Hidup ku hancur setelah di jual oleh ayahku pada seorang pria tua yang tidak aku kenal. Nama ku Alexsa Camellia usia ku masih cukup belia, 18 tahun. Di mana harusnya aku masih menginjak bangku sekolah dan bermain dengan teman teman sebaya ku. Namun mimpi buruk itu datang saat ibu ku meninggal dan aku harus bertemu dengan orang yang sudah menelantarkan ku sejak kecil, kedatangan nya bukan untuk menolong ku tapi mengingat kan pertukaran diriku dengan sejumlah uang.
Malam itu aku bertemu dengan seorang pria yang menolong ku saat aku berusaha kabur dari kejaran nya, pria itu memukul habis pria tua tidak tahu diri itu dan membawa ku pergi dari sana. Aku merasa aman tapi perasaan ku tetap waspada karena aku tidak mengenal pria itu, bisa saja dia lebih jahat dari ayah ku sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ajani Wuhhgy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sudah Tidak Cinta
Natasya berjalan pelan bersama dengan Sam masuk kedalam kamarnya.
Clek
Aroma harum dari mawar mawar yang baru saja di petik dan bermekaran membuat Natasya langsung berubah, perutnya langsung seketika bergejolak dan segera ingin memuntahkan semua isi perutnya.
Natasya berlari ke kamar mandi disusul Sam yang khawatir.
" Sayang ada apa?. " Sam langsung membantu memegang rambut panjang Natasya agar tidak kotor.
" Sam buang semua mawar itu, siapa yang membawa nya masuk kedalam kamar kita.. " Pekik Natasya marah.
Sam nampak bingung dengan perubahan mood Natasya yang begitu cepet, sedangkan dulu wanita itu begitu menyukai aroma bunga mawar.
" Gadis bodoh itu pasti yang meletakkan nya di sini Sam, apa dia ingin mencelakai aku dan bayi ku.. " Sam menahan tangan Natasya membuat wanita itu berhenti yang hendak mencari Alexsa.
" Sayang pelan pelan, aku tidak mau terjadi sesuatu padamu atau bayi kita. Tidak perlu marah marah jika kamu tidak menyukai nya aku akan membuangnya. " Ucap Sam pelan.
" Sam, wanita hamil itu penuh dengan mood yang berbeda dan berubah ubah. Jadi aku harap kamu akan mulai terbiasa. " Sam tersenyum mengelus lembut kepala Natasya.
" Tentu saja, sekarang kamu istrahat dan biarkan aku membuang semua mawar ini. "
" Tidak. " Natasya menahan Sam agar tidak membuang bunga bunga itu.
" Kenapa, bukan lah kamu tidak menyukai nya sekarang jadi untuk apa tetap menyimpan nya bukan?. "
" Kamu benar sayang, untuk apa menyimpan sesuatu yang sudah tidak berharga di rumah kita. " Sam diam meresapi ucapan Natasya yang penuh dengan makna.
" Aku mau gadis itu yang membuang nya. " Titah Natasya dengan tegas.
Sam menghela nafas pelan kemudian segera mencari Alexsa untuk membantunya menyingkirkan bunga bunga mawar itu, Sam mengedarkan pandangan nya mencari sosok gadis yang dia rindu kan.
Di sana Alexsa sedang bercanda dengan Arkhana saling berlari di taman seperti sepasang kekasih. Tangan Sam terkepal kuat rahang mengeras menahan cemburu dan amarah.
" Kita lihat siapa yang akan hancur, diantara dua saudara itu. " Ucap Natasya melipat kedua tangan nya sembari menatap tajam Sam yang sedang memperhatikan Alexsa dan Arkhana.
" Tuan Sam, ada yang bibik bisa bantu?. " Bik Dariyem menghampiri Sam yang berdiri diam mematung.
" Panggil Alexsa untuk membuang semua mawar di kamar saya bik, Natasya tidak suka. " Ucap Sam dingin membuat bik Dariyem terkejut. ini kali pertama Sam berkata dengan dingin pada nya sedang kan biasanya pria itu akan berbicara santai dan ramah.
Bik Dariyem menatap Alexsa dan Arkhana penuh tanda tanya sebelum kemudian memanggilnya mendekati.
" Ada apa bik?. " Ucap Alexsa menghampiri bik Dariyem.
" Tuan Sam meminta mu membuang semua mawar di kamar nya nak, katanya nyonya Natasya tidak suka ada mawar di sana. Mungkin bawaan ibu hamil.. " Alexsa mengangguk mengerti dan langsung menuju kamar Sam dan Natasya.
Sedangkan Arkhana sudah pergi karena ada panggilan di ponselnya.
" Sebenarnya ada hubungan apa tuan Sam dengan Alexsa kenapa saat melihat Alexsa bersama dengan adiknya dia terlihat menahan amarahnya, apa tuan Sam menyukai Alexsa?. " Ucap bik Dariyem curiga namun segera menggeleng kepalanya tidak ingin terlalu memikirkan itu semua.
Alexsa berdiri di depan kamar Sam yang tertutup gadis itu menguatkan dirinya sendiri untuk bisa masuk ke dalam dan membersihkan kamarnya, sedangkan di sana sudah pasti ada Natasya dan Sam.
Tok Tok Tok
Alexsa mengetuk pintu pelan setelah membuang nafas nya beberapa kali
" Masuk.. " Tentu saja itu suara Sam yang begitu familiar di telinga nya.
Clek
Di sana terlihat Sam yang sedang duduk di pangkuan Natasya telihat beberapa kali mencium perut wanita itu yang tersenyum sinis ke arah Alexsa, Sam bahkan tidak menatap Alexsa sama sekali.
" Itu hal biasa Alexsa dan kamu akan terbiasa sekarang. " Batin gadis itu berkecamuk.
Alexsa yang tahu tugasnya dengan cepat mengambil beberapa tangkai bunga mawar itu untuk di bawa keluar, tangan nya yang kurang berhati-hati tertusuk oleh duri mawar yang tajam.
" Awh... " Pekik Alexsa membuat Sam langsung bangkit dan menghampiri gadis itu.
" Alexsa, apa kamu terluka apa terasa sakit?. " Sam tanpa sadar langsung mengambil tangan gadis itu membawanya masuk kedalam mulutnya membuat Alexsa dan Natasya tercengang tak percaya.
" Tidak bisa kah kau lebih hati hati Alexsa, bagaimana jika... " Sam tersadar dengan apa yang dia lakukan kemudian menatap Natasya yang menatapnya tajam dan beralih ke Alexsa yang diam kemudian menarik tangannya kasar.
" Maaf kak, aku tadi teledor makanya sampai tertusuk duri. " Gumam Alexsa segera beranjak pergi.
" Jika tertusuk duri saja terasa sakit, lantas bagaimana rasa sakit seseorang yang di tusuk duri dengan sengaja. " Seru Natasya sebelum Alexsa benar-benar tidak terlihat.
Sam diam mematung dia tidak bermaksud membalas perbuatan Alexsa bersama adiknya, namun rasa cemburu nya benar-benar besar terhadap Alexsa. Bagimana jika hubungan mereka semakin deket dan Alexsa benar-benar melupakan dirinya apa dia bisa menerima itu semua.
" Sam apa kamu benar-benar menyukai gadis itu, apa kamu akan lebih memilih dia dari pada aku dan anak kita?. " Sam berbalik mendekati Natasya.
" Aku tidak menyukai gadis itu Natasya, sekarang ada kamu dan calon anak kita aku tidak bisa hidup tanpa kalian sekarang. Itu hanya reflek ku saja saat mendengar Alexsa kesakitan. " Ucapan Sam masih terdengar jelas di balek pintu yang tidak tertutup.
Di sana Alexsa masih bersandar di dinding yang dingin meratapi kehidupan nya rumit, air matanya bahkan mengalir dengan deras saat itu. Natasya yang tahu jika Alexsa belum pergi memang dengan sengaja bebicara seperti itu agar gadis itu mendengar sendiri dari mulut Sam dan dia tidak berharap lebih pada suaminya lagi.
" Kamu hanya untuk ku Sam dan aku tidak akan biarkan ada duri duri lain yang datang menusuk mu, ingat hanya aku saja wanita yang kamu cintai walaupun kamu tidak dengan banyak wanita di luar sana. " Natasya mempertegas setiap ucapannya dengan penuh penekanan.
Sam hanya diam tidak menjawab ucapan Natasya, karena pada dasarnya dia sudah tidak mencintai Natasya tapi dia juga tidak bisa langsung mencampakkan gadis itu.