NovelToon NovelToon
Pak Dimas (Guru Gen Z Ganteng)

Pak Dimas (Guru Gen Z Ganteng)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:244
Nilai: 5
Nama Author: Kukuh Basunanda

Menceritakan kisah cinta seorang Guru Gen Z tampan bernama Dimas Aditya dengan janda muda cantik dan kaya raya bernama Wulan Anggraeni. Kedua nya di pertemukan oleh keadaan hingga akhirnya tumbuh gelombang cinta di hati mereka. Seiring berjalannya waktu, Dimas berhasil mencuri hati Wulan sekaligus menyembuhkan rasa traumanya atas kegagalannya di pernikahan pertama. Namun di satu sisi, sang mantan (Nayla) masih mengharapkan menikah dengan Dimas. Rasa sayangnya yang begitu dalam, membuat cinta segitiga di antara mereka tak terelakkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kukuh Basunanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dimas Berhasil Mencuri Hati Wulan

Senin selepas Maghrib , hujan deras melanda namun tak menyurutkan langkah kaki Dimas untuk mengajar Azka. Dia berjalan di bawah naungan payung menuju rumah Wulan. Langkahnya terhenti di depan pintu gerbang rumah janda cantik itu. Pak Dapu menyambutnya.

"Eh Mister Dimas, silakan masuk mister, Azka sudah nunggu tuh di ruang tamu" ujar pak Dapu.

"Oh iya pak" jawab singkat Dimas sembari tersenyum.

Pak Dapu segera membuka pintu gerbang kemudian Dimas berjalan menuju pintu utama rumah Wulan.

Teng tong teng tong" suara bel pintu berbunyi.

"Mah, tuh kayanya mister Dimas udah datang" kata Azka.

Wulan melangkah membukakan pintu rumahnya. Keduanya saling terpukau dan adu pandang namun di selimuti rasa salting. Di pertemuan kali ini ada rasa yang berbeda di hati keduanya. Di mata Dimas Wulan terlihat begitu cantik malam itu begitu pun sebaliknya Wulan merasa mister Dimas terlihat sangat tampan malam itu.

"Silakan masuk mister Dimas !" seru mamah Azka dengan sorot mata menatap lalu menunduk.

"Terimakasih mamah Azka" ucap Dimas dengan senyum yang di iringi rasa malu.

Tiba-tiba saja terdengar suara Azka.

"Mah, perut Azka mules banget , Azka ke toilet dulu yah" begitu suara Azka saat mister Dimas mulai memasuki ruang tamu.

"Hemm...anak itu kebiasaan deh, kalau habis makan ya BAB" kicauan Wulan kepada pak Dimas.

Dimas hanya tertawa kecil mendengar kicauan mamah Azka.

"Silakan duduk dulu mister sambil nungguin Azka !" seru Wulan.

"Iya terimakasih mama Azka"

Keduanya seolah merasa canggung untuk mulai percakapan. Sejenak mereka terdiam namun akhirnya Dimas memberanikan diri untuk memulai percakapan dengan Wulan.

"Maaf mamah Azka, papahnya Azka kemana ? dari kemarin kok saya ga pernah lihat ?" tanya Dimas untuk mengawali percakapan.

"Papahnya Azka udah lama meninggal mister" respon Wulan.

"Oh maaf banget ya mah, saya beneran gak tau"  sahut Dimas.

"Gak papa kok mister, saya sudah lama juga jadi single parent" ucap Wulan.

"Oh ya mister, waktu pertama kali kita ketemu, mister kan habis menghadiri resepsi pernikahan Anton dan istrinya, mister itu temannya istrinya Anton yah ?" tanya Wulan kepada mister Dimas.

"Nayla itu sebenarnya mantan pacar saya mah, ayah Nayla menjodohkan dia sama Anton" respon Wulan.

"Maaf ya mister, gak ada maksud buat membuka masa lalu mister" ucap Wulan.

"Gak papa mah, santai aja"

"Mamah Azka kenal sama Anton ?" tanya balik Dimas.

"Anton itu sahabat lama saya waktu SMA mister" jawab Wulan.

Saat mereka sedang bercakap-cakap, bu Tini datang dari arah dapur membawa nampan berisi secangkir kopi dan sepiring tempe mendoan.

"Cie ..cie..mas ganteng sama majikan cantik lagi ngobrol-ngobrol" canda bu Tini meledek keduanya.

"Apaan sih bu Tini, gue pecat tau rasa luh" canda balik Wulan ke bu Tini.

"Jangan di pecat dong majikanku yang cantik dan baik hati, kalau di pecat nanti aku kerja apa ?" gurau bu Tini kembali.

"Ayo mas ganteng, silakan di minum dulu kopinya, hujan-hujan enak banget loh minum kopi sama nyemil tempe mendoan anget" ucap bu Tini kepada Dimas.

"Maaf bu, saya gak suka tempe mendoan" ujar Dimas menatap serius ke bu Tini.

"Terus mas ganteng sukanya apa ?" tanya bu Tini .

"Aku sukanya mama Azka" canda Dimas sambil tertawa.

Mendengar itu, Wulan terkejut mengerutkan dahinya, menatap tajam ke arah Dimas.

"Maaf yah mamah Azka, cuma becanda kok, aku orangnya begitu suka becanda" ucap Dimas menatap wajah Wulan dengan senyumannya.

"Yah kena prank deh " canda bu Tini.

"Tapi jujur sih kalian itu sebenarnya cocok kok tinggal di halalin aja " kembali canda Bu Tini.

"Apa lagi sih bu Tini, udah sana ke dapur lagi" ujar Wulan, expresi wajahnya malu sambil mencubit kecil tangan bu Tini.

Azka kembali ke ruang tamu.

"Mah, mister, Azka sudah siap mau belajar" katanya.

"Oh iya sayang, selamat belajar yah sama mister Dimas, mamah tinggal yah sayang"

"Mari mister Dimas, saya tinggal dulu", ucap Wulan meninggalkan ruang tamu.

"Mister, mister, Azka ada PR bahasa inggris" ujar Azka.

"Yuk kita kerjakan bareng-bareng sayang !" seru Dimas.

"PR nya tentang apa Azka ?" tanya pak Dimas.

"Tentang simple present tense mister" jawab Azka.

"Kamu tau gak tenses simple present tense di gunakan untuk apa ?" tanya mister Dimas kembali.

"Untuk menyatakan kegiatan rutinitas sama kebenaran secara umum kan mister ?" Jawab Azka.

"Exactly, wah pinter banget yah kamu Azka" puji mister Dimas untuk Azka.

"Nah yang Azka mau tanyakan ke mister Dimas, kapan kita harus menambahkan kata kerja s atau es ?" tanya Azka.

"Jadi kalau subject nya he, she, it , singular maka kata kerjanya di tambahkan s atau es, nah kalau subject nya I, you, they, we dan plural kata kerjanya gak usah di kasih s atau es" begitu penjelasan mister Dimas kepada Azka.

"Ingatnya gini aja Azka, I, you, they, we sama jamak gak suka minum es tapi he, she, it, tunggal suka minum es" penjelasan Dimas lebih lanjut.

"You got it ?"

"Yes mister, I got it " respon Azka.

"Contohnya bagaimana mister Dimas ?" tanya Azka kepada guru privatnya.

"I like her very much dan she likes me very much, di sini ada 2 kalimat present tense yang pertama subjeknya I, maka kata kerjanya gak usah di kasih S dan kalimat yang kedua subjeknya she, maka kata kerjanya di kasih S", ujar Dimas memberikan contoh ke Azka.

"Oh iya aku paham mister, sekarang yuk kita bahas PR nya !" seru Azka.

Azka merasa nyaman belajar dengan mister Dimas bahkan dia lebih menyukai pembelajaran dari mister Dimas daripada guru bahasa Inggrisnya di sekolah. Azka pun semakin akrab dengan pak guru ganteng itu, tak ada rasa canggung lagi di hatinya seperti di pertemuan pertama.

Tak terasa waktu 120 menit telah berakhir, namun Azka baru menyadarinya.

"Wah ternyata udah 2 jam ya mister, Azka belajar, gak kerasa saking enaknya di ajar mister Dimas" ujar Azka.

"Alhamdulillah, kamu sudah enjoy belajar bahasa inggris sama mister Dimas" ucap Dimas.

"Azka panggil mamah dulu yah mister", sahut Azka.

Azka berjalan ke kamar mamahnya.

"Mah, Azka udah selesai les nya, tuh mister Dimas mau ijin pulang" katanya.

"Iya sayang"

Wulan menghampiri Dimas di ruang tamu sembari membawa sesuatu di dalam kantong kresek hitam, ekspresi wajahnya menyejukan di hati Dimas.

"Mah, saya pamit pulang dulu yah, terimakasih banyak untuk jamuannya" ucap Dimas.

"Iya mister sama-sama, makasih juga yah udah telaten ngajarin Azka sampai hujan deras pun mister tetap datang kesini" respon Wulan.

"Oh ya mister, ini tadi saya masakin nasi goreng special buat mister, mister pasti lapar kan ngajarin Azka yang banyak tanya" ujar Wulan sambil menyodorkan kantong kresek ke arah mister Dimas.

"Wah kok jadi repot-repot mah, terimakasih banyak ya mamah Azka" ujar Dimas sembari menerima pemberian mamah Azka.

"Ya gak ngrepotin lah, kayanya aku deh yang ngrepotin mister Dimas" sahut Wulan.

"Kalau begitu, saya permisi dulu yah mamah Azka" ucap Dimas.

Hujan telah reda, Wulan menemani langkah kaki Dimas menuju gerbang pintu keluar rumahnya. Di sela langkah, mereka kembali berbincang ringan.

"Berasa punya istri deh, udah di masakin, eh ini di anterin menuju pintu gerbang" canda Dimas sambil berjalan menuju pintu gerbang.

"Apaan sih mister Dimas, aku jadi malu, emangnya mister mau yah punya istri seorang janda ?" canda balik mamah Azka.

"Eh jangan salah loh, mamah Azka itu janda bukan sekedar janda tapi janda limited edition" canda Dimas lalu keduanya tertawa lepas.

Sama hal nya seperti Azka, hati Wulan mulai nyaman dengan sosok Dimas. Rasa canggung yang sempat menyelimuti hatinya kini berubah menjadi sebuah kenyamanan. Dimas seolah telah berhasil mencuri hati Wulan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!