" Billy " teriak Zea .
Billy tersentak mendengar teriakan Zea . Gadis yang berada di pelukan Billy tersenyum licik. Sudah lama dia bersabar dan menunggu saat ini tiba .
" Aku tidak menyangka kamu melakukan hal sehina ini " ucap Zea lalu pergi meninggalkan Billy .
Dukung othor ya . dukungan kalian penyemangat ku . love banyak dari kedua anak othor .❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di bawa kabur Aruna
Meskipun satu kantor . Zea dan Billy jarang bertemu . Namun Zea merasa bersyukur dengan itu . Tapi yang mengganggu Zea . Gosip tentang kehamilan Sarah yang semakin santer . Pasalnya Sarah sering mual dan Sarah belum memiliki suami .
Zea mencoba untuk menutup telinganya . Supaya tidak terpancing dengan gosip yang Zea dengar . Marah jika Zea bisa Zea akan marah . Namun Zea ingin mengalihkan kekesalannya dengan bekerja . Hingga Zea kini lebih sering lembur .
" Ibu lembur lagi ?" tanya Rere .
" Iya Re . Sepertinya besok aku mau ijin lagi " ucap Zea .
" Ibu sepertinya sekarang sedang sibuk " ucap Rere .
" Iya Re " ucap Zea dengan senyumannya .
" Baiklah bu. Aku mau pulang dulu ya . Ibu mau pesen sesuatu . Biar Rere belikan ?" tanya Rere .
" Tidak usah terima kasih . Pulanglah ,hati-hati " ucap Zea
" Baik bu " ucap Rere lalu pulang lebih dulu .
Billy saat itu pulang lebih dulu . Billy mulai di sibukkan dengan kebutuhan Sarah dan anak dalam kandungan Sarah .
Sarah lebih sering minta untuk ditemani Billy . Alasannya Darah tidak akan bisa tidur atau akan merasa mual jika jauh dari Billy .
Orang tua Billy juga sering mengunjungi Sarah . Orang tua Billy sangat perhatian kepada Sarah . Apalagi mereka sangat mendambakan seorang cucu .
" Sudah ibu bilang . Perempuan itu mandul . Tidak bisa memberi mu keturunan " ucap Ibu Billy .
" Bu , cukup . Jangan berbicara buruk kepada Zea . Bagaimanapun Zea itu selalu menghormati ibu . Apapun yang ibu mau . Pasti Zea usahakan . Meskipun ibu sering memaki Zea dengan perkataan buruk " ucap Billy .
" Iya . Tapi nyatanya dia tidak bisa memberikan ibu seorang cucu " ucap Ibu Billy tak mau kalah .
" Terserah ibu " ucap Billy lalu beranjak dari duduknya .
" Rumah mu, kamu jual Billy ?" tanya Ibu Billy .
Billy kembali dengan secangkir kopi di tangannya . Biasanya Zea akan menyiapkan untuknya . Tapi kini Billy harus melakukan semuanya sendiri . Penyesalan hanyalah tinggal penyesalan .Zea memilih untuk mengakhiri pernikahannya . Meskipun tidak mau untuk berpisah . Billy rasa ini yang terbaik . Billy tidak ingin menyakiti Zea lebih dalam lagi .
" Ya " jawab singkat Billy .
" Kamu yang menjual rumah itu ?" selidik Ibu Billy .
" Ya " Billy terpaksa berbohong . Billy tidak ingin ibunya mencari masalah kepada Zea . Sudah cukup Zea merasa tidak nyaman dengan Ibunya .
" Mana uang penjualan rumah itu ?" tanya Ibu Billy .
" Belum keluar " ucap Billy .
" Jangan berbohong kamu Billy . Jika kamu berbohong Ibu akan merebut semua dari Zea . Rumah itu kamu yang membelinya " ucap Ibu Billy .
" Itu rumah Zea bu. Ibu jangan berbuat kesalahan lagi kepada " ucap Billy .
Ibu Billy tak menghiraukan ucapan Billy .
Zea membuat secangkir kopi untuknya . Sebenarnya tidak lembur tidak apa-apa . Namun Zea memilih lembur . Tidak ada yang Zea kerjakan di rumahnya . Jika sibuk Zea tidak terlalu memikirkan Masalahnya bersama Billy .
" Buatkan satu untukku " ucap Arron dengan tangan di sakunya .
Zea tidak menjawab . Tapi Zea membuatkan kopi untuk Arron .
" Apa sidang mu belum selesai ? " tanya Arron .
"Maaf pak , tapi itu urusan pribadi saya pak. Sekarang kita sedang di kantor " ucap Zea .
" Saya hanya ..
" Kakak " teriak Aruna .
Arron dan juga Zea menoleh kearah sumber suara.
Aruna lalu melihat Arron dan juga Zea .Aruna lalu menghampiri Keduanya .
" Mengganggu saja " ucap Arron lirih namun masih bisa di dengar Zea .
Zea merasa senang ada gadis yang waktu itu menolongnya . Tapi kakak? Apa gadis itu sedang mencarinya ?
" Kakak , akhirnya aku bisa menemukan kakak " ucap Aruna .
" Aku juga mencari mu . Tapi ya sudahlah . Saat itu aku juga terburu-buru " ucap Zea .
" Mobilnya sudah jadi . Saat itu aku lupa meminta nomor ponsel kakak. Dan lucunya aku juga tidak tahu nama kakak. Padahal kita sudah mengobrol banyak " ucap Aruna .
" Kamu benar . Aku juga tidak menanyai siapa namamu . Padahal kamu sudah menolong ku " ucap Zea .
" Aku Aruna kak" ucap Aruna mengulurkan tangannya .
" Zea " jawab Zea menerima uluran tangan Aruna .
" Aku menanyakan kepada orang itu . Siapa kakak perempuan yang aku tabrak itu . Tapi dia tidak menjawabnya " ucap Aruna seraya melirik Arron .
Zea membola . Aruna tidak tau jika yang dia maki itu adalah bosnya Zea . Zea mencoba menghentikan setiap omelan Aruna . Namun Aruna tidak peduli sama sekali .
" Aruna bagaimana kalau kita bicara di sana " tunjuk Zea .
" Aku masih kesal kepadanya . Aku hanya menanyakan nama kakak . Tapi tidak di kasih tahu . Tapi pria ini ternyata mengenal kakak . Apa kalian dekat ?Aku sarankan jangan mau tergoda olehnya . Pria ini mengerikan " ucap Aruna .
Zea semakin lemas . Bagaimana jika nanti zea akan di pecat . Apalagi tatapan Arron kepada Aruna seperti ingin memakannya hirup-hidup .
" Pulang atau aku akan menyeret mu " ucap Arron .
" Cih , jangan mengancam anak kecil . Apa kamu hanya berani kepada anak kecil . Dasar pria penindas . Apa kakak juga di tindas di kantor ini ?" ucap Aruna .
" Tidak Aruna . Tidak . Sudah ayo kita kesana saja ya " ucap Zea menarik tangan Aruna .
" Tenang saja kakak . Jangan takut kepadanya " ucap Aruna .
" Aruna kalau kamu berbuat ulah aku akan mengirim mu keluar negeri " ucap Arron .
" Kakak hanya bisa mengancam ku . Tapi kakak tidak akan melakukannya . Karena kakak sangat menyayangiku " ucap Aruna .
" Apa aku terlihat bercanda ?" tanya Arron mulai serius .
Zea mulai menyerap pembicaraan kedua kakak beradik itu.
" Aku akan pulang . Dan akan memberitahu ibu . Kalau kakak mau menikah dengan Devina " ucap Aruna seraya menarik tangan Zea .
Zea masih belum mengerti situasi di depannya . Sehingga Zea hanya menurut langkah kaki Aruna .
Arron membiarkan Zea bersama Aruna . Arron tahu jika Zea pasti bingung .
Aruna lalu membawa Zea keluar perusahaan .
" Aruna kita mau kemana. ?" tanya Zea.
" Kita ke bengkel kak" ucap Aruna masih menarik tangan Zea .
Zea lalu menahan tangannya . Aruna pun menghentikan langkahnya .
" Ada apa kak ?" tanya Aruna bingung .
" Tunggu Aruna . Aku ini sedang bekerja . Nanti aku bisa di pecat kalau aku pergi tanpa ijin . Dan tadi Aruna , yang kamu marahi itu bos ku . Bagaimana jika nanti dia memberiku surat peringatan " ucap Zea .
Aruna malah tertawa terbahak-bahak . Aruna tahu kecemasan Zea . Tapi lucu juga melihat ekspresi panik Zea.
" Kenapa kamu tertawa Aruna . Ini tidak lucu . Aku akan kembali ke kantor . Sebelum singa itu mengamuk " ucap Zea .
"Apa singa? Hahaha.. Apa dia pernah mengamuk ?" tanya Aruna .
" Iya . Semua menjulukinya singa. Dia itu sangat galak . Bahkan orang telat sudah tahu motornya rusak . Tetap saja di beri surat cinta . Ck tak punya hati " ucap Zea .
" Iya . Memang dia itu selalu sesuka hati . Tidak punya perasan . Tapi kalau sama kakak dia mau hlo menolong . Waktu aku tidak sengaja menabrak kakak" ucap Aruna .
" Itu hanya kebetulan " ucap Zea .
" Tidak ada yang kebetulan . Sudah ayo " ucap Aruna .
" Aku harus bekerja Aruna " ucap Zea .
" Sudah dia tidak akan berani memecat kakak . Ada aku . Aku yang akan tanggung jawab " ucap Aruna dengan yakin .
" Aruna , aku tidak bercanda " ucap Zea .
" Sudah , semua jadi urusanku " ucap Aruna .
Zea kembali di tarik oleh Aruna .