NovelToon NovelToon
Takdirku Yang Tak Terduga

Takdirku Yang Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Romansa Fantasi / Iblis
Popularitas:558
Nilai: 5
Nama Author: Veela_

Aku hanya menginginkan kehidupan yang normal. Aku pikir saat aku berpindah tempat bersama ayah dan meninggalkan teman-teman lamaku, itu akan menjadi kesempatanku untuk merasakan kehidupan yang sesuai dengan apa yang aku harapkan. Namun kenyataannya, kemanapun aku pergi dan kemanapun kakiku melangkah, hal-hal "itu" akan selalu mengikutiku. Dan saat aku bertemu dengan mereka, kehidupanku mulai berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veela_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 15

Aku melewati hari-hariku dengan memupuk dendam di hatiku. Aku menjalani hidupku di temani bisikan itu. Selama seminggu penuh aku belajar bagaikan orang gila. Aku bahkan tidak menanyakan apapun soal koper uang yang di terima bibiku. Saat itu aku mulai tinggal dengan bibiku. Karena tempat tinggal lamaku dan kakak sudah di jual olehnya. Ia bilang untuk biaya perawatanku. Itu benar. Dia membawaku pulang kerumahnya. Tapi aku tahu betul mengapa dia mau merawatku sekarang. Karena rasa bersalahnya menerima uang itu.

Malam itu aku sudah putus asa. Aku sudah tidak mau lagi hidup di dunia yang tidak ada kakak. Ketika aku sudah menggantungkan kain di kamar, bisikan itu kembali muncul.

"Kamu hanya akan mati sia-sia."

"Lalu apa yang harus aku lakukan."

"Balas mereka. Bunuh mereka."

Aku merasa tertarik sesaat. Tapi bagaimana caranya?

"Datanglah ke gudang bawah tanah di sekolah kakakmu dulu."

Malam itu, tanpa berpikir panjang aku pergi kesana. Diam-diam aku masuk ke lingkungan sekolah kakakku lalu menuju gudang itu. Seperti ada yang sengaja menyiapkannya. Sebuah kertas bertuliskan "Langkah Perjanjian Iblis" sudah ada di dalam gudang itu.

Keesokan harinya. Aku pergi diam-diam lagi ke gudang itu dengan persiapan yang matang. Pisau dan lilin-lilin sudah kubawa. Dan juga kepala kambing segar yang ada di dalam tasku. Dengan air mata yang mengalir, aku melukai tanganku agar darahku keluar. Aku membuat simbol setan itu dengan darahku. Yang ada di bayanganku hanya ada kakakku seorang.

"Baphomet yang agung. Aku persembahkan tubuhku ini padamu. Berikan aku hal yang aku inginkan. Bunuh mereka yang telah menyakiti kakakku. Terimalah persembahanku ini!!!!!!!"

Iblis itu muncul dihadapanku. Aku terkulai lemas. Tapi aku tidak merasa takut akan kehadirannya. Aku menangis sejadi-jadinya. Aku menoleh kearah iblis itu. Dia menyeringai.

"Kemarilah, hambaku."

Aku mendekatinya. Tangan iblis itu menyentuh kepalaku. Lalu masuk ke dalam tubuhku.

"Mari kita bunuh mereka."

Rencana demi rencana telah ku susun rapih. Namun tepat pada kamis sore, aku memutuskan untuk melancarkan aksiku. Aku membawa kapak dan berbagai jenis pisau dalam tasku. Aku meminta iblis itu untuk membawa Yura ke gudang bawah tanah. Seperti terhipnotis, ia datang dengan sendirinya. Sejak iblis itu merasuki tubuhku, aku dengan mudahnya keluar masuk sekolah ini tanpa di ketahui siapapun. Begitu pula dengan keadaan tubuhku. Stamina dan tenagaku ikut berubah. Jauh melampaui tubuh normal manusia.

Aku mengikatnya dan menutup mulutnya. Aku menunggu malam di gudang lembab yang sudah seperti rumah kedua bagiku. Kusiram air ke wajahnya untuk membangunkannya. Saat ia terbangun, matanya terbelalak melihatku yang duduk dihadapannya. Aku menjambak rambutnya. Yura meronta-ronta. Aku tertawa di hadapannya.

"Bukankah akan lebih menyenangkan jika kakak bersamaku?"

Aku membuka ritual kembali. Aku hendak membangkitkan kakakku. Dan untuk itu di butuhkan sebuah persembahan kepada baphomet. Dan persembahan pertama yang ku berikan adalah wanita jahat itu. Aku meraih kapak yang aku bawa tadi pagi.

"Baphomet yang agung. Terimalah persembahanku ini."

'Crat'

Cipratan darah mengenai seluruh tubuhku. Darah itu mengalir ke simbol yang aku buat. Kepala Yura yang terlepas ku angkat tinggi-tinggi.

"Kakak! Lihat!! Wanita itu sudah mati!! Hahaha."

Bayangan hitam menghampiri tempatku berdiri satu demi satu. Semakin banyak. Dan banyak lagi. Sampai akhirnya membentuk sosok kakakku. Ia berdiri di hadapanku.

"Bagus adikku. Kakak menyukainya."

Aku meraih pisau yang ada di dalam tasku. Rasanya belum puas. Aku menduduki tubuh yang sudah tidak berkepala itu. Kutusuk-tusuk tubuh yang masih hangat itu. Darahnya menyiprat dan mengalir keluar dari tubuhnya. Sensasi itu... Aku sangat menyukainya. Di pojok yang lain, sosok yang menyerupai kakakku tengah menggerogoti kepala Yura dengan begitu lahapnya.

"Hahaha."

Dan aku kehilangan kesadaranku. Pembunuhan pertamaku di usiaku yang menginjak 14 tahun.

Pagi pun datang. Mayat wanita jahat itu telah menghilang entah kemana. Bahkan tubuhku sudah tidak ada bekas cipratan darah. Yang tersisa hanyalah pakaiannya saja. Aku tertawa lagi. Ternyata, yang bisa mengabulkan permintaanku hanyalah Baphomet.

Hari berikutnya keadaan sekolah mulai kacau karena hilangnya Yura. Putri dari keluarga konglomerat. Berita di tv dipenuhi dengan pencariannya. Aku hanya tertawa geli. Aku melanjutkan hidupku selama dua tahun dengan membunuh teman-teman Yura sebagai target berikutnya tanpa di ketahui siapapun. Karena setiap membunuh, anehnya... Jasad mereka hilang entah kemana. Dan aku selalu tidak sadarkan diri setelah membunuh mereka semua.

Aku pikir balas dendamku telah usai. Namun setiap kali aku mencoba mengakhiri hidupku, aku tidak bisa. Baphomet dalam diriku selalu menghalangiku. Dan setiap kali aku ingin mengakhiri hidupku, kepalaku merasakan sakit yang luar biasa sakit. Tapi sakitnya bahkan tidak bisa membunuhku. Dan akhirnya aku tetap melanjutkan hidupku dan memutuskan masuk ke sekolah yang sama dengan mendiang kakakku.

Awalnya aku hanya ingin tahu kondisi sekolah setelah banyaknya pembunuhan yang ku lakukan pada muridnya. Namun siapa sangka, fakta mengejutkan aku dapatkan setelah aku menginjakkan kakiku di sekolah ini.

Yang aku tahu, Direktur Jang hanya mempunyai satu anak yaitu Yura. Tak disangka, ada anak lain yang kini bersekolah dan mengaku sebagai putri lain dari Direktur Jang. Aku hanya tertawa lucu saat mengetahui fakta itu. Namun yang lebih lucunya lagi, karakter mereka berdua sama saja.

Aku mengintai anak lain Direktur Jang itu. Sifatnya tidak jauh berbeda dari wanita jahat yang ku bunuh. Saat itu aku berada di sebelah toilet tempat anak baru itu dikurung. Aku hanya tertawa saat mendengar mereka menyiksa anak baru hanya karena Mark lagi. Apa yang membuat Mark begitu istimewa hingga di gilai wanita sampai seperti itu?

Namun, wanita yang di rundung itu menyadari keberadaanku. Anehnya, ketika aku dekat dengan wanita itu aku seperti langsung terintimidasi oleh aura yang keluar dari tubuhnya. Awalnya aku tidak begitu memperhatikannya. Namun dirinya membuatku penasaran setengah mati. Dan kebetulan Mark begitu tertarik padanya. Tidak. Aku menyadari bahkan ada orang lain yang tertarik padanya.

Malam-malam berikutnya, bisikan itu semakin sering aku dengar.

"Apa kau puas dengan hanya kematian mereka?"

Rasanya kepalaku mau pecah mendengarnya. Aku mengambil racun yang ada di laci di sebelah tempat tidurku yang memang sebenarnya sudah ku siapkan untuk aku minum. Namun saat aku hendak melakukannya, Baphomet malah marah padaku.

"Bunuh wanita itu."

Baphomet yang merasuki tubuhku mengamuk dan melempar racun di tanganku lalu menghancurkan seluruh isi kamarku dengan tubuhku ini. Aku hampir tidak bisa mengendalikannya. Aku sempat berpikir, apakah perasaan senang saat membunuh mereka bukanlah perasaanku?

"Perjanjian sudah tidak bisa di akhiri. Kau harus mengumpulkan persembahan yang aku inginkan. Ini belum selesai. Belum selesai."

Pikiranku mulai kacau. Ingatan saat bibiku menerima koper uang terlintas di kepalaku. Kepalaku mulai terasa sakit lagi. Dan tubuhku hampir tidak bisa menahannya. Aku berjalan dengan tertatih menuju meja rias untuk mencari obat yang biasa ku taruh di laci. Aku mulai menggunakan obat-obatan karena obat dokter manapun tidak mempan menyembuhkan sakit kepala ini. Saat mataku tidak sengaja melihat ke cermin. Aku melihat sosok diriku yang telah berubah menjadi Baphomet yang aku sembah. Aku menyeringai.

"Ya. Kini aku adalah kau."

Ketika aku menerima takdir itu, di situ aku sudah menyadarinya. Bahwa sebenarnya saat aku mempersembahkan diriku, aku sudah mati. Saat aku menyadarinya, kepalaku tidak terasa sakit lagi. Aku menerima Baphomet menyerap jiwaku untuk mengambil alih tubuhku. Tapi sepertinya hal itu perlu waktu.

Malam itu hujan turun lebat. Gemuruh petir terdengar dimana-mana seperti sedang menyambut kebangkitan Baphomet dalam diriku. Aku belum sepenuhnya di makan oleh Tuanku karena kesadaran tentang siapa diriku masih aku miliki. Aku berjalan menuju dapur. Ku ambil sebuah pisau tajam dari tempatnya.

"Bibi. Bibi. Apa bibi senang dengan uangnya?"

Aku berjalan menuju kamar bibiku. Kepalaku mendidih membayangkan bibiku yang menjual segalanya bahkan kakakku sendiri kepada konglomerat itu.

Aku melihat bibiku yang tertidur lelap di atas ranjang mahal yang baru di belinya kemarin. Aku mengambil bantal yang ada di sebelahnya. Ku bekap wajahnya dengan bantal itu. Ia meronta-ronta. Mencakar kesana-kemari mengharapkan udara.

"Hahaha."

Rasanya menyenangkan.

Setelah bibiku tak sadarkan diri, ku tusuk perut bibiku dengan pisau yang ku bawa tadi. Cipratan itu mengenai tubuhku.

"Kau menjual kakakku! Menjual rumahku! Menguras harta peninggalan orang tuaku!! Kau pantas mendapatkan ini!!! Kau pantas mendapatkannya!! Hahaha."

Aku masih terus menusuknya berkali-kali.

Aku mengelap wajahku yang terkena cipratan darah dengan tanganku.

"Aaaaaaaa."

Anak laki-laki bibi sialan itu memergokiku. Ia terjatuh di hadapanku.

"Se-sela! Apa yang kau lakukan! Jangan mendekat! Jangan mendekat!!"

Melihatnya yang ketakutan setengah mati membuatku senang. Ia pingsan.

Aku mengikatnya di kursi dan membuatnya telanjang bulat. Melihatnya yang tidak berdaya membuatku bergairah. Ia pun tersadar. Matanya terbelalak saat melihatku. Entah itu karena pisau yang aku pegang atau mayat ibunya yang tergeletak di kasur atau karena wajahku yang berlumuran darah? Aku tidak tahu.

"Sela. Sela."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!