NovelToon NovelToon
The Beginning Of The Birth Of The Evil God

The Beginning Of The Birth Of The Evil God

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Antagonis / Light Novel / Balas Dendam
Popularitas:393
Nilai: 5
Nama Author: Arfian ray

Di Aethelgard, mata ungu Varian dianggap dosa. Ia bertahan hidup di distrik kumuh hanya demi adiknya, Elara. Namun, malam "Pembersihan Suci" merenggut segalanya.
​Saat Ksatria Suci membunuh Elara di depan matanya, kewarasan Varian hancur. Bukan cahaya yang menjawab doanya, melainkan kegelapan purba. Ini bukan kisah pahlawan penyelamat dunia, melainkan kelahiran sang Evil God.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arfian ray, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perangkap di Rumah Kaca

Lokasi: Rumah Kaca Kuno (The Old Greenhouse), Sektor Timur Akademi.

Waktu: Tengah Malam.

​Langit malam mendung, menutupi bulan. Area Sektor Timur Akademi terkenal angker dan jarang dilewati patroli malam. Di sanalah berdiri Rumah Kaca lama, bangunan kerangka besi berkarat dengan kaca-kaca yang sebagian sudah retak, tempat menyimpan tanaman-tanaman sihir berbahaya.

​Sore tadi, sebuah pesan terselip di dalam buku "Sejarah Sihir" milik Varian (Kloning) saat dia sedang di perpustakaan.

​Tulisan tangannya rapi, anggun, namun tegas.

​"Temui aku di Rumah Kaca lama jam 12 malam. Aku tahu rahasiamu. Jangan terlambat, atau aku akan melapor ke Kepala Sekolah. - Aeliana."

​Varian (Kloning) datang. Dia berjalan menembus kabut malam dengan langkah yang disengaja terlihat sedikit ragu dan gugup. Ini adalah bagian dari aktingnya: murid biasa yang ketahuan melanggar aturan.

​Dia mendorong pintu kaca yang berderit.

​Udara di dalam rumah kaca itu panas dan lembap, berbau tanah basah dan nektar manis yang memabukkan dari bunga-bunga karnivora raksasa yang tertidur.

​Di tengah ruangan, dikelilingi oleh tanaman rambat berduri, Putri Aeliana sudah menunggu.

​Dia mengenakan seragam tempur ringannya, bukan gaun tidur. Tongkat sihirnya yang baru (pengganti yang dipatahkan Varian di arena) sudah tergenggam erat, ujungnya menyala terang sebagai sumber cahaya.

​Dan dia tidak sendirian. Atau lebih tepatnya, dia sudah mempersiapkan arena.

​Varian (Kloning) bisa merasakan dengungan statis di udara. Sebuah Barrier (Penghalang) tingkat tinggi telah diaktifkan di sekeliling bangunan itu, mengunci mereka berdua di dalam.

​"Selamat malam, Tuan Valdris," sapa Aeliana dingin. Wajah cantiknya serius, matanya tajam menyelidik.

​"Putri?" Varian (Kloning) memasang wajah kaget yang meyakinkan. "Apa maksud pesan itu? Rahasia apa? Dan kenapa kita dikunci?"

​Aeliana mendengus kasar. Dia melangkah maju, memangkas jarak.

​"Jangan pura-pura bodoh. Aku sudah muak dengan sandiwaramu," desis Aeliana. "Sejak duel kita, aku mengamatimu. Bukan karena aku menyukaimu, jangan salah paham. Tapi karena kau... salah."

​Aeliana mulai mengelilingi Varian (Kloning) seperti hiu mengitari mangsa.

​"Kadang, auramu mengerikan. Dingin. Seperti monster yang siap menerkam. Tapi di lain waktu... seperti saat kelas ramuan tadi siang, atau saat kau makan di kantin... kau terasa kosong. Kau tidak memancarkan emosi. Kau bahkan kesulitan mengangkat kuali besi yang seharusnya ringan bagi penyihir selevelmu."

​Mata emas Aeliana menyipit, berkilat penuh kemenangan.

​"Teoriku: Kau bukan Varian yang kulawan di arena. Kau adalah sihir ilusi. Atau mungkin, kau hanya boneka, sementara tuanmu yang asli sedang melakukan hal kotor di tempat lain."

​Jantung Varian (Kloning) tidak berdetak kencang karena dia tidak punya jantung asli, tapi prosesor logikanya menyadari bahaya. Aeliana lebih pintar dari dugaannya.

​Aeliana menghentakkan tongkatnya ke lantai tanah.

​"Reveal Truth (Ungkap Kebenaran)!"

​Sebuah lingkaran sihir bercahaya emas menyala di lantai, tepat di bawah kaki Varian (Kloning).

​Itu adalah mantra pelacak kebohongan dan penghancur ilusi tingkat tinggi, khas keluarga kerajaan. Cahaya itu membakar kulit bayangan Varian.

​Zzzzt!

​Struktur tubuh kloning itu mulai tidak stabil. Bayangannya bergetar, flickered seperti lampu rusak. Jika dia tetap di sana 10 detik lagi, bentuk fisiknya akan buyar menjadi asap hitam, dan rahasia Varian akan terbongkar selamanya.

​Gawat, batin Kloning itu. Aku tidak punya cukup mana untuk menahan ini.

​Dia segera mengirim sinyal telepati darurat, menjerit melalui koneksi mental.

​<"Bos! Kode Merah! Dia menjebakku. Penghalang Tingkat 4. Sihir Pengungkap Kebenaran. Tubuhku akan hancur dalam 5 detik!">

​Di Asrama Putra, Kamar 303.

​Varian yang Asli baru saja kembali dari perampokan konvoi. Dia sudah mandi, berganti baju tidur, dan sedang duduk santai di kursi malas sambil membaca buku "Teori Pembunuhan Dewa" jilid dua. Di tangannya ada apel merah yang segar.

​Mendapat sinyal panik itu, Varian menghentikan kunyahannya. Dia menghela napas panjang, menutup bukunya dengan sedikit kasar.

​"Wanita itu benar-benar cari mati," gumam Varian Asli, matanya berkilat kesal. "Mengganggu waktu istirahatku saja. Apa dia tidak punya hobi lain selain menguntitku?"

​Varian berdiri. Dia meregangkan otot lehernya. Kloningnya memang lemah, hanya punya 50% kekuatan sihir dan fisik manusia biasa. Tapi tubuh aslinya? Tubuh aslinya adalah monster hibrida naga yang abadi dengan kekuatan fisik setara Boss Dungeon.

​"Tukar," bisik Varian.

​Skill Aktif: Shadow Swap (Pertukaran Posisi Bayangan).

​Tubuh Varian Asli meleleh menjadi bayangan di lantai asrama.

​Kembali ke Rumah Kaca.

​"Ahahaha! Lihat! Kau bergetar!" seru Aeliana penuh kemenangan, melihat sosok Varian di depannya mulai kabur. "Kena kau! Tunjukkan wujud aslimu, Penipu! Siapa yang mengirimmu?!"

​Dia mengangkat tongkatnya, menyiapkan mantra serangan "Holy Chain" untuk menangkap apa pun yang akan muncul setelah ilusi itu pecah.

​Tiba-tiba.

​Semua lilin dan lampu tanaman di rumah kaca itu padam serentak.

Suhu udara jatuh ke titik beku. Kaca-kaca berembun.

Tanaman karnivora yang tertidur tiba-tiba menciut ketakutan, menutup kelopak mereka rapat-rapat.

​Varian yang ada di tengah lingkaran sihir itu berhenti bergetar.

​Postur tubuhnya berubah dalam sekejap mata. Bahunya menjadi lebih tegap. Kepalanya terangkat dengan angkuh. Aura kekosongan yang lemah tadi lenyap, digantikan oleh tekanan atmosfer yang begitu berat hingga Aeliana merasa sulit bernapas.

​Dan ketika dia membuka mata di balik kacamata sihirnya... Aeliana merasakan sensasi dingin merayap di punggungnya. Sensasi horor yang sama seperti saat tombak cahaya itu berhenti di depan matanya di arena.

​Bukan. Ini lebih parah. Ini lebih murni.

​"Penipu?"

​Suara Varian terdengar. Lebih dalam. Lebih tenang. Dan jauh lebih mengancam.

​Varian yang Asli sudah menggantikan posisi kloningnya. Dia berdiri di tengah mantra Reveal Truth, tapi cahaya emas itu tidak mempengaruhinya sama sekali. Kegelapannya menelan cahaya itu.

​"Kau memanggilku, Tuan Putri?"

​Aeliana mundur selangkah tanpa sadar, kakinya gemetar. "K-Kau... Auramu berubah lagi! Siapa kau sebenarnya?!"

​"Kau bilang aku lemah? Kau bilang aku kosong?"

​Varian melangkah maju. Dia keluar dari lingkaran sihir itu begitu saja. Setiap langkah kakinya membuat lantai tanah bergetar dan kaca-kaca jendela retak halus.

​Krak. Krak.

​Aeliana panik. Insting bahayanya menjerit lari, tapi kakinya terpaku. Dia melepaskan mantranya karena refleks pertahanan diri.

​"Holy Chain! Bind him! (Rantai Suci! Ikat dia!)"

​Empat rantai cahaya tebal melesat dari tanah, melilit tubuh, tangan, dan kaki Varian dengan kencang. Rantai itu mendesis, mencoba membakar kulit Varian.

​"Dapat!" pikir Aeliana. "Ini sihir pengikat level menengah! Bahkan Ogre pun tidak bisa lepas!"

​Namun, Varian bahkan tidak repot-repot menggunakan sihir. Wajahnya terlihat bosan.

​Dia hanya menggerakkan otot-ototnya. Jantung naga di dadanya memompa kekuatan fisik yang brutal ke seluruh tubuhnya.

​Dia merentangkan tangannya.

​KRAK! PRANG!

​Rantai cahaya suci itu hancur berkeping-keping seolah terbuat dari kaca tipis. Pecahannya berhamburan menjadi debu cahaya.

​"A-Apa?!" Mata Aeliana terbelalak horor, pupilnya mengecil. "Itu mustahil... Bagaimana bisa kau menghancurkan sihir pengikat dengan tenaga fisik murni?!"

​Sebelum Aeliana sempat merapal mantra kedua, Varian sudah ada di depannya.

​Cepat. Terlalu cepat untuk diikuti mata manusia.

​Tangan kanan Varian mencengkeram leher Aeliana.

​Dia mengangkat tubuh sang Putri dari tanah, mendorongnya mundur hingga punggung Aeliana menghantam dinding kaca di belakangnya.

​Brak!

​Kaki sang Putri melayang sepuluh sentimeter dari tanah. Dia meronta, memukul-mukul lengan Varian dengan tongkat sihirnya. Tapi lengan itu terasa sekeras baja, tidak bergeming sedikitpun.

​"Lepas... kan..." Aeliana tercekik, wajahnya memerah.

​Varian mendekatkan wajahnya. Dia menatap mata emas Aeliana dari jarak yang sangat intim, namun menakutkan.

​"Dengar baik-baik, Putri Kecil yang penasaran," bisik Varian. Suaranya rendah, namun setiap kata terasa seperti palu godam.

​"Alasanku kadang terlihat lemah adalah karena aku bosan. Aku menahan diri setiap detik agar tidak meremukkan semut sepertimu secara tidak sengaja saat kita bersalaman."

​Varian mengalirkan sedikit False Divinity (Cahaya Palsu) ke tangannya yang mencekik Aeliana. Cahaya putih menyilaukan muncul, tapi bukannya panas, Aeliana merasakan dingin yang membekukan tulang di lehernya.

​"K-Kau... sakit..." rintih Aeliana, air mata keluar dari sudut matanya. Dia melihat kematian di mata Varian.

​"Jangan pernah mencoba menjebakku lagi," ancam Varian, menekan sedikit lebih kuat. "Kau bermain api dengan sesuatu yang tidak kau mengerti. Lain kali kau menggangguku, aku tidak akan hanya mencekikmu. Aku akan menghancurkan 'mainan' ini."

​Mata Varian melirik tongkat sihir mahal di tangan Aeliana. Tongkat yang terbuat dari kayu Pohon Dunia dan inti Mythril. Harta karun nasional.

​Varian mengangkat tangan kirinya. Dia mendekatkan jari telunjuknya ke batang tongkat itu.

​Tek.

​Dia menjentikkan jarinya.

​Menggunakan teknik Needle of Nihility dengan kekuatan minimal yang dipusatkan di ujung kuku.

​Ting.

​Tongkat sihir pusaka kerajaan itu patah jadi dua dengan rapi, seolah dipotong oleh guillotine tak terlihat. Potongan bawahnya jatuh ke tanah.

​Mata Aeliana membulat sempurna. Dunianya runtuh. Itu Mythril! Logam terkeras di dunia! Patah dengan jentikan jari?!

​Varian melepaskan cengkeramannya di leher Aeliana.

​Bruk.

​Aeliana jatuh terduduk di lantai, terbatuk-batuk hebat sambil memegangi lehernya yang memerah. Dia menatap patahan tongkatnya yang tergeletak menyedihkan, lalu menatap Varian dengan tatapan yang sulit diartikan: ketakutan murni, kebingungan, dan kekaguman yang sakit terhadap kekuatan absolut.

​"Siapa... kau sebenarnya?" tanya Aeliana lirih, suaranya serak. "Kau bukan murid biasa..."

​Varian berdiri menjulang di atasnya. Dia merapikan kerah seragam tidurnya yang sedikit berantakan.

​Dalam sekejap, aura membunuhnya lenyap. Dia kembali memasang wajah datar, sopan, dan sedikit membosankan. Topengnya kembali terpasang sempurna.

​"Sudah kubilang. Aku Varian Valdris," jawab Varian tenang. "Hanya murid beasiswa miskin yang ingin lulus dengan tenang. Selamat malam, Tuan Putri."

​Dia berbalik dan berjalan santai menuju pintu keluar rumah kaca. Barrier tingkat tinggi yang dipasang Aeliana masih aktif menghalangi pintu keluar dengan dinding energi biru.

​Varian tidak mencari titik lemahnya. Dia tidak merapal mantra pembalas.

​Dia hanya mengepalkan tangan kanannya, menariknya ke belakang, dan meninju udara kosong di depan pintu.

​BOOM!

​Suara ledakan sonik terdengar. Barrier itu pecah berantakan seperti cermin yang dipukul bola meriam. Pecahan energi sihir berjatuhan seperti hujan kristal.

​Varian melangkah keluar ke malam yang dingin tanpa menoleh lagi, meninggalkan Putri Aeliana yang gemetar sendirian di lantai rumah kaca yang retak.

​Malam itu, Aeliana belajar satu hal yang tidak diajarkan di kelas mana pun: Varian Valdris bukan manusia. Dia adalah monster yang menyamar menjadi manusia.

​Dan yang lebih parah... Aeliana menyadari jantungnya berdetak kencang bukan hanya karena takut mati. Tapi karena seumur hidupnya yang dikelilingi penjilat, dia belum pernah melihat pria yang begitu dominan dan berkuasa seperti itu.

​Obsesinya baru saja dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!