NovelToon NovelToon
Pernikahan Dini

Pernikahan Dini

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Cintapertama
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: hanisanisa_

Melia-Dimas yang bermula dari Hubungan Tanpa Status berakhir di jenjang pernikahan yang masih terlalu muda.

Takdir seolah tak membiarkan keduanya asing, setelah berpisah karena orang tua yang harus berpindah negara, mereka kembali di pertemukan dengan satu sama lain dengan perasaan yang masih sama tanpa berkurang sedikitpun.

Bagaimana kelanjutannya? Simak selengkapnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Kedua nya akhirnya kembali ke rumah setelah selesai sarapan seperti rencana.

"Eh Kak, aku habis ini boleh nggak ke mall?" tanya Melia saat baru sampai di ruang tamu rumah nya.

Dimas menoleh dan mengernyit nampak protes. "Ngapain ke mall?" tanya Dimas balik.

"Mandi" jawab Melia asal.

Dimas mengerjap pelan, ia tau jawaban Melia hanya asal-asalan karena dari raut wajah nya yang terlihat kesal.

"Ya orang ke mall itu ngapain ku tanya" ketus Melia sembari melangkah naik, ia akan menuju kamar nya yang sudah seminggu tidak di tiduri.

Dimas mengekori Melia masuk ke dalam kamar, dan bertepatan saat Melia membuka jaket yang menutupi badan nya.

Gluk

Dimas menelan ludah nya dengan berat, ia melihat dengan mata kepala nya sendiri bagian atas tubuh Melia yang hanya di tutupi sepotong kain yang selalu di sebut bra.

"Ngapain ikut masuk juga?" pekik Melia saat menyadari keberadaan Dimas yang ada di belakang nya nampak membeku.

Dimas mengangkat kedua pundak nya mencoba untuk menampilkan raut santai di depan Melia yang mendelik tajam pada nya.

Melia berusaha menutupi tubuh atas nya dengan jaket yang tadi menutupi tubuh nya.

"Me sum!" ketus Melia langsung masuk ke dalam kamar dan tak lupa membawa handuk serta pakaian ganti dengan raut yang masih merengut karena tatapan Dimas yang terus tertuju pada nya.

...****************...

Melia benar-benar berangkat ke mall di temani oleh Dimas yang sebenarnya sudah begitu malas untuk keluar dari rumah.

"Perlengkapan buat aku di Belanda harus tersedia dari sekarang" ujar Melia saat sudah berada di satu toko yang menjual pakaian musim dingin dan musim panas.

Dimas menghela napas berat. "Padahal di sana juga ada mall, kenapa harus beli disini?" Dimas bergumam pelan sembari terus mengikuti Melia yang maju selangkah-selangkah.

"Disana harga nya mahal" balas Melia yang mendengar gumaman Dimas.

Dimas tak lagi bergumam, seperti nya telinga Melia ikut-ikutan tajam setelah beberapa hari sering bersama.

...****************...

"Huft bosaaan" keluh Melia saat sudah di sampai di rumah lagi setelah berburu pakaian musim dingin dan panas untuk persediaan di Belanda, katanya.

Dimas keluar dari kamar sembari membawa laptop di tangan nya, ia harus memantau dan mengerjakan tugas nya sebagai CEO di perusahaan cabang milik Rico di Belanda.

"Nyemil sambil nonton film" cetus Dimas sembari meletakkan laptop nya dan mengambil toples camilan.

"Nggak ada teman buat nonton film" balas Melia dengan nada malas, ia sebenarnya hanya ingin modus. Bosan nya itu karena Dimas lebih fokus pada laptop di pangkuan nya.

"Kak Dim" panggil Melia saat Dimas duduk di samping Melia sembari menyomot satu keripik pisang yang ia bawa tadi.

Dimas menoleh sekilas lalu kembali menatap ke arah laptop.

"Flat banget after marriage" cetus Melia dengan jujur, Dimas terdiam dan menghentikan jari nya yang menari di atas keyboard.

"Kamu mau kita gimana? Di kamar seharian? Di luar seharian? Atau di dalam mimpi seharian? Dalam selimut seharian juga kayaknya enak nih?" ucap Dimas membuat Melia melongo.

"Nggak jadi, mending flat gini daripada seharian gitu, nggak ada momen nya" Melia memilih menyalakan tv yang sejak tadi hanya ia pantengi tanpa di nyalakan, ia memang menunggu Dimas untuk menemani menonton tv.

Dimas terkekeh lalu kembali fokus pada laptop, sesekali ia minta suapi keripik pisang pada Melia.

"Ih Kakak kan punya tangan" ketus Melia menolak untuk menyuapi Dimas yang begitu fokus pada laptop.

"Tangan ku lagi sibuk dua-duanya, suapi saja, suami mu ini yang minta di suapi" balas Dimas dengan mata tetap menatap ke arah laptop.

Melia berdecak malas dan mengambil keripik pisang lalu menyuapi Dimas dengan telaten, sesekali juga ia ikut memakan keripik pisang itu.

"Horor komedi ternyata asik juga daripada romantis mulu" Melia mengomentari film yang ia tonton di tv.

"Nggak semua horor komedi juga asik, semua ada genre nya masing-masing dan tingkat keseruan yang berbeda-beda" balas Dimas sesekali ia melirik ke arah tv.

Melia tak menanggapi ucapan Dimas, ia memilih fokus pada film yang sedang berlangsung.

...****************...

Makan malam pun tiba, kegiatan makan malam pun sudah terlaksana dengan banyak celoteh dari Gina dan Melia yang jika di satukan akan banyak perdebatan.

Melia masuk ke dalam kamar nya setelah berpamitan lebih dulu pada orang tua nya beserta Dimas yang akan menemani Josep bersantai sambil main catur.

"Oke, kita mulai darimana dulu?" monolog Melia saat melihat barang-barang nya yang berantakan di lantai.

Melia mulai membereskan barang-barang yang ia beli tadi di tambah kado pernikahan dari beberapa teman yang datang.

Pernikahan mereka tak ada di tutupi dari publik, jika ada yang bertanya apa hubungan mereka, mereka akan menjawab suami istri, sebagaimana mesti nya.

Karena, Lia juga sudah lulus dan hanya akan melanjutkan kuliah nya, dan di dunia perkuliahan tak ada larangan untuk mahasiswa nya yang sudah menikah.

Ceklek

Jam 10 malam Dimas baru kembali ke kamar, ia nampak meraba-raba tembok karena lampu yang gelap.

Terdengar suara keran air dari dalam kamar mandi, lalu pintu kamar yang terbuka.

"Loh mati lampu? Nggak mungkin, keran air di kamar mandi aman aja" ucap Melia sembari menyipitkan mata saat melihat sekelibat tubuh Dimas di ambang pintu.

"Mungkin lampu nya aja yang rusak, di luar terang kok" balas Dimas lalu merogoh hp nya yang berada di saku celana.

Ia segera menyalakan senter hp nya dan mengarahkan pada pintu kamar mandi yang masih terbuka menampakkan Melia yang berdiri tegak di sana.

"Wah alamat tidur nggak ada lampu ini mah" keluh Melia segera melangkah ke ranjang ketika ia dapat melihat sekitar saat lampu senter hp Dimas di arahkan pada nya.

"Nggak bisa tidur kalau gelap-gelapan?" tanya Dimas di jawab deheman oleh Melia yang berhasil naik ke atas ranjang dan menyalakan senter hp nya juga.

"Bisa, tapi nggak segelap ini juga. Kalau kayak gini, nanti aku di apa-apain orang gimana" jawab Melia membuat Dimas menoleh.

"Siapa yang berani apa-apain kamu sebelum aku? Ku hajar sampai masuk rumah sakit tu orang" cibir Dimas mendapat kekehan dari Melia.

Keterangan kamar itu menjadi temaram karena lampu senter hp masing-masing yang mengarah ke atas.

"Kak" panggil Melia setelah hening beberapa saat dengan posisi sama-sama telentang menghadap atas.

"Mau tanya apa" Dimas paham kenapa Melia selalu memulai dengan panggilan baru akan bertanya hal yang membuat nya penasaran.

"Kenapa mau nikahin aku?" tanya Melia, ia gugup setengah ma ti saat bertanya hal yang membuat jantung nya berdegup kencang.

Dimas tak langsung menjawab, ia sendiri juga bingung bagaimana menjelaskannya.

"Kita dulu pernah janji-"

"Jangan hanya karna janji itu Kak.. Aku bakal minta cerai kalau cuma sebatas janji kita dulu" cela Melia yang sudah menebak jawaban Dimas, tapi ia ingin jawaban yang lain.

Apakah pernikahan ini ada unsur cinta atau hanya sebatas menepati janji semata, jika begitu. Maka hanya tinggal berikrar janji suci lalu berpisah, tak perlu harus hidup bersama selama nya.

1
ハニサ
yg smpt bca komen aku, baca ya🙏

buat yg vote, like, komen, dan meraih peringkat 1 akan aku kasih hadiah kecil-kecilan buat nambah semangat kalian supaya rajin ngegift hehe🤭
ハニサ: klau bsa rebut peringkat ku jg sih🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!