Jatuh cinta pada anak tiri seiring nya waktu karena istri selingkuh terus menerus?! padahal... Renzo Draja adalah pria mapan.. bagaimana konflik mereka dan cara Renzo Draja mengatasi nya?
Setelah bercerai dengan istri nya, entah bagaimana caranya Nias Wiliam yaitu mantan istri nya Renzo Draja mendapatkan uang, sedangkan Renzo Draja nyaris menguasai semua bisnis di kota.
Setelah bercerai, Renzo di perintahkan untuk kencan buta dengan para wanita pilihan Ayah Renzo Draja, yaitu Jhonson Draja.
Gaskeun mampir baca novel ku cuyy!
[Karya Official Wulan.Chanz]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wuna.Chanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 Dewasa
...Renzo mengerutkan kening nya, Nias menurunkan tangan yang menunjuk Zelia dengan jari telunjuk nya, Renzo menoleh ke Zelia, bertanya dengan serius....
..."Baby, benar?", Zelia menjawab dengan terburu-buru dan tidak terima....
..."Kalau yang masakan iya! tapi buat yang gelas pecah bukan aku!", Renzo menghela nafas, berjalan menghampiri Zelia, Nias terpaksa mengikuti langkah nya Renzo dengan tidak senang, Renzo berbicara dengan serius....
..."Baby, apa yang kamu masak?", Zelia menjawab dengan agak gugup....
..."Steak, Mommy yang minta, padahal Mommy tau aku gak bisa masak steak, Baby juga udah bilang kalau Baby gak bisa, tapi Mommy tetap mau Baby masak steak", Renzo berhenti sampai di samping Zelia, menoleh ke arah Nias, berbicara pada Nias dengan kesal....
..."Salah mu, kamu udah tau Zelia gak bisa masak steak tapi kamu malah minta Zelia buat masak steak, kamu kan bisa minta masakin ke tim dapur, kenapa ke Zelia?", Nias cemberut, menjawab dengan kesal....
..."Aku tau... aku cuman mau masakan nya Zelia, aku kira Zelia udah bisa masak steak", Renzo menjawab dengan geram....
..."Kau dengar sendiri kalau Zelia gak bisa masak steak, kamu masih aja minta masakin steak, gimana sih Nias?", Nias cemberut, berbicara lagi dengan berusaha melindungi diri nya....
..."Tapi Zelia ngebahayain aku! dia pecahin gelas!", Renzo menatap kembali ke Zelia, bertanya....
..."Benar kah Baby?", Zelia menggelengkan kepala nya, Renzo menatap ke arah pelayan, berbicara dengan tegas....
..."Panggil Jessy", Pelayan itu mengangguk lalu berjalan keluar mansion, sembari menunggu Renzo menatap ke arah Zelia, bertanya dengan agak khawatir....
..."Baby, kamu kena pecahan kaca gak?", Zelia tersenyum gugup, menggelengkan kepala nya, Nias yang melihat interaksi itu bertanya dengan kesal ke Renzo....
..."Sayang! harus nya aku yang di tanyain, aku hamil delapan bulan loh! anak mu!", Renzo melirik dengan dingin, menjawab dengan singkat....
..."Aku masih gak percaya itu anak ku", Nias mengerutkan kening nya, kemudian suara langkah sepatu hak tinggi terdengar, membantu mereka terdiam....
...Tak-Kltak-Tak-Tak...
...Jessy masuk ke mansion, Renzo, Nias dan Zelia me oleh ke arah Jessy yang sekarang berdiri menunggu perintah dari Renzo dengan siaga dan tangan nya memegang tablet, menyediakan dokumen pekerjaan dan yang lain sesuai kebutuhan Renzo yang mungkin Renzo inginkan, Renzo segera berbicara pada nya dengan memerintah....
..."Aku mau rekaman CCTV di ruang keluarga, kamu punya di tablet mu kan?", Jessy mengangguk, segera membuka tablet nya, menghampiri Renzo, di saat melangkah mendekat, Jessy tersandung dan Renzo segera menangkap nya dengan cepat, Jessy merona, berbicara dengan terbata-bata....
..."M-Maaf Tuan, aku... aku gak sengaja tersandung", Renzo mengangguk kecil, Jessy segera berdiri tegap lagi, mengotak-atik layar tablet nya, Zelia mengerutkan kening setelah berpikir ada yang aneh, Zelia berbicara dalam hati dengan penuh cocok logika....
...* Kalau Nona Jessy tersandung... harus nya kaki di bagian belakang tersangkut ke kaki bagian depan... tapi tadi, Nona Jessy cuman kayak badan nya yang terjatuh ke arah Daddy Renzo, kayak... seolah-olah sengaja, kalau emang tersandung pasti bersangkutan sama kaki, tapi ini enggak, malah badan nya yang maju ke tubuh Daddy Renzo, seolah-olah sengaja, hmn... *...
...Jessy mencuri pandang ke Zelia, menatap wajah Zelia yang berpikir keras, membuat Jessy merasakan jantung nya agak berdebar lebih keras, Jessy berbicara dalam hati sembari mengotak-atik layar tablet nya....
...* J-Jangan-Jangan, Nona Zelia tau aku sengaja jatuhin diri? gawat... *...
...Jessy kembali menatap ke arah layar tablet setelah berbicara seperti itu dalam hati nya, Zelia dan Jessy berpikir tentang Jessy yang pura-pura tersandung itu, sedangkan Nias berpikir lain, yaitu membicarakan sesuatu di hati nya....
...* Aduh.. aku lupa tentang CCTV... ketahuan deh... *...
...Jessy tersenyum lega setelah mendapatkan video di ruangan keluarga, Jessy menunjukkan nya ke Renzo, berbicara dengan profesional....
..."Ini Boss, rekaman layar di beberapa jam terakhir", Renzo menatap nya, berbicara dengan tegas....
..."Maju kan, ini rekaman tadi pagi", Jessy mengangguk, memajukan waktu rekaman hingga kejadian Zelia yang kata nya memecahkan gelas, tapi rekaman itu menunjukkan Nias lah yang memecahkan gelas, Renzo menatap kembali ke Nias, berbicara dengan kesal....
..."Coba buat masalah? kamu mencelakai diri mu sendiri dan bayi yang entah siapa ayah nya itu", Nias mengeram, menjawab dengan tidak terima....
..."Ini bayi mu Renzo!", Renzo memalingkan wajah nya, tidak mau mendengarkan Nias, Zelia menghela nafas lega setelah semua nya terungkap, Zelia berbicara pada Renzo dengan lega....
..."Daddy, Baby gak bakal bohong ke Daddy, kalau Baby salah pasti Baby akui", Renzo mengangguk kecil, berbicara pada Zelia tanpa menatap ke arah nya....
..."Baby, kalau kamu gak bisa, jangan mau nurut", Renzo menatap ke arah Nias dan Zelia secara bergantian, berbicara dengan tegas....
..."Ini bukan salah Nias aja, ini salah kamu juga Zelia, kalian berdua salah, masuk ke kamar, kalian di kurung sampai sore!", Nias dan Zelia tercengang, Nias berbicara dengan tidak percaya dan keras kepala....
..."Gak mau!", Sedangkan Zelia berbicara dengan suara yang menyesal....
..."Maafkan Baby, Daddy, Baby gak bakal ulangi lagi, Baby janji", Renzo terkekeh mendengar jawaban yang bertolak belakang, Renzo menoleh ke Jessy, bertanya dengan geli....
..."Jes, kamu tau kan siapa yang lebih dewasa?", Jessy menoleh, tersenyum geli, mengangguk sebelum menjawab dengan setuju....
..."Ya Tuan, tentu saja saya tau, Nona Muda Zelia lebih dewasa dengan cara nya, sedangkan Nyonya Nias dewasa secara fisik", Nias tidak terima tapi berbalik pergi, berjalan secara perlahan, memegangi perut nya yang mengandung itu, Zelia tidak mendengarkan jawaban Nias, mengikuti Nias dari belakang, memastikan Nias berjalan dengan benar dan memperhatikan penuh perhatian, walau Nias sudah berbuat hal salah pada diri nya Zelia, Renzo hanya memperhatikan dari jauh, menoleh ke Jessy, berbicara dengan tegas....
..."Ayo kembali ke kantor", Jessy mengangguk, lalu Renzo dan Jessy berjalan berdampingan ke arah luar mansion, menuju mobil mereka, Ken sudah menunggu di dekat mobil, menoleh me arah Renzo dan Jessy, menunggu mereka berdua sampai di dekat mobil, setelah mereka sampai di dekat Ken, lalu Ken bertanya dengan kepo....
..."Nyonya Nias buat masalah lagi Tuan Renzo dan Kak Jessy?", Renzo mengangguk, Ken menghela nafas, tidak terkejut seolah-olah hal yang sudah biasa terjadi, Jessy berbicara juga dengan geli....
..."Ya untung nya Nona Muda Zelia bisa mengontrol emosi nya, kalau enggak... kalian tau lah kenapa kan?"....
...-Bersambung-...