NovelToon NovelToon
Dear Akara

Dear Akara

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Anak Genius / Cintamanis / Dokter Genius / Balas Dendam / Konflik etika
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Amari Antares

"Ahh indah sekali ciptaan mu tuhan, bahkan selain senja, suara deburan ombak saja membuat hatiku tenang."-

"Hmm mulai sekarang aku juga suka ombak."-

"Benarkah? apa karena ombak juga menenangkan mu? "-

"Tidak juga, karena aku suka apa yang kamu suka saja."-

"Kalau begitu, Aku akan suka semua yang kamu suka deh, kamu suka apa?"-

"Aku suka kamu."-

"Ohh kalau begitu aku akan menyukai diriku sendiri."-

"Dasar nih cowo gak peka-peka."-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amari Antares, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Profesi baru Abang?

"Eh Lan, kenapa muka mu dari tadi nyureng....aja!?" tanya Vegi sambil memperhatikan kondisi muka Dhilan dengan seksama.

"Gue lagi sebel sama abang gue." jawab Dhilan sambil menyedot minumannya.

"Owh emang kamu diapain sama abang kamu, kalau kam-" sebelum Vegi selesai berbicara, seorang perempuan dari kejauhan berlari memanggil namanya.

"Vegi!!" seru Meila, seorang ketua OSIS dari sekolah ini.

"Iya kenapa La!?" tanya Vegi.

"Ikut gue sebentar, kepala sekolah suruh kita kumpul." Meila pun menarik tangan Vegi, dengan pasrah Vegi pun mengikutinya sambil melirik ke arah Dhilan memberi kode.

"Iya-iya gue tunggu." ucap Dhilan, Vegi pun hanya tersenyum dan berlalu pergi bersama Meila.

"Gini amat nasib, sendiri lagi, sendiri lagi." gumam Vegi sambil mengaduk-aduk nasi goreng yang ia beli.

"Sini sama aa aja de." ujar seseorang dari belakang.

Dhilan pun menoleh dan betapa terkejutnya dia saat melihat Delvin ada dihadapannya.

"Gue gak mimpi kan?" gerutu Dhilan, "Peri sini heula!!" seru Dhilan dan dengan polosnya Peri pun menghampirinya.

"Kunaon!? Dhil- awww sakit nyaho." Peri pun meringis kesakitan ketika Dhilan mencubit tangannya. "Gue gak mimpi."

"Eh adek gak boleh gitu, kasihan temennya sakit." Delvin pun menegur Dhilan.

"Nyaho tuh, main cubit-cubit lengeun abi." Peri pun bergegas meninggalkan Dhilan.

"Ampun deh kamu ini jahil banget." Delvin pun menyentil dahi Dhilan.

"Udah lah, jangan sok sksd sama gue, sekarang kenapa abang di sini bukannya Papah suruh abang kerja!?" tanya Dhilan sambil mengusap-usap dahinya.

"Iya kan abang juga sekarang lagi kerja." jawab Delvin yang membuat Dhilan ternganga tak percaya.

"Abang kerja ngapain coba di sini, bukannya kerja malah gak ada kerjaan kalau abang di sini." ujar Dhilan sambil menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya.

"Ada, di sini abang bakal jadi guru informatika sementara selama 1 bulan." ungkap Delvin yang mana membuat Dhilan tersedak.

"Hook-hook-hookkk!"-

"Pelan aja makannya, gak ada yang minta kok, abang pergi dulu iya." Delvin pun berjalan pergi meninggalkan Dhilan yang masih melongo.

"Ketemu di rumah saja sudah cukup, ini malah ketemu di sekolah setiap hari selama 1 bulan, wah bisa gila lama-lama gue." gumam Dhilan.

Flashback...

"Kenapa kamu melamun gitu, ada masalah?" tanya Kinaan pada putra sulungnya itu.

"Gak ada kok Pah, cuma bosen aja, Delvin maunya kerja di tempat lain bukan di sini." Delvin pun menenggelamkan mukanya di dalam tangan.

Butuh beberapa detik sampai Delvin mendapat sautan dari Papahnya itu.

"Yaudah kamu kerja jadi guru aja mau!?" tawar Kinaan walaupun matanya tetap fokus pada laptop miliknya.

"Guru? mau banget dong Pah." Delvin langsung mengangkat wajahnya dan tersenyum.

"Terserah kamu, kalau jadi guru di sekolah Dhilan aja, kalau dosen di kampus Meina." Mendengar perkataan Kinaan, Delvin pun sempat berpikir sejenak.

"Aku jadi guru aja deh, kalau jadi dosen terlalu muda." ucap Delvin terkekeh.

"Yasudah, sekarang kamu boleh pergi." Kinaan pun beranjak dari duduknya dan pergi dari ruangan.

"Yes! kalau begini kan jadi seru, jahilin Dhilan HAHAHAHAHAHA." suara tawa Delvin sudah kaya villain aja.

Tok

Tok

Tok

"Eh, paman Rangga nyari apa?" tanya Delvin ketika melihat sahabat Papahnya itu sudah berada di dekat pintu.

"Cari bapakmu lah, di mana dia?" Delvin pun sempat nga loding sebentar. "Oh Papah udah keluar tadi, udah bawa laptop sama berkas-berkas lain kok."

"Hmm, yasudah kamu ngapain di sini lebih baik bantuin paman." ujar Rangga sambil membuka laci dan mengambil beberapa map.

"Aku juga ada kerjaan, aku pergi dulu iya paman." Delvin pun segera keluar meninggalkan Rangga.

"Kerja apa keluar." seru Rangga.

"### Jadi guru Informatika." jawab Delvin dengan nada yang kencang agar terdengar oleh Rangga.

-

-

-

Jangan lupa like dan kritikannya Guyyss💙💙 🤟

1
Cantika Putri
Ceritanya bagus, tapi kok sepi ya. /Grievance/
Cantika Putri
Semangat Thor/Curse/
Shivam Racseqar.: Ya, Terimakasih atas dukungannya ya.
total 1 replies
Mile
/Hey/
Viona Regina
/Facepalm/
Chipa
Apa ini Sam/Facepalm/
Chipa
Kok aku ngerasa, ini perbuatan nya si Dhilan ya/Curse/
Chipa
Bisa aja si Rangga cari perkara
Chipa
Bisa ke pemikiran gitu namainnya/Facepalm/
Chipa
Keren
Chipa
Kocak si Janari
Mile
Si Arman bikin kaget/Facepalm/
Mile
Bisa-bisanya ya Allah/Facepalm/
Mile
Gak bisa kalau gak kompor ya Janari/Bye-Bye/
Mile
Sama kaya aku waktu di urut. Pasti di geplak bapakku. /Facepalm/
Mile
Kurang ngajar si Zale.
Mile
Paling nanti lo minta balikan lagi. /Sweat/
Mile
Sudah kuduga.
Mile
Ngakak
Mile
Cara cepat melunasi hutang/Sweat/
Chipa: Sangat cepat
total 1 replies
Chipa
Wah kritikannya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!