NovelToon NovelToon
Di Kira Mandul Ternyata ...

Di Kira Mandul Ternyata ...

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:929
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Meitania

Menerima laki-laki yang di kenalkan oleh sosok yang bernama Ayah itu seperti membuka pintu derita bagi Maura. Apakah Maura menderita karena perlakuan sang laki-laki atau perasaan bersalah pada keluarganya....
Yuk lanjut episode baru cerita aku....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panik

Pulang kantor menjadi hari yang sangat di nanti. Karena berangkat bersama sang Adik Maura pun memutuskan pulang bersama sang Adik kembali. Mereka berdua sudah berjanji. Tak ingin terjadi sesuatu dengan sang Kakak, Maulida meminta Maura menunggu di lobi kantor saja.

Saat pintu lift terbuka terlihat Radit keluar dari dalam lift dan pandangannya tepat melihat Maura yang tengah duduk di ruang tunggu. Maura terlihat tengah asik menatap ponselnya. Maura tak menyadari jika Radit mendekatinya.

"Mau pulang bersama?" Tanya Radit.

"Hah! Eh, ma maaf Pak." Jawab Maura gugup.

Entah mengapa Maura begitu gugup bertemu dengan Radit setelah pertemuan mereka di rumah Radit kemarin. Itu sebabnya Maura selalu menghindari Radit sejak pagi tadi.

"Gimana? Mau pulang bersama?" Tanya Radit lagi.

"Ah, ngga usah Pak. Saya menunggu Adik saya." Jawab Maura.

"Bilang saja kamu pulang bersama saya." Radit.

"Dia sudah dalam perjalanan Pak. Tidak bisa di hubungi karena Adik saya menggunakan sepeda motor" Jawab Maura jujur.

"Kalo begitu sampai bertemu di rumah saja ya." Radit.

"Hah! Maksud Bapak?" Tanya Maura.

Namun, Radit hanya membalas pertanyaan Mayra dengan senyuman saja. Radit bangkit dari duduknya dan berlalu meninggalkan Maura. Tak lama satpam memberitahu Maura jika ada yang menunggu nya di luar. Maura segera keluar gedung dan ternyata Maulida sudah menunggunya.

"Kenapa Kak? Lama ya?" Tanya Maulida saat melihat sang Kakak seperti tidak baik-baik saja.

"Hah! Ah, ngga juga. Ayo jalan." Maura.

Maulida menjalankan motornya dengan kecepatan sedang. Tak butuh waktu lama mereka pun sampai di rumah. Terlihat warung sang Ayah ramai pembeli. Maura dan Maulida menghampiri Pak Budi dan Bu Tias di warung setelah itu mereka pun ke rumah untuk membersihkan diri.

"Lala..." Panggil Bu Tias dari luar.

"Kakak mandi kaya nya Bu." Jawan Maulida.

"Belum selesai mandinya?" Bu Tias.

"Kayanya belum Bu. Kakak lama mandinya." Maulida.

"Coba panggil dulu ya Nak. Bilang ada tamu." Bu Tias.

"Siapa Bu?" Tanya Maulida.

"Bang Radit cucu nya Oma Mia." Bu Tias.

"Oh, yang waktu malem itu ya?" Maulida.

"Iya."

Belum sempat Maulida memanggil Maura. Terlihat Maura berjalan menghampiri Maulida dan Bu Tias. Maura tampak menggunakan celana panjang dan kaos oblong dengan rambut basahnya.

"Kalian ngapain?" Tanya Maura.

"Eh, udah selesai mandinya nak? Ayo ke depan dulu itu tamu nya di temenin." Bu Tias.

"Tamu Bu?" Maura.

"Iya. Bang Radit." Bu Tias.

"Hah! Apa? Aduh,, kenapa dia ke sini Bu?" Jawab Maura panik.

"Kak, tenang dulu. Kan cuma Bang Radit yang ke sini. Kenapa Kakak jadi panik?" Maulida.

"Ah, Ibu.... Ngga mau ah Lala ngga mau ke luar. Ibu bilang aja Lala tidur." Maura.

"Mana ada tidur sore begini Kak." Maulida.

"Adek aja deh yang keluar." Maura.

"Mana ada begitu Kak." Maulida.

"Sudah ayo temui. Jangan seperti itu nak." Bu Tias.

Dengan berat hati Maura pun keluar menemui Radit. Terlihat Radit tengah berbincang bersama Pak Budi dan sepertinya Radit baru saja menghabiskan Bakmi buatan Pak Budi.

"Nah, ini Maura nya sudah ada." Ucap Pak Budi.

"Maaf lama Nak. Ternyata Lala sedang mandi tadi." Bu Tias.

"Iya Bu ngga apa-apa." Radit.

Maura mengernyitkan dahinya mendengar Radit memanggil Bu Tias Ibu seperti dirinya. Belum Maura mengeluarkan suara Maulida ke luar menghampiri mereka.

"Nah, kalo ini Lida Adik Lala nak Radit. Ayah hanya punya mereka putri-putri Ayah." Pak Budi.

"Salam kenal dek. Saya Radit teman Kak Lala." Radit.

"Salam kenal Bang. Di jagain Kak Lala nya ya Bang jangan di cubitin." Maulida.

"Lida ih..." Protes Maura.

Lanjut nanti ya...

1
fenita
ingat doa orang yg di zalimi bakal kena azab .aska tunggu aja kehancuran usaha lu
disney
omongan tasya bisa jadi nyata hehehe
disney
aska tolol jgn menyesal suatu saat nanti
disney
pasti perbuatan aska nih
disney
adiknya maura pernah melihat aska dgn ceweknya..hufft
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!