Rayyan sangat risih saat gadis yang mengejarnya mengaku sebagai sahabat masa kecilnya di taman kanak-kanak, oh my god mimpi buruk apalagi di kampus yang elit ini sampai-sampai bertemu dengan gadis yang tak jelas itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21) DILAMAR
Lautan biru yang mengkilap di tepi pantai Sanur menyaksikan bagaimana dua sosok duduk bersandar pada batu besar yang hangat karena paparan matahari. Sea Anastasia menatap ombak yang terus menerus menyapa pantai, jari-jarinya secara tidak sengaja memutar rantai kecil yang selalu ia kenakan di leher—rantai yang dulu diberikan oleh Rayyan Adiwijaya sebelum segala sesuatu berantakan.
“Sudah tiga tahun, Sea,” ucap Rayyan yang berdiri di belakangnya, suara nya lembut namun penuh makna. Ia telah menunggu saat ini dengan sabar, setelah harus menghadapi konsekuensi dari kesalahan masa lalunya.
Sea menoleh perlahan, mata nya masih sedikit merah karena ingatan yang masih menghantui. “Tiga tahun yang penuh dengan kebohongan dan kesalahpahaman, Rayyan. Bagaimana aku bisa begitu saja melupakannya?”
Rayyan mendekat dan duduk di sebelahnya, tidak berani menyentuhnya namun tetap menjaga jarak yang dekat. “Aku tidak pernah mengharapkan kamu melupakannya dengan mudah. Aku hanya berharap kamu memberi aku kesempatan untuk memperbaiki semua yang salah. Amara… dia bukan apa-apa bagiku. Itu semua karena tekanan dari orang tuaku yang ingin aku menikahi anak dari teman bisnis mereka.”
Sea menghela napas dalam-dalam. Ia tahu bahwa Rayyan tidak pernah mencintai Amara, namun saat itu, ketika ia menemukan keduanya dalam situasi yang salah kaprah di kamar hotel, dunia nya seolah runtuh. Ia pergi tanpa berkata apa-apa, pindah dari Jakarta ke Bali dan membuka usaha warung makan kecil yang menjual masakan khas daerahnya.
“Kamu tahu kan, aku hampir tidak mau kembali ketika kamu datang menemukanku tiga bulan yang lalu?” ucap Sea sambil mengusap ombak yang menyentuh kaki nya.
“Ya, aku tahu. Dan aku akan terus datang sampai kamu bersedia mendengarkan aku,” jawab Rayyan dengan tegas. “Aku telah membatalkan perjanjian dengan Amara. Orang tuaku akhirnya mengerti bahwa cinta tidak bisa dipaksakan. Mereka bahkan sudah menyampaikan maaf kepada keluargamu.”
Sea merasa dada nya terasa ringan mendengar itu. Selama ini, ia khawatir bahwa hubungan antara kedua keluarga akan terus memburuk karena peristiwa itu. Namun, kabar yang datang dari Rayyan hari ini membuat harapan kecil dalam hatinya mulai berkobar kembali.
PERJALANAN MENEMUKAN KEMBALI
Beberapa minggu setelah percakapan di pantai, Rayyan mulai sering datang ke warung makan Sea. Ia tidak hanya datang untuk makan, namun juga membantu Sea dalam mengelola usaha nya—mulai dari membantu melayani pelanggan hingga memberikan ide untuk mengembangkan menu baru.
“Sebenarnya kamu tidak perlu melakukan semua ini, Rayyan,” ucap Sea satu hari ketika mereka sedang membersihkan meja setelah hari yang sibuk.
“Tapi aku ingin melakukannya,” jawab Rayyan sambil tersenyum lembut. “Ini adalah cara untuk menunjukkan bahwa aku serius denganmu dan dengan usaha kamu. Selain itu, aku menikmati setiap detik yang bisa aku habiskan bersamamu.”
Sea merasakan wajahnya menjadi hangat. Perhatian yang diberikan Rayyan mulai membuat hatinya yang dulu terluka perlahan sembuh. Ia mulai melihat kembali sosok Rayyan yang dulu ia cintai—laki-laki yang penuh perhatian, pekerja keras, dan selalu ada di saat ia membutuhkan.
Suatu malam, setelah warung tutup, Rayyan mengajak Sea untuk berjalan-jalan ke pantai. Bulan purnama menerangi laut dengan cahaya yang indah, membuat pemandangan menjadi sangat romantis.
“Sea,” panggil Rayyan dengan suara yang sedikit gemetar karena kegembiraan dan kekhawatiran. Ia berhenti berjalan dan menghadap Sea. “Aku tidak bisa lagi menunggu. Aku ingin kamu kembali menjadi bagian dari hidupku.”
Ia mengambil sebuah kotak kecil dari saku jas nya dan membukanya, menunjukkan cincin berlian yang cantik dengan desain yang sama seperti cincin yang dulu ia berikan sebelum peristiwa buruk itu terjadi.
“Sea Anastasia,” lanjut Rayyan dengan suara yang tegas dan penuh dengan harapan. “Apakah kamu mau menjadi istri ku dan membangun kehidupan bersama ku? Apakah kamu mau mengulang kisah lama kita dan membuatnya menjadi cerita cinta yang lebih indah dari sebelumnya?”
Sea merasa hati penuh dengan kebahagiaan yang luar biasa. Dia mengangguk dengan penuh emosi, tidak bisa berkata apa-apa selain menangis bahagia. “Ya, Rayyan. Tentu saja, ehhh tunggu. kedua orang tuamu dan si Amara? " tangannya ia tarik saat Rayyan hendak memasangkan cincin.
Rayyan mengeluarkan tangan nya dan mengusap air mata di pipi Sea dengan lembut. “Aku sudah mengurus semuanya, sayang. Orang tuaku sangat mendukung kita dan bahkan sudah mengundang keluargamu untuk makan malam bersama minggu depan. Sedangkan Amara… dia sudah menemukan orang yang benar untuknya. Kamu tahu kan, dia sekarang sedang menjalin hubungan dengan teman kuliah nya yang tinggal di Surabaya. Aku pernah bertemu mereka beberapa waktu yang lalu dan melihat betapa bahagia dia.”
Sea merasa lega mendengar itu. Semua kekhawatiran yang ada dalam hatinya perlahan hilang digantikan oleh rasa bahagia yang luar biasa. Ia mengangguk lagi dan membuka tangan nya, membiarkan Rayyan memasangkan cincin di jari manis nya.
“Aku cinta kamu, Sea,” ucap Rayyan sambil mencium dahinya.
“Aku juga cinta kamu, Rayyan. Selalu saja,” jawab Sea dengan suara yang penuh emosi.
PERJALANAN MENJADI SUAMI ISTRI
Minggu berikutnya, kedua keluarga bertemu di rumah makan mewah di Malang. Sea merasa sedikit gugup ketika pertama kali bertemu orang tua Rayyan setelah lama tidak bertemu. Namun, sikap mereka yang hangat dan penuh maaf membuatnya merasa nyaman.
“Kita sungguh menyesal atas semua yang terjadi, Sea,” ucap ibu Rayyan, bu Ratna, sambil memegang tangan Sea. “Kita telah menyadari bahwa kita salah memaksakan kehendak pada Rayyan. Cinta yang sesungguhnya tidak bisa dipaksakan, dan kita melihat betapa bahagia Rayyan bersamamu.”
Ayah Rayyan, pak Hadi, juga menambahkan, “Kita berharap kamu bisa memaafkan kita dan menerima kita sebagai keluarga mu nantinya. Kita akan merayakan pernikahan kalian dengan penuh kebahagiaan.”
Sea merasa mata nya berkaca-kaca mendengar kata-kata mereka. Ia mengangguk dan berkata, “Tidak ada yang perlu dimaafkan lagi, Bu, Pak. Semua sudah berlalu dan aku hanya berharap kita bisa membangun hubungan yang baik ke depannya.”
Setelah makan malam, kedua keluarga mulai merencanakan pernikahan Sea dan Rayyan. Mereka sepakat untuk menggelar pernikahan dengan tema pantai di Bali, tempat dimana hubungan mereka kembali berkembang. Sea sangat senang karena pantai memiliki makna khusus bagi mereka berdua.
Selama masa persiapan pernikahan, Amara datang mengunjungi Sea di warung nya. Sea merasa sedikit terkejut, namun tetap menyambut nya dengan hangat.
“Sea, aku datang untuk mengucapkan selamat,” ucap Amara dengan senyuman tulus. “Aku tahu bahwa dulu kita memiliki masalah, tapi aku berharap kita bisa menjadi teman. Rayyan adalah orang yang baik dan aku tahu dia akan mencintaimu dengan sepenuh hati.”
Sea merasa terharu mendengar kata-kata Amara. Ia menjabat tangan Amara dan berkata, “Terima kasih, Amara. Aku juga berharap kita bisa menjadi teman. Semoga kamu bahagia dengan orang yang kamu cintai.”
Setelah itu, Amara memberikan beberapa ide untuk dekorasi pernikahan dan bahkan menawarkan bantuan nya dalam mengatur acara tersebut. Sea merasa sangat bersyukur karena semua masalah yang dulu ada telah teratasi dengan baik.