NovelToon NovelToon
Ning Abigail

Ning Abigail

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:6
Nilai: 5
Nama Author: blue_era

Di pesantren Queen Al-Falah, Abigail, seorang Ning yang dingin dan penuh talenta, lebih memilih kopi dan kesibukan pondok daripada cinta. Ia adalah permata yang tersembunyi di balik sikap judes dan penampilannya yang sederhana. Namun, takdir berkata lain ketika sang kakek menjodohkannya dengan seorang Gus Abdi Ndalem, partnernya dalam tim multimedia dan hadroh. Di antara jadwal padat, sholawat, dan misteri masa lalu, Abigail harus membuka hatinya untuk cinta yang tak pernah ia duga. Mampukah ia menemukan kehangatan di balik dinginnya ndalem dan kerasnya hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepulangan dari Rumah Sakit dan Kepergian yang Misterius

[Setelah 3 hari lamanya Ning bijel di rawat selama itu juga Gus Arya dan keluarga ndalem lainnya, riwa riwi pesantren dan RS. hari ini adalah hari kepulangan bijel dari RS karena kondisinya udah stabil dan membaik.]

[Setelah tiga hari lamanya Ning Bijel dirawat di rumah sakit, akhirnya hari ini adalah hari kepulangannya. Selama itu pula, Gus Arya dan keluarga ndalem lainnya riwa-riwi antara pesantren dan rumah sakit. Hari ini, Ning Bijel diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah stabil dan membaik.]

[Keluarga ndalem membawa 5 mobil menjemput kepulangan bijel, mobil pertama Abah yai, nyai, Gus Rasya dan Ning nida, mobil kedua Gus arka dan Gus arzan, mobil ketiga Gus Ivan , Gus Atha, mobil ke empat Gus Faiq, mobil ke lima Gus Arya dan Ning bijel, bijel sebenarnya risih 1 mobil dg Gus Arya tp ia tetep acuh karena sifat dan karakternya yg tegas, dingin, cuek, cool dan acuh, bijel belum tau kalau Gus Arya itu suaminya.]

[Keluarga ndalem membawa lima mobil untuk menjemput kepulangan Bijel. Mobil pertama berisi Abah Yai, Nyai, Gus Rasya, dan Ning Nida. Mobil kedua berisi Gus Arka dan Gus Arzan. Mobil ketiga berisi Gus Ivan dan Gus Atha. Mobil keempat berisi Gus Faiq. Mobil kelima berisi Gus Arya dan Ning Bijel. Bijel sebenarnya risih satu mobil dengan Gus Arya, tapi ia tetap acuh karena sifat dan karakternya yang tegas, dingin, cuek, cool, dan acuh. Bijel masih belum tahu kalau Gus Arya itu adalah suaminya.]

Ning Nida: "Bijel, kamu yakin sudah kuat untuk pulang?"

Ning Abigail: (dengan nada datar) "Iya, Umi. Saya sudah bosan di sini."

Gus Rasya: "Kalau masih lemas, bilang ya, Nak. Jangan dipaksakan."

Ning Abigail: (dengan nada acuh) "Iya, Abi."

Abah Yai Hamdan: "Alhamdulillah, Bijel sudah sembuh. Sekarang kita pulang dan istirahat di pesantren."

Nyai Dewi: "Semoga Bijel bisa segera pulih seperti sedia kala."

[Sampai pesantren mereka langsung ke ndalem barat, sampai ndalem, ia langsung istirahat di kamar, keluarga ndalem, yg lainnya kembali ke ndalem masing" kecuali Gus Arya yg di ndalem barat.sedangjan yg lainnya yg ngajar ya ngajar, ada rapat ya rapat dan kegiatan yg lainnya.]

[Sesampainya di pesantren, mereka langsung menuju ke ndalem barat. Sesampainya di ndalem, Bijel langsung istirahat di kamar. Keluarga ndalem yang lainnya kembali ke ndalem masing-masing, kecuali Gus Arya yang tetap berada di ndalem barat. Sementara itu, yang lainnya kembali beraktivitas seperti biasa, ada yang mengajar, ada yang rapat, dan ada yang melakukan kegiatan lainnya.]

[Sore harinya bijel blm sembuh sepenuhnya tp ia berencana mau jalan" keluar, bijel menuju ndalem tengah ke kang Resya keamanan ndalem tengah, bijel ambil kunci mobilnya, ditanya kang Resya tentang izin dan mau kemana, bijel hanya menjawab keluar bentar ada urusan. awalnya kang Resya TDK memberikan kunci tp setelah perdebatan panjang]

[Sore harinya, Bijel yang belum sembuh sepenuhnya berencana untuk pergi keluar. Bijel menuju ke ndalem tengah menemui Kang Resya, keamanan ndalem tengah, untuk mengambil kunci mobilnya. Kang Resya bertanya tentang izin dan tujuan Bijel, namun Bijel hanya menjawab bahwa ia akan keluar sebentar untuk ada urusan. Awalnya, Kang Resya tidak memberikan kunci mobil tersebut, namun setelah perdebatan panjang...]

Ning Abigail: (dengan nada dingin) "Kang, saya mau ambil kunci mobil."

Kang Resya: (dengan nada sopan) "Maaf, Ning, mau kemana? Apa sudah izin sama Abah Yai atau Abi?"

Ning Abigail: (dengan nada tidak sabar) "Saya cuma mau keluar sebentar, ada urusan. Nggak perlu izin sama siapapun."

Kang Resya: (dengan nada khawatir) "Tapi, Ning, kondisi Ning Abigail kan belum sepenuhnya pulih. Sebaiknya istirahat saja di ndalem."

Ning Abigail: (dengan nada membentak) "Bukan urusanmu! Cepat berikan kunci mobilnya!

Kang Resya: (dengan nada tegas) "Maaf, Ning, saya tidak bisa memberikan kunci mobilnya kalau Ning Abigail tidak memberikan alasan yang jelas dan mendapat izin dari keluarga."

Ning Abigail: (dengan nada marah) "Kamu ini siapa berani mengatur-atur saya?! Saya ini Ning Abigail! Cepat berikan kunci mobilnya atau saya adukan kamu ke Abah Yai!"

Kang Resya: (dengan nada pasrah) "Tapi, Ning..."

[Setelah itu bijel ambil paksa kunci mobil lalu pergi dr pesantren dg berkendara mobil kecepatan tinggi.]

[Setelah perdebatan yang panjang dan sengit, Bijel akhirnya merebut paksa kunci mobil dari tangan Kang Resya. Tanpa menghiraukan peringatan Kang Resya, Bijel langsung pergi dari pesantren dengan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.]

Kang Resya: (berbicara sendiri dengan nada khawatir) "Ya Allah, kemana Ning Abigail pergi? Semoga tidak terjadi apa-apa."

[Kang Resya merasa sangat khawatir dengan kepergian Ning Abigail. Ia segera menghubungi Gus Arya untuk memberitahukan kejadian tersebut.]

Kang Resya: (di telepon, dengan nada panik) "Assalamualaikum, Gus Arya. Maaf mengganggu, Gus. Saya mau memberitahukan sesuatu."

Gus Arya: (di telepon, dengan nada tenang) "Waalaikumsalam, Kang Resya. Ada apa?"

Kang Resya: (dengan nada khawatir) "Gini, Gus, Ning Abigail tadi sore memaksa mengambil kunci mobil dan pergi dari pesantren. Saya sudah mencoba mencegah, tapi Ning Abigail tetap memaksa."

Gus Arya: (di telepon, dengan nada terkejut) "Apa?! Ning Abigail pergi?! Kemana?!"

Kang Resya: (dengan nada menyesal) "Saya tidak tahu, Gus. Ning Abigail tidak memberitahukan tujuannya. Dia hanya bilang ada urusan sebentar."

Gus Arya: (di telepon, dengan nada cemas) "Ya Allah... Baik, Kang Resya, terima kasih atas informasinya. Saya akan segera mencari Ning Abigail."

Kang Resya: (di telepon, dengan nada khawatir) "Semoga Ning Abigail baik-baik saja, Gus."

Gus Arya: (di telepon, dengan nada cemas) "Aamiin. Terima kasih, Kang Resya."

[Gus Arya sangat terkejut dan khawatir mendengar kabar tersebut. Ia segera mencari cara untuk menemukan Ning Abigail. Ia merasa bertanggung jawab atas keselamatan istrinya, meskipun Ning Abigail belum mengetahui tentang pernikahan mereka.]

[Gus Arya berlari menuju ndalem tengah untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada Abah Yai dan keluarga ndalem lainnya. Ia berharap mereka bisa membantu menemukan Ning Abigail secepatnya.]

Gus Arya: (dengan nada panik, menghadap Abah Yai dan keluarga ndalem) "Assalamualaikum, Abah Yai, Abi, Umi, semuanya. Maaf, saya datang dengan kabar yang kurang baik."

Abah Yai Hamdan: (dengan nada tenang) "Waalaikumsalam, Arya. Ada apa? Bicaralah dengan tenang."

Gus Arya: (dengan nada cemas) "Ning Abigail... Ning Abigail pergi dari pesantren, Abah Yai."

Ning Nida: (dengan nada terkejut) "Apa?! Bijel pergi?! Kemana dia pergi, Arya?!"

Gus Arya: (dengan nada menyesal) "Saya tidak tahu, Umi. Kang Resya bilang, Ning Abigail memaksa mengambil kunci mobil dan pergi tanpa memberitahukan tujuannya."

Gus Rasya: (dengan nada khawatir) "Ya Allah... Kenapa Bijel nekat seperti ini? Padahal dia baru saja sembuh dari sakit."

Abah Yai Hamdan: (dengan nada bijaksana) "Tenang, semuanya. Kita harus bertindak cepat. Arya, coba kamu lacak keberadaan mobil Bijel. Kita harus segera menemukannya sebelum terjadi apa-apa."

Gus Arya: (dengan nada siap) "Baik, Abah Yai. Saya akan segera menghubungi pihak kepolisian untuk melacak keberadaan mobil Ning Abigail."

[Gus Arya segera menghubungi pihak kepolisian untuk melacak keberadaan mobil Ning Abigail. Sementara itu, keluarga ndalem lainnya merasa sangat khawatir dan cemas dengan kepergian Ning Abigail. Mereka berdoa semoga Ning Abigail selalu dalam lindungan Allah SWT dan segera ditemukan dalam keadaan selamat.]

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!