Terjebak One Night Stand dengan tamu hotel, yang ternyata sengaja menjebaknya agar bisa menjadikan rahimnya sebagai alat untuk melahirkan anaknya.
Membuat Sandra terpaksa harus terlibat dalam masalah keluarga dari laki-laki yang tak lain adalah bosnya sendiri sekaligus suaminya.
"Aku terpaksa menikahi mu atas permintaan istriku dan kini aku jatuh cinta padamu yang kukira cinta itu tidak akan pernah ada untukmu." Brian
"Apa?! Ternyata aku adalah Wanita Pengganti yang di pilih Saudariku untukmu."Sandra
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dina Auliya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ternyata pendonor itu
Semua keluarga berkumpul untuk sarapan, Brian duduk bersebelahan dengan Sandra, dan ibu Wulan bersebelahan dengan Bramono. Tak ada perbincangan selama sarapan selain bunyi sendok yang beradu dengan piring.
Setelah selesai sarapan, Brian segera menghampiri seseorang yang sudah di tunggu untuk menyerahkan berkas-berka diminta Brian sebelumnya dan Sandra membantu ibunya membereskan meja makan.
Setelah selesai Sandra menghampiri Brian yang duduk di ruang tamu.
"Mas itu apa?" tanya Sandra dan duduk disebelahnya.
"Sayang tunggu aku dikamar sebentar ya, Aku mau bicara padamu." perintah Brian dan Sandra pun mengangguk lalu pergi ke kamar.
Lima, sepuluh, dua puluh menit Sandra mondar-mandir menunggu Brian namun tak kunjung datang, Sandra pun ingin keluar melihat Brian Langsung kenapa tak kunjung datang. Saat kakinya ingin melangkah Brian terlebih dahulu masuk ke dalam kamar
"Mas, kenapa lama sekali, sudah hampir setengah jam nungguin mas." ucap Sandra sedikit kesal.
"Maaf, tadi masih ada perlu, ini bacalah biar kamu paham." Brian menyerahkan sebuah laporan dari dokter tentang penyakit hati yang beberapa tahun Sandra derita dan sampai sekarang Sandra tak pernah mengetahui siapa pendonor itu. Perlahan Sandra membacanya.
"Mas... mas dapat darimana ini mas, apa yang mas ketahui tentangku dan penyakit ku beberapa waktu lalu? katakan mas, aku ingin kejelasan dari mas." Sandra mendesak Brian untuk jujur padanya.
"Ceritanya panjang, duduk lah sini, aku akan menceritakan semuanya, Aku harap kamu bisa kuat menerima kenyataan pahit yang akan kau dengar karena aku harus katakan ini padamu dan karena aku sudah memutuskan untuk membongkar rahasia yang selama ini aku simpan." Brian mengelus pucuk rambut Sandra agar tidak tegang.
"Beberapa bulan yang lalu, tepatnya tanggal 8 Februari saat Sabrina ingin merayakan ulang tahunnya bersama teman-temannya Sabrina mengalami kecelakaan lalulintas dengan menabrak sebuah pohon yang membuatnya mengalami luka cukup serius. Sabrina langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menyelamatkan nyawanya." jelas Brian
"Itu tanggal yang sama saat aku masuk rumah sakit saat itu keadaan ku mulai kritis. Ya aku ingat itu adalah hari ulang tahunku juga, saat aku sedang merayakan ulangtahun bersama teman-teman tiba-tiba penyakit yang menggerogoti ku tiba-tiba menyerang dan terakhir yang aku ingat aku di bawa ke rumah sakit setelah itu aku sudah tidak sadar karena koma." sahut Sandra yang mengingatkan kejadian sebelum dia koma.
"Benarkah, apa kau juga sedang merayakan ulangtahun? Apa kamu tahu, entah itu suatu kebetulan atau memang takdirmu bertemu saudaramu dalam keadaan sama-sama sedang sekarat. Setelah Sabrina sadar Sabrina dipindah dan posisinya bersebelahan dengan kamu." lanjut Brian
"Maksud mas, Sabrina saudara kembar ku, tidak mungkin jika kami bersaudara kenapa kami harus berpisah?" ucap Sandra sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya.
"Kalau masalah itu aku tidak tahu, kamu bisa tanyakan Langsung dengan ibu Wulan," Brian memberikan hasil tes DNA antara Sandra dan Sabrina."Itu hasil tes DNA antara kamu dan Sabrina dan kalian memiliki golongan darah yang sama"
"Saat itu Sabrina memerintah kan seseorang untuk mencari tahu informasi tentang dirimu karena saat melihat dirimu yang sedang terbaring koma dan terlihat Sangat mirip dengannya, padahal kondisi Sabrina saat itu juga parah tapi dia masih sadar. Beberapa hari orang suruhan sabrina sudah mendapatkan informasi tentang dirimu ditambah bantuan dari dokter hingga menyimpulkan kalau kalian kembar."
"Apa Keluarga ku disini juga tahu kejadian ini?" tanya Sandra.
"Tidak, aku tidak memberitahu mereka, aku mengabarinya saat Sabrina sudah meninggal."
Sandra menitikkan air mata saat mengetahui kebenarannya tentang dirinya dan sabrina.
"Apakah yang mendonorkan hati padaku adalah Sabrina?" tanya Sandra membuat Brian menarik nafas panjang.
"Sebelum Sabrina meninggal dia memaksaku untuk menikahi mu dalam keadaan koma, jelas saja aku menolak Karena aku tak mengenal mu dan tak mencintaimu. Saat itu cintaku pada Sabrina baru saja tumbuh namun sudah mendapatkan ujian yang begitu besar. Sabrina terus memaksaku menikahi mu, hingga aku mengiyakan permintaan Sabrina."
"Alasannya Sabrina waktu itu, agar aku tidak kehilangan dirinya karena dia akan ada dalam dirimu, menurutku itu adalah alasan yang sangat tidak masuk akal." imbuh Brian
"Apa benar mas, sudah menikahi ku? dan bagaimana dengan Sabrina bukanya dia akan sembuh."
"Ya aku sudah menikahi mu dengan sah, dan Sabrina menjadi saksi pernikahan kita. Aku kira dengan menuruti permintaan akan membuat Sabrina sembuh, ternyata tidak, itu adalah permintaan terakhirnya, tanpa aku ketahui dia sudah menandatangani surat keputusan dari dokter bahwa Sabrina memberikan hatinya untuk didonorkan padamu saat dia meninggal dan juga matanya diberikan padamu agar aku bisa tetap melihat matanya dalam dirimu."
Ucapan Brian seketika membuat tubuh Sandra lemas dan terduduk dilantai tak mampu menerima kenyataan, bahwa yang menyelamatkan hidupnya adalah saudari kandungnya sendiri. Saudari yang selama ini belum pernah dilihatnya dan belum pernah menatap wajahnya, rela berkorban demi menyelamatkannya. Tangis Sandra tak terhentikan sampai terisak-isak. Brian langsung memeluknya menguatkan kenyataan yang sebenarnya.
"Mas ingat terakhir kali yang ingin dia sampaikan padamu, dia ingin minta maaf, karena hidupmu tak sebaik dirinya Sabrina akan melakukan apapun untuk menebus semua waktu yang hilang bersamanya."
"Kenapa mas, kenapa mas gak cerita dari awal, kenapa mas sembunyikan semua ini dariku, aku berhak tahu semuanya, dia saudariku dia penyelamat ku." Sandra memukul-mukul dada Brian, menyalakan dirinya.
"Aku ingin cerita tapi tidak ada waktu yang tepat, untuk menjelaskan semuanya. Maafkan aku jika baru sekarang aku memberitahumu tentang semuanya, kamu boleh menyalahkan aku atas semua kejadian yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya."
"Mas jahat, mas benar-benar jahat padaku, selama berbulan-bulan aku berusaha mencari pendonor itu, namun tak pernah mendapatkan Jawaban, dan sekarang dari mulut mas sendiri mas memberikan jawaban itu. Kenapa tidak dari awal mas, kenapa mas tidak jujur padaku." Suasana kamar begitu tegang antara keduanya sebelum akhirnya Sandra tak sadarkan diri di pelukan Brian suaminya.
"Sayang bangun." Brian mencoba membangunkan Sandra namun tak ada jawaban dan akhirnya Brian memutuskan membawa Sandra ke rumah sakit terdekat. Ibu Wulan yang baru tahu putrinya pingsan Langsung membuntuti nya ikut ke rumah sakit.
"Nak apa yang terjadi pada putri ibu, apa dia baik-baik saja." tanya Wulan.
"Doakan saja ya Bu, mudah-mudahan Sabrina baik-baik saja dan tidak ada sesuatu yang terjadi pada janinnya.
Brian mondar-mandir cemas menunggu hasil pemeriksaan dari dokter, sedangkan ibu Wulan yang bisa menangis memikirkan putrinya.
To Be Continued ☺️☺️☺️
Kasian sandra yg tidak tau apa2
Trus brian knpa pulsa terus manggil sandra dgn sabrina??
Sukses thoor & lanjut.
Masa harus kehilangan keduanya pula.
Sukses thoor & lanjut.
next
Semangat mama semoga misimu berhasil 💪💪💪😘😘
Lanjut thorr 🙏👍💪😘
kenapa akhir-akhir ini sering telat up nya
tetap semangat Thor 😘😘❤️🙏
Biar tidak ada yang menyakiti Sandra lagi.
Sukses thoor & lanjut.
Sukses thoor & lanjut.