Felicia Mau tak mau harus menerima perjodohan dari Papanya. Meskipun sempat kabur dari rumah, pada akhirnya dia menyetujuinya. Awalnya dia mengira pria yang akan menjadi suaminya itu seorang pria tua dengan perut buncit. Namun Ketika dia mengetahui jika suaminya adalah pria yang sempat ia kagumi, Felicia pun mencoba untuk membuat Arion menatapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Fero menggenggam tangan Felicia berlari secepat mungkin menuju mobil Felicia. Keduanya bernapas lega ketika berada didalam mobil.
"Untung saja," ucap Felicia ngos-ngosan sembari mengatur napasnya.
Fero tertawa melihat Felicia yang terlihat tegang.
"Kak Fero, hidupmu sangat menakutkan. Aku khawatir jika para fans mu tahu Kau sedang bersamaku, mereka akan mengamuk padaku," kata Felicia.
"Selama ada Aku, mereka tidak akan ada yang akan menyakitimu," balas Fero tersenyum.
Felicia tersenyum senang. "Aku memang selalu bisa mengandalkan mu. Kau Kakak terbaikku."
"Itu yang selalu tak ku suka darimu. Kau selalu menganggapku sebagai kakakmu. Aku inginnya Kau menganggapku sebagai seorang pria yang melindungi gadisnya, Felicia," protes Fero.
Felicia hanya memutar bola matanya jengah mendengarnya. Felicia menganggap perkataan Fero hanya candaan.
Ponsel Fero bergetar tanda notifikasi pesan. Fero pun segera membukanya. Ternyata itu dari managernya, mengabarinya tentang berita dirinya yang sedang menggandeng tangan seorang gadis.
Fero melotot tak percaya. Baru beberapa menit saja berita tentang dirinya sudah tersebar di dunia maya.
"Kenapa, Kak?" tanya Felicia penasaran ketika melihat ekspresi Fero.
Fero memperlihatkan ponselnya pada Felicia. "Kita akan menjadi tranding topik sebentar lagi," ucap Fero santai.
Felicia membola seketika. "Apa?! Oh tidak! Aku benar-benar akan di bully penggemarmu kali ini." Felicia terlihat begitu frustasi. Dia sudah membayangkan bagaimana fans Fero yang akan marah padanya. Apalagi pasti akan ada media yang mengejar-ngejar dirinya.
"Kau tenang saja. Sebaiknya kita segera ke tempat syuting. Managerku ada di sana. Sekaligus nanti kita cari solusinya," ucap Fero.
Walaupun ragu, Felicia hanya mengangguk pasrah.
---
Arion yang sedang membaca buku di ruang kerjanya merasa terganggu dengan ponselnya yang sejak tadi terus berbunyi.
Pria itu menaruh bukunya dan mengambil ponselnya. Beberapa notifikasi pesan dari Cintia. Sejujurnya Arion enggan untuk membukanya. Takut jika Cintia terus memprovokasinya dengan kisah masa lalu mereka.
Namun, saat ini Cintia adalah sekretarisnya. Mungkin saja pesan yang Cintia kirim mengenai pekerjaan. Pria itu akhirnya membuka pesannya.
'apa Kau sudah melihat berita terbaru, Arion?' Arion mengerutkan keningnya dan terus membaca beberapa rentetan pesan lainnya dari Cintia.
'aku tidak tahu apakah ini benar istrimu atau bukan.'
'kau tahu aktor terkenal Fero Raymond, kan? Istrimu tertangkap kamera sedang berpegangan tangan dengannya.'
'aku akan mengirimkan fotonya.'
Sebuah foto terpampang jelas. Di sana seorang pria sedang menggenggam erat tangan Felicia.
Ada sebuah rasa yang sulit Arion jelaskan saat ini. Namun, Arion kembali teringat dengan ucapan mabuk istrinya semalam. Mungkinkah ini bagian dari rencana istrinya itu? Jika iya, ini tidak baik karena melibatkan banyak media yang akan mengulik kehidupan Felicia.
Arion bergegas menelpon Aluna untuk menghentikan rencana mereka yang menurut Arion semakin gila.
Panggilan tersambung.
'iya, Arion. Ada apa?' Suara Aluna menjawab panggilannya.
"Aku tidak tahu apa yang telah Kau dan istriku rencanakan. Tapi ini sudah tidak lucu lagi, Luna!" Arion sedikit geram.
'apa maksudmu, Arion? Aku sungguh tidak mengerti.'
"Jangan pura-pura tidak tahu, Luna. Kalian telah merencanakan sesuatu untuk membuat ku cemburu dengan istrku, bukan?"
Aluna terdiam sejenak. Dia yakin jika Arion tahu rencana mereka karena Felicia yang mabuk semalam.
'ya, kami memang merencanakannya, Arion. Tapi tadi pagi sepupuku berkata jika rencana telah gagal. Kau tidak terpengaruh dengan rencana yang kami buat.'
"Lalu rencana apa lagi sekarang yang kalian buat?! Apa kalian ingin membuat Felicia dalam masalah?!! Bahkan kalian membayar seorang aktor masuk dalam rencana kalian." Arion benar-benar marah dan kesal.
'apa maksudmu, Arion? Aku tidak pernah membayar seorang aktor. Untuk sepupuku yang ku kirim tadi pagi, memang Aku membayarnya. Tapi untuk seorang aktor, kami tak segila itu karena hanya akan membuang-buang uang saja.' Aluna pun merasa kesal dengan pernyataan Arion.
"Lalu, bagaimana bisa Felicia tertangkap kamera sedang bersama seorang aktor?!" Arion menjadi heran karena Aluna tak tahu.
'aktor? Mana ku tahu, Arion. Memangnya siapa aktornya?' tanya Aluna yang ikut penasaran.
"Fero Raymond."
'huwaaaa...! Apa Kau tidak salah, Arion? Fero Raymond? Ini tidak bisa di percaya. Felicia mengenal seorang aktor terkenal? Sepertinya Aku harus menelpon Felicia dan menyuruhnya mengajak Fero Raymond. Aku juga fans beratnya. Sudah dulu ya, Arion?'
"Tunggu!" Arion masih speechless.
'apa lagi, Arion?!'
"Jadi kalian benar-benar tidak membayar aktor itu?"
'tentu saja tidak mungkin. Fero adalah aktor terkenal. Dia pasti sibuk dan sangat sulit di hubungi. Oh iya. Jika benar Felicia dan Fero Raymond saling mengenal, bersiaplah untuk kehilangan istrimu, Arion. Karena pesona Fero benar-benar membuat wanita langsung jatuh cinta padanya. Sudah ya, Arion. Bye.' Aluna memutus panggilan itu. Dia sedikit mengerjai Arion tentang kata-kata terakhirnya tadi.
"Sayang, Lihatlah!" seru Aluna ketika melihat sebuah postingan di sosial media tentang berita aktor terkenal dan juga seorang gadis.
Aluna menyipitkan matanya melihat sosok gadis dalam ponselnya itu.
"Ada apa, Sayang?" Daniel menghampiri istrinya. Pandangannya tertuju pada layar ponsel miliknya Aluna.
"Ini Felicia, kan? Iya, ini pasti Felicia." tanya Aluna yang mana langsung ia jawab sendiri.
"Kau benar. Tapi kenapa Dia bisa bersama dengan seseorang aktor terkenal itu?" tanya Daniel.
"Aku tidak tahu, Sayang. Aaaa... Felicia sangat beruntung sekali bisa bertemu dengan aktor tampan favoritku." Aluna tersenyum membayangkan jika dirinya bertemu dengan Fero.
"Jangan memuji pria lain di depan suamimu, Sayang. Aku tidak suka!" kata Daniel merasa cemburu.
"Kau tidak perlu merasa cemburu. Aku hanya mengidolakannya. Untuk cinta, sepenuhnya hanya untukmu, Sayang," ucap Aluna. Daniel langsung tersenyum sumringah. Memeluk pinggang istrinya dengan posesif.
"Jangan seperti ini! Aku mau menelpon Felicia dan menanyakan bagaimana dia bisa mengenal Fero Adler." Aluna sudah akan menghubungi Felicia, tapi Daniel malah menggendong tubuh istrinya dan membawanya ke kamarnya.
"Ahh! Daniel, apa yang Kau lakukan?" pekik Aluna.
"Mengajakmu untuk bermain bola, Sayang. Kau terlalu sibuk beberapa hari ini sehingga lupa memanjakan ku
," ucap Daniel penuh arti.
Sementara Aluna hanya bisa pasrah dan menerima perlakuan suaminya itu.
---
Sementara Arion masih terdiam di tempatnya. Dia teringat ucapan Felicia tadi pagi yang mengatakan ingin bertemu dengan seorang pria tampan. Mungkinkah itu adalah Fero? Seketika kata-kata Aluna terngiang-ngiang dalam benaknya.
Arion segera menyadarkan dirinya. Dia lantas mencari kontak Felicia dan segera menelponnya. Namun, ponsel Felicia tidak aktif, membuat Arion menjadi tak tenang.
Entah apa yang membuat Arion merasa cemas. Dia terus saja melihat foto Felicia yang di kirim Cintia tadi.
Ingatan Arion kembali pada cerita mertuanya kala itu yang berkata jika Felicia tak pernah mengenal seorang pria. Lalu apa ini? Mungkinkah ada yang luput dari perhatiannya selama menikah dengan Felicia?
Yang Arion tahu, Felicia hanya mengenal Daniel dan juga Aluna. Dan untuk pria bernama Zack, itu adalah bagian dari rencana sang istri.
Lalu, siapa Fero? Bagaimana Felicia bisa mengenalnya? Arion terus berpikir keras. Namun tak mendapati apapun.
Arion hanya bisa menunggu Felicia pulang dan meminta sebuah penjelasan darinya.