik
sukaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!