NovelToon NovelToon
Benih Tuan Arogan

Benih Tuan Arogan

Status: tamat
Genre:Duda / Lari Saat Hamil / One Night Stand / Single Mom / Anak Genius / Anak Kembar / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Susanti 31

Instagram; Tantye005
Tiktok: Cepen

Juara dua lomba anak Genius S4

"Sejatinya, gadis yatim piatu sepertiku tidak akan mendapatkan cinta dari siapa pun, termasuk suamiku sendiri."

Alea harus menelan pil pahit di detik-detik menantikan kelahiran buah hatinya. Wanita itu tidak sengaja mendengar pembicaraan sang suami dengan wanita di masa lalunya. Di mana Rocky, akan menikahi Arumi setelah Alea melahirkan anak yang tidak sengaja tertanam di rahimnya.

Tidak ingin dipisahkan oleh buah hatinya, Alea memutuskan untuk pergi jauh dari kehidupan sang suami hingga 6 tahun lamanya. Selama itu pula dia selalu mendapatkan hinaan lantaran mempunyai anak tanpa suami.

Namun, persembunyian yang dia lakukan akhirnya tercium juga ketika anak kembar yang dia besarkan bertemu dengan Rocky secara tidak sengaja di ajang pencarian bakat cilik.

Akankah Alea dan Rocky dipersatukan oleh anak-anak mereka, ataukah mungkin anak itu akan menjadi pemicu perselisihan karena hak asuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 ~ Apa sebenarnya yang aku inginkan?

Alea kembali menemui anak-anaknya setelah menemukan toilet usai keliling dan bertanya pada pengunjung maupun petugas. Maklum saja, ini pertama kalinya ia berkunjung ke Bogor sehingga harus bertanya dan menghilangkan rasa malu.

"Sayang, toiletnya ada di ujung sana. Ayo kita ke sana dan segera pulang," ucap Alea pada anak-anaknya.

Tanpa kenal lelah, ia kembali melangkah bersama kedua anaknya. Membiarkan Devina seorang diri masuk ke toilet, sementara ia berjaga di luar bersama Davino.

"Ibu, tadi ada om-om yang memberikan Es krim pada kakak dan adek, tapi kakak tidak menerimanya karena ibu bilang tidak boleh mengambil pemberian orang asing."

 "Anak ibu memang pintar." Alea tersenyum sambil mengusap kepala putranya.

"Tapi Ibu, om-om itu yang memperhatikan kita tadi. Kakak tidak mungkin salah orang. Ibu tahu? Omnya hampir mirip sama kakak."

Alea terhenyak, genggaman tangannya semakin erat di telapak tangan sang putra. Sejak tinggal di bogor, Davino sering kali memergoki seseorang memperhatikan mereka diam-diam.

"Ibu."

"Apalagi, Sayang?" tanya Alea.

"Ayah orang seperti apa?" Pertanyaan itu berhasil membuat lidah Alea terasa keluh.

"Kenapa kakak bertanya seperti itu? Ibu kan pernah bilang bahwa kakak dan adek tidak punya ayah. Ayah kalian ... ayah kalian ...." Alea tidak bisa mengeluarkan hal-hal jelek tentang Rocky meski hatinya sangat sakit.

Ia tidak ada niatan untuk memisahkan anak-anaknya dengan Rocky, hanya saja ia takut kehilangan mereka berdua karena perjanjiannya sendiri. Perjanjian yang telah ia tanda tangani setelah menikah. Tetapi saat itu ia sangat frustrasi dan tidak merasakan kehangatan pada calon anaknya, namun sekarang berbeda.

"Ayah kenapa, Ibu?"

"Ibu tidak ingin kehilangan kakak dan adek." Alea tersenyum, mengecup kening Davino cukup lama dan itu semua tidak luput dari perhatian Rocky sejak tadi.

...

"Arumi kira ayah tidak akan pulang dan merayakan ulang tahun bersama," ucap Arumi kecil langsung memeluk kaki ayahnya yang baru saja melintasi pintu utama rumah om Cakra.

"Saya tidak mungkin melewatkannya," balas Rocky langsung mengendong Arumi kecil. Meski terbilang kaku dan tidak bisa mengekspresikan kasih sayang dan perhatian melalui ucapan, setidaknya ia bisa memperlihatkan melalui perlakuan. "Di mana tante Arumi?" tanyanya.

"Tante Arumi udah pulang Ayah, Arumi tidak suka sama dia. Kenapa ayah terus menitipkan Arumi padanya? Kenapa juga nama Arumi sama dengannya?" gerutu Arumi kecil sambil mengalungkan tangan di leher Rocky.

"Apa kau sudah bertemu dengannya?" tanya Cakra yang duduk di meja makan.

"Sudah, Tuan."

"Alea setuju untuk kembali?" tanya Liora-istri Cakra.

"Saya belum bicara, Nyonya. Apa tidak sebaiknya kita tiup lilin dan makan malam? Saya sudah lapar," ucap Rocky dengan wajah lempengnya.

Semua orang yang berada di meja makan panjang tersebut diam-diam tersenyum. Di antara mereka semua, memanglah Rocky yang paling kaku. Makan malam bersama dan tiup lilin ulang tahun ke delapan Arumi berjalan lancar tanpa hambatan. Gadis berusia 8 tahun itu pun mendapatkan banyak hadiah dari om dan tantenya.

"Makasih hadiahnya, Om Cakra, Om Eril," ucap Arumi. Gadis itu beralih pada sang ayah. "Mana hadiah dari ayah?"

"Di apartemen, setelah ini kita akan pulang."

"Kenapa tidak menginap saja, om? Liam masih ingin bermain dengan Arumi," tanya Liam, putra sulung Cakra dan Liora.

"Arumi harus sekolah Tuan Muda."

Rocky membawa anak angkatnya pergi dari kediaman Cakra, tidak lupa mengangkut semua hadiah yang telah memenuhi jok mobil.

"Ayah, kapan Rumi bisa bertemu ibu?"

"Sebentar lagi."

"Rumi punya ibu, tapi kenapa ayah pacaran sama tante Arumi?"

Rocky terdiam, pria itu tidak ada keinginan untuk menjawab pertanyaan Arumi, lantaran ia pun tidak tahu apa jawaban pastinya. Ia terus mencari keberadaan Alea, tetapi tidak bisa melepaskan Arumi begitu saja. Mungkinkah semuanya hanya demi anak? Mungkin iya mungkin juga tidak.

Pria itu sampai di apartemen saat jarum jam telah menunjukkan angka sepuluh malam. Ketika membuka pintu, ia menemukan seorang gadis tertidur di sofa dengan desain berserakan di atas meja. Sepertinya Arumi besar tidak kembali ke bogor, tetapi menyelesaikan pekerjaannya di rumah.

"Sebenarnya apa yang aku inginkan?" batin Rocky sambil menatap wajah terlelap Arumi. Ia bingung pada hatinya sendiri.

"Ro-rocky?" Arumi besar terkesiap ketika menyadari keberadaan Rocky. Gadis itu langsung bangun dan merapikan rambut dan pakaiannya.

"Masuk ke kamar!" perintah Rocky pada putrinya, kemudian memutari sofa untuk membereskan semua kacauan di meja, barulah setelahnya duduk di hadapan Arumi.

"Tidurlah di kamar Arumi, dan Arumi tidur di kamar saya. Pulang ke Bogor sudah terlalu larut."

"Hm." Arumi menguap sambil menutup mulutnya. "Apa yang kamu lakukan di Bogor? Teman aku tidak sengaja melihatmu di stasiun tadi. Awalnya aku ingin menyusul, tapi terlalu banyak perkerjaan yang harus aku selesaikan."

"Mengurus pekerjaan. Tidurlah, saya yang akan mengantarmu besok."

1
ceuceu
ya ampun di kasi tacun/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
ceuceu
kapan akurnya rocky alea/Facepalm//Facepalm/
ceuceu
Suka sama alea pintar ga menya menye/Grin/
ceuceu
Rocky plin plan,ngajak balikan alea tapi masih menjalin hubungan sm arumi,wanita mana yg mau rujuk.
ceuceu
Devina/Sob//Sob//Sob/
ceuceu
Ya Allah ikutan nangis liat perjuangan alea/Sob//Sob/
Ir
dari sepenggal cerita nya nih istri bakalan berkhianat dah terus anaknya di tinggalin ahhh jadi inget yg lagi viral 🤣🤣
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: wkwkwkwkwk
total 1 replies
Jhony Pratama
lohh
Reni Setia
makasih untuk novelnya ya
Siti Aminah
hadeueuh...payah klo cowok punya sifat gt...minum dl br berani
Siti Aminah
kapan kamu bs tegas Rocky...keburu Alea kabur lg loh
Siti Aminah
ada yah telinga merah krn lapar /Grin/
Siti Aminah
Rocky sebagai cowok terlalu lembek dan gk punya pendirian tegas
Siti Aminah
kereeen kamu Alea... good...good
Siti Aminah
akhirnya....sifat rubahnya keluar...dasar rubah arumi
Siti Aminah
laki2 super egois mau sana mau jg yg sini hhmmm....
Siti Aminah
laki2 aneh yg baru aku temui di novel ini..sifat dan sikap nya ky Bunglon
Siti Aminah
aku bingung thor kok ada yah orang ky Rocky ...plin plan kok mau dua dua nya egois banget
Siti Aminah
sabar Alea...sabar....
Siti Aminah
kamu slh Romi...Alea kabur krn ulah mu. kau akan menyesal setelah tau knp Alea kabur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!