Chuzuru seorang wanita cantik di Negeri Sakura, dan selalu membawa pedang Katana Hitam pekat, kemanapun dia pergi. Selain cantik, dia pegang nama besar keluarganya, yang bernama Handoyo, sebagai Samurai Sejati di Tokyo, jelas sangat di hormati banyak orang, bahkan termasuk Kaisar Negeri tersebut, tidak luput dapat hormat darinya. Selain itu, dia sudah bertunangan orang hebat, bahkan kadang-kadang dijuluki pasangan serasi. Akan tetapi hidupnya langsung berubah, saat dirinya melabrak seorang pria pekerja kasar, memukul pantatnya, tanpa pikir panjang, siapa pria yang melecehkan dirinya, ia langsung menyerahkan pihak kepolisian, agar dia di penjara. Hal inilah membuat Kota Tokyo terancam bahaya, oleh pria pekerja kasar, membuat dirinya harus menikah orang tersebut, dan segera memutuskan tunangan yang dia cintai, karena betapa bahaya pria pekerja kasar itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uwakmu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2 Cantik
Setelah dapatkan apa yang dia mau? Tio pengen pergi dari sana, dan segera nikmati upah gaji yang selama ini dia tunggu.
Saat ini, Tio berada dilingkungan kerja, sekitarnya banyak orang sedang berkerja, dan keliatannya terlalu berisik dan sibuk, ada orang sedang gunakan pemukul palu, karena cangkang Monster Sihir terlalu keras, sehingga butuh tenaga ekstra untuk menghancurkannya.
Dan ada juga, sedang gunakan pisau meterial, hanya ingin mengambil batu Sihir di dalam tubuh Monster Sihir, secara hati-hati, agar tidak mudah hancur.
Bahkan terkadang gunakan Kapak besar, untuk mengambil cangkang Cristal Cosmetic, untuk memenuhi pesanan orang, yang sudah lama di tunggu-tunggu.
Dan masih banyak lagi kegiatan di sana, sehingga diriku tidak bisa sebutkan satu-persatu, atas kegiatan mereka, yang begitu giat dan rajin.
Hanya untuk suapan nasi, dan ada keluarga menunggu kepulangan mereka, untuk minta makan.
................
Akan tetapi semua itu, malah dikejutkan dengan beberapa rombongan mobil berjejer, membuat semua orang menghentikan pekerjaan mereka seketika, itu karena Handoyo Chuzuru telah memasuki kawasan lapangan kerja, di pusat Berjanggut Merah, dengan gunakan mobil Keluarganya.
Kehadiran Chuzuru, membuat semua orang tidak bisa lepas pandangan darinya, karena dirinya begitu sangat cantik dan molek.
Ini sudah buktikan, bahwa Chuzuru adalah wanita berkarir, yang begitu primadona di sana.
Dengan tampilan yang begitu modif, seperti anak jalanan, dengan pinggul yang sangat aduhai banget, tapi sayangnya, tidak ada satupun orang pengen dekat dengannya.
Disebabkan banyak pengawal berjas hitam, dan bawa pedang Katana sebagai senjatanya, belum lagi di pinggang Chuzuru, ada pedang Katana berwarna merah muda, membuat semua orang, jadi waspada dengannya.
Membuat Tio bersiul karenanya. "Dia sungguh Cantik, kalau dia Istriku, aku sungguh beruntung." Tanggapan Tio, yang begitu antusias, atas kedatangan Chuzuru, di tempat kerjanya.
Mendengar tanggapan itu, Marzuki Pau, berusaha memperingati Tio, agar dirinya tidak macam-macam sama Chuzuru, karena dia sendiri, tidak sanggup melindungi Tio, kalau dapat masalah dari Chuzuru. "Tio... Sebaiknya kamu menahan diri, untuk tidak melakukan tindakan senonoh, terhadap wanita Cantik itu."
Membuat Tio bertanya-tanya kepada Marzuki Pau. "Emang dia itu siapa Bos? Kok bisa, ada wanita secantik begitu."
"Dia itu adalah...." Sebelum sempat kasih tahu, siapa Chuzuru sebenarnya, malah di sela oleh pria bertubuh kekar, dengan pakaian serba hitam, dengan mengatakan sesuatu kepada Marzuki Pau. "Apakah kamu adalah Marzuki Pau? Pemilik Jasa pemotong Berjanggut Merah."
Hal inilah, membuat Marzuki Pau terpaksa menjawab pertanyaan tersebut. "Betul, saya sendiri, ada perlu apa Tuan?"
Tanpa basa-basi, pria kekar itu, mengatakan sesuatu, atas tujuan dia datang kemari. "Kami perlu Jasa pemotong kamu, yang terdiri lima puluh orang, keuntungan kamu dapat Lima puluh persen, bagaimana?... Sepakat kita."
Tentu saja Marzuki Pau, segera terima pesanan itu, karena Jasanya kali ini, dapat keuntungan lima puluh persen. Jarang-jarang dapatkan rezeki nomplok begini. "Tentu saja kita sepakat, kapan waktunya, dan dimana kita kumpul?" Pertanyaannya.
Pria kekar itu, segera menjawab. "Aku butuh sekarang, cepat lakukan."
..........
Berbeda dengan Tio, entah bagaimana ceritanya? Tanpa aba-aba, Tio memukul pantat Chuzuru, begitu sangat keras dan nyaring bunyinya, sehingga suara pemukulan pun, didengar semua orang sana.
Hal inilah Marzuki Pau takut setengah mati, atas tindakan Tio saat ini. "Dasar anak ini, baru saja aku peringati! Dia lakukan di luar nalar lagi." Batin pemilik Jasa pemotong Monster Sihir.
"Bocah brengsek! Apa yang kamu lakukan? Apakah kamu tidak tahu? Siapa wanita yang telah kamu pukul pantatnya?!" Marahnya Pria kekar, dan merupakan bagian orang pengawal, dia bernama Anas.
Dan merupakan orang kepercayaan dari Keluarga Handoyo, dan selalu pegang pedang Katana, di tangan kirinya.
"Astaga... Tangan nakal ku, tidak bisa aku kontrol, Bos maafkan aku, karena tidak bisa menahan diri." Ucapan Tio yang begitu sangat tulus, bahkan dirinya harus sujud di tanah, dan merupakan permohonan maaf paling tulus.
"Apakah dia salah satu anggota mu? Pak Marzuki!" Tanya Anas yang begitu sangat galak.
Mendengar pertanyaan itu, membuat Marzuki Pau, menghampiri Anas begitu hormat. "Itu betul Tuan, dia salah satu Anggota ku, mohon maafkan dia."
Anas dengan wajah galaknya, dia berkata. "Pak Marzuki... Kamu sungguh berani menerima dia sebagai Anggota mu, bisnis mu ini, bisa hancur karenanya, kalau kamu tidak segera memecatnya!"
Marzuki Pau terus memohon kepada Anas. "Tuan... dia punya kebiasaan aneh, sulit dia hilangkan, makanya tiap kali ada orang pakai jasa ku, aku sering peringatkan, untuk tidak dekat-dekat dengannya."
"Kalau kamu tahu begitu, kenapa kamu pertahankan Anggota seperti ini? Pak Marzuki!" Tegasnya Anas.
"Jadi maksudmu... Aku tidak bisa di maafkan." Sela Tio, yang masih sujud di tanah, dan tidak berniat bangkit dari sujud ya.
Mendengar perkataan itu, tanpa segan Anas menghampiri Tio berada, dengan berkata. "Apakah kamu tidak mengerti? Atas tindakan kamu seperti itu! Kamu sama sekali... Tidak menghormati Nona mudaku."
Tio pun berbatin. "Padahal dikampung halaman aku, malah tidak ada masalah saat memukul pantat anak gadis, ternyata di sini bermasalah."
..........
Ayolah... Kamu sudah berkata begitu berulang kali brengsek!
Tapi dia sungguh tidak bisa sadar, apakah kalian tahu alasannya?
Sederhananya... Dia sudah terbiasa, itu karena lingkungan lah, yang telah mendidik ya, sehingga dia tidak merasa bersalah.
Ini sungguh menjengkelkan, dia memiliki moral buruk sejak kecil.
Makanya kalau memukul pantat anak gadis, tidak ada satupun menuntut keadilannya, malah justru pengen dinikahin olehnya.
Dia sungguh gila kan, emang sudah gila dari sana ya nih.
Itupun setelah dapatkan ketenaran, kekayaan, dan kekuatan, banyak orang-orang seluruh Indonesia kagum terhadapnya, jadi tidak ada yang marah, kalau pantat mereka dipukuli olehnya.
Belum lagi sejak kecil, dia berlimpah harta, mana ada susah-susah dia, apalagi Ayah Ibunya masih hidup sampai sekarang, bahkan tetap menyayangi ya.
Mana tahu baik buruknya dia.
Setidaknya ada sifat bosan terhadap dirinya, sehingga dia lepaskan semua yang dia miliki, dan kembali hidup dari awal.
Kecuali cuma satu, kekuatannya.
................
"Aku tahu, kalau aku telah berbuat salah, setidaknya berikan aku kesempatan untuk dimaafkan." Permohonan maaf Tio, yang begitu tulus.
Dan semua orang tahu, dia sering berkata begitu, dan selalu selamat, setelah bermohon seperti ini.
Akan tetapi semua orang tahu, betapa kerasnya Handoyo Chuzuru, dia memiliki prinsip, orang yang sudah berbuat salah, wajib dihukum.
"Kamu berani memukul pantat ku! Apakah kamu pikir? Langsung memaafkan mu!" Marahnya Chuzuru.
"Emangnya apa yang harus aku lakukan? Agar Nona muda Maafkan aku." Tanya Tio, dia sama sekali tidak ada rasa takutnya.