NovelToon NovelToon
Terpikat Pesona Om Duda Dingin

Terpikat Pesona Om Duda Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Duda
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kimmy Yummy

"Menikah muda adalah jalan ninjaku!"

Bagi Keyla, gadis cantik kelas 3 SMA yang keras kepala dan hobi tebar pesona, cita-citanya bukan menjadi dokter atau pengusaha, melainkan menjadi istri di usia muda. Namun, belum ada satu pun pria seumurannya yang mampu meluluhkan hatinya yang pemilih.
Sampai sore itu, hujan turun di sebuah halte bus. Di sana, ia bertemu dengan Arlan. Pria berusia 28 tahun dengan setelan jas mahal, tatapan mata setajam silet, dan aura dingin yang sanggup membekukan sekitarnya. Arlan adalah definisi nyata dari kematangan dan kemewahan yang selama ini Keyla cari. Hanya dengan sekali lirik, Keyla resmi menjatuhkan pilihannya. Om Duda ini harus jadi miliknya.
Keyla memulai aksi pengejaran yang agresif sekaligus menggemaskan, yang membuat Arlan pusing tujuh keliling.

Lantas, mampukah Keyla meluluhkan hati pria yang sudah menutup rapat pintu cintanya? Atau justru Keyla yang akan terjebak dalam gelapnya rahasia sang duda kaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kimmy Yummy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 15

Ke esokan harinya, di minggu pertama Keyla masuk kuliah.

Warna putih abu-abu itu kini telah berganti dengan kemeja putih dan celana kain hitam—seragam standar mahasiswa baru di hari pertama orientasi atau ospek. Keyla berdiri di depan cermin, mematut dirinya yang tampak sedikit lebih dewasa, namun tetap dengan aura centil yang tidak bisa hilang.

"Kuliah, here I come! Om Arlan, siap-siap ya punya pacar mahasiswi paling cantik se-Fakultas Ekonomi!" serunya pada pantulan dirinya sendiri.

Tak lama, sebuah notifikasi masuk ke ponselnya. Bukan pesan semangat seperti biasanya, tapi sebuah foto. Arlan mengirimkan foto jadwal rapatnya yang padat hari ini.

Arlan: Jangan telat masuk kelas. Jangan keluyuran di kantin terlalu lama. Dan satu lagi, pakai jaketmu kalau ruangan AC-nya terlalu dingin. Jangan tebar pesona.

Keyla tertawa geli. Ia tau jangan tebar pesona adalah bahasa halus Arlan untuk bilang 'aku cemburu kalau ada cowok lain lihat kamu'.

---

Di Kampus Universitas Indonesia yang sangat luas, Keyla berjalan menuju aula besar dengan penuh percaya diri. Namun, baru saja melangkah di koridor fakultas, seorang cowok jangkung dengan jaket almamater dan wajah seperti model iklan pembersih muka menghalanginya.

"Halo? Jurusan apa?" tanya cowok itu dengan senyum ramah yang mematikan.

"Ekonomi Pembangunan, Kak," jawab Keyla sambil tersenyum sopan.

"Wah, sama dong! Kenalin, gue Vino, semester lima. Gue mentor kelompok lo buat ospek tiga hari ke depan. Nama lo siapa?" Vino mengulurkan tangan.

"Keyla, Kak."

"Nama yang cantik, cocok sama orangnya," puji Vino terang-terangan. "Nanti istirahat bareng kelompok gue ya? Gue kasih tau tips-tips biar dapet nilai A dari dosen-dosen killer."

Keyla hanya mengangguk sopan, namun ponsel di saku celananya bergeta. Ia merogohnya dan melihat panggilan video dari Arlan. "Tumben banget jam segini telepon video?" ucap Keyla dalam hati.

Keyla menjauh sedikit dari Vino. "Bentar ya, Kak. Ada telepon dari... Papa."

Keyla mengangkat panggilan itu. Di layar, tampak Arlan sedang duduk di kursi kebesarannya, namun matanya tidak fokus pada berkas, melainkan pada latar belakang tempat Keyla berada.

"Kenapa belum masuk aula?" tanya Arlan.

"Baru mau masuk, Om. Tadi ada Kakak mentor yang ngajak kenalan. Orangnya ramah banget, katanya mau bantu aku soal kuliah," ucap Keyla, sengaja ingin memancing reaksi Arlan.

Arlan menyipitkan mata. "Mentor? Siapa namanya?"

"Kak Vino. Ganteng lho, Om. Tinggi, terus kayaknya pinter banget."

"Keyla, kamu ke sana untuk belajar, bukan untuk menilai kegantengan mentor. Segera masuk ke aula. Sekarang."

"Ih, Om cemburu ya?" Keyla menggoda sambil mendekatkan ponsel ke wajahnya.

"Aku tidak cemburu. Aku hanya mengingatkan janji kamu dengan Papamu. Jangan sampai konsentrasi kamu terganggu oleh... Kak Vino itu."

"Iya, iya, Om Sayang. Udah ya, aku mau masuk dulu. Nanti aku kabarin lagi. Muach!" Keyla mematikan sambungan sebelum Arlan sempat protes soal ciuman jauhnya.

---

Sepanjang sesi materi ospek, Keyla terus diganggu oleh Vino yang sering melempar candaan atau sekadar memberinya air mineral tambahan. Keyla merasa biasa saja, tapi teman-temannya mulai berbisik bahwa Vino, sang idola kampus, sepertinya tertarik pada si mahasiswi baru yang cantik itu.

Sore harinya, saat jam ospek selesai, Keyla menunggu jemputan di depan gerbang kampus. Sebuah mobil sport berwarna merah berhenti di depannya. Vino menurunkan kaca mobilnya.

"Key, bareng yuk? Gue anter sampe rumah. Bahaya cewek cantik nunggu sendirian sore-sore begini."

"Makasih, Kak, tapi aku udah ada yang jemput," tolak Keyla secara halus.

"Yakin? Siapa? Supir ya? Udah, mending sama gue, kita sekalian mampir makan gelato," ajak Vino.

Tepat saat itu, suara derum mesin yang berat terdengar. Sebuah sedan mewah hitam metalik berhenti tepat di belakang mobil Vino, seolah-olah ingin menabraknya. Arlan keluar dari mobil, tidak lagi memakai jas, melainkan hanya kemeja navy dengan kancing atas yang terbuka, memperlihatkan aura dominasi yang sangat kuat.

Vino terpaku melihat pria dewasa yang tampak sangat berkelas itu berjalan menghampiri mereka.

"Keyla, masuk," perintah Arlan tanpa melirik Vino sedikit pun.

"Lho, Om? Kok Om yang jemput? Katanya ada rapat?" tanya Keyla.

Arlan terdiam sembari menatap Vino dengan tatapan dingin yang biasa ia gunakan untuk mengintimidasi rival bisnisnya. "Rapatnya selesai lebih awal. Dan aku rasa, aku perlu memastikan pacarku pulang dengan orang yang tepat."

Vino menelan ludah. "O-oh... Kakaknya Keyla ya, Bang? Kenalin, saya Vino."

Arlan tersenyum sinis, sebuah senyum yang sama sekali tidak ramah. "Saya bukan kakaknya. Dan saya rasa, Keyla sudah punya cukup teman." jawab Arlan.

"Ayo, Key." Arlan merangkul bahu Keyla, menariknya masuk ke dalam mobil. Sebelum menutup pintu, Arlan sempat melirik mobil merah Vino dengan tatapan meremehkan, seolah ingin bilang, 'Mobil sport-mu tidak ada apa-apanya dibandingkan wibawaku.'

Di dalam mobil, suasana mendadak sunyi. Arlan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sedikit lebih tinggi dari biasanya.

"Om marah ya?" tanya Keyla.

"Menurutmu?"

"Ciee, Om beneran cemburu sama Kak Vino! Padahal dia cuma mentor aku, Om."

Arlan mengerem mendadak di lampu merah, lalu menoleh ke arah Keyla. "Dia melihatmu seolah kamu adalah mangsa, Keyla. Dan aku tidak suka ada pria lain yang merasa punya kesempatan bersamamu hanya karena mereka merasa lebih muda daripada aku."

Keyla tersenyum lebar, ia meraih tangan Arlan dan mengecup punggung tangannya. "Om, dengerin ya. Mau ada seribu Kak Vino di kampus, nggak ada yang bisa bikin aku ngerasa aman kayak pas aku di samping Om. Lagian, mana ada Kak Vino yang berani ngadepin Papa kayak Om kemarin?"

Arlan menghela napas, lalu mengusap kepala Keyla dengan lembut. "Kamu benar-benar tau cara menjinakkanku, ya?"

"Hehe, itu kan bakat aku. Jadi... sebagai permintaan maaf karena bikin Om cemburu, besok jemput aku lagi ya? Tapi jangan pake mobil ini, pake yang paling mewah biar Kak Vino makin ciut!"

"Dasar pamer. Tapi baiklah, kalau itu bisa membuat mentor-mu itu menjauh, aku akan bawa mobil yang paling mahal besok."

1
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up yg banyak
Reni Anjarwani
lanjut thor koyol bgt arlan
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Kimmy Yummy: siap Kak
total 1 replies
Putri Lauren
aku suka banget ceritanya, lanjut thor
Kimmy Yummy: Makasih, udah mampir Kak
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Kimmy Yummy: Oke, siap Kak
total 1 replies
Fitra Sari
lanjut thorr
Kimmy Yummy: siap Kak
total 1 replies
Fitra Sari
lanjuttt
Kimmy Yummy: Makasih udah mampir Kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!