IG : Srt_tika92
Adrian Putra Haidar adalah Pria tampan berprofesi sebagai sutradara terkenal, dia pria yang memiliki banyak kekasih. Tidak sedikit wanita yang mengejarnya demi popularitas.
Dunianya berubah saat menikahi gadis cantik akan kesederhanaan nya yaitu Elsa yang baru di kenalnya. Pernikahannya terjadi karena suatu kesalahan.
Akankah pernikahan mereka berjalan semestinya?
Apakah cinta akan tumbuh di antara mereka?
Ini karya ke 2 ku
Baca juga karya pertama ku yang berjudul Cinta Pertama Ceo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi sartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan Umar
Keesokan harinya Elsa pamit untuk pulang, sebenarnya Wina tidak mengijinkan Elsa pergi dan tetap tinggal di ruamhnya, namun dengan alasan Elsa masih sibuk kuliah dan bekerja Part-time, Wina memperbolehkannya pulang dengan syarat Elsa harus sering-sering datang dan menginap.
Sebelum Elsa berangkat kuliah, dia membersihkan seluruh bagian apartemen agar saat pulang, Elsa bisa melanjutkan belajar dan mengerjakan tugas yang sedikit terbengkalai.
Sudah beberapa hari ini Adrian belum juga memberikan kabar, ingin rasanya Elsa menanyakan kabar pria yang akhir-akhir ini memenuhi isi otaknya, tapi Elsa ragu untuk melakukan hal itu.
Lamunan Elsa buyar ketika dering ponsel miliknya berbunyi sangat nyaring.
" Umar.. " lirih Elsa melihat kontak yang muncul di layar ponselnya. " Hallo.. " ucap Elsa setelah menekan ikon berwarna hijau.
" Elsa, apa kamu ada waktu hari ini? " tanya Umar.
" Ada apa? "
" Aku ingin bertemu dengan mu, membicarakan sesuatu hal yang penting. Apa kamu ada waktu luang hari ini? " tanya Umar sekali lagi untuk memperjelas Elsa bisa atau tidak meluangkan waktunya untuk bertemu hari ini.
" Oke! sepulang kuliah kita bertemu di taman kota. " jawab Elsa.
" Baiklah, sampai bertemu disana. "
Panggilan berakhir.
***
Sepulang kuliah, Elsa sampai terlebih dahulu di taman kota sebelum Umar. Elsa duduk di sebuah bangku kayu panjang tepat di bawah pohon rindang.
Dering ponsel Elsa kembali berbunyi, kali ini pria yang di nantikan Elsa akhirnya menghubunginya. Elsa terseyum saat tau Adrian lah yang muncul di layar ponselnya.
" Hallo.. " Elsa susah payah menyembunyikan rasa girangnya dengan memberikan suara datarnya.
" Hallo Sa, apa kabar? " tanya Adrian.
" Aku baik, bagaimana dengan mu? "
" Aku nggak baik, aku rindu kamu.. "
Terulas senyuman di wajah cantik Elsa saat mendengar pengakuan Adrian.
" Kamu gak kangen aku Sa? "
" Biasa aja tuh. " bohong Elsa.
" Yahhh... padahal kalo kamu kangen, aku akan langsung pulang menemuimu.. " ada rasa kekecewaan di nada suara Adrian.
" Pulanglah, aku juga kangen sama kamu. " ucap Elsa tanpa sadar.
" Beneran Sa? udah mulai suka nih sama aku. " goda Adrian.
" Ikh.. apaan sih, kamu gak lagi sibuk bisa telfon aku? "
" Kerjaan udah beres, besok aku akan pulang, tunggu aku ya... I love you "
deg.. deg.. Elsa terdiam mendengar Adrian mengutarakan cinta pada nya.
" Sa.. Sa.. kok diem.. kamu masih di sana kan Sa? "
" Ehh... iya.. iya Adrian, udah dulu ya angkotnya udah dateng, aku harus pergi. Sampai ketemu besok. " Elsa langsung mematikan sepihak tanpa menunggu jawaban dari Adrian.
" Apa aku tadi gak salah denger? Adrian bilang 'I love u' padaku? apa dia udah biasa berbicara itu pada wanita lain? " gumam Elsa.
~
" Elsa... " Umar menghampiri Elsa yang tengah duduk.
" Umar.. "
" Udah lama Sa, nunggu nya? " tanya Umar sembari ikut duduk di samping Elsa.
" Belum terlalu lama kok, oh iya apa yang ingin kamu katakan pada ku? "
" Aku ingin tanya, kenapa kamu tiba-tiba resign di restoran? apa ada masalah di tempat kerja yang membuat mu gak betah? " tanya Umar.
" Oh.. bukan itu, aku berhenti karena kemauan ku sendiri, gak ada masalah sama sekali. " jelas Elsa.
" Begitu ya.. " Umar diam sejenak sebelum berucap kembali. " Sa, boleh aku mengatakan sesuatu? "
" Hah? katakan saja gak usah tegang gitu. " canda Elsa yang memang melihat raut wajah Umar berubah menjadi pucat.
" Sa, sudah lama aku mempunyai rasa lebih dari sekedar teman pada mu. "
Tawa Elsa seketika terhenti mendengar apa yang di lontarkan oleh Umar. Hati nya senang mengetahui jika pria yang juga di sukai akhirnya mengatakan cintanya. Tapi kenapa baru sekarang? kenapa tidak dari dulu? Sekelebat bayangan Adrian muncul di benaknya.
" Sa, aku memang gak pantes buat kamu, aku sadar diri aku bukan pria mapan yang pantas buat kamu, aku hanya bermodal cinta yang tulus buat kamu. Tapi aku udah gak bisa nahan perasaan ini, menyembunyikan rasa yang ku miliki untuk mu. "
" Umar.. aku gak pernah mandang pria dari segi materi, aku berterima kasih kamu udah jujur tentang perasaan mu. Tapi... "
" Sa aku gak maksa kamu buat nerima cinta aku, aku hanya ingin mengutarakan isi hati ku agar akau gak akan pernah menyesal di kemudian hari. "
" Seandainya kamu dari dulu mengatakan ini... " batin Elsa.
" Umar maaf kan aku, aku gak bisa membalas cinta mu, sebenarnya aku sudah menikah, aku sudah menjadi milik orang lain. " jelas Elsa.
Umar sangat terkejut. " Kapan? dengan siapa? " tanya Umar.
" Sudah tiga bulan yang lalu, kamu gak kenal dengan nya. "
" Apa kamu bahagia? " Umar mencoba mengikhlaskan semuanya.
" Iya, dia sangat baik pada ku. "
" Apa kalian saling mencintai? " tanya Umar.
Elsa diam, " Apa aku mencintainya? apa dia mencintaiku? aku pun masih ragu dengan semua ini. "
" Iya, kami saling mencintai. " bohong Elsa agar Umar mempercayai nya.
" Baiklah, aku doakan semoga kalian hidup bahagia. Tapi ingat Elsa, aku akan selalu ada buat mu jika kamu butuh bantuan ku. "
Elsa tersenyum, " Iya Umar, Terima kasih.. "
Umar pun pamit dan meninggalkan Elsa, sungguh hanya ada penyesalan yang Umar rasakan. Jika dulu dia memberanikan diri untuk menyatakan cinta nya, mungkin semuanya tidak akan seperti ini.
Tapi semuanya sudah terlambat, wanita yang sangat di cintainya sudah menjadi milik orang lain. Tidak ada harapan lagi untuknya, apalagi mendengar pengakuan dari Elsa bahwa mereka saling mencintai.
Umar berusaha mengikhlaskannya, mungkin kita tidak berjodoh di dunia ini, batinnya.
***
Vote.. Vote.. Vote...