NovelToon NovelToon
V.I.P (KILL YOU)

V.I.P (KILL YOU)

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horror Thriller-Horror / Mata-mata/Agen / TKP / Psikopat itu cintaku / Agen Wanita
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dae_Hwa

“Siapa pun yang masuk ke pulau ini ... tak akan pernah keluar dengan selamat.”

Pulau Darasila diduga menjadi markas penelitian bioteknologi terlarang. Bella, agen BIN yang menyamar sebagai dosen KKN, ditugaskan menyelidikinya. Namun sejak kedatangannya, Bella menemukan tanda-tanda ganjil bermunculan. Beberapa kali ia mendapati penduduk pulau memiliki tatto misterius yang sama persis dengan milik Edwin, suaminya. la pun mulai menduga-duga, mungkinkah sosok sang suami yang dulunya memiliki masa lalu kelam, kembali melakukan kesalahan dan turut terlibat dengan hal yang akan diselidikinya?

Misi Bella yang awalnya hanya soal penyelidikan, kini berubah menjadi perjuangan bertahan hidup. Karena siapa pun yang masuk ke Pulau Darasila tak akan pernah bisa keluar dengan selamat kecuali dengan satu syarat. Akankah Bella mampu menuntaskan misinya dan keluar hidup-hidup?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dae_Hwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

VIP15

Abirama duduk termenung di pinggiran ranjang sambil sesekali menatap lurus ke arah Edwin yang sangat sumringah membelah dada Ibnu. Ia masih shock mendengar penuturan Edwin tentang Pulau Darasila dan kenapa dirinya bisa terjebak di sini, lebih shock ketimbang melihat pemandangan di depan matanya kini.

Darah segar menggenang di atas lantai, aroma amis yang menguar membuat perut detektif itu bergejolak, nyaris muntah. Apalagi kini usus besar Ibnu sudah terburai.

“Padahal tangan si ngondek itu udah diikat, kenapa kau harus membelah dadanya segala sih, Win?” sungut Abirama.

“Habisi musuhmu sebelum musuhmu menghabisimu,” sahut Edwin santai.

Isi otak Edwin memang tak bisa ditebak, Abirama hanya bisa geleng-geleng kepala. Jawaban itu terdengar keliru, tapi juga terasa tidak sepenuhnya salah.

“Terserahmu ae lah, Win. Yang jelas, sekarang ini kita kudu piye?” Abirama bersedekap sambil berdecak.

Edwin menghela napas, lalu lekas berdiri. Ia menatap ke arah Dinda yang masih terpejam dengan bulu mata bergetar. Pria berkulit pucat itu maju beberapa langkah, hingga berhenti di pinggir ranjang tempat Dinda berbaring.

“Mau apa kau?” Abirama menghalang. Dengan pola pikir Edwin yang sulit ditebak, tentu saja ia cemas. Ia takut kalau tiba-tiba Edwin mencelakai Dinda.

Namun, Edwin lekas menyingkirkan Abirama dari hadapannya. Memberi isyarat lewat matanya agar tak ikut campur.

Dengan ujung pisau berlumur darah, Edwin menyibak separuh rambut yang menutupi wajah Dinda.

“Aku tau kau sudah sadar sejak tadi. Bangunlah jika kau tak ingin terpejam selamanya,” dengus Edwin.

Dinda secepat kilat membuka matanya, buru-buru duduk tegak di atas ranjang. Abirama hanya melongok.

“Kamu udah sadar dari tadi, Din?” tanya Abirama sedikit kesal karena waktu mereka banyak terbuang.

Dinda mengangguk gemetar.

“Astaga. Kamu tau nggak, manusia gila ini sampe ngeluarin organ si ngondek hanya gara-gara bosan nunggu kamu siuman,” sungut Abirama.

“M-maaf, Maspol. Aku takut soalnya,” jawab Dinda jujur.

Bagaimana tidak, saat Dinda membuka mata — dia sudah disuguhi tontonan Edwin menjambak rambut Ibnu dan menyeretnya, buru-burulah ia kembali menutup mata, berpura-pura masih pingsan.

“Cepat bersiap-siap,” kata Edwin dingin. “Kita harus segera menemukan Bella.”

“Bella?” sahut Dinda bingung mendengar nama asing di telinganya. Ia menatap Abirama.

“Bu Niken. Namanya Niken Mirabella,” jelas Abirama asal.

Dinda mengangguk, percaya begitu saja. Akhirnya, mereka bertiga pun bergegas keluar dari penginapan sederhana itu — melewati area bebas kamera.

Sementara itu, di tempat berbeda, Bella masih bersembunyi di pos kecil di pinggiran dermaga sambil sesekali memantau pergerakan seseorang. Tadinya, saat ia berniat menjemput para mahasiswa KKN, ia terpaksa memutar arah karena mendapati balai desa kosong melompong. Dan ketika langkahnya hendak keluar dari bangunan bercat biru itu, ia melihat seorang pria mendorong troli yang mengangkut dua tubuh anggota Abirama. Ia pun memutuskan untuk membuntuti.

Ia mengamati setiap gerak-gerik pria gondrong yang tengah sibuk menyusun plastik wrap yang berhamburan di atas dermaga. Melihat situasi cukup aman dan memastikan hanya ada pria gondrong tersebut, langkah kakinya pun mendekat dengan waspada.

Pria gondrong itu membelakangi Bella, tak menyadari bahwa jarak mereka kini hanya tinggal satu meter. Kedua tangan Bella mengepal erat, kakinya siaga memasang kuda-kuda, bersiap menerjang kapan saja.

Detik berikutnya, pria itu berhenti bergerak. Seolah merasakan kehadiran lain di belakangnya, bahunya sedikit menegang.

Tau pria di depannya mulai sadar akan keberadaannya, Bella pun tak memberi celah. Ia melangkah cepat, tubuhnya melesat ke depan.

“Sial—!” umpat si gondrong.

Belum sempat pria itu berbalik, lengan Bella sudah melingkar di leher si gondrong. Ia menarik tubuh lawan ke belakang, memutar pinggang, lalu membantingnya keras ke lantai dermaga. Tak sia-sia tujuh tahun Bella menggeluti judo, refleksnya bekerja lebih cepat dari pikiran.

Troli berderit nyaring. Plastik wrap yang hampir rapi kembali terjatuh dan berhamburan di papan dermaga. Pria itu mengaduh, meringis, tulangnya serasa remuk.

“Siapa kau, sialan?!” bentaknya sambil berusaha bangkit.

Bella tak menjawab. Ia memungut satu gulungan plastik wrap dan membukanya dengan satu tarikan kasar.

Setelah berhasil bangkit, pria gondrong itu menyerang lebih dulu. Tinjunya melayang asal, Bella berhasil menangkis semua serangan — lalu membalas dengan tendangan maut ke arah perut. Nafas lawannya tersedak, tubuhnya terhuyung mundur.

Si gondrong tak menyerah. Ia masih mencoba melawan, menyambar bahu Bella, lalu mencengkeram jaketnya. Namun Bella gesit berputar, mengunci lengan pria itu, lalu menghantamkan lututnya ke area rusuk.

Argghhh!

Suara erangan pecah di udara subuh itu.

Tanpa menunggu lagi, Bella melilitkan plastik wrap ke wajah si gondrong. Satu putaran, dua putaran, lilitan semakin kencang. Pria itu meronta, tangannya mencakar udara, napasnya tercekik oleh lapisan bening yang membungkus rapat kepalanya.

“EMMMHHH! EMHHHHHM!” raung si gondrong sesak.

“Diam kau!” bentak Bella. “Orang-orang seperti kalian sangat tak layak hidup! Bajingan!”

Bella semakin mengencangkan lilitan plastik, memastikan pria itu benar-benar tercekik dan semakin meronta.

Sementara itu di belakang Bella, seorang pria bertubuh besar sudah siaga dengan sebuah kapak dalam genggamannya — siap menghantam kepala Bella.

Benda tajam itu diayun cepat.

KRAK!

Darah segar mengalir ke papan dermaga, menyusuri celah-celah papan kayu dan jatuh ke laut.

BRUGH!

Bella tumbang di atas papan dermaga.

*

*

*

1
Sriwahyuu
cepat sembuh author kesayangan kami😍
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
amiinnnn
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
jadi sedih otor. semoga ga ada yang bahaya yah. cepat sembuh dan pulih.
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
belum taaauuuuu dia
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
izzz jabir kalilah kau babang.
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
dasar si babang, masih aja nakal
Anna
Cepet pulih mentor terbaikk kuhhhh, mau selama apapun Anda hiastus. Saya akan tetap setia menunggu 🫶
Anna
Dinda heyyyy tolong. Bahkan Mas Edwin saja di bikin semapot tanpa menyentuh ama Mbak Bella. 🤣
Anna
Definisi peduli tapi gengsi🫢🤣
jay naomi
semoga cepat sembuh semangat othor q.
Wenty Lucia Wardhani
cepat sehat author kesayangan....🥰🥰🥰
youyouen Rahayu
syafakillah kak semg ALLAH mengangkat segala penyakit kak author,diberikan kesehatan seperti semua dn bisa berkarya lagi,love you kak author semngtt sellu yaaa akn ku nanti setiap upnya,dengan sesabar mungkn,maaf ya kak author kalau aku sellu mengintip trs🙈🙈 di cerita ini.
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
😂😂
CallmeArin
semoga segera di angkat penyakitnya Thor 🤲🏻
Sayuri
aamiin ya Allah 🥺
Sayuri
y Allah kget q :(
k dehwa lekas sembuh 😩
Sayuri
kmu blm tw ja bu bella gmn din.. klo tau, bs trcngang
Sayuri
yg hcker kpal selam itu y tor?
Sayuri
/Joyful/
Sayuri
ber berbagi apa papa ed?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!