NovelToon NovelToon
MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH (Jandaku)

MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH (Jandaku)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Nikahmuda / Duda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:155.2k
Nilai: 5
Nama Author: AMY DOANK

Aku dan Dia, dipertemukan Tuhan dengan status sebagai 'MUSUH BEBUYUTAN'.

Hari pertama masuk sekolah menengah atas, Aku dan Dia sudah menjadi couple 'TOM AND JERRY'.

Setiap hari kita ribut dan bertengkar tiada henti.

Sampai suatu hari...

Kita adalah MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH.

Pernikahan yang seumur jagung, tapi berdampak luar biasa sampai usiaku kini 25 tahun.

Hingga suatu ketika, Tuhan mempertemukan kita kembali di cottage sebuah kota yang jauh dari keramaian kota.

Pertemuan yang membuka kembali kenangan lama Aku dan Dia. Semua kisah lama, akankah mendekatkan kembali Aku dengan JANDAKU dimasa lalu?

🙏🙏🙏Mohon dukungannya di MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH, please...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMY DOANK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBTM 14 (Ribut Part 1)

Alifah duduk di sofa teras rumahku tanpa bersuara.

"Dapet salam dari si Ratni!" ucapnya setelah cukup lama dia diam.

Ooh rupanya si belut ini udah tau kalo sahabat sekaligus teman sebangkunya itu sedang sedikit perhatian padaku!

"Makasih salamnya!" jawabku singkat.

"Harusnya bilang makasihnya jangan ke gue, dong!" sungutnya, tampak kesal.

Terang saja aku tertawa. Apakah ia sedang dilanda cemburu? Atau memang kesal karena akhirnya ada cewek yang memperhatikanku?

"Hitam-hitam kereta api. Biar hitam banyak yang cari. Biar pun hitam kulit si Gatot ini. Tetapi banyak gadis cantik mengantri."

Aku berpantun jenaka guna menggodanya.

Tetapi justru membuat Alifah makin murka.

"Waw, primitif! Seperti pesona dunia lama! Waw...! Pasti tata krama belum ditemukan di sini!"

Aku tertawa terpingkal-pingkal.

Bagaimana bisa, ketika cemburunya terlihat begitu manis mempesona.

"Cemburu ya? Cemburu dong! Iya dong! Masa' engga!? Hahaha..."

Pletak!!!

Jitakannya membuat aku berteriak kesakitan.

"Eh, Belut! Kira-kira dong! Kepala gue ini setiap tahun difitrahin Ibu Ayah gue! Sembarangan main jitak! Kalo marah jangan pake kekerasan dong! Bisa khan dengan bahasa layaknya manusia normal? Kebanyakan nonton kartun sih lo ya? Jadi otak lo juga ikutan dua dimensi! Ga berkembang dengan sempurna!" makiku super kesal.

"Udah? Udah ributnya? Udah marahnya?"

Aku mengeratkan rahang.

Mata kami saling bertemu dengan kilatan kemarahan.

"Kita cerai! Sebaiknya kita selesaikan semuanya sampai di sini!"

"Fine!!! Okay!!! Itu yang aku inginkan sebenarnya sedari awal hubungan gila ini!"

Alifah masuk ke dalam rumahku dengan langkah tergesa karena emosi yang lumayan tinggi.

Aku juga mengikutinya.

Ayah Ibu yang sedang duduk dan menonton televisi di ruang tengah menatap kami keheranan.

"Ayah! Gatot mau,"

Spontan kututup mulut Alifah. Dia berontak menarik telapak tanganku, namun aku jauh lebih kuat.

"Ada apa, Alifah?" tanya Ibu dengan suara lembut.

"Ga Bu! Alifah mau isengin Gatot nih, Bu!"

Kutarik Alifah masuk kamar.

"Gatot? Gatot!!! Jangan berbuat aneh-aneh, kamu! Gatot ingat! Ujian kelulusan kalian tinggal lima bulan lagi!!!" teriakan Ibu di balik pintu membuat Alifah menghempaskan bok*ngnya ke tempat tidurku.

"Dengar? Apa yang Ibuku bilang? Bisa kita bertahan sampai kelulusan? Bisa khan?" ujarku dengan suara pelan di depan wajahnya yang hanya sekitar lima sentimeter dari wajahku.

Alifah melengos kesal.

Butiran airmatanya mengalir membuatku menghela nafas. Aku selalu kalah jika melihat perempuan menangis.

"Maaf, Lifah!" gumamku sambil duduk di sebelahnya dengan wajah menunduk.

"Aku bingung, Gatot! Hik hiks...!"

"Aku juga Lifah! Kita ini suami istri, tapi tetap MUSUH BEBUYUTAN! Kita ribut setiap hari. Saling caci, saling maki! Bahkan sampai saling sakit hati satu sama lain! Hubungan kita ini terlalu banyak toxic! Dan ini gak baik buat kita berdua!"

Alifah mengangguk. Ia berusaha menahan isaknya. Malu juga kalau tangisnya sampai terdengar Ayah Ibuku.

Aku mencoba menarik tangannya.

Lalu memegang kedua belah pipinya.

"Sst! Jangan nangis lagi! Hapus air mata tuh! Udah lah bulet, mata sembab bikin mata panda tuh! Jadi tambah jelek khan jadinya!"

"Iiih, dasar Item Mutlak! Paling nyablak kalo udah ngehina orang! Mentang-mentang sekarang dapet senggolan dari primadona kelas!"

"Hehehe... Ratni boleh juga ya, Lif! Bohay dan terkenal! Keren juga ya kalo gue bisa jadi soulmatenya di prom night perpisahan sekolah nanti ya?"

"Idih!? Pede' banget lulus lo? Emang lo yakin, lulus? Nilai lo itu paling kecil di kelas kita! Belajar makanya belajar! Jangan nongkrong mulu, mabar, genjrang-genjreng ga jelas hidup masa remaja terlewatkan begitu aja!"

"Idih?! Hidup lo tuh yang gak asik! Terlalu serius sampe lupa waktu buat bersenang-senang!"

"Lha, hidup itu bukan mainan, brow! Harus ditata, direncanakan indah sampai hari tua!"

"Tapi gak gitu juga konsepnya, belut buntelan kentut! Hidup juga harus dinikmati sesuai umur dan prosedurnya! Jangan terlalu serius juga, tau-tau kita udah bangkotan tapi blom pernah ngerasain kebahagiaan!"

"Lo tuh yang belom pernah rasain bahagia! Gue sih udah! Lo belum pernah pacaran khan? Gue pernah! Hehehe..., jangan bilang gue diam seperti cupu padahal bergerak bagaikan suhu!"

"Ck! Pacaran lah bangga! Bangga itu, ketika lo bisa bikin hidup orangtua lo bahagia!"

Kulihat wajah Alifah merona.

"Sebenernya, gue juga belom pernah pacaran sih... cuma deket aja. Tapi kita gak jadian!" curhatnya tiba-tiba.

"Mirisnya, cuma TTM an? Yassalam, sakit tak berdarah tuh!"

Alifah memukul bahuku. Ia tertawa sehingga deretan gigi putihnya membuatku terlena ingin terus memandanginya.

"Si Rudi itu ya?" tebakku ngasal.

"Koq tau?"

Wajah Alifah memerah. Aku bukannya senang karena tebakan benar, justru semakin salah tingkah juga karena membayangkan keromantisan mereka berdua di masa lalu.

Sial*n! Kenapa gue yang jadi belingsatan gini sih? rutukku dalam hati.

"Dia teman sebangku dari kelas dua."

"SMP sebangku sama cowok?"

"Emang begitu bu Wirdha wali kelas ngaturnya! Alasannya, kelas kami itu isi murid cowok cewek sama rata. 16-16. Dan bu Wirdha gak mau anak-anak sibuk ngobrol di jam pelajaran. Jadi kami duduk selang-seling cewek-cowok!"

"Oh gitu!"

"Si Rudi itu pinter ngaji, tau! Suaranya bagus banget!"

Hadeuh! Mulai bucin, muji-muji pula! Padahal di PHP. Dasar cewek!

"Tapi cuma jadi TTM doang, buat apaan?! Hiks, rugi waktu rugi tenaga. Jagain jodoh orang doang!" ledekku membuatnya kembali merona.

"Iya juga sih! Si Rudi anak ustad-ustadzah. Dilarang pacaran sama Abi Uminya. Perbuatan yang menyerempet zinah katanya!"

"Mending kayak kita, tau-tau nikah. Iya khan? Hahaha...!"

"Ogah gue nikah sama elo sebenernya! Hiks!"

"Ya kali, gue juga ogah nikah sama elo! Ga banget! Bukan tipe gue!!!"

Aku kesal, Alifah spontanitas mengeluarkan kalimat penolakan.

"Ini cuma nasib buruk! Nasib masih bisa diperbaiki khan? Beda sama takdir!" Begitu katanya lagi.

Aku terpekur.

Jadi pernikahan kita ini adalah nasib buruk ya? Jadi selama ini kita seperti sedang menjalani kutukankah? Hm... Aku mulai bisa menilai, ternyata Aku dimata Alifah hanyalah cowok item mutlak biasa. Dia tak ada perasaan sama sekali denganku! Baiklah, Lipah! Kita akan sudahi segera pernikahan yang aneh ini! Dan kau bebas melangkah pergi, nanti! Setelah kita lulus sekolah dan tamat SMA memegang ijazah.

...❤BERSAMBUNG❤...

1
Wy Ky
n
💗vanilla💗🎶
mampir ni thor 😁
Embun Kesiangan: makasih 🫰🥰
total 1 replies
ᴅ͜͡ ๓virus✰͜͡v᭄࿐
maaf bru lnjut lg Thor 🤣🤣🤣
ᴅ͜͡ ๓virus✰͜͡v᭄࿐
backstreet aja alias pcran diem2
ᴅ͜͡ ๓virus✰͜͡v᭄࿐
galau kan tot knp ga bilang
Mom La - La
waahh... visualnya sangat serasi.
Mom La - La
emang yg namanya jodoh pasti bakal ketemu lagi
Mom La - La
hiks hiks hiks...
Mom La - La
akh... ku jadi ikutan tegang thorrr
Mom La - La
cemburu nih ye...
Mom La - La
hi hi hi... jdi bingung sendiri
Mom La - La
hi hi hi pasti bi minahnya kaget
Mom La - La
hmm senjata sakti guru2.
Mom La - La
ya emang gitu bang. tpi kesempatan...
Mom La - La
hi hi hi... itu masa depqn kalian tot.
Mom La - La
cie... mulai cemburu nih...
Mom La - La
hmm... sesuatu apakah itu????
Mom La - La
wkwkwk...
Mom La - La
hi hi hi... gmna reaksi tmnx klw tau mrka udah nikah.
Mom La - La
hmmm kuturut prihatin gatot. asalkan jgn gagal total. he he he....
Mom La - La: hi hi hi... nti ku mampir myicil lgi.
kita sling dukung ya...
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!