NovelToon NovelToon
Don`t Sleep With Dhamphyr!

Don`t Sleep With Dhamphyr!

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Kutukan / Horor / Tumbal / Hantu / Iblis
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Rowena Scarlett adalah manusia setengah vampir, tetapi sama sekali tidak menyadari jati dirinya. Tante dan om, satu-satunya keluarga yang ia miliki, justru menganggap Rowena mengalami gangguan mental. Anggapan itu berujung pada keputusan untuk menitipkannya di rumah sakit jiwa.

Rowena didiagnosis mengidap gangguan delusi akibat obsesinya terhadap darah. Kondisi tersebut bahkan membuatnya hampir melakukan percobaan pembunuhan demi memuaskan rasa penasarannya. Padahal, dorongan itu merupakan insting yang wajar bagi seseorang yang memiliki darah vampir.

Nahas, di tempat itu Rowena bertemu Darcel, dokter terapis barunya yang ternyata seorang vampir psikopat. Ketika Rowena terjebak dalam genggamannya, ia dijadikan kambing hitam atas pembunuhan-pembunuhan yang dilakukan oleh Darcel.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghapus Ingatan Rowena II

“Hehehehe ... Senang banget nemuin kamu di sini,” gumamku.

Jari-jariku gemetar mencengkeram setir. Mulutku langsung berair, seperti anjing Pavlov yang kebiasaan dikasih hadiah.

Ini malaikat maut aku. Datang untuk balas dendam. Pisau berdarah di tangan, sarung tangan kulit yang menggoda itu.

Aku suka dia.

Aku sangat suka dia.

Karena aku bisa membayangkan hal-hal apa saja yang akan dilakukan cowok seperti dia ke aku. Bahkan sentuhan brutal dan kejam yang membuatku … puas.

Ditambah lagi, dia sempat menelepon polisi dan mencoba mengurungku di rumah sakit jiwa.

“Rowena, Rowena, Rowena,” katanya sambil mendesah, metuk-ngetukkan ujung pisau ke rahangnya yang bersih dan tegas. “Kita benar-benar perlu melatih kamu biar enggak ngelakuin tindakan beresiko.”

“Kamu mau ngubah aku jadi vampir?” tanyaku.

“Nggak,” jawabnya singkat. Mata ungunya mengunciku.

Aku menengok ke sekeliling, ke arah mayat-mayat itu, cuma ingin melepaskan kepala aku dari mobil yang terasa makin sempit.

“Terus?”

Dia tersenyum ke aku, dan kami saling tatap.

Apa pun yang dia sembunyikan di balik topeng itu membuatku gugup … dan bersemangat. Mungkin sejak pertama kali aku lihat dia, aku udah merasakan jati dirinya yang asli. Mungkin itu yang membuatku tertarik, meskipun aku enggak sadar.

Suara jangkrik dan dengungan lampu pom bensin terdengar nyaring. Dia bilang aku bukan vampir, tapi aku menyedot darah dari dia. Dan lagi, dia ingin masukkan aku ke rumah sakit jiwa.

“Oh, atau kamu mau aku jadi peliharaan kamu!” teriakku.

“Hm, mungkin,” kata Darcel sambil sedikit memiringkan kepala.

“Oke,” desisku. Amarah mulai naik ke kepala, mengikis rasa takut dan cemas. Jari-jariku mencengkeram gagang pintu mobil.

Belum sempat aku tarik, tangan Darcel sudah keburu mencengkeramku. Dia turunkan sandaran kursi dan dengan cepat menindihku.

Tubuhnya melayang di atasku, otot-otot lentur di balik lengannya, berlumuran darah.

Gairah itu meledak menyapu setiap inderaku. Tulang belikatku nempel ke kursi. Rasa minuman strawberry masih tertinggal di mulutku. Aku sadar betul betapa berbahayanya cowok yang sedang menindihku ini.

Pisau itu masih ada di tangannya, cuma beberapa inci dari wajahku. Entah disengaja atau enggak.

Mata ungu Darcel tampak lebih gelap di dalam mobil. Lututnya menekan di antara pahaku saat dia menunduk di atas tubuhku. Dua jari bersarung tangan itu menekan bibirku, meraba, merasakan lidahku, memaksa mulutku terbuka.

Jari-jarinya menyusuri lidahku, menggenggam, membelai. Matanya menyala penuh nafsu waktu aku mengizinkan dia menjelajahi bagian dalam mulutku.

“Kamu gadis baik, Rowena,” gumamnya.

Aku enggak sanggup menolak untuk berhenti menikmati momen itu.

Inilah yang selalu aku inginkan. Dia merebut ruang pribadiku, menerobos tubuhku. Jantungku berdengung waktu jarinya mengusap gigiku, mengecek apakah aku memiliki taring.

Tubuhku bergetar, dan aku menggeliat. Itu membuatku makin sadar sama lututnya yang menekan di antara paha aku, menyenggol bagian paling sensitifku. Aku enggak tahu dia sengaja bikin tubuhku kacau, atau enggak.

“Tunjukin taring kecil kamu,” bisiknya.

Lalu denyut nadinya yang penuh darah tiba-tiba ada di antara bibirku, persis seperti semalam. Erangan berat lolos dari tenggorokanku saat rasa itu menyerbu.

Mungkin itu meracuni pikiranku, membuatku jadi budaknya, dan akal sehatku lenyap. Semua perhatianku cuma ke darahnya. Ke teksturnya yang mengalir, panas, dan hidup.

Rasanya kembali lagi ke mulutku, mengecap di gigiku, menempel di lidahku. Dan waktu dia mendesah pelan, aku langsung ambruk ... aku suka.

Kali ini dia mengizinkan aku menjilat dan menghisap sepuasku. Sampai kepalaku pusing, tubuhku lemas, dan aku bisa merasakan darahnya mengalir dari ujung kukuku yang terkelupas sampai ke akar rambutku.

Darah menetes dari sudut mulutku, membasahi kerah bajuku. Aku enggak peduli kalau setelah ini kami masih harus berantem. Atau kalau dia punya rencana untuk menghianatiku. Sekarang cuma ada aku dan darah vampirnya yang mengalir ke perutku.

Waktu akhirnya aku melepaskan pergelangan tangannya, dia masukkan jarinya lagi ke mulutku, meraba gigiku. Senyum gelap terukir di wajah tampannya.

“Itu dia, Rowena. Anak baik,” gumamnya. Dadaku langsung berdebar. Aku suka waktu dia bilang aku baik. Waktu aku berhasil membuatnya senang.

“Baju kamu kotor,” katanya sambil berkerut. Terus dia condong lebih dekat dan membisiki telingaku.

“Nah, dhamphyr kecil … lupain soal datang ke rumah aku malam itu. Lupain juga soal hari ini.”

Pikiranku langsung berputar seperti ramuan yang diaduk. Kenangan-kenangan itu tersapu cepat, dan aku enggak sanggup menahan apa pun.

Aku dorong dadanya, mencoba menjauhi dia. Aku enggak mau lupa. Bukan itu. Justru karena kejadian semalam, aku sadar dia belahan jiwaku. Kami diciptakan untuk satu sama lain. Dia mencoba menghapus takdir. Dia mencoba menjauh dari aku.

Aku berontak, memukuli tubuhnya, mencakar lengannya yang terbuka, meraih gagang pintu. Aku menjerit frustasi dan putus asa, tapi cuma mayat-mayat itu yang jadi saksi waktu ingatan aku pelan-pelan menghilang.

Darcel mencengkeram pergelangan tanganku dengan kedua tangannya, membuatku nyeri. Dia menekan lututnya lebih keras di antara pahaku, membuat tubuhku bergetar lagi. Dia tahu persis apa yang dia lakukan, menggesek-gesekkan lututnya ke titik sensitifku, membuatku makin basah.

Uttingku mengeras, geli, tapi tanganku masih ingin mencakar dan mendorongnya. Tubuhnya menempel ke tubuhku, mulutnya ada di telingaku, napasnya pelan dan berat, membuat bulu kudukku berdiri.

 Saat itu aku sadar, aku enggak bisa kabur.

“Lupain aku,” bisik suaranya yang berat di telingaku. Kata-kata itu menyusup ke otakku, menembus setiap celah. Desahan lolos dari tenggorokanku.

“Bajingan,” erangku di lehernya.

Pandanganku kabur, gelap, waktu dia mundur dan menatapku. Wajah puasnya muncul samar saat dia menarik sehelai rambutku yang tebal dan merah tua, memasukkan ke mulutnya, menghisap sambil menarik dengan bibirnya yang menggoda.

"Lupain aku."

Suara itu terus bergema.

Dan aku pun tertidur.

1
Adellia❤
ampuun deh darcel👻👻
Adellia❤
sikopat itu serius rupanya..
Adellia❤
hiii merinding sebadan" tuh orang bener" sikopat eh bukan orang dink👻
Adellia❤
km di cap pasien gila rowena tapi dokter terapi km dy orang gila yg sebenernya👻👻
Adellia❤
serruu karna gak cuman gairah pingin di tindih tapi juga gairah pingin minun darah👻👻👻
Adellia❤
hhhh rowenaaa🤦‍♀️🤦‍♀️
Adellia❤
hah... menguntit??? berati ilmu dr darcel buat menghapus ingatan itu enggak mempan??? 😱😱
DityaR: kan yg di hapus ingatan hari itu aja kak 🙏
total 1 replies
Adellia❤
sereem tapi seruu sekaligus menegangkan semangaatt thorr tulisanmu bagusss💪💪
Adellia❤
sama" senyum tapi beda arti.. hati" rowena dy vampir berbulu dombaa🤗🤗
Adellia❤
dr darcel bolehkah q bertemu km q ingin menghapus ingatanku sama seseorang😭😭
Adellia❤: boleh gak kasih no wa dr darcel thorr pliiisss🙏🙏
total 2 replies
Adellia❤
Torvald... heyyy emang km punya mental🤣🤣 kalo punya mah km enggak bakal tinggal di paragon ✌
Adellia❤
palingan km bakal di gigit sama darcel ..
Adellia❤: itu apa anu😱
total 4 replies
Adellia❤
astaga.. ngegantung🤔
Adellia❤: ciyuuss???
total 14 replies
Adellia❤
ya ampun pak dokter chat mulu... sugardady 😍
Rainn Dirgantara
Beuhh!
Rainn Dirgantara
Pelit kali 👀
Atelier
hi Rowenaaa
Atelier
🤭 memang mempesona
Adellia❤
karna pak dokter juga sama kayak km rowena 👻👻👻
Adellia❤: itu lho kak rowena sama pak dokter di kasih bodrex ..
total 6 replies
Dewi kunti
kok ngeri siiiiich🙈🙈🙈
Adellia❤: wlee😋😋😋
total 14 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!