NovelToon NovelToon
Perjodohan Dengan Anak SMA

Perjodohan Dengan Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kepahiang Martin

Dia adalah Kezia Putri Ramadhan – CEO muda berusia 25 tahun yang menguasai bisnis tekstil keluarga dengan tangan besi. Hidupnya penuh dengan rapat bisnis, target penjualan, dan tanggung jawab berat hingga dia tak punya waktu untuk cinta. Namun, semuanya berubah ketika keluarga dihadapkan pada kehancuran keuangan yang hanya bisa dihindari dengan satu cara: menikahi putra keluarga Wijaya.

Yang tak disangka, calon suaminya adalah Rizky Wijaya – seorang anak SMA berusia 18 tahun yang baru saja lulus ujian masuk kampus, suka bermain game, ngemil keripik, dan masih sering lupa menyetrika baju!

Tanpa pilihan lain, mereka menjalani pernikahan yang tak diinginkan. Di rumah besar Kezia, tingkah lucu Rizky tak pernah berhenti: memasak yang malah membuat kompor berasap, menempelkan stiker kartun di laptop kerja istri, hingga menyuruh asisten perusahaan memanggilnya "Mas Rizky". Tapi bukan hanya kelucuannya yang menghiasi kehidupan mereka – rasa cemburu sang suami muda yang masih dibawa umur ju

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kepahiang Martin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEHIDUPAN BARENG YANG MENGILA

"Rumah ini akan jadi tempat tinggal kita mulai hari ini. Jangan menyentuh apa-apa di ruang kerja saya, jangan membuat keributan di malam hari, dan jangan pernah masuk kamar saya tanpa izin."

Kezia mengucapkan aturan dasar itu dengan nada dingin saat membuka pintu rumah mewahnya yang terletak di kawasan elit Palembang. Dia memasuki ruangan dengan langkah mantap, sambil melepas jasnya dan menyerahkannya ke tangan Maya yang sudah menunggu di sana. Di belakangnya, Rizky berdiri dengan wajah penuh kagum, matanya melotot melihat ukuran rumah yang lebih besar dari rumahnya sendiri.

"Kak Kezia, rumah kamu besar banget! Kayak hotel bintang lima aja!" teriaknya dengan suara riang, langsung berlari ke arah ruang tamu yang dihiasi dengan sofa kulit hitam dan televisi layar datar besar. Dia melompat ke atas sofa dengan penuh semangat, membuat sofa itu mengeluarkan suara terdengar keras.

"Jangan melompat di atas sofa!" seru Kezia dengan nada yang tetap dingin tapi sudah menunjukkan sedikit ketegangan. Tapi Rizky sudah tidak mendengarkan lagi – dia sedang mencoba menyesuaikan saluran televisi dengan cara yang sangat konyol, yaitu dengan menekan semua tombol di remote sekaligus sambil mengucapkan mantra yang dia buat sendiri.

"Krik-krik-krik... muncul aja dong saluran kartun favoritku!" ucapnya dengan mata tertutup rapat. Tak lama kemudian, layar televisi menjadi biru dan muncul tulisan NO SIGNAL. Rizky cemberut dan mencoba memukul bagian belakang televisi dengan lembut, tapi malah membuat perangkat itu goyang dan hampir terjatuh dari meja.

Kezia menghela napas panjang, menutup matanya sebentar sebelum menghadap anak muda itu. "Saya akan bekerja di ruang kerja sampai malam. Ada makanan di lemari es – tinggal panaskan saja. Jangan sentuh kompor jika kamu tidak bisa memasak dengan benar."

Dengan itu, dia berjalan ke arah ruang kerja dan menutup pintunya dengan suara terdengar. Rizky hanya mengangguk dengan polos, lalu berjalan ke dapur dengan langkah yang ceria. Dapur yang modern dan bersih dengan peralatan mahal langsung membuatnya terpana. Dia membuka lemari es dan melihat berbagai macam makanan yang sudah disiapkan, tapi matanya langsung tertuju pada bungkus mie instan yang ada di rak bawah.

"Ada mie instan! Aku suka banget sama ini!" teriaknya, langsung mengambil tiga bungkus sekaligus. Dia mencoba mencari kompor yang bisa digunakan, tapi terlalu sibuk membaca petunjuk memasak di bungkus mie sehingga tidak menyadari bahwa dia sudah menekan tombol kompor gas dengan salah. Saat dia membuka tutup kaleng minyak goreng, nyala api tiba-tiba menyala besar dari kompor yang tidak sengaja dinyalakannya, membuat minyak yang dia tuangkan melompat ke segala arah.

"Api! Ada api!" teriak Rizky dengan panik, langsung melempar kaleng minyak ke arah wastafel. Untungnya, kaleng itu hanya menyentuh ujung wastafel dan tidak pecah. Tapi minyak yang tumpah membuat lantai dapur licin, membuat Rizky terpeleset dan jatuh dengan badan menghadap ke atas. Dia mencoba berdiri kembali tapi terpeleset lagi, hingga akhirnya terpeleset ke arah kulkas dan membuat pintunya terbuka lebar.

Suara deru dan teriakan itu membuat Kezia keluar dari ruang kerja dengan wajah yang semakin dingin. Dia melihat dapur yang berantakan – minyak yang tersebar di lantai, mie instan yang tercampur dengan sayuran segar di atas meja, dan Rizky yang sedang mencoba berdiri sambil menyandar pada kulkas dengan pakaiannya yang sudah terkena cipratan minyak.

"Maaf, Kak Kezia... aku cuma mau masak makan malam buat kamu," ucap Rizky dengan suara pelan, wajahnya merah padam karena malu dan takut. Dia bahkan tidak menyadari bahwa ada sepotong bawang putih yang menempel di rambutnya.

Kezia hanya menatapnya sebentar sebelum mengambil kain lap dari lemari. "Jangan pernah memasak lagi tanpa pengawasan. Sekarang bersihkan diri kamu dan ganti baju. Saya akan memanggil tukang kebersihan untuk membersihkan dapur ini."

Rizky mengangguk dengan cepat dan berlari ke kamar mandi yang sudah disiapkan untuknya. Namun saat dia melewati ruang tamu, dia melihat laptop Kezia yang terbuka di atas meja kerja samping sofa – layarnya menampilkan presentasi penting untuk rapat besok pagi. Matanya yang penuh rasa penasaran langsung bersinar.

"Wah, presentasi kerja Kak Kezia ya? Bisa aku bantu cantikin aja deh," ucapnya dengan senyum ceria, lalu duduk di depan laptop dan mulai mencari aplikasi yang bisa digunakan untuk menambahkan stiker. Dia menemukan aplikasi pengedit gambar dan langsung mulai menempelkan berbagai macam stiker karakter kartun favoritnya – dari kucing lucu hingga robot warna-warni – ke setiap slide presentasi. Bahkan dia menambahkan tulisan "KEREN ABIS!" dengan font warna kuning cerah di bagian sampul presentasi.

Setelah merasa puas, dia menutup laptop dengan senyum puas dan pergi ke kamar mandi dengan hati yang lega. Dia berpikir bahwa Kezia akan senang dengan hasil kerjanya yang membuat presentasi jadi lebih "menarik".

Keesokan paginya, Kezia bangun lebih awal seperti biasa untuk mempersiapkan rapat penting dengan klien besar dari Jakarta. Dia masuk ke ruang tamu dengan secangkir kopi di tangan, siap menyelesaikan beberapa bagian presentasi yang belum selesai. Namun saat dia membuka laptopnya, wajahnya yang biasanya dingin langsung berubah menjadi sangat tegas.

Setiap slide presentasi yang sudah dia susun dengan cermat selama seminggu penuh dengan stiker kartun yang tidak pantas. Di slide tentang laporan keuangan, ada stiker kucing yang sedang memegang uang kertas. Di slide tentang rencana ekspansi bisnis, ada robot yang sedang berlari dengan tas kerja di pundaknya. Dan di bagian sampul, tulisan besar "KEREN ABIS!" membuatnya hampir menjatuhkan cangkir kopinya.

"RIZKY!" seru Kezia dengan suara yang lebih keras dari biasanya. Suaranya begitu keras sehingga membuat burung yang ada di kebun belakang terbang terkejut.

Rizky yang baru saja bangun dan sedang memakai baju tidur karakternya berlari keluar dengan cepat. Dia melihat wajah Kezia yang sangat marah dan layar laptop yang penuh dengan stiker, lalu tersenyum dengan polos. "Bagus kan, Kak Kezia? Aku kasih tambah dekorasi biar presentasinya nggak membosankan!"

Kezia menutup matanya sebentar, mencoba mengendalikan emosinya yang hampir meledak. "Itu adalah presentasi untuk klien terbesar kita! Mereka akan berpikir perusahaan kita tidak profesional sama sekali!" ucapnya dengan nada yang dingin tapi penuh dengan kemarahan yang tertahan.

Rizky akhirnya menyadari bahwa dia telah membuat kesalahan besar. Wajahnya yang ceria langsung berubah menjadi sedih, matanya mulai berkaca-kaca. "Maaf... aku tidak tahu itu penting. Aku cuma mau bantu aja..." ucapnya dengan suara gemetar, lalu langsung berlari ke kamar dan mengunci pintunya dari dalam.

Kezia hanya berdiri dengan terpaku, melihat laptop yang sudah rusak "dekorasinya". Maya yang datang dengan membawa sarapan langsung terkejut melihat kondisi bosnya. "Bu Kezia, apa yang terjadi?" tanya dia dengan suara pelan.

"Tidak apa-apa. Saya akan membuat presentasi baru dari awal. Tolong hubungi klien dan katakan bahwa rapat akan ditunda satu jam," ucap Kezia dengan nada yang kembali menjadi dingin. Dia mulai bekerja dengan cepat, jari-jarinya yang ramping bergerak dengan cepat di atas keyboard. Namun di tengah kesibukannya, dia tidak bisa menghilangkan pemikiran tentang wajah sedih Rizky yang baru saja dia lihat.

Setelah selesai membuat presentasi baru dan berhasil menjalankan rapat dengan lancar, Kezia pulang ke rumah saat matahari mulai menghilang. Dia melihat pintu kamar Rizky yang masih terkunci, dan mendengar suara musik yang agak keras dari dalam. Dia mengetuk pintu dengan lembut. "Rizky, buka pintunya. Saya mau bicara."

Tak ada jawaban dari dalam. Suara musik malah menjadi semakin keras. Kezia menghela napas dan mencoba mengetuk lagi dengan lebih keras. "Rizky, sekarang juga buka pintunya!"

Akhirnya pintu terbuka perlahan. Rizky muncul dengan wajah yang sedikit merah karena menangis, rambutnya acak-acakan, dan dia sedang memakai topi baseball yang terbalik. Di tangannya, dia membawa sebuah kotak kecil yang terbungkus dengan kertas kado yang tidak rapi.

"Aku sudah bikin ini buat kamu... maaf kalau presentasinya jadi rusak," ucapnya dengan suara pelan, lalu memberikan kotak itu ke tangan Kezia.

Kezia membuka kotak itu dengan hati-hati. Di dalamnya ada sebuah boneka rajutan yang menyerupai dirinya – mengenakan jas hitam dengan rambut yang disusun rapi, dan wajahnya yang dibuat dengan sangat cermat. Di samping boneka, ada surat kecil yang ditulis dengan tulisan tangan yang agak acak.

"Maaf Kak Kezia. Aku tau aku sering salah dan bertingkah konyol. Tapi aku benar-benar mau jadi suami yang baik buat kamu. Aku belajar rajutan dari nenek aku biar bisa bikin sesuatu yang kamu suka. Semoga kamu tidak marah lagi ya. – Rizky"

Kezia menatap boneka itu dengan ekspresi yang sulit ditebak. Wajahnya yang biasanya dingin seolah mulai mencair sedikit. Dia melihat Rizky yang berdiri dengan wajah penuh harapan, dan tiba-tiba menyadari bahwa di balik tingkah lucu dan cerobohnya, anak muda itu memiliki hati yang tulus dan peduli.

"Tidak apa-apa. Presentasinya sudah selesai dengan baik," ucap Kezia dengan nada yang lebih lembut dari biasanya. Dia bahkan merentangkan tangannya dan menepuk kepala Rizky dengan lembut. "Tetapi dari sekarang, jangan pernah menyentuh laptop kerja saya lagi, ya?"

Rizky langsung tersenyum lebar, matanya yang masih merah karena menangis kini bersinar kembali. "Baik, Kak Kezia! Janji aku! Oh iya, aku juga sudah belajar masak dari video YouTube lho! Besok aku akan masak telur ceplok yang benar-benar matang!"

Kezia hanya bisa menghela napas dengan senyum tipis yang hampir tidak terlihat. Siapa sangka bahwa hidup barunya dengan suami muda yang bertingkah konyol ini akan membawa kejutan yang dia tidak pernah duga? Dan apakah ini adalah awal dari sesuatu yang lebih dalam dari sekadar perjanjian perkawinan?

1
M ipan
sepertinya begitulah kak😁
rinn
ganti judul aja thor
M ipan: apa tu...?
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Udah kelakuan kayak anak kecil, seperti pria gak normal.aja..
Qaisaa Nazarudin
Jangan jadi Pebinor ya,Itu cewek udah punya Suami,kamu aja yg pengecut,udah jadi isteri orang baru mau bertindak,Jangan Mentang2 Suaminya bocah kamu ambil kesempatan..
M ipan
sabar💪
Qaisaa Nazarudin
Duh jadi terharu,Nikah baru hitungan hari udah dapat hadiah aja dari.Misua,Lha apa kabar dengan ku yg udah punya buntut banyak,tapi belum pernah dapat hadiah..
Qaisaa Nazarudin
Terlalu muda apanya?? Udah 18 Tahun juga,Biasanya dinovel2 Sultan yg ku baca masih SMP aja udah diajarin bisnis, SMA udah pegang satu perusahaan,lha ini malah gak tau apa-apa..😁
Qaisaa Nazarudin
Kasian Kezia,capek2 mempersiapkan semuanya malah hancur gitu aja..
Qaisaa Nazarudin
Hadeeuuhh kenapa Perannya jadi kebalik gini.udah ratusan novel yang aku baca,aku belom pernah ketemu alur yg kayak gini,Ngakak juga kesel bacanya,gimana gitu ya,rasa nano nano gitu..😅😅😅
M ipan: 🤣🤣 cari inspirasi baru
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Yasalam..Disuruh Mandi bukannya langsung pergi...Malah nambah masalah lagi..🤦🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Berarti Kezia kaya dong,kalo gitu ngapain harus Nikah utk menutupi hutang perusahaan? Mending jual aja Mension ini utk menutup hutang,dan beli rumah minimalis utk sementara kan bisa..
M ipan: mungkin dia lelah🤭
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Kenapa situasi nya seakan terbalik,masak dan nyetrika kan kerjaannya cewek, kenapa malah kamu Rizky? wkwkwkwwk Rizky ini lekaki Normal kan? maksudnya gak sakit sindrom2 gitu kan?
M ipan: dia agak agak kak kena🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!