Chuzuru seorang wanita cantik di Negeri Sakura, dan selalu membawa pedang Katana Hitam pekat, kemanapun dia pergi. Selain cantik, dia pegang nama besar keluarganya, yang bernama Handoyo, sebagai Samurai Sejati di Tokyo, jelas sangat di hormati banyak orang, bahkan termasuk Kaisar Negeri tersebut, tidak luput dapat hormat darinya. Selain itu, dia sudah bertunangan orang hebat, bahkan kadang-kadang dijuluki pasangan serasi. Akan tetapi hidupnya langsung berubah, saat dirinya melabrak seorang pria pekerja kasar, memukul pantatnya, tanpa pikir panjang, siapa pria yang melecehkan dirinya, ia langsung menyerahkan pihak kepolisian, agar dia di penjara. Hal inilah membuat Kota Tokyo terancam bahaya, oleh pria pekerja kasar, membuat dirinya harus menikah orang tersebut, dan segera memutuskan tunangan yang dia cintai, karena betapa bahaya pria pekerja kasar itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uwakmu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 Iblis
Sejak hilangnya Tio di kantor Pak Abe, hal inilah mereka bertiga semakin kesal dan marah. "Keterlaluan! Dia kabur! Cepat... Kejar tahanan itu!" Teriakkan Pak Abe, tak percaya, bahwa Tio bisa larikan diri, dari Penjara Menara, dengan julukan Penjara paling keras.
"Tenang saja... Hunter peringkat S, sudah terkumpul, mustahil anak Iblis itu, dapat loloskan diri, pasti mereka menyadari hal itu, dan segera mengejarnya." Balasan Pak Suke, yang begitu yakin, dan percaya diri, bahwa Tio hanya Iblis rendahan.
Akan tetapi, Pak Agoda, tanyakan sesuatu kepada mereka berdua. "Benda apa? Yang di tinggalkan anak Iblis itu." Sambil menunjuk, bola kelereng Lubang Penghisap Iblis, di lantai Kantor tersebut.
Mendengar pertanyaan seperti itu, Pak Abe dan Pak Suke, melirik sekilas, apa yang ditunjuk oleh Pak Agoda?
Dan Pak Abe tahu benda itu, sejak hendak beritahukan hal ini kepada mereka berdua, sudah terlambat, bola kelereng hitam itu, semakin membesar, dan menghisap segalanya. "Sial!" Kesal Pak Abe, karena dia menyadari, dia tidak bisa lewati bencana itu.
"Aku tidak ingin mati." Teriakkan Pak Suke, tak percaya, bahwa riwayat hidupnya, hanya sampai di sini saja, karena tubuhnya terhisap.
......................
Pak Agoda sungguh tak percaya, apa yang dihadapi saat ini? Bahwa Tio Satrio mampu menghancurkan Penjara Menara, yang sudah berdiri sekitar, lima puluh dua tahun, dan merupakan cabang ke tiga di Jepang.
Sehingga dirinya teringat perkataan Tio, sebelum dirinya terhisap. "Kamu sungguh tak percaya, kalau aku mampu menghancurkan segalanya."
"Kamu menyalahkan aku, atas apa yang ada di masa lalu?"
"Kalau kamu berpikir, aku ini orang jahat, akan aku kabulkan keinginanmu, jadi... Jangan sesali apa pilihanmu?"
"Kalian berniat membunuhku, sayangnya aku pengen hidup."
"Kamu bisa nilainya, bisa nggak ya aku, menghancurkan tempat ini."
Keliatannya ada beberapa kalimat yang berubah, tapi begitulah yang ada di pikirannya, mau gimana pun bentuk kalimatnya.
Saat dirinya terhisap sepenuhnya, dia masih sempat berteriak dan minta pertolongan. "Kak Yousef! Tolong aku!" Teriakkan Panji Agoda, karena dirinya menangis ketakutan, dan tidak ingin mati di usia mudah.
......................
Nasib mereka begitu sangat malang, dan termasuk orang-orang yang ada didalam Penjara Menara, mereka semua lenyap seketika, dan tidak ada yang tahu, dimana gedung Penjara Menara pergi?
Para Hunter peringkat S, terkejut apa yang barusan mereka lihat? Setelah tiba di sana, tak tahu harus ngomong apa lagi? Karena orang dekat Penjara Menara pun, juga ikut lenyap.
Dan ini... Merupakan peristiwa yang tidak masuk akal di Ibukota Tokyo Jepang.
......................
"Sial... Makhluk apa? Yang kita hadapi saat ini!" Tanya Ketua Hunter, di sidang rapat.
Para orang yang hadir rapat pun, tidak tahu harus ngomong apa? Karena mereka kekurangan Informasi, ataupun pentujuk.
Sehingga mereka terdiam, saat Ketua Peron hadir dalam sidang rapat, dan merupakan pusat Asosiasi Hunter Utramen di Ibukota Tokyo Jepang. "Aku sangat terkejut, orang yang aku tangkap, ternyata sangat berbahaya, bahkan melebihi kekuatan Hunter peringkat S, kalau begini, seharusnya membunuhnya saat itu juga." Ucapan Ketua Peron, sesali apa yang dia buat? Di masa itu.
"Tidak ada menyuruhmu bicara di sini Ketua Peron, kehadiranmu hanya kasih informasi yang penting, apakah kamu tahu? Berasal darimana orang itu." Tanya Ketua Hunter, dan dia merupakan pemimpin sidang rapat hari ini, dengan beberapa anggota bawahan yang sangat hebat, dalam bentuk, 12 zodiak.
"Dia orang migrasi berasal dari Indonesia, dan dia punya peluang pekerjaan sebagai Jasa pemotong Berjanggut Merah, di usia 20 tahun, dan saat ini orang itu berusia 23 tahun, riwayat hidupnya sangat baik, hanya saja dia melakukan satu kesalahan, sehingga dirinya di tahan, yaitu... Melecehkan anak gadis di Jepang, saat berada di tempat kerja." Terang Ketua Peron, dengan posisi berdiri tegak lurus, dan tidak ada menyuruh dia untuk duduk.
"Ketua Peron... Apa alasanmu? Membawa tahanan itu, di Penjara Menara." Tanya Ketua Hunter, karena dia sangat penasaran, dengan beberapa informasi dia terima.
"Bukankah kamu sudah dapat Informasi bagus, kenapa aku harus bicara lagi? Tentang informasi itu, bahkan diriku saja terkejut." Tanya Ketua Peron, karena dia sangat tahu banget, yang dimana pusat Asosiasi Hunter ini, merupakan sumber kaya informasi yang begitu muda dia dapatkan, bahkan tidak selengkap, apa yang dia terima.
"Feeling mu emang tepat, membawa dia ke Penjara Menara, hanya saja tahanan itu, melebihi perkiraan kita, apa kamu tahu dia itu siapa?" Terang Ketua Hunter, dia sangat kagum terhadap Ketua Peron yang sangat pintar, dalam mengambil keputusan, dan mengetahui cara keja Asosiasi Hunter selama ini.
"Saya emang tidak tahu, kalau anda tidak keberatan, boleh aku mengetahuinya, agar aku tahu, obrolan ini menuju kemana. Kalau tidak, orang luar seperti ku, tidak boleh ikut campur kan. Dan sebaiknya aku tidak boleh lama-lama berada di ruangan ini." Balasan Ketua Peron, dengan kondisi sikap tenang, dan menghormati.
"Dia itu Iblis, sejak mendengar semua percakapan, dalam satu ruangan, sehingga aku dengarnya sangat terkejut." Ujar Ketua Hunter.
Membuat Ketua Peron berhelap napas. "Pantas saja, matanya menunjukkan amarah dan dendam, ternyata dia adalah Iblis." Ucapan Ketua Peron.
"Yang bisa kita lakukan, hanya membuat laporan ke atasan, karena masalah ini, melibatkan Negara dan Bangsa." Tanggapan Ketua Hunter. "Rapat hari ini, sudah cukup sampai di sini." Sambungnya, dia pun berdiri, dan meninggalkan ruangan sidang rapat yang dia pimpin.
......................
Emangnya harus lapor ke siapa? Aku pikir, jabatan tinggi di Asosiasi Hunter, adalah Ketua Hunter, ternyata ada lebih tinggi dari itu.
Menurutmu siapa? Apakah kalian bisa menebaknya? Meskipun tahu, tetap aja aku kasih tahu sih.
Atasan Asosiasi Hunter adalah Ibu Menteri Pertahanan dari Jepang, dan merupakan salah satu Kabinet Negara, dialah yang gerakan Asosiasi Hunter Utramen, setelah mendapatkan kabar itu, segera di salurkan ke kekaisaran Jepang, yaitu Perdana Menteri, sebagai kepala pemerintahan.
"Apa kamu bilang?! Yang melenyapkan Penjara Menara, adalah bangsa ras Iblis, Ibu Susil... Apakah kamu tidak sedang berbohong padaku? Belum lagi, dia sudah tinggal di Ibukota Tokyo, selama tiga tahun, dan merupakan migrasi berasal dari Indonesia." Terkejutnya Perdana Menteri Kekaisaran.
"Itulah Informasi aku dapat, dari Asosiasi Hunter, mustahil mereka berbohong, Perdana Menteri... Orang-orang Indonesia itu penghianat." Ucapan Ibu Menteri Susil.
"Kalau emang begitu informasinya, artinya... Negara Republik Indonesia, menerima bangsa ras Iblis, keterlaluan! Apa yang coba mereka pikirkan?" Marahnya Perdana Menteri. "Beri pesan kepada Negara Republik Indonesia, bahwa salah satu warga negaranya, merupakan Iblis, aku ingin tahu reaksi mereka gimana?" Perintah Perdana Menteri.
"Baik... Sesuai perintah anda." Jawaban Ibu Menteri Susil.