Hai Teman-teman" Perkenalkan ini Novel baru Mala. Sebenarnya ini Novel pindahan dari akun lama Mala, Semoga suka.
"Halo namaku NAIRI, dan aku adalah gadis kampung biasa.
"hem...." Tidak terlalu cantik dan hidup sederhana.
Aku memiliki sahabat yang bernama Lina. Dia gadis yang baik, pengertian dan yang pastinya selalu ada disaat aku butuh dukungan.
Yuk langsung intip kisahku. 🤭🤭🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebenaran, Istriku Yang Malang Happy Reading
''Tidak apa-apa. Biarkan dia masuk, kamu kembalilah bekerja.'' Ucap Aska dengan wajah muramnya.
''Ada urusan apa kau kemari?, aku sedang sibuk! jika tidak ada hal yang penting, lebih baik kamu pergi dari sini. Dan jangan pernah kembali lagi.'' Ucap Aska.
"Tidak sayaaang, ( dengan suara manja dan mulai mendekati Aska). Aku kesini hanya ingin mengantarkan sarapan. Pasti kamu belum sarapan kan.'' Ucap Tania.
"Tania, sudah aku bilang berapa kali, jangan pernah lagi memanggilku seperti itu. Dan aku peringatkan kamu! hubungan kita sudah berakhir. Jadi jangan pernah menggangguku lagi.'' Ucap Aska.
"Baiklah-baiklah, terserah kamu aja. Tapi makanlah! aku sudah memasakkan kamu. Masa kamu gak mau memakannya. Anggap ini permintaan terakhirku, setelah itu, aku janji gak akan ganggu kamu lagi.'' Kata Tania dengan senyum liciknya.
''Setelah ini kamu akan menjadi milikku selamanya.'' Batin Tania.
''Baiklah, aku akan memakannya, tapi kamu harus tepatin janji kamu.'' Ucap Aska. Lalu dia menghentikan pekerjaannya. Lalu duduk disofa dan mulai memakan makanan yang dibawa Tania.
Namun setelah beberapa kalu sendok, Aska merasa kepalanya sedikit pusing.
"Kamu kenapa Aska?, Tanya Tania pura-pura panik.
"Mungkin karena aku kurang istirahat, makanya rasanya sedikit pusing," Jawab Aska.
"Ya sudah, ayo aku antarkan pulang." Ucap Tania, Sambil memapah Aska keluar kantor menuju mobil. Aska tidak bisa menolak karena kesadarannya yang mulai berkurang.
Sampai diApartemen Aska, Tania tidak membawa Aska pulang kerumah, tapi malah keapartemen Aska yang sudah lama tidak ia tempati. Tania pun langsung melancarkan aksinya, namun saat ia akan bersiap-siap untuk berpura-pura tidur dengan Aska, Tania pun berkata: "Kamu sungguh bodoh Aska, kamu begitu mencintai Istrimu, tapi kau tidak mempercayainya. Bahkan meragukan Anak kandungmu sendiri.
"Aska... Aska, kamu masih sama. Mudah ditipu, aku hanya membayar 1 laki-laki untuk berpura-pura meniduri Istrimu, kau langsung percaya hahahahaha." Tania tertawa gembira menertawakan kebodohan Aska.
Namun tanpa sepengetahuan Tania, sebenarnya Aska tidak sepenuhnya hilang kesadaran. Jadi dia mendengar semua yang dikatakan Tania.
Hatinya begitu sakit, saat mendengar kebenaran itu. Lalu ia teringat betapa buruknya perlakuannya pada Nairi.
"Istriku yang malang." Guman Aska.
Aska pun kini berusaha bangkit, Tania yang terkejut karena ternyata Aska tidak sepenuhnya hilang kesadarannnya. Aska langsung mendorong Tania dan bangkit. Lalu pergi meninggalkan Tania. Tania yang kesal, karena rencananya gagal ia pun berusaha menghentikan Aska. Namun tangannya ditepis hingga ia terjungkal.
Kini Aska menaiki mobilnya, dan menuju kediamannya.
"Aku harus mencarimu, dan meminta maaf padamu, Maafkan aku sayang, maaf karna sudah tidak mempercayaimu. Dan meragukan anak kita." Ucap Aska
Aska bertekad untuk mencari Nairi sampai ketemu. Segera Aska kemudian langsung kemar mandi mengguyur badannya dengan air dingin supaya kesadarannya bisa pulih sepenuhnya .
Saat dirasa sudah hilang efek obat tidurnya, dia pun langsung menelpon Stev, dan memintanya datang. Setelah sekian lama akhirnya yang ditunggu datang pun datang juga.
"Stev, kamu cari tau dimana Nairi berada secepatnya!" Perintah Aska.
"Baik tuan, tapi sebelumnya maaf kalau saya lancang. Kenapa Tuan tiba-tiba mencari Nona Nairi setelah sekian lama?" Tanya Stev.
"Iya Stev, ini semua salahku Stev. Karena kebodohanku, Aku kehilangan orang yang sangat aku kucintai." Jawab Aska, dan tanpa sadar Aska sudah menangis. Bahkan tangisannya terdengar sangat pilu dan penuh penyesalan.
Stev pun pamit undur diri. Stev akan menjalankan perintah dari Aska . Aska lalu menelpon orang tua Nairi, berharap mendapatkan petunjuk dan keberadaan Nairi.
"Halo Asalamualaikum.'' Sapa Aska.
"Waalaikum salam Nak Aska, apa kabar Nak?'' Tanya Ibu Nairi.
"Alhamdulillah baik Bu, bagaimana kabar dan Ayah disana.
"Oh, disini semua baik-baik saja Nak. Kapan kalian kembali kesini?, apa kalian akan menetap diluar Negeri? Kata Nairi, kamu banyak pekerajaan. Jadi belum bisa pulang. Dan disana susah sinyal, makanya Nairi hanya mengirim surat ya Nak?, Ucap Ibu Nairi.
"Apa! jadi Nairi tidak menceritakan pada keluarganya tentang kami. Bahkan mengatakan kami sedang diluar Negri.'' Batin Aska.
"Nak Aska!, panggil Ibu, karena Aska lama tidak menjawab.
"Iya Bu, maaf kalau boleh tanya, kalau Nairi kirim surat lewat siapa bu?'' Tanya Aska.
''Lewat Lina Nak, Katanya Lina ikut kalian buat menemani Nairi kalau kamu sibuk bekerja. Lo memangnya Nak Aska tidak tau ya.'' Tanya Ibu Nairi.
''Iya Bu, karna Aska sangat sibuk akhir-akhir ini. Jadi kurang tau apa yang dilakukan Nairi.'' Kata Aska.
Kemudian Aska pun mengakhiri panggilan teleponnya, ia tidak mau membuat Ibu khawatir. Aska bertekad, dia akan menemukan Nairi dan akan membawanya kembali kesisinya.
....................
Ke esokan harinya....
Setelah selesai rapat. Stev datang menghampiri Aska diruangannya, Stev memberi kabar, bahwa Nairi saat ini berada di kota A. Nairi sudah melahir seorang putri yang sangat Cantik. Namanya Kaila Aditama.
Nairi juga mempunyai usaha toko online, dan bekerja sama dengan Lina.'' Kata Stev.
''Baiklah Stev!, siapkan tiket. Kita akan segera kesana.'' Kata Aska. Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan, akhirnya Aska sampai dikota itu. Tapi Aska tidak langsung menemui Nairi. Aska hanya mengawasi apa yang dilakukan wanita yang sudah lama ia rindukan itu.
Disana ia melihat Nairi sedang sibuk dengan barang-barang ditokonya, Lalu datang seorang anak perempuan yang baru pulang sekolah, menghampiri Nairi. Nairi dan anak itu tertawa, dan bercanda. Pemandangan itu tak luput dari penglihatan Aska.
Setelah beberapa hari mengawasi, hari ini Aska memutuskan akan memberanikan diri untuk menemui Nairi. Dan akan berusaha mendapatkan maaf darinya.
"BRAK....
Barang yang dipegang Nairi jatuh berhamburan, saat ia terkejut melihat seseorang pria yang sudah berdiri didepannya. Pria yang sangat ia benci sekaligus yang sangat ia rindukan.
''Ibu,'' Ibu tidak apa-apa, apa kaki Ibu sakit.'' Ucap Kaila, yang melihat kaki Ibunya tertimpa barang-barang yang dijatuhkan oleh Nairi.
Lalu Nairi langsung menarik Kaila dan menggendongnya. Namun saat hendak pergi, Aska menahan tangannya Nairi.
"Nai, aku mohon izinkan aku berbicara sebentar saja.'' Kata Aska, sambil memegang tangan Nairi dan memohon agar Nairi setuju berbicara padanya.
"Aku rasa sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi kak, Maaf aku sedang sibuk,'' Kata Nairi sambil menahan air matanya yang hampir jatuh membasahi pipinya.
"Setelah sekian lama, kamu baru datang kak aku sudah terbiasa tanpamu, Kenapa kamu malah kembali hadir kembali setelah 3 tahun. kamu ingin berbicara padaku." Batin Nairi.
Nairi pun berlalu pergi, setelah tangannya lepas. Pergi meninggalkan Aska yang masih setia berdiri memandangi punggung Nairi yang semakin menjauhi dirinya.
"Aku akan berusaha mendapatkan maaf darimu Nai, Aku akan berusaha lebih keras lagi." Ucap Aska penuh semangat.
ngiler nih
Ya Allah baik banget mama nya Aska, apa begitu nanti sampai jadi menantu benar-benar?
walaupun sebuah kesepakatan
semoga indah pada waktu nya
Aska
semoga kau serius
semoga bisa membuka hati Nairi
kali ini Nai, semoga kamu tidaklah bernasib buruk lagi
Aska pasti baik
Ceritamu sangat sayang dilewatkan
Semoga kunjunganku tidak membuatmu bosan
Salam dari yuppy
"Diikuti makhluk ghaib"