NovelToon NovelToon
Gara-Gara Biji Kedondong, Aku Menikahi Tapir

Gara-Gara Biji Kedondong, Aku Menikahi Tapir

Status: sedang berlangsung
Genre:LOL / Keluarga
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

"Bagi orang lain, pernikahan adalah ibadah. Bagi Dira dan Bagas, pernikahan adalah kompetisi bertahan hidup dari kebodohan masing-masing."

Dira tidak pernah menyangka jodohnya adalah laki-laki yang dia temui di IGD dalam kondisi kepala kejepit pagar rumah tetangga. Di sisi lain, Bagas jatuh cinta pada Dira hanya karena Dira adalah satu-satunya orang yang tidak menertawakannya saat melihatnya(padahal Dira cuma lagi sibuk nyelametin nyawa karena keselek biji kedondong).

​Kini, mereka resmi menikah. Jangan harap romansa ala drakor. Panggilan sayang mereka adalah "NDORO" dan "TAPIR" .

Ikuti keseharian pasangan paling absurd abad ini yang mencoba terlihat normal di depan tetangga, meski sebenarnya otak mereka sudah pindah ke dengkul.

"Karena menikah itu berat, biar kami aja yang gila."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Kabin Anomali dan Operasi "Jago Go National"

Pagi itu, komplek perumahan mereka biasanya tenang, tapi hari ini suasananya mirip persiapan evakuasi bencana alam.

Di depan teras rumah, Bagas sedang berdiri dengan gagah, mengenakan rompi banyak saku dan baret merah yang entah dia dapat dari mana.

Di sampingnya, Patung Jago sudah dibungkus rapi dengan bubble wrap berlapis-lapis, membuatnya lebih mirip mumi unggas daripada karya seni kontemporer.

​"Ndoro! Semua logistik sudah siap! Supra sudah sarapan porsi dobel, dan mental gue sudah gue kalibrasi untuk menghadapi para kritikus seni yang biasanya pakai syal di dalam ruangan ber-AC!" seru Bagas penuh semangat.

​Dira keluar sambil mengunci pintu, wajahnya tampak sangat lelah padahal hari baru dimulai.

"Pir, gue masih nggak habis pikir. Kenapa kita harus ngajak Manda sama Jaka? Mobil kita itu cuma muat lima orang, dan sekarang ada patung semen seberat karung beras yang makan tempat di tengah!"

​Belum sempat Bagas menjawab, sebuah mobil ungu metalik dan sebuah motor tua yang bunyinya kayak mesin giling padi berhenti di depan pagar.

Manda turun dengan kacamata hitam yang menutupi separuh wajahnya, sementara Jaka turun sambil merapikan kerah kemejanya yang diseterika sangat tajam.

​"Gue hadir, Dir! Gue nggak mau melewatkan momen di mana energi kosmik Jago ini dilepaskan ke publik," ujar Manda sambil memegang kristal pembersih aura.

​"Gue juga," timpal Jaka dengan suara berat yang dibuat-buat. "Sebagai seorang lelaki yang paham nilai investasi, gue harus memastikan aset berharga ini sampai tanpa lecet. Karena kalau Jago ini laku milyaran, gue bakal minta komisi buat beli kursus 'Cara Menaklukkan Wanita dalam 3 Detik'."

​Dira memijat pelipisnya. "Oke, semuanya masuk. Jaka, lo duduk di kursi depan samping Bagas. Gue, Manda, dan Supra di belakang. Dan si Jago... dia ditaruh di tengah-tengah antara gue dan Manda. Jangan ada yang komplain kalau kaki kalian terjepit semen!"

Operasi pengangkutan dimulai. Begitu pintu mobil ditutup, suasana di dalam kabin langsung terasa seperti di dalam kaleng sarden yang isinya sudah kedaluwarsa. Patung Jago yang besar dan berat itu benar-benar memakan ruang. Kepalanya yang memakai kacamata hitam (yang mencuat dari balik bubble wrap) menghadap tepat ke arah Manda.

​"Gas, pelan-pelan jalannya! Ini ban mobil kita udah mepet banget sama aspal!" teriak Dira saat mobil mulai bergerak dan terdengar suara ngreeeet dari arah kolong.

​"Sabar, Ndoro! Ini namanya ujian beban hidup. Mobil ini lagi belajar caranya menjadi rendah hati," sahut Bagas santai sambil menyetir dengan satu tangan, sementara tangan satunya lagi memegang kerupuk kaleng.

​Baru lima menit perjalanan, Manda tiba-tiba berteriak kecil. "Eh, kalian ngerasa nggak? Frekuensi di dalam mobil ini tiba-tiba berubah sejak Jago masuk. Gue ngerasa si Jago ini lagi mencoba berkomunikasi sama kita lewat gelombang alfa."

​Jaka menoleh ke belakang, membetulkan letak kacamata hitamnya. "Itu bukan gelombang alfa, Man. Itu namanya gravitasi. Patung itu beratnya minta ampun, makanya posisi duduk lo jadi miring ke kiri. Secara teoretis, kalau kita nggak nyeimbangin beban, mobil ini bisa terguling pas belok di bundaran nanti."

​"Jaka bener!" Bagas menimpali. "Makanya, Ndoro, lo harus agak condong ke kanan. Manda ke kiri. Jaka, lo condong ke depan. Gue bakal tetep stabil sebagai kapten kapal ini."

Dira hanya bisa geleng-geleng kepala. "Gue nggak percaya gue harus kejepit di antara kucing pincang dan patung semen sementara dua orang di depan gue ngebahas gravitasi dan energi kosmik. Tuhan, kalau ini mimpi, tolong bangunin gue pas kita udah sampe di Galeri Nasional aja."

​Tiba-tiba, Supra yang sejak tadi tenang di pangkuan Dira, mulai mengeong gelisah. Supra menatap patung Jago dengan tatapan tajam, lalu mulai mencoba memanjat kepala patung itu.

​"Supra! Turun! Jangan bikin Jago kehilangan keseimbangan!" teriak Bagas.

​"Jangan dilarang, Gas!" seru Manda histeris.

"Supra itu punya insting hewan. Dia tahu kalau di dalem patung ini ada sesuatu yang... yang mungkin bukan cuma semen. Jangan-jangan ini adalah artefak yang dikirim untuk memantau perilaku manusia komplek kita!"

​"Man, lo kalau ngomong suka bener tapi lebih banyak ngaco-nya ya," gumam Dira sambil menarik buntut Supra agar turun. "Ini semen sisa renovasi rumah Pak RT, Man! Bukan artefak dari Atlantis!"

​Penderitaan mereka bertambah saat mobil terjebak macet di daerah Senayan. Matahari mulai menyengat, dan AC mobil tua Bagas mulai berjuang hidup mati mengeluarkan hawa dingin yang lebih mirip napas orang sakit asma.

​"Panas banget sih," keluh Jaka sambil mengipasi dirinya pakai brosur asuransi milik Bagas.

"Gas, secara psikologi pria sukses, kita nggak boleh kelihatan keringatan pas sampe di Galeri. Itu bisa menurunkan nilai jual Jago. Para kolektor bakal mikir kalau kita ini penjual patung amatir yang nggak punya privilege."

​"Tenang, Jak. Gue punya solusinya," Bagas merogoh sesuatu dari bawah kursinya. Mengeluarkan sebuah kipas angin portable yang baling-balingnya sudah rompal satu.

"Ini adalah 'Kipas Angin Solidaritas'. Kita pake gantian. Satu orang dapet jatah tiga puluh detik."

​Maka dimulailah ritual konyol di dalam mobil. Kipas angin rompal itu diputar dari tangan Bagas, ke Jaka, ke Dira, lalu ke Manda. Bahkan Bagas sempat mengarahkan kipas itu ke wajah patung Jago.

​"Buat apa Jago dikipasin, Pir?!" tanya Dira emosi.

​"Biar semennya nggak memuai, Ndoro. Kalau Jago keringetan, nanti kritikus seni mikir ini patung hidup, terus kita malah ditangkap karena dugaan praktik ilmu hitam," jawab Bagas tanpa dosa.

​Di tengah kemacetan, tiba-tiba seorang pengamen mendekati kaca mobil mereka. Pengamen itu melihat ke dalam, matanya membelalak kaget saat melihat formasi duduk mereka: Seorang pria dengan baret merah, seorang jomblo sok keren, seorang wanita yang wajahnya tertutup daster (Dira menutupi kepalanya karena silau), seorang wanita lain yang sedang memegang kristal, seekor kucing pincang, dan sebuah patung besar berbaju bubble wrap di tengah-tengah.

Pengamen itu langsung mundur pelan-pelan tanpa berani meminta uang, wajahnya tampak ngeri seolah-olah dia baru saja melihat rombongan sekte yang sedang melakukan perjalanan suci.

​"Tuh kan, Gas! Dia takut sama aura Jago!" seru Manda bangga.

​"Bukan aura Jago, Man. Dia takut kita ini rombongan sirkus yang lepas dari kandang," sahut Dira pedas.

​Setelah satu jam penuh drama, keringat, dan perdebatan soal apakah Supra perlu dibuatkan akun LinkedIn, akhirnya mereka sampai di Galeri Nasional. Mobil amblas itu berhenti tepat di depan lobi utama yang sangat megah. Di sana sudah berdiri beberapa orang rapi, kurator seni, dan wartawan kecil-kecilan.

​Bagas turun pertama kali dengan gaya yang sangat teatrikal. Membuka pintu mobil dan berteriak, "OPERASI JAGO TURUN KAPAL! JAKA, AMBIL POSISI BELAKANG! MANDA, AMANKAN AREA DARI ENERGI NEGATIF! NDORO, PEGANG SUPRA!"

Mereka mulai menggotong patung Jago keluar. Patung itu benar-benar berat. Jaka hampir saja terkilir kakinya karena sok-sokan mau ngangkat pake satu tangan biar kelihatan Alpha.

Dira membantu memegang bagian bawah, sementara Manda sibuk memotret momen itu untuk keperluan "dokumentasi frekuensi".

​Saat bubble wrap dilepas di lobi galeri, seluruh orang yang ada di sana terdiam. Patung Jago berdiri tegak dengan kacamata hitamnya yang mengkilap, menatap tajam ke arah pintu masuk.

​Seorang kurator senior dengan kacamata bulat dan syal sutra mendekat. Memperhatikan patung itu dari berbagai sudut, lalu memegang dagunya.

"Luar biasa... tekstur semennya sangat kasar, melambangkan realitas kehidupan kaum urban yang keras. Dan penggunaan kacamata hitam ini... sebuah satir yang tajam terhadap ketidaktahuan manusia modern akan fajar. Siapa senimannya?"

​Bagas maju kedepan, membusungkan dadanya yang masih basah karena keringat. "Saya, Bagas. Dan ini adalah tim riset saya."

​Manda langsung menyela, "Saya bagian metafisika dan audit energi."

​Jaka ikut menimpali, "Saya konsultan nilai pasar dan manajemen wibawa."

​Dira hanya menutupi wajahnya dengan tas tangan, sementara Supra tiba-tiba duduk di kaki patung Jago, seolah-olah dia adalah pelindung sang maestro.

Kurator itu tersenyum lebar. "Sangat organik! Sangat... jujur! Selamat, Mas Bagas. Karya Anda akan ditaruh di ruang utama!"

​Dira tertegun. Menatap Bagas yang sekarang sedang sibuk menjelaskan filosofi "Semen Sisa Tetangga" kepada kurator itu dengan bahasa-bahasa iklan yang dibalut istilah filsafat ngawur. Dira tidak percaya bahwa kegilaan suaminya benar-benar dihargai di dunia seni nasional.

​Tapi, kepuasan mereka terusik saat Jaka tiba-tiba berbisik ke Dira, "Dir, lo liat nggak? Di pojok sana... itu kan Mas Aris, mantan lo? Kok dia ada di sini?"

​Dira menoleh. Benar saja, Aris berdiri di sana dengan penampilan yang sangat sempurna, sedang berbicara dengan salah satu kolektor besar. Dan yang lebih gawat, Aris mulai berjalan ke arah mereka.

​"Pir! Bagas! Gawat! Si Glow Up datang!" bisik Dira panik.

​Bagas menoleh, senyumnya tidak luntur. "Tenang, Ndoro. Di galeri ini, gue adalah senimannya. Dia cuma penonton. Biar dia liat, kalau 'Tapir' yang dia remehkan ini bisa bikin semen sisa jadi mahakarya!"

Operasi pengangkutan sukses besar, Jago sudah mendarat di Galeri Nasional. Tapi, pertemuan dengan Aris di tempat "berkelas" seperti ini akan menjadi babak baru persaingan harga diri antara Bagas dan si Mantan Sempurna.

Apakah Aris akan mencoba membeli patung Jago hanya untuk menghina Bagas? Atau justru Jaka yang akan mencoba menjodohkan Aris dengan Manda agar frekuensi dunia ini semakin kacau?

1
Alissia
/Joyful//Joyful/
Alissia: jangan pangil aku tante dek,kyak berasa tua banget dan umur aja baru 20 tahun😭😭
total 2 replies
𑇛ʜᴇ ʏᴜ
ceritanya bagus, menarik dan lucu"
apalagi bagas ada aja ide kreatif nya, dan bisa merubah segala macam situasi 😃
🖤ᴡᴀɴɢ ɴᴀɴ
bagus kak,
dsini dira yang masih waras meski idenya bikin geleng kepala pas suruh lawan pelakor 🤣
🧡⃟ɱᷫυᷤɱυ ιɱυҽƚ
luar biasa bagus ceritanya, lucu dan pasti ga bosen bacanya
up terus kaka semangat 🤗🤗
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι²
bagus cerita nya dan menghibur
semangat up kaka🤗
🧡⃟мσᷫмᷤσ
bagus ceritanya, udah gtu banyak banget ide ide yang menarik
dan suka karakter bagas yang ga menye menye😃
🧡⃟мυᷫмᷤυ αη∂нιкα
sungguh karya yang bagus
idenya kreatif kak, bisa bikin cerita lucu dngan berbagai ide yang unik 🤗
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁴
ceritanya bagus kak, penulisan juga rapih dan enak dibaca
suka karakter manda yang super mistis, 🤣🤣🤣
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
ceritanya bagus , humoris, lucu
yang pasti bnyak ketawa nya
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
ceritanya bagus kak
menarik banget
🧡⃟ɢᴏͨɴͥᴛᷝᴇͥɴᷜɢ²ᵇ
ceritanya bagus alur juga keren pokoknya novelnya bagus ceritanya
ketawa terus pas setiap baca perbab
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁶ᵇ
ceritanya bagus kaka
semangat up iya kaka🤗
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
goood banget ceritanya kak bagus aku suka
semoga makin asyik kedepannya 👍
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
keren mama mu bagas dia jadi maskot 🤣🤣🤣
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
haha karena extra pedas ini🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
keren sih usaha mereka 🤣
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
haha pelajaran baru dari bagas itu😅
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
ga mau kalah ini emak satu wkwkwkwk
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
kdng emang ga bisa dipredikdi justru yang aneh itu yang menarik perhatian banyak orang
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
haha kapok makanya jangan maen" smaa bagas😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!