NovelToon NovelToon
Jodoh Pengganti

Jodoh Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Tamat
Popularitas:9.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kolom langit

"Kamu dan ayah adalah paket kombinasi paling menyebalkan di dunia. Kalian merantaiku dan mengikutiku kemana-mana." Ameera.


"Bila perlu aku akan menjadi Kutumu." Rangga.

Cinta tidak selamanya harus memiliki. Inilah yang terjadi pada Rangga. Baginya menjaga dalam persahabatan adalah bentuk lain dari cinta tanpa harus memiliki.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kolom langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pantai

Tidak terasa sudah 2 minggu sejak kejadian penyerangan Ozan. Hari-hari berlalu seperti biasanya. Ozan sudah pulih, tapi sejak keluar dari rumah sakit ia belum pernah keluar rumah. Hasan melarangnya kemana-mana, mengingat penyerangan tiba-tiba dua minggu lalu. Sekarang Ozan sedang berada di taman belakang rumahnya sedang duduk di kursi taman. Sesekali melirik ponselnya. Ia sedang menunggu balasan pesan yang ia kirimkan kepada Naura. Tetapi suda satu jam menunggu balasan, Naura belum juga membalasnya. Ia pun di buat kesal setengah mati karena Ozan bukan orang yang suka menunggu. Kedatangan Ramon mengagetkannya.

"Ngelamun lagi lu? " tanya Ramon yang langsung duduk di sebelah Ozan.

"Mau apa lu kesini?"

"Nengokin lu. Kali lu butuh teman. Lagian lu ngapain bengong di sini? tanya Ramon lagi.

"Bukan urusan lu. "

"Oke. " sahut Ramon reaya menganggukkan kepala.

"Gue mau keluar bentar. " ucap Ozan

Ramon tergelak mendengar perkataan Ozan. Bagaimana mungkin Ozan masih kepikiran ingin keluar rumah sementara bahaya masih mengancam di luar sana.

"Jangan macam-macam lu Zan, gak selalu ada malaikat yang bisa tolongin lu kalau ada apa-apa di luar sana." ujar Ramon yang kesal dengan tingkah Ozan yang sangat sulit di atur

"Bodo amat. " ucapnya, Ozan melirik kesal ke arah Ramon yang di rasanya sudah seperti Rudi dan Hasan.

"Eh... Zan jangan keras kepala lu. Lu tau apa akibatnya kalau lu keluar dari gerbang rumah. Tuan besar bisa ngamuk, gue dan yang lainnya bisa kena kalau ada apa-apa sama lu. Sekali-kali lu mikirin kita napa? " bentak Ramon

"Berisik lu kayak beo. "

"Bodo amat. " Ramon memalingkan wajah sambil kedua tangan di silangkan di dada.

Akhirnya Ozan tidak jadi keluar dan hanya ngobrol di taman dengan Ramon.

***

Ujian akhir sekolah telah usai, menandakan perjuangan para siswa selama tiga tahun di masa SMA telah selesai. Mereka tinggal menunggu pengumuman kelulusan. Ameera dan Rangga merasa lega, setelah beberapa minggu sebelum ujian mereka menghabiskan waktu dengan belajar keras, akjirnya sekarang mereka dapat bernafas lega . Mereka pun merayakan keberhasilannya menghadapi ujian akhir sekolah dengan jalan-jalan, makan dan nonton. Seperti biasa, hanya berdua layaknya pasangan yang sedang berkencan. Ameera bahkan tidak punya teman lain selain Rangga untuk merayakannya.

Sore hari mereka menuju ke pantai, seperti kebiasaan mereka selama ini. Pantai adalah saksi bisu tempat mereka sering menghabiskan waktu bersama. Sambil menunggu pemandangan matahari terbenam, mereka berjalan beriringan di pinggir pantai dengan bertelanjang kaki, sapuan ombak membasahi kaki mereka. sembari mengobrol seru dan sesekali suara tawa renyah terdengar.

Dari kejauhan mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang sangat romantis. Rangga beberapa kali mengajak Ameera berselfie ria. Kadang Rangga memotret Ameera tanpa Ameera sadari.

Mereka pun duduk selonjoran di atas pasir menghadap matahari dan menikmati indahnya matahari yang akan terbenam. Rangga menatap Ameera yang memandangi matahari sore tanpa berkedip.

"Lollypop... "

"Hmmm..."

" Kamu ada rencana apa setelah lulus?" bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Ameera, sementara Ameera terus memandangi matahari yang beberapa saat lagi akan terbenam.

"Mau apalagi, kuliah pasti. " jawabnya singkat

"Dalam negeri?" tanya Rangga.

"Kamu pikir ayah sekaya itu sampai aku bisa kuliah di luar negeri?" sahut Ameera.

Gadis itu tidak tahu saja, bahkan ayahnya lebih dari mampu untuk membiayai pendidikannya dimanapun yang Ameera inginkan mengingat jabatan ayahnya yang cukup tinggi di perusahaan Chandra Jaya Group.

"Memangnya kenapa tanya gitu? Jangan bilang kamu akan kuliah di luar negeri!" ujar Ameera.

Rangga diam sesaat. Wajahnya yang tadi ceria berubah menjadi serius. Ameera menyadari perubahan raut wajah Rangga.

"Papa mau aku kuliah di luar negeri, sambil bantu perusahaannya di sana. " ucapnya seraya tersenyum getir ke arah Ameera.

Rangga tau apa maksud dan tujuan ayahnya memintanya kuliah di luar negeri. Salah satunya, menjauhkannya dari Ameera.

"Terus kamu mau?"

"Sebenarnya enggak. "

" kenapa?"

"Kalau aku pergi, siapa yang jaga kamu?"

Ameera mendengus kesal mendengar perkataan Rangga. Memang benar adanya, selama ini Rangga selalu menjaganya.

"Memang nya aku gak bisa jaga diriku sendiri?"

Memang iya, kamu belum bisa jaga diri sendiri, kamu aja yang gak tau bahaya apa yang ada di sekitarmu. Batin Rangga

"Makanya kamu cari pacar, biar gak nemplok terus sama aku. " sahut Rangga sembari menarik hidung Ameera, menggoyangkan kanan kiri, sehingga Ameera tampak menggeleng.

"Aku mau pacaran sama kamu aja, hahaha... " ucapan Ameera membuat Rangga tergelak.

"Aku gak mau pacaran sama kamu!" Rangga menunjukkan mimik wajah yang lucu, sambil menjulurkan lidahnya.

"Kenapa memangnya? Aku jelek banget ya?" tanya Ameera, ia mulai merajuk dengan mengerucutkan bibirnya.

"Gak kok, bukan itu. Aku khawatir aja sama kondisi jantung ayah kamu, kalau kita sampai pacaran."

"Hahaha... " Ameera tertawa mengingat betapa tidak akurnya Rangga dengan ayahnya, di hadapan Ameera mereka selalu adu mulut saat bertemu.

"Terus, memang ada gitu, laki-laki yang mau deketin aku? Kamu kan selalu mengancam mereka supaya gak dekat-dekat sama aku. " Ameera menyindir Rangga yang selama ini membatasi pergaulannya.

"Itu karena semua yang deketin kamu laki-laki brengsek. Harusnya kamu berterima kasih sama aku, karena menjauhkanmu dari mereka. " pungkas Rangga .

Rangga sebenarnya memiliki alasan lain mengancam semua laki-laki yang mendekati Ameera dan hanya dirinya yang tahu alasannya.

"Terus, aku harus cari pacar yang bagaimana? Sesuai tipe aku atau yang sesuai tipe kamu?"

"Terserah, Yang penting sanggup jagain kamu." imbuh Rangga.

"Kan cuma kamu yang bisa. " ucapnya sambil tersenyum manis.

Merekapun saling memandang lama dan dalam. Tatapan yang seharusnya mampu menggambarkan perasaan masing-masing. Namun, segera di tepis oleh Rangga.

"Jadi kamu mau aku terus jagain kamu gitu, sampai aku sendiri gak punya waktu buat pacaran?"

"Bodo amat, bukan urusan aku. " Ameera membuat mimik wajah lucu seperti yang di lakukan Rangga tadi. Membuat Rangga sangat gemas.

"Dasar kebo jelek..." ucap Rangga seraya mencubit pipi Ameera dengan gemasnya.

"Kamu kan punya Dina. " kata Ameera kemudian. Wajahnya pun tiba-tiba berubah sedih setelah menyebut nama Dina.

"Aku masih menunggu waktu yang tepat untuk Dina. Aku gak mau buru-buru." tutur Rangga. "Kamu aja yang duluan cari pacar!" ujarnya kemudian.

"Kapan aku bisa punya pacar, kamu kan gak biarin aku kemana mana sendirian! Coba deh, kapan aku keluar rumah sendirian tanpa kamu? Aku ke toilet di mall aja kamu awasin. " protes panjang lebar.

"Aku takut kamu kesasar lollypop, memory di otak kamu kan gak nyampe 1 GB." Sambil mendorong lembut kening Ameera dengan jari telunjuknya. Membuat Ameera mendengus kesal.

Rangga dan Ameera pun terlibat pembicaraan panjang di tepi pantai dan masih dengan posisi duduk di atas pasir. Sesekali keduanya tertawa terbahak-bahak. Dari kejauhan, tampak seseorang mengawasi mereka berdua. Ameera tidak pernah menyadarinya, tetapi Rangga selalu menyadari hal itu. Namun, Rangga tidak pernah peduli dengan kehadiran beberapa orang yang kadang mengawasi mereka dari jauh.

Rangga melirik jam dipergelangan tangannya.

"Udah yuk, pulang. Aku gak mau di bikin dendeng sama ayah kamu gara-gara membawamu jalan-jalan sampai malam. " Rangga berdiri dan membersihkan pakaiannya dari sisa-sisa pasir diikuti Ameera. Saat hendak berjalan, Ameera menarik pergelangan tangannya.

"Tunggu..." ucap Ameera.

"Kenapa?"

Ameera mendekatkan tubuhnya dengan Rangga sehingga mereka berhadapan dengan jarak cukup dekat. Rangga membelai lembut rambut Ameera dan merapikannya dari tiupan angin.

Tahan Rangga... tahan! Jangan terbawa suasana. Rangga membatin.

"Udah yuk, pulang." ajak Rangga. Mereka pun bergandengan tangan meninggalkan pantai dengan perasaan yang tersembunyi di hati masing-masing.

*****

1
Ita Lor Pasar
oh jadi gitu toh awal penyebab nya🤭🤭🤭
Arry Desember
segoblok itu ternyata ameera....
Safitri Agus
terimakasih Thor 🙏🥰
Safitri Agus
tidak ada kamera kah dimobil
Lilis Manalu
dan yg pacar nya ozan itu dalang dr semua kecelakaan itu..
Rustan Sinaga
sudah baca semua thor, yg blm Asrama berdarah
Rustan Sinaga
ameera ada ada aja jahilnya
Rustan Sinaga
siapa lagi sih...?
Rustan Sinaga
boleh Rangga diadopsi thor...?
kalo dia bawa warisan dari pak Hasan, boleh deh aku yg adopsi Rangga
😂😂😂
Rustan Sinaga
wah, jangan² Denis kecil ditukar ya waktu kecilnya
Rustan Sinaga
Ozan bucin tapi bego dan gak peka
Rustan Sinaga
cerita aja Ameera, biar Ozan ngerti isi hatimu
Rustan Sinaga
loh, Rangga adiknya musuh pak Hasan?
makin rumit thor
Rustan Sinaga
semangat thor
nobita
drama salah faham masih berlanjut
nobita
ngakak parah nih orang.. sok sokan jadi mister cheff... ternyata nyalain kompor aja gk bisa... hadehhh
nobita
begitu cintanya Ozan pada Ameera... membuat para readers cemburu thor
nobita
lucu sekali mereka berdebat... Ozan dan Ameera
ParyaTi Cnil
Luar biasa
ParyaTi Cnil
sepertinya adasangkut pautnya dengan naura
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!