Astra tak pernah mau meneruskan pekerjaan Ibunya. Di bandingkan menjadi dukun, dia ingin hidup normal sebagai gadis pada umumnya.
Demi bisa terlepas dari hal-hal gaib di desa, Astra nekat melanjutkan study nya di kota. Dengan beasiswa yang susah payah dia raih, dia memasuki sekolah terkenal di kota "High School" dari namanya saja sudah keren bukan?
Astra bermimpi untuk belajar seperti siswa pada umumnya, memiliki teman dan bekerja setelah lulus. Namun kenyataan menampar nya, High School tidak sebaik yang di pikir kan.
Kemanapun dia pergi, kabut gelap selalu terlihat di tubuh setiap orang...
Permainan gaib, nyawa dan kekuasaan menjadi mainan bagi mereka. Sisi baiknya, tidak ada satupun orang yang mengetahui hal gaib lebih baik darinya di sekolah ini...
#25Desember2025
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
"Wahh, pantes aja lo nolak ajakan si Dion mulu. Ternyata lo udah punya pacar ya? Tapi pacaran kok di kebun teh?"Suara santai itu milik Arka. Ia muncul dari balik rimbunnya pohon teh, diikuti oleh Samuel dan Gabriel yang tampak penasaran, serta Dion yang berjalan paling belakang.
Dion mengepalkan tangan kanannya kuat-kuat di sisi tubuh, buku-buku jarinya memutih menahan gejolak amarah dan cemburu yang tiba-tiba membuncah melihat Fino berdiri begitu dekat dengan Astra. Namun, sedetik kemudian, ia menarik napas dalam-dalam dan memasang wajah yang dibuat-buat sedih, seolah-olah ia adalah korban yang patah hati.
Astra menoleh, tatapan matanya yang dingin dan datar menyapu satu per satu wajah mereka. Ia menghela napas, sebuah ekspresi yang sangat jarang ia tunjukkan.
"Kalian semua ngapain di sini?" tanya Astra, nadanya benar-benar tanpa emosi, seolah ia sedang menanyakan cuaca.
Arka menyengir lebar, berjalan mendekat dengan santai. "Khawatir, dong. Tadi lo naik taksi kayak dikejar setan. Terus Fino bilang lo ke sini. Ya, kita ikut aja. Solidaritas, Sra."
"Solidaritas atau kepo? Dan sejak kapan gue ngasih info ke kalian, kenal juga nggak!" sela Fino.
"Aduh, canda doang Bang. Serius banget," sokap Arka kepada Fino.
Astra menyapu semua wajah, dan tatapan terakhir nya jatuh pada Dion yang masih mempertahankan wajah 'patah hati' palsunya.
Dion maju selangkah, suaranya dibuat serak dan mendayu. "Gue cuma mau mastiin lo baik-baik aja, Sra. Gue pikir lo lagi sedih makanya butuh waktu berdua sama Fino. Tapi kalau lo udah punya pacar, gue... gue mundur, kok."
Astra hanya menatapnya sekilas, lalu membuang muka. Sikapnya yang cuek dan dingin membuat Dion semakin kesal, namun ia harus menahan diri.
"Terserah," kata Astra, suaranya terdengar sangat bosan. Ia kembali menatap Friska, hantu gadis berseragam itu. "Gue nggak peduli alasan kalian. Tapi kalau udah di sini, jangan jadi beban."
Ia kemudian menatap kelima pemuda itu, matanya menyiratkan perhitungan yang tajam. "Di depan sana ada ratusan orang gila yang harus gue lewati buat ketemu pemimpin mereka. Gue bisa aja ngurusin hantu, tapi ngurusin manusia sebanyak itu bukan keahlian gue."
Astra menyilangkan tangan di dada, sikapnya angkuh dan mendominasi. "Kalian bisa bantu gue. Tapi kalo kalian gak mau juga silahkan pergi,*
"Ternyata lo suka banget ya, ikut campur urusan orang." Ucap Samuel dengan nada tenang dan wajah datar, Astra melihat nya sekilas dan mengabaikan nya.
"Ratusan orang?" tanya Gabriel, sedikit terkejut.
"Geng motor," jawab Astra singkat. "Jadi, mau ikut atau balik?"
"Gue ikut," jawab Fino tanpa ragu. Senyum Fino paling ngejreng, dia pikir ini kesempatan untuk menjadikan Astra teman. Seperti yang pelindung nya katakan.
"Tentu aja gue ikut," sahut Arka, tersenyum santai. "Melindungi calon pacar adalah tugas utama~"
Dion mendengus pelan, lalu dengan cepat menyahut, "Gue juga. Apapun akan aku lakukan untuk calon pacar!" Ucapan nya terdengar dramatis dan penuh tekad, membuat yang lain menatap nya dengan jyjyk~
"Udah disini, yakali balik." Ucap Gabriel sambil mengotak-atik Hp nya sebentar.
"Oke,"
Mereka mulai berjalan, mulanya Astra berjalan lebih dulu, namun Dion mendekat, Fino, Arka dan akhirnya mereka berjalan berbarengan. Menjadikan Astra sebagai tengah-tengah.
"Lo kenapa tiba-tiba bantu nih hantu? Padahal sebelumnya lo kaya cuek-cuek aja sama ni hantu." Tanya Arka.
Astra diam beberapa saat, tentu saja mereka bisa melihat hantu gadis SMA ini. Namun orang kaya mana yang mau repot-repot mengurusi masalah mati makhluk lain? Masalah hidup mereka saja mereka tidak mengerti.
"Clara usik gue," Tiga kata singkat, untuk pertanyaan Arka. Membuat Arka memutar matanya, seolah dalam hati menghujat. 'Tinggal ngomong panjang apa susahnya sih?'
"Tunggu? Apa pocong semalem itu ulah Clara?" Astra tidak mengangguk, namun Fino jadi yakin akan hal itu. Namun fokus ke empat pemuda lainnya bukan pada pocong, namun...
"Pocong semalem? Apa maksudnya?" Tanya Dion, sambil mengerutkan keningnya.
"Lo di rumah nya Astra?" Lanjut Arka.
"Gue ..." Fino terlihat berpikir sebelum menjawab, lalu melirik Dion yang seperti kebakaran rambut.
"Iya, semalem gue di rumah Astra."
"Hah?!"
"What?!"
Samuel dan Gabriel terkejut, namun reaksi Dion dan Arka terlihat lebih terkejut.
"Ongkeh?"-Arka.
"Ungger~ " Fino.
"Bukan semalem aja sih, hampir setiap malem gue ke rumah nya Astra." Fino semakin memanas-manasi.
"Kalian... Pacaran?" Tanya Gabriel, dari ekspresi nya dia semakin terkejut.
Astra jelas tidak menjawab, mengabaikan dengan cuek. Sementara Fino hanya tersenyum dengan percaya diri, membuat ke-empat nya mengira dengan salah paham.
"Jawab dong---"
"St, berisik! ?" Bentak Astra dengan suara tertahan. "Kita udah sampai, bangunan di depan markas nya."
Semuanya terdiam. "Hati-hati." Astra berjalan dengan langkah yang di buat pelan-pelan. Baru beberapa langkah, tangan Samuel sudah menahan nya.
Mereka semua berhenti, dan Astra melihat Samuel dengan alis berkerut. "Lo udah siapin rencana?"
Astra mengangguk. "Udah"
"Apa?"
"Masuk, terus serang."
"Hah?"
***
Hari ini author sekolah...🤧🫣
Boncab dong Thor
semangat menjalani harimu
ayo up lagi malam ini.
aku suka banget ceritanya.
bagus
dan semakin bikin aku penasaran akan kelanjutannya.
ayooooooooo up lagiiiiiiiiiiiiiiii
kenapa kok gak ada semangatnya.
semoga author dapet ide-ide bagus buat lanjutin Babnya, biar gak terlalu pendek-pendek amat ceritanya kalo tamat😊🤭🤭🤣🤣🤣🤣
semoga semangat mubgak kendor ya thor. jangan putuskan hubungan ini... eh, novel ini di tengah jalan thorkuuuu....
semoga lolos ya thooor
🎶Sampai kapan kau gantung
Cerita cintaku memberi harapan🎶