Asih gadis berparas cantik yang merupakan salah satu kembang desa, banyak laki-laki yang mengejar cintanya tak hanya pemuda desa, duda dan laki-laki beristri pun mengejar cinta Asih. Namun kemalangan menimpa nya Asih ditemukan seorang warga tergeletak tak bernyawa disalah satu kebun warga. Siapakah orang yang tega berbuat keji terhadap Asih?
Yuk baca terus kisahnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arztha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Sehabis Isya Rama sudah bersiap dengan kaos dan celana panjang nya ia pun keluar dari kamar.
"Mau kemana nak Rama? "
"Mau kerumah Andre mbok tadi Rama ketemu dan disuruh kerumah nya malam ini. "
"Andre anaknya juragan Karta ya nak Rama ? "
"Iya mbok. "
"Kamu hati hati ya nak, jangan mau di ajak macam macam. "
"Ia mbok, Rama pamit ya kalau mbok mau istirahat mbok istirahat aja jangan nunggu Rama. "
"Ia nak. "
Rama pun pamit dan mengucapkan salam. Ia pun berjalan menuju rumah Andre jarak rumah Asih dengan rumah Andre cukup jauh. Suasana desa Rengas malam ini sangat sepi bagai tidak ada kehidupan.
"Kenapa ini kampung makin malam makin sepi ya, biasanya ada yang ngeronda tiap malam. " tanya Rama kepada dirinya sendiri.
Tiba-tiba angin pun berhembus namun daun daun di sekitar tidak ada yang bergerak.
"Ko tiba tiba merinding ya? "
Rama pun terus berjalan sambil melihat keadaan sekitar. Ia pun bernafas lega saat bertemu salah seorang warga.
"Mau kemana mas? " tanya si bapak yang kebetulan lewat.
"Mau kerumah Andre pak. "
"Oalah hati-hati ya mas. "
"Iya Pak, saya duluan ya pak "
Rama pun melanjutkan perjalanannya ia hampir sampai di rumah Andre.
Tiba tiba....
"Mas Rama. "
Sayup-sayup terdengar suara yang memanggil nama nya. Rama pun mencari sumber suara, siapa yang sudah memanggil namanya.
"Mas Rama. "
Rama pun masih celingukan mencari siapa yang memanggil.
"Seperti suara Asih. " gumam Rama
"Mas Rama, Asih di sini. "
Rama pun menengok ke arah sumber suara.
"Aa-sihh, kamu ngapain disitu. " Rama pun sungguh amat sangat terkejut melihat wujud Asih yang tidak sempurna. Buka seperti yang saat terakhir kali dia bertemu.
"Mas Rama mau kemana? "
"Mas mau kerumah Andre Sih, teman lama kita."
"Mas jangan kesana. " cegah Asih.
"Memang kenapa Sih? "
"Mas pokoknya jangan kesana. "
"Tapi mas sudah janji, tidak enak kalau tidak datang lagian sebentar lagi sampai. "
Asih pun terdiam lalu dia menghilang.
Rama pun melanjutkan jalan nya menuju rumah Andre. Di sepanjang jalan Rama pun ragu antara melanjutkan ke rumah Andre atau kembali kerumah mbok Inah. Namun Rama buka orang yang gampang mengingkari janji. Rama pun akhirnya meneruskan jalan menuju rumah Andre.
🍀🍀🍀
Suasana rumah Andre pun sangat ramai malam ini banyak pemuda yang berkumpul di sana rumah Andre sering di jadikan basecamp para pemuda di desa nya.
Rama pun tiba dirumah Andre ia tidak menyangka rumah Andre bakal seramai ini. Andre pun yang melihat Rama sudah tiba di rumah nya langsung ia sapa.
"Wih bro akhirnya kesini juga. "
"Assalamu'alaikum Ndre. "
"Wa'alaikumussalam, sini bro gabung sama yang lain. " ajak Andre untuk bergabung bersama teman-teman nya.
"Teman teman kenalin nih bos dari jakarta yang baru aja balik ke desa kelahiran nya. " ucap Andre kepada teman temannya yang ada di rumahnya.
"Bisa aja kamu ndre. " Rama pun hanya terkekeh mendengar ucapan Andre.
"Wah ada mas Rama juga di sini. " ucap Fera senang.
"Lah kamu ada disini juga Fer? " tanya Rama.
"Ia mas lagi main. " jawab Fera dengan senyum manisnya. Namun tidak terlihat manis saat Rama yang melihat.
"Si Fera mah memang main di sini terus Ram. " ucap Andre.
"Ohh gitu. "
"Sini bro, masuk lah. "
Andre pun mengajak Rama masuk, tak di duga ternyata di dalam lebih ramai lagi entah acara apa yang di buat Andre malam ini. Banyak pemuda-pemudi tengah asik dengan dunia nya sendiri.
Rama sangat risih dengan padahal ia baru saja bergabung. Rasanya Rama ingin sekali segera pulang namun ia tidak enak karena baru saja datang.
Andre pun menuangkan minuman ke gelas kecil untuk Rama.
"Minum bro. " Andre pun menyodorkan gelas kecil itu kepada Rama.
"Makasih ndre. "
"Lo sampe kapan disini Ram? "
"Kira-kira 2 mingguan lah, masih kangen suasana di sini saya. "
Andre pun hanya manggut-manggut mendengar jawaban Rama. Rama meminum minuman yang Andre berikan, bau yang menyengat dan rasa pahit itu yang Rama rasakan. Ia mengecap minuman itu dan tidak lagi meneruskan gelas pun ia taruh lagi di meja.
"Ko nggak di habiskan bro? mumpung lagi di sini, jarang jarang kan lo minum. "
Rama hanya menggeleng. Semenjak di jakarta ia menghindari minuman keras.
"Udah malem bro, gak enak saya sama mbok udah numpang malah keluyuran sampe malam gini, takut si mbok nungguin. "
"Oke deh besok kesini lagi ya ram. "
"InsyaAllah kalau ada waktu. "
Rama pun pamit kepada semuanya yang berada di sana.
🍀🍀🍀
Di tempat berbeda.
"Pri bawa motor nya yang kencengan dikit napa. " keluh Juna.
"Lah ini udah kenceng loh. "
"Buruan Pri perasaan gue nggak enak ini. "
Juna terlihat sangat gelisah sekali di sepanjang perjalanan, Supri yang mengendarai motor pun merasa sudah kencang sekali ia mengendarai nya.
"Bawel banget sih lo Jun. " omel Supri.
"Sumpah Pri beneran merinding gue, perasaan gue juga nggak enak ini. "
"Sabar jangan bikin gue panik Jun, bentar lagi juga kita sampe. "
Tiba-tiba motor yang di kendarai Supri mati di tengah tengah jalan yang berada di kebun karet.
"Lah mati Jun motor nya. "
"Ko bisa mati Jun? tadi udah isi bensin belom lo? "
"Kayaknya mah belom Jun. " ucap Supri cengengesan.
Juna pun mendengus sebal. "Bego banget punya motor bukannya di isi bensinnya , bisanya make doang udah kaya emak emak. "
"Ngomel aja lo Jun. Udah kayak nenek nenek kehabisan duit. Ayok bantuin dorong"
"Apes bener ini malem, tau gini ogah Pri gue ikut lo. "
Juna akhirnya terpaksa membantu Supri mendorong motor kesayangannya. Dalam hati Juna kalau bukan temen udah gue tinggal lo Pri.
Juna pun tidak berhenti henti mengomeli Supri agar selalu mengecek bensin motornya sebelum di pakai. Namun saat di jalan tiba-tiba.....
Kriettt Kriettt krietttt !!!
Bunyi batang pohon berbunyi Supri dan Juna pun mendengar jelas.
"Bunyi apaan itu Pri. "
Supri mengedikkan bahunya. "Nggak tau Jun. "
Perasaan Juna kembali tidak enak bulu kuduk nya pun berdiri dan perasaan nya pun tidak enak, jantung nya pun berdegup kencang.
"BANG SUPRI. "
Supri pun di panggil seseorang. Ia menghentikan langkahnya untuk mencari siapa yang memanggil.
"Jun siapa itu yang manggil manggil gue. "
"Nggak tau bang, nggak ada orang selain kita di sini. "
Juna pun melihat lihat barang kali ada orang yang manggil.
"BANG SUPRI. "
Suara itu pun terdengar kembali.
"Siapa sih yang manggil manggil, Kurang kerjaan banget. "
"BANG SUPRI. "
Juna dan Supri pun menengok kebelakang dan......
Huahhhhhh kaburrrr......