Seorang Laki-laki tampan khas pria Asia baru saja kembali menginjakkan kakinya di kota New York, USA hari ini
Ia kembali ke kota metropolitan ini karena sebuah perintah khusus yang diberikan kepadanya, kini ia harus menjadi seorang bodyguard dari seorang putri pengusaha terkenal di kota New York sehingga ia harus kembali ke negara Paman Sam ini
Anastasya Geraldine gadis yang berusia 18 tahun ini adalah putri tunggal dari CEO perusahaan besar yang ada di kota metropolitan serta pusat bisnis dunia...
karena posisi penting yang dipegang ayahnya di bisnis skala internasional ini membuatnya memiliki banyak musuh yang selalu mengincar keluarga Geraldine sampai detik ini, maka dari itu ayahnya selalu menyewa bodyguard khusus untuk putri kesayangannya demi menjamin keselamatan putri satu-satunya, belasan dari mereka menyerah hingga 1 orang datang
Namun siapa sangka jika si bodyguard ini memiliki latar belakang yang sangat tak terduga bagi orang-orang yang hanya mengenalnya sekilas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tuina 24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perhatian
HAPPY READING GUYS
_______________
" Lin ayo kita pulang
aku ada urusan" ajak Davika
" kau duluan saja Dav aku bisa naik taksi saja nanti" sahut Andeline
" ah tidak bisa! Aku tidak mau menyetir sendiri... tidak ada teman mengobrol di mobil ayo cepatlah," ujar Davika
" yasudah, KJ aku pulang dulu ya, nanti aku kembali lagi cepat sembuh ya" ujar Andeline
" terima kasih nona" sahut KJ
" Ana sayang kami pulang dulu ya" ujar davika sambil cipika cipiki pada Ana
" jangan sia-siakan kesempatan yang aku berikan padamu, cepat bertindak sebelum kau kalah start sama elin" bisik Davika lalu keluar dari ruang rawat KJ bersama Andeline...
Meninggalkan KJ, Mark, Ana dan Harry di ruang rawat itu...
" kau sudah makan?" Tanya Ana pada KJ
" belum nona" sahut KJ jujur
" sudah ada yang mengantarkan makanan kan kesini?" Tanya Ana
" KJ tidak menyukai makanannya nona" sahut Mark
" yasudah kalau begitu, Mark belikan KJ makan siang diluar" pinta Ana
" siap nona" ujar Mark lalu keluar dari ruangan KJ
" bagaimana kau bisa terluka seperti ini?" Tanya Harry sambil menyentuh luka di kepala KJ
" ceritanya panjang, aku bahkan lupa bagaimana aku bisa terluka seperti ini hahaha" sahut KJ sambil tertawa
" kau terluka separah ini malah tertawa... apa kau bisa berjalan?" Tanya Harry
" lumayan bisa hanya masih sempoyongan" sahut KJ
" perbanyak istirahat agar kau cepat pulih bro" ujar Harry, KJ pun mengangguk setuju
" oh iya sepertinya aku harus pergi sekarang, maaf aku hanya bisa menjengukmu sebentar saja" ujar Harry berpamitan pada KJ
" terima kasih sudah datang" ujar KJ
" Ana aku pulang dulu ya" ujar Harry
" iya Harry... terima kasih sudah datang, maaf aku tidak bisa mengantarmu tidak ada yang menjaga KJ disini" sahut Ana
" tidak masalah Ana, aku pamit ya... da..." sahut Harry lalu keluar, setelah kepergian Harry hanya tersisa KJ dan Ana di dalam ruangan, suasana terasa canggung seketika...
" bagaimana kepalamu? Sudah baikan?" Tanya Ana basa-basi
" tadi saat dipijat nona terasa lebih baik tapi setelah tidak di pijat terasa sakit lagi hehehe" ujar KJ tertawa kecil
" bukankah tadi kau dipijat oleh Andeline, sama saja kan?" sahut Ana
" pijatan nona sangat berbeda dengan nona Andeline, pijatan nona lebih enak dan nyaman" ujar KJ tersenyum manis, Ana memalingkan wajahnya guna menyembunyikan bibirnya yang tengah tersenyum karena perkataan KJ
" mau dipijat lagi?" Tanya Ana
" boleh kalau nona tidak keberatan, aku akan sangat senang hehehe" sahut KJ tersenyum lebar, Ana pun kembali duduk di pinggir tempat tidur KJ dan mulai memijat kepala KJ lagi...
" nona? Boleh saya bertanya?" Tanya KJ
" boleh" sahut Ana singkat
" kenapa nona sangat baik terhadap saya? Bukankah dari awal nona berniat menyingkirkan saya sebagai bodyguard nona?" Tanya KJ, Ana pun menghentikan aktivitasnya
" apa aku salah jika berlaku baik padamu?" Tanya Ana kembali melanjutkan pijatannya
" saya hanya bingung, sikap nona berubah 180°... nona yang awalnya membuat berbagai aturan yang menyulitkan saya dalam menjalankan tugas untuk menjaga nona, tapi semakin saya mengenal nona ternyata nona adalah orang yang sangat baik" ujar KJ sambil memejamkan matanya menikmati pijatan nona mudanya ini
" aku berlaku baik padamu karena aku sadar kalau sekarang hidupku bergantung pada perlindunganmu, ini sudah ke 3 kalinya kau terluka karena aku, aku tidak tau apa yang akan terjadi setelah ini, mungkin saja aku akan mati" ujar Ana yang teringat akan ancaman yang diberikan seseorang padanya lewat telepon tadi
" jangan bicara seperti itu nona, tidak akan saya biarkan nona terluka seujung kuku pun selama saya masih hidup... saya berjanji" ujar KJ tegas
" jangan banyak bicara dulu" ujar Ana
" nona ini makanannya" ujar Mark yg sudah kembali
" terima kasih Mark" sahut Ana lalu mengambil makanan yang dibawa oleh Mark itu
" ayo makan dulu" ujar Ana, KJ pun bangun di bantu oleh Ana
" biar saya saja nona" ujar KJ mencegah Ana yang hendak menyuapinya
" diam, ayo buka mulutmu" ujar Ana KJ pun membuka mulutnya dan Ana menyuapi KJ perlahan, Mark terpaku menatap pemandangan di depannya ini
"sebenarnya apa yg terjadi dengan nona Ana ya?" batin Mark
" belepotan sekali seperti anak kecil saja kau" ejek Ana sambil membersihkan sudut bibir KJ
" lembut sekali bibirnya" batin Ana saat ujung jarinya menyapu bibir tipis KJ
" tangan nona jadi kotor," ujar KJ yang refleks membersihkan tangan Ana, namun beberapa saat begitu KJ tersadar bahwa dia telah lancang menyentuh tangan nona nya cepat-cepat KJ melepaskan tangan Ana
" maafkan saya lancang nona" ujar KJ
" tidak apa-apa" sahut Ana, tanpa memperdulikan hubungannya dengan KJ yg hanya sebatas tuan dan pengawal Ana tanpa ragu menyuapi KJ hingga makanannya habis
" sudah habis, sekarang minum obatmu" ujar Ana, KJ pun meminum obatnya
" aku pulang dulu ya Mark.
KJ nanti malam aku kembali" ujar Ana
" baik nona terima kasih sudah kemari, Mark antarkan nona Ana pulang dulu" ujar KJ
" tidak usah, Mark lebih baik kau jaga KJ saja disini" perintah Ana
" baik nona" sahut Mark
Ana pun pergi meninggalkan ruang rawat KJ...
" baru sekarang aku melihat nona Ana begitu perhatian padamu... jangan-jangan nona Ana..." ujar Mark
" jangan menebar gosip ingat dia itu majikanmu Mark" sahut KJ
" hehehe kau benar, ayo sebaiknya kau istirahat dulu KJ" ujar Mark, KJ pun merebahkan kembali tubuhnya di tempat tidurnya itu...
" Mark, kau belum menyelesaikan ucapanmu waktu itu" ujar KJ
" ucapanku yang mana?" sahut Mark tampak mengingat-ingat ucapannya
" yang kau bilang kalau nona Ana jarang sekali tertawa seperti itu sejak kapan?" Tanya KJ
" oh itu, iya kemarin itu pertama kalinya aku melihat nona Ana tertawa senang seperti itu bersama tuan Gerald, itu bermula sejak nyonya meninggal 13 tahun yang lalu akibat kecelakaan nona Ana tidak pernah tertawa bahagia seperti itu lagi setelah saat itu, dia berubah menjadi pemurung, arogan dan senang berhura-hura, tuan Gerald sampai bingung harus bagaimana lagi mengatasi kelakuan nona Ana itu, dulu sebelum kau datang nona Ana sama sekali tidak bisa di kendalikan hampir setiap malam nona Ana pasti ke club untuk bermabuk-mabukan tapi aku lihat akhir-akhir ini kebiasaan buruknya itu sudah mulai berkurang dan aku sangat bersyukur sekali atas hal itu" ujar Mark
" sebenarnya dia itu orang yang baik dan lembut hanya saja keadaan membuat sifatnya berubah" sahut KJ
" kau benar KJ" sahut Mark
_______________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐